Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI DESA KENANTI KECAMATAN TAMBAKBOYO KABUPATEN TUBAN Sari Firantika; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Muhammad Yusuf
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 4 No 02 (2023): Jurnal Oportunitas
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi nyata bahwa masyarakat di Desa Kenanti yang mayoritas pekerjaannya adalah nelayan. Disamping itu tingkat Penghasilan nelayan terbilang masih rendah dengan jumlah 134 KK keluarga miskin dan sangat miskin dari total keseluruhan 426 KK prosentase mencapai 31% jauh lebih tinggi dari prosentase penduduk miskin nasional tahun 2022 di angka 9.54%. Penghasilan nelayan sangat tidak menentu karena bergantung pada cuaca, teknologi tangkap, dan modal dalam kegiatan menangkap ikan dilaut. Dalam hal ini peran istri sangat penting, peran merupakan Sifat individual ditekankan dalam teori kedudukan untuk menekuni sikap yang cocok dengan letaknya sebagai pelaku sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi ekonomi keluarga dan peran istri nelayan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara wawancara kepada istri nelayan di Desa Kenanti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh istri nelayan, dengan sampel penelitian 6 istri nelayan. Dalam penelitian ini nantinya hasil wawancara di analisis secara deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya peran istri nelayan yang ikut bekerja membantu suami mencari tambahan penghasilan dapat meningkatkan ekonomi keluarga, istri juga berperan penting dalam menganalisis pengeluaran secara terperinci yang diperlukan dari penghasilan suami untuk kebutuhan sehari-hari dan dalam mengelola keuangan dengan cara menerapkan skala prioritas .
KESIAPAN GURU DALAM IMPLEMENTASI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM PADA PEMBELAJARAN EKONOMI Rika Dwi Safitri; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Muhammad Yusuf
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v5i1.5747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesiapan guru dalam menghadapi asesmen kompetensi minimum, (2) kesiapan guru dalam menghadapi survei karakter, (3) kesiapan guru dalam menghadapi survei lingkungan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode eksplanatori. Data yang diambil yaitu data kualitatif dengan informan penelitian adalah beberapa guru di sekolah SMA di Kota Tuban yang berjumlah 5 orang Hasil penelitian menunjukan bahwa guru sudah memahami AKM dilihat dari kemampuan guru membuat komponen-komponen dalam penyusunannya. Kesiapan guru juga sudah cukup dalam menghadapi AKM pada tahun 2024. This study examines teachers' readiness to implement the Minimum Competency Assessment (AKM) within the Merdeka Curriculum. Teachers face challenges adapting to the new assessment method due to the numerous instruments that need to be completed and the similarity of indicators, which often leads to errors. The study aims to determine teachers' readiness, supporting factors, and obstacles in conducting AKM, particularly in economics education. A qualitative approach with a descriptive research type and grounded theory method was employed. The research involved three teachers from SMAN 2 Tuban as informants. The results show that teachers understand AKM, especially when preparing its components. However, several obstacles were identified, including issues with electricity and internet networks, the readiness of AKM committees, and limited time to comprehend the assessment questions.
Digital Marketing: Maksimalkan Pemasaran dengan Media Masa Yosia Dian Purnama Windrayadi
Jurnal ABDILAWE Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v1i2.856

Abstract

Artikel ini membahas tentang strategi pemasaran yang efektif melalui media massa, terutama media digital. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk menggambarkan pentingnya penggunaan media massa dalam upaya memaksimalkan kampanye pemasaran dan menghasilkan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ngawun. Workshop yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 11 UNIROW di Desa Ngawun dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan perekonomian local. Dengan menganalisis berbagai studi kasus dan tren terkini, artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang perlu dipertimbangkan saat merancang strategi pemasaran melalui media massa. Melalui pendekatan ini, diharapkan bahwa strategi pemasaran yang disusun akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam mencapai target pasar yang lebih luas dan memperkuat pengaruhnya dalam memajukan perekonomian Desa Ngawun.  
Optimalisasi Kualitas Pelayanan Prima dengan Menggunakan Metode Servqual pada Koperasi BTM Surya Utama Tuban Muhammad Yusuf; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Dumiyati; Yudi Supiyanto; Hendra Suwardana
Jurnal ABDILAWE Vol 2 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v2i2.943

