Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KETEBALAN PERKERASAN LENTUR ANTARA DESAIN RENCANA DENGAN PERENCANAAN MENGGUNAKAN METODE MDP 2017 DAN METODE BINA MARGA PT T-01-2002-B. (STUDI KASUS: RUAS JALAN GUBERNUR SYARKAWI (STA 24+500 SD. STA 27+000). Lestari, Utami Sylvia; Darmansyah Tjitradi; Fauzi Rahman; Mona
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v8i1.1392

Abstract

Penelitian dilakukan pada Jalan Gubernur Syarkawie (Sp. Handil Bakti (Sp. Serapat)-Km. (By Pass Banjarmasin)) tepatnya pada STA 24+500 sd. STA 27+000 yang terletak di dekat bundaran Liang Anggang KM. 17. Panjang jalan yang direncanakan adalah 2500 m. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan ketebalan perkerasan lentur antara desain rencana dengan perencanaan menggunakan Metode MDP 2017 dan Metode Bina Marga Pt T-01-2002-B. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Metode MDP 2017 menggunakan lapis perkerasan AC–WC, AC–BC, AC-Base dan Lapis Penopang (Base course, sedangkan metode Bina Marga Pt T 01-2002-B menggunakan lapis perkerasan AC–WC, AC–BC dan AC-Base tanpa Lapis Penopang (Base course). Kedua metode tersebut menggunakan Lapis Pondasi Atas berupa Lapis Pondasi Agregat Kelas A. Perbedaan signifikan terletak pada lapis pondasi dasar sebagai perbaikan tanah bawah. Metode MDP 2017 serta Gambar Rencana menggunakan lapis penopang dengan memakai lapisan geotextile, sebaliknya metode Pt T 01- 2002- B menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PEMBANGUNAN KANDANG AYAM PETELUR SISTEM CLOSED HOUSE POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT Kurniawan, Budi; Tjitradi, Darmansyah; Adriana, Marlia
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v3i1.2

Abstract

Teknologi Pakan Ternak, salah satu program studi baru di Politeknik Negeri Tanah Laut, memiliki kesempatan untuk mengusulkan pembangunan Kandang Ayam Petelur Sistem Closed House untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan prasarana praktikum dengan berbagai manfaat. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan proyek untuk menentukan tingkat kelayakan proyek tersebut. Studi kelayakan finansial ini didasarkan pada beberapa parameter, termasuk produksi daya, keuntungan, biaya investasi, dan biaya operasional dan pemeliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa layak proyek pembangunan Sistem Kandang Ayam Petelur Tertutup. Penelitian ini dimulai dengan menyusun cash flow. Setelah itu, metode seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Periode (PP) digunakan untuk melakukan analisis dengan suku bunga 12% maka pembangunan Kandang Ayam Petelur Sistem Closed House tersebut layak dibangun, dengan nilai positif untuk NPV yaitu Rp. 4.003.786.246, BCR > 1 yaitu 1,184, IRR > dari suku bunga 21 % dan PP 5,025 tahun.
ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEKERJAAN BASEMENT MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK Widadi, Muhammad; Eliatun, Eliatun; Tjitradi, Darmansyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.19233

Abstract

Proyek konstruksi, khususnya dalam pembangunan Basement, sering kali menghadapi tantangan signifikan yang dapat menyebabkan keterlambatan. Keterlambatan ini tidak hanya berdampak pada waktu penyelesaian proyek, tetapi juga dapat meningkatkan biaya dan mempengaruhi kualitas hasil akhir. Dalam konteks mengatasi keterlambatan suatu proyek, terdapat dua faktor utama yang memiliki keterkaitan yang erat, yaitu waktu penyelesaian proyek dan biaya tenaga kerja yang terlibat dalam proyek serta aktivitas-aktivitas pendukungnya. Kedua elemen ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan keseluruhan dari proyek tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, yaitu observasi langsung, wawancara, dan kuesioner, serta data sekunder dari sumber yang ada sebelumnya. Data yang dikumpulkan diuji dengan perangkat lunak SPSS untuk mengukur validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, menghasilkan 20 variabel valid. Setelah data dinyatakan valid, analisis dilanjutkan dengan metode House Of Risk fase 1, yang menemukan 8 agen risiko dominan, dilanjutkan dengan House Of Risk fase 2 yang menghasilkan 6 langkah mitigasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dan mencapai tujuan proyek dengan lebih optimal. Dengan penerapan strategi mitigasi yang tepat, diharapkan pihak kontraktor dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan yang muncul serta mampu mengelola risiko dengan lebih efektif. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan keberhasilan proyek secara keseluruhan.
Simulasi Pengaruh Angin Pada Bangunan Di Kalimantan Selatan Menggunakan Software Thunderhead Pyrosim: Simulation Of Wind Effects On Buildings In South Kalimantan Using Thunderhead Pyrosim Software Tjitradi, Darmansyah; Eliatun, Eliatun; Barkiah, Ida; Karim, Abdul; Prasetia, Irfan; Lestari, Della Dwi; Tjitradi, Aeron
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i3.10031

Abstract

South Kalimantan has a tropical climate with high rainfall and high humidity. The weather in this area can also change rapidly, with strong winds and heavy rain, potentially damaging buildings and infrastructure. In recent decades, there have been significant improvements in building design and construction, especially in terms of strength and safety. However, many buildings are still vulnerable to wind damage, especially in areas prone to storms or strong winds. This research aims to simulate the effect of wind on a simple residential building in South Kalimantan measuring 6.0 m x 6.0 m, with varying roof slope angles of 15, 30, 35, and 40 degrees, using Thunderhead Pyrosim Software Version 6.9.1 (Academic License).. Based on the results of this study, it can be known that according to online BMKG data, the maximum wind speed that occurs in South Kalimantan is 21 m/det, and based on the results of software simulation, it can be known that the greater the slope angle of the roof, the greater the Cd (drag coefficient) / resistance of the building, which means that the building will have a higher possibility of being carried away by the wind. Conversely, a lower drag coefficient value indicates that the roof will be more resistant to wind flow pressure, or in other words, more aerodynamic, so that houses in windy areas can use roofs with a small slope angle (15o - 35o ) or concave roofs for better aerodynamics, and provide a barrier in the direction of the wind.