Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Profil Proses Berpikir Kritis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Hastari, Ratri Candra; Wardani, Triya Kusuma
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 02 (2022): Artikel Riset Edisi Agustus 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i02.1693

Abstract

Pembelajaran matematika seharusnya lebih fokus pada kemampuan berpikir peserta didik dalam memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi. Berpikir kritis merupakan salah satu bentuk cara berpikir tingkat tinggi. Studi ini bertujuan mendeskripsikan profil proses berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan matematika dilihat dari kategori karakter/kepribadian partisipan yaitu peserta didik. Subjek pada studi ini yaitu peserta didik SMK Negeri 1 Rejotangan kelas X TKJ 2 dengan tipe kepribadian sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode angket, tes, maupun wawancara. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman wawancara, soal tes pemecahan masalah, dan juga lembar angket tipe kepribadian. Hasil yang diperoleh yaitu peserta didik yang memiliki tipe kepribadian Sanguinis dan Koleris mampu memenuhi aspek interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi dan pengaturan diri dalam memecahkan masalah. Peserta didik dengan tipe Melankolis serta Phlegmatis memenuhi aspek interpretasi dan analisis dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Guna meningkatkan proses berpikir kritis dari siswa, seorang guru hendaknya lebih memperhatikan kepada siswa yang mempunyai kepribadian melankolis serta phlegmatis dengan memberikan soal-soal pemecahan masalah dan mengarahkan peserta didik memecahkan masalah sesuai dengan tahap-tahapnya.
PENALARAN MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN JENIS KELAMIN Hastari, Ratri Candra
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v8i2.2987

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar auditori dan penalaran matematis calon guru matematika laki-laki maupun perempuan dengan gaya belajar kinestetik dalam menyelesaikan soal geometri analitika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus.  Studi kasus ini mempelajari secara intensif seorang individu atau kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis subjek laki-laki lebih baik daripada subjek perempuan, karena subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori dan kinestetik hampir memenuhi semua indikator penalaran matematis. hanya pada indikator menyelidiki dugaan matematika, masih ada jawaban yang belum benar karena kurang teliti dari hasil analisa subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar auditori, sedangkan pada subjek calon guru matematika laki-laki dengan gaya belajar kinestetik pada indikator menyelidiki dugaan matematika masih ada langkah yang salah dalam penghitungan, walaupun sebenarnya subjek mampu memberikan penjelasan langkah-langkah penyelesaian dengan konsep-konsep yang ada. Subjek calon guru matematika perempuan dengan gaya belajar auditori maupun kinestetik belum mampu memenuhi semua indikator penalaran matematis.
Model Matematika Dinamika Perilaku Bullying dengan Intervensi Sekolah dan Resiliensi Siswa Ilmi, Noraniza Bahrotul; Muniroh, Muna Afdi; Hastari, Ratri Candra; Prasetya, Nizarkasyi Fighar
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 6 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i6.24956

Abstract

In this study, a model of bullying behavior transmission was developed by incorporating school interventions and student resilience. Finding the equilibrium point, figuring out the basic reproduction number , and assesing the equilibrium point’s stability are all part of dynamical analysis. Two equilibrium points are identified, namely the bullying-free equilibrium and the bullying-present equilibrium.. The dynamical analysis result shows that the bullying- free equilibrium point is locally asymtotically stable if , conversely, when  the bullying-present equilibrium point is locally asymtotically stable. The numerical simulations result are consistent with the analytical result.