Abstract

Pelayanan yang prima adalah salah satu keunggulan kompetitif perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini berlaku untuk lembaga koperasi seperti BTM Surya Utama Tuban yang menyediakan jasa, yang kegiatannya focus pada pelayanan kepada para anggota koperasi dan masyarakat. Pelayanan yang prima (service excellence) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas koperasi dan bagian dari promosi koperasi. Tim Abdimas unirow menawarkan solusi berupa alat ukur service excellence untuk mengidentifikasi indikator pelayanan yang diharapkan oleh semua pemangku kepentingan. Metode pelaksanaan dari Abdimas ini adalah dengan melakukan komunikasi dengan pihak Manajer koperasi, studi literature, pembuatan kuesioner terbuka dengan masukan dari pihak koperasi, pengumpulan data, perapihan dan pengolahan data, diakhiri dengan diskusi antar anggota tim pelaksana untuk merumuskan alat ukur service excellence. Hasil Abdimas adalah 10 indikator service excellence yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan dari Koperasi BTM Surya Utama. sasaran pengabdian dan kesepakatan alternatif materi Penyuluhan dan pendampingan, dan disepakati materi Penyuluhan dan pendampingan pengenalan potensi diri karyawan/ pegawai BTM Surya Utama, sebelum kegiatan pelatihan dan pendampingan diadakan pre test dengan responden yang mengisi kuesioner terdiri dari karyawan/ pegawai BTM Surya Utama, untuk mengetahui pemahaman peserta tentang pelayanan prima. Sebelum penyampaian dilakukan pre test dan setelah penyampaian di lakukan postes serta Kuesioner ini dibagi berdasarkan keterlibatannya dalam BTM Surya Utama yang dibedakan atas perannya yang terdiri dari Manajer, Pegawai/Karyawan, dan Nasabah untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta tentang materi dan kesadaran pentingnya peningkatan pelayanan prima
KEHIDUPAN EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI WISATA RELIGI SUNAN BONANG KABUPATEN TUBAN SETELAH ADANYA PANDEMI COVID-19 Wadifatut Toyibah; Yosia Dian Purnama Windrayadi
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 4 No 02 (2023): Jurnal Oportunitas
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan wabah virus corona memiliki dampak bagi perekonomian Indonesia, yaitu sektor industri atau perusahaan-perusahaan besar. Dampak yang paling besar dirasakan yaitu oleh pedagang kaki lima yang berjualan di tempat wisata, karena semenjak himbauan social distancing yang mengakibatkan sejumlah tempat wisata di tutup, salah satunya tempat wisata religi Sunan Bonang yang berada di Kabupaten Tuban. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis kehidupan ekonomi pedagang kaki lima dan dampak yang dirasakan setelah adanya pandemi covid-19 diarea wisata Sunan Bonang Kabupaten Tuban. Kehidupan ekonomi pedagang kaki lima di wisata Sunan Bonang Kabupaten Tuban setelah adanya pandemi covid-19 memiliki beberapa aspek pembahasan dalam kajian pustaka meliputi kehidupan ekonomi, pedagang kaki lima, dan wisata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian menggunakan study kasus dengan menggunakan teori dari Creswell. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari wawancara dengan pedagang kaki lima dan data sekunder diperoleh dari laporan atau dokumen dari pengurus wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pandemi covid-19 memberikan dampak yang besar bagi kehidupan ekonomi pedagang kaki lima dilihat dari tingkat pendapatan mengalami penurunan hingga 90%, dari segi pola hidup mengalami perubahan yang sangat signifikan, yang dulunya bisa mencukupi semua kebutuhan tetapi setelah adanya pandemi covid-19 harus memilih yang mana harus diprioritaskan. Dilihat dari cara mengatasi dampak pandemi covid-19 beberapa pedagang memilih beralih profesi namun juga masih ada beberapa pedagang yang tetap memilih berjualan.
PENGARUH HARGA, FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI KEDAI KOPI JOWO TUBAN Nita Ristia Mudrikah; Yosia Dian Purnama Windrayadi
OPORTUNITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 5 No 1 (2024): OPORTUNITAS : Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendeskripsikan pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen, pengaruh fasilitas terhadap loyalitas konsumen, pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen, dan pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Adapun metode penelitian ini mengunakan metode verifikatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini digunakan teknik memilih sampel secara random. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 100 pelanggan. Jenis sumber data yang digunakan adalah data primr dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner yang diberikan kepada 100 responden konsumen Kedai Kopi Jowo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik analisis data kuantitatif dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa harga berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Kedai Kopi Jowo, fasilitas berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Kedai Kopi Jowo, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan Kedai Kopi Jowo, dan harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap loyalitas pelanggan Kedai Kopi Jowo
Sosialisasi literasi digital cakap dan bijak menggunakan dompet elektronik di SMK Sunan Bejagung Tuban Andik Adi Suryanto; Amaludin Arifia; Alfian Nurlifa; Asfan Muqtadir; Fitroh Amaluddin; Aris Wijayanti; Andy Haryoko; Suprapto Suprapto; Miftahul Ulum; Nurul Hidayah; Layla Ayu Mustika Putri; Dhoni Prasetya; Syahrul Andrian Setia Budi; Rachmalia Vinda Kusuma; Miftahul Munir; Saeful Mizan; Yosia Dian Purnama Windrayadi; Mardi Widodo; Tabhita Sri Hartati Wulandari; Guruh Putro Dirgantoro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38805

