Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : medical scope journal msj

Gambaran Pola Luka dan Prevalensi Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2022-2023 Tulung, Margaretha A.; Kristanto, Erwin G.; Tomuka, Djemi
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i2.59606

Abstract

Abstract: Traffic accidents have become one of the health problems causing various material and non-material losses. Victims of traffic accidents can suffer from minor injuries to potentially fatal ones. Patient data on traffic accident cases, including injury patterns, plays a significant role for medical institutions, law enforcement, and the community. These injury patterns may vary among different regions due to various factors. This study aimed to determine the pattern of wounds and the prevalence of traffic accident cases in the Department of Forensic Medicine and Medicolegal at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the years 2022-2023. This was a descriptive and retrospective study, using secondary data from Visum et Repertum (VeR) reports of deceased victims due to traffic accident. The results showed that the total number of victims was 36 cases, with 28 victims meeting the inclusion-exclusion criteria. Throughout the years 2022-2023, the highest number of cases occurred in March, with a total of six fatalities. The majority of victims were male, and the most common age group was 17-25 years old (28.57%). The most frequently type of injury was abrasion (54.7%), primarily located on the head and face. The majority of victims were drivers (28.5%), with motorcycles being the most commonly involved vehicles. In conclusion, the majority of cases were male, age group 17-25 years, had abrasion primary located on the head and face, and roled as motorcycle drivers. Keywords: traffic accident; pattern of wounds   Abstrak: Kecelakaan lalu lintas (KLL) menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan yang menyebabkan berbagai kerugian material dan non material. Korban KLL dapat mengalami cedera ringan hingga berpotensi menyebabkan kematian. Keberadaan data pasien kasus kecelakaan lalu lintas berupa karakteristik dan gambaran pola luka, memiliki peran signifikan bagi instansi medis, aparat hukum, dan masyarakat. Gambaran pola luka dapat mengalami perbedaan antara korban kecelakaan lalu lintas di suatu daerah dengan daerah yang lain karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola luka dan prevalensi kasus KLL di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2022-2023. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif, menggunakan data sekunder dari Visum et Repertum (VeR) korban meninggal dari kasus KLL. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jumlah keseluruhan korban sebanyak 36 kasus dengan 28 korban memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sepanjang tahun 2022-2023 kasus terbanyak terjadi di bulan Maret dengan total enam korban meninggal. Korban terbanyak berjenis kelamin laki-laki, dan usia pada kelompok 17-25 tahun (28,57%). Jenis luka terbanyak berupa luka lecet (54,7%), dengan lokasi tersering pada bagian kepala dan wajah. Jenis peran korban terbanyak sebagai pengemudi (28,5%) dengan kendaraan paling banyak terlibat berupa sepeda motor (32,14%). Kata kunci: kecelakaan lalu lintas; pola luka
Gambaran Korban Kekerasan Seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Tahun 2024 Siregar, Mahatop A.; Mallo, Nola T. S.; Tomuka, Djemi
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.67151

Abstract

Abstract: Sexual violence carries numerous negative impacts and tends to increase, even though underreporting remains high. This study aimed to describe the characteristics of sexual violence victims at Bhayangkara Hospital Level III Manado in 2024. This was a descriptive retrospective study with a cross-sectional design using secondary data obtained from Visum et Repertum. The results identified 314 cases of sexual violence in year 2024. The majority of cases were female victims (98.4%) and aged 13–17 years (58.6%). Based on victims’ addresses, majority of victims came from North Minahasa Regency (42%), while Tuminting District was the most common origin in Manado (7.6%). The highest percentages were found in students as the occupational group (89.2%), boyfriends as the perpetrators in terms of social relationship with the victims (38.9%), underwent examination more than 72 hours after the incident (64.3%), lacerations as the injury type (77.2%), old hymenal tears (84.7%), and hymen as the most frequent injury site (77%). In conclusion, the majority of victims are students aged 13–17 years. The high number of sexual violence cases needs to be intervened in order to reduce the rate of sexual violence, such as: early age sexual education and outreach for reporting when experiencing sexual violence to reduce the negative impact of the incident. Keywords: sexual violence; fornication; rape   Abstrak: Kekerasan seksual memiliki banyak dampak negatif dan cenderung mengalami peningkatan meskipun under reporting masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran korban kekerasan seksual di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado tahun 2024. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif  dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder dari hasil Visum et Repertum. Hasil penelitian mendapatkan 314 kasus kekerasan seksual pada tahun 2024. Mayoritas korban kasus kekerasan seksual berjenis kelamin perempuan (98,4%), berada pada rentang usia 13-17 tahun (58,6%). Alamat korban terbanyak berasal dari Kabupaten Minahasa Utara (42%) dan Kecamatan Tuminting di Kota Manado (7,6%). Persentase tertinggi didapatkan pada pekerjaan sebagai pelajar (89,2%), pacar sebagai hubungan sosial antara korban dengan pelaku (38,9%), korban diperiksa setelah >72 jam setelah kekerasan seksual terjadi (64,3%), terdapat luka robek (77,2%), robekan lama pada hymen (84,7%), dan hymen sebagai lokasi luka yang paling banyak ditemukan (77%). Simpulan penelitian ini ialah kasus kekerasan seksual kebanyakan pelajar dan rentang usia 13-17 tahun. Tingginya kasus kekerasan seksual perlu untuk diintervensi agar menekan angka kekerasan seksual, seperti: pendidikan seksual usia dini dan penyuluhan untuk pelaporan ketika mengalami kekerasan seksual untuk mengurangi dampak negatif dari peristiwa itu. Kata kunci: kekerasan seksual; percabulan; pemerkosaan