Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LenteraBio

PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA REDISTILASI TERHADAP JUMLAH BAKTERI PADA UDANG PUTIH (LITOPENAEUS VANNAMEI) Masfaridah, Ririn; Rachmadiarti, Fida; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh perbedaan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi terhadap jumlah bakteri pada udang putih (Litopenaeus vannamei) serta menentukan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi yang efektif untuk menurunkan jumlah bakteri pada udang putih. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi (0%, 10%, 15%, dan 20%) dan waktu penyimpanan (0 jam, 3 jam, dan 6 jam). Variabel yang diukur meliputi jumlah bakteri, pH, dan hedonik. Data jumlah bakteri dan pH dianalisis dengan analisis variansi dua arah. Data hedonik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi 0%, 10%, 15%, dan 20% berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap jumlah bakteri, pH, dan hasil uji hedonik. Analisis data menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi yang berbeda berpengaruh terhadap jumlah bakteri pada udang putih dan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi 10% yang direndam selama 20 menit merupakan konsentrasi efektif untuk menurunkan jumlah bakteri sampai pada 6 jam penyimpanan udang putih pada suhu ruang (28ºC).
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN KAMBOJA (PLUMERIA ACUMINATA) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CENDAWAN PATOGEN PYRICULARIA ORYZAE SECARA IN VITRO Syauqi, Akhmad; Isnawati, Isnawati; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cendawan Pyricularia oryzae merupakan cendawan penyebab penyakit blas pada padi. Ekstrak daun kamboja (Plumeria acuminata) memiliki potensi sebagai fungisida untuk mengendalikan serangan penyakit blas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil fitokimia dari ekstrak daun kamboja, menguji pengaruh ekstrak daun kamboja terhadap pertumbuhan cendawan P. oryzae dan menentukan konsentrasi ekstrak daun kamboja yang dapat menghambat pertumbuhan cendawan P. oryzae terbesar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu arah, yaitu variasi konsentrasi (0%, 0,01%, 0,25%, 0,5%, dan 1%). Penelitian ini dilakukan dengan 5 kali penggulangan. Pengamatan dilakukan setelah masa inkubasi selama 7 hari pada suhu ruang. Paramater yang diamati yaitu hambatan pertumbuhan P. oryzae yang ditunjukkan dari ukuran diamater koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kamboja berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter koloni cendawan P. oryzae. Konsentrasi 1% ekstrak daun kamboja (P. acuminata) mampu menghambat pertumbuhan P. oryzae terbesar dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7,13±0,057 cm dan persentase penghambatan sebesar 11,42%.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK LICHEN PARMELIA SULCATA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE DAN BACILLUS CEREUS Purwanti, Frida; Isnawati, Isnawati; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 6, No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan salah satu organisme yang memiliki tingkat keanekaraganman hayati yang tinggi dan kandungan metabolit sekunder yang berguna sebagai antibakteri. Salah satu jenis lichen yang banyak ditemukan di Indonesia yaitu lichen Parmelia sulcata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antibakteri ekstrak lichen Parmelia sulcata terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus cereus. Sampel lichen P. sulcata diperoleh dari Arboretum, Sumber Brantas, Batu, dan diekstrak dengan menggunakan methanol 96% (1:10) selama 5 hari. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 6 perlakuan yaitu kontrol negatif (akuades), kontrol positif (tetrasiklin 0,25%), dan ekstrak lichen dengan konsentrasi 10.000 ppm; 15.000 ppm; 20.000 ppm; 25.000 ppm. Data yang diperoleh berupa rata-rata diameter zona hambat. Pada perlakuan aktivitas antibakteri ekstrak lichen P. sulcata terhadap pertumbuhan bakteri S. dysenteriae diperoleh rata-rata diameter zona hambat  sebesar 24,25 ± 0,95 mm pada perlakuan kontrol positif, pada perlakuan ekstrak lichen dengan konsentrasi dari yang terkecil hingga konsentrasi terbesar yaitu sebesar 30 ± 1,25 mm; 34,25 ± 0,95 mm; 33.35 ± 1,89 mm; dan 35 ± 1,41 mm. Perlakuan aktivitas antibakteri ekstrak lichen P. sulcata terhadap pertumbuhan B. cereus didapatkan rata-rata diameter zona hambat kontrol positif sebesar 43,25 ± 4,19 mm, dan  sebesar 16±0,81 mm; 19±0,81 mm; 21±2,44 mm; dan 22± 2,82 mm dari konsentrasi ekstrak lichen P. sulcata dari yang terkecil hingga konsentrasi terbesar. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa konsentrasi yang efektif ekstrak lichen P. sulcata dalam menghambat pertumbuhan dari kedua bakteri tersebut adalah konsentrasi 10.000 ppm, yang didapatkan dari hasil analisis statistik uji Duncan.