Abstract

Abstrak Perkembangan transaksi keuangan digital di kalangan pelajar menuntut peningkatan literasi keamanan finansial digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas XII SMK Sunan Bejagung Tuban terkait penggunaan dompet elektronik secara aman, pencegahan kejahatan siber, serta verifikasi legalitas layanan keuangan digital. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, simulasi praktik keamanan akun, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan angket respon. Kegiatan melibatkan 68 siswa dan menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan dari kategori kurang menjadi sangat baik setelah kegiatan. Respon peserta juga sangat positif sehingga kegiatan dinilai efektif meningkatkan literasi keamanan finansial digital. Secara kuantitatif, hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan kategori pemahaman sangat baik dari 1,7% (pretest) menjadi 82,8% (posttest), serta penurunan kategori kurang dari 66,8% menjadi 0%, yang dihitung berdasarkan persentase jumlah responden pada tiap skala penilaian instrumen pretest dan posttest (N=68). Kata kunci: literasi digital; dompet elektronik; keamanan siber; pelajar SMK; pengabdian masyarakat. AbstractThe rapid growth of digital financial transactions among students has increased the need for stronger digital financial security literacy. This community service program aimed to enhance the understanding of Grade 12 students at SMK Sunan Bejagung Tuban regarding the safe use of electronic wallets (e-wallets), cybercrime prevention, and verification of the legitimacy of digital financial services. The program employed educational sessions, hands-on simulations of account security practices, interactive discussions, and evaluations using pretests, posttests, and participant response questionnaires. A total of 68 students participated in the program. The findings demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding, shifting from a poor level before the program to a very good level after its completion. Participants also provided highly positive responses, indicating that the program was effective in strengthening digital financial security literacy. Quantitatively, descriptive analysis showed that the proportion of participants in the very good understanding category increased from 1.7% in the pretest to 82.8% in the posttest, while the proportion in the poor category decreased from 66.8% to 0%. These percentages were calculated based on the number of respondents within each rating category of the pretest and posttest instruments (N = 68). Keywords: digital literacy; electronic wallets; cybersecurity; vocational high school students; community service.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Siswa SMK TJP Tuban Jurusan TKJ Untuk Melanjutkan Berwirausaha Rika Dwi Safitri; Yosia Dian Purnama Windrayadi
JEKPEND: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jekpend.v9i2.86504

