Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERBAIKAN MOTOR AC 1 PHASA BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMKN 7 SURABAYA Muhammad Ilham Zainuri; Joko Joko; Tri Wrahatnolo; Subuh Isnur Haryudo
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang interaktif dapat membantu peserta didik mengatasi kesulitan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif berbasis android yang membahas topik perbaikan motor AC satu fasa, dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 7 Surabaya. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu: (1) validitas media, yang dinilai berdasarkan evaluasi ahli terhadap kualitas media dan isi materi; (2) kepraktisan media, yang diukur melalui respon peserta didik terhadap aspek perangkat lunak, isi materi, kualitas komunikasi, dan tampilan visual; serta (3) efektivitas media, yang dianalisis dari peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan media tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan pendekatan pengembangan menggunakan model ADDIE, yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi dari ahli materi dan media, angket respon siswa, serta tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian, media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh nilai validasi rata-rata sebesar 87,9% dari para ahli, yang menandakan bahwa media tersebut termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, berdasarkan angket yang diisi oleh peserta didik, tingkat kepraktisan media berada pada angka 82,39%, yang menunjukkan bahwa media tergolong praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Dari sisi efektivitas, analisis skor N-Gain yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai sebesar 0,51, yang berada dalam kategori sedang (0,7 > gain > 0,3), sehingga dapat disimpulkan bahwa media ini cukup efektif dalam meningkatkan capaian hasil belajar siswa.
Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Resilience Siswa SMK Teknik Ketenagalistrikan menggunakan PLS-SEM Siti Shofiyatus Sa’diyah; Tri Wrahatnolo; Joko Joko; Yulia Fransisca
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 4 (2024): Juli : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v2i4.443

Abstract

In education, resilience is an important psychological concept especially for understanding how students cope with stress and challenges in their educational environment. This study focuses on five dimensions that contribute to students' level of resilience, including: perseverence, self-reliance, equanimity, existential aloness, and meaningfull life. Study aims to test the validity and reliability of a scale or instrument that measures the level of resilience in Vocational High School (SMK) students, using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). This study involved 103 SMK students as research participants. Data were collected through a previously developed resilience scale. Data were analyzed using measurement model and structural model. The analysis showed that the resilience scale has good construct validity, with reliable indicators to measure the desired construct. The reliability of the instrument was also found to be high based on the calculated Cronbach's alpha coefficient. This study makes an important contribution to understanding the resilience of vocational students and validating an instrument that can be used to effectively measure this concept in an educational context. Practical implications of the findings include the development of more targeted educational programs to enhance students' resilience, so that they can face learning and life challenges more readily and effectively.