Abstract

This study aims to determine the influence of income, self-esteem, opportunities, family environment, community environment, and personality factors on the decision of students majoring in TKJ at SMK TJP Tuban to continue entrepreneurship, both partially and simultaneously, and to determine which factors are most dominant in influencing students' entrepreneurial decisions. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression methods. The population in this study were all 250 students majoring in TKJ at SMK Tuban, with a sample of 154 respondents determined using the Slovin formula. Data collection techniques were carried out through questionnaires using a Likert scale distributed online via Google Form. The data were analyzed using validity tests, reliability tests, descriptive analysis, normality tests, heteroscedasticity tests, t-tests, F-tests, and coefficients of determination with the help of SPSS 23. The results of the study indicate that partially the factors of income, self-esteem, opportunities, family environment, community environment, and personality have a significant influence on the decisions of students majoring in TKJ at SMK TJP Tuban. Simultaneously, these six variables also significantly influence the entrepreneurial decisions of eleventh grade students at SMK TJP Tuban. The entrepreneurial decision variable has the highest average score, which indicates that students are ready and have a strong desire to become entrepreneurs after graduation
PERAN LOKASI USAHA DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM SEBAGAI PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI Ridaul Innayah; Yosia Dian Purnama Windrayadi
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 14 No 2 (2026): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v14i2.14842

Abstract

The achievement of sustainable national economic growth cannot be separated from the contributions of various parties, UMKM as part of the contributor to national income figures. UMKM income itself is influenced by business location and digital literacy. The chosen business location determines the bankruptcy or success of a business (Tinneke et al., 2020). Digital literacy has a direct and indirect influence on UMKM performance. However, in reality, many UMKM still do not have adequate business locations and do not have sufficient digital literacy, and there are differences in research results regarding the effect of business location on UMKM performance. This study is interested in reviewing how: a) the influence of business location in increasing UMKM income, b) the influence of digital literacy in increasing UMKM income, and c) the influence of business location and digital literacy together in increasing UMKM income. The population of this study was UMKM in Tuban Regency using Accidental Sampling, and obtained 101 respondents. The main instrument for data collection was a closed questionnaire, supplemented by interviews and observations. According to the results of the hypothesis test, the business location has a sig. 0.109, digital literacy level sig. 0.503, and the sig. value of both independent variables in the F test is 0.250. Thus, it is concluded: a) Business location has no influence on efforts to increase UMKM income, b) Digital literacy has no influence on increasing UMKM income, and c) Business location and digital literacy together have no influence on increasing UMKM income. 
PENERAPAN ACTIVITY BASED MANAGEMENT DALAM USAHA BATIK TULIS GEDOG TUBAN Gabriel Dara; Yosia Dian Purnama Windrayadi
Oikos Nomos: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Vol 19, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jkeb.v19i1.40598

Abstract

This study analyzes value-added and non-value-added activities and describes the implementation of Activity-Based Management (ABM) to improve cost efficiency and production effectiveness in a Gedog hand-drawn batik business in Tuban Regency. A qualitative descriptive case-study design was used at Ibu Nur’s Gedog Batik business in Kerek District. The case was purposively selected because it retains an integrated manual weaving-batik production flow, is directly supervised by the owner, and allows end-to-end observation of production activities. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was assessed through source and technique triangulation, member checking, peer debriefing, and an audit trail. The study identified 10 activity types: 5 value-added activities (50%) and 5 non-value-added activities (50%). Value-added activities include pattern making, canting (manual wax application using a canting tool), coloring, lorot (wax-removal process), and finishing. Non-value-added activities include drying wait time, waiting for the next process, rework, material movement, and temporary storage. ABM is implemented informally through direct supervision and production centralization. Because cycle time and costs are not recorded by activity, this study does not claim a numerical cost-saving percentage, but identifies priority areas for reducing process waste.