Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Composite Journal

ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN FONDASI PEMBANGUNAN FASILITAS PENYIMPANAN PMI PROVINSI GORONTALO Jumi, Jumiati Bandu; Tuloli, M. Yusuf; Utiarahman, Arfan
Composite Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v3i2.66

Abstract

Labor productivity is one of the success factors of a project where the labor is directly involved in construction in the field. This study aims to know the level of labor productivity in the project for construction of PMI storage facility in Gorontalo Province. This study uses work sampling (productivity rating), which is a method that can be used to measure productivity easily to obtain the LUR (Labor Utilization Rate) value for each labor. This study is conducted by observing the productivity of 7 labors where the observation of productivity (LUR) is done for 22 days in each labor and the type of work observed is raft foundation work. The finding shows that the average labor productivity level in foundation work is 69.22% > 50°/». Thus, it can be concluded that the level of labor productivity in foundation work in the project for construction of the PMI storage facility in Gorontalo Province is quite productive and splendid. The avemge value of volume/labor is 0.163 m3 where its coefficient value in the field for excavation, soil compaction, workshop floor, formwork, and casting is higher than AHSP (Work Unit Price Analysis) 2016 whereas the value for reinforced bar and drainage reinforcement is higher.
Analisis Efisiensi Material Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu IAIN Sultan Amai Gorontalo Atthabarani, Muhammad Alif; Sumaga, Arfan Usman; Tuloli, Moh. Yusuf
Composite Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v4i2.132

Abstract

Material merupakan elemen utama dalam konstruksi yang mempengaruhi kualitas dan ketahanan proyek. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan analisis efisiensi material guna mengurangi biaya, meningkatkan kualitas dan mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu IAIN Sultan Amai Gorontalo. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan pada pekerjaan bekisting plat lantai, kolom dan balok lantai 3 yang awalnya digunakan 1,5 kali pakai diubah mejadi 2 kali pakai setelah diefisiensi diperoleh penghematan anggaran sebesar Rp. 211.897.149,00. Pada pekerjaan plat lantai menghemat anggaran sebesar Rp. 60,599.149,00 atau 10,52% dari Rp. 674.577.191,97 menjadi Rp. 613.978.191,97 setelah diefisiensi. Sementara itu pekerjaan kolom menghemat anggaran sebesar Rp. 101.851.232,00 atau 16,46% dari Rp. 720.350.492,00 setelah diefisensi menjadi sebesar Rp. 618.499.262,00. Begitu pula pada pekerjaan balok anggaran sebesar Rp. 582.445.071,38 setelah diefisiensi sebesar Rp. 532.998.154,38 sehingga menghemat anggaran sebesar Rp. 49.446.971,00 atau 9,27%. Efisiensi material sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan, hal ini dipengaruhi oleh perencanaan, ketersediaan material, teknik konstruksi, dan pemenfaatan yang efektif. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor ini dapat meminimalkan pemborosan, menghemat biaya, meningkatkan kualitas, memenuhi tenggat waktu proyek dan meningkatkan produktivitas.
ANALISIS PENENTUAN TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN, ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY TRANS BRT KORIDOR I PROVINSI GORONTALO Nadia Fadilah Frinstin Lintang; Kadir, Yuliyanti; Tuloli, Moh. Yusuf
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.171 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.8

Abstract

Angkutan umum dalam pelayanannya diharapkan dilakukan secara cepat, aman, nyaman murah dan efisien. Salah satu angkutan umum yang beroperasi di Provinsi Gorontalo adalah Trans BRT yang termasuk dalam kategori Bus Rapid Transit. Trans BRT merupakan salah satu angkutan umum yang diminati oleh warga Gorontalo, khususnya mahasiswa dan pegawai. Beragamnya golongan masyarakat yang menggunakan bus ini menjadi salah satu faktor untuk menetapkan besaran tarif yang harus dibayar oleh pengguna Trans BRT. Tujuan penelitian ini menganalisis besaran nilai tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) serta menganalisis kelayakan dari segi finansial. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung kepada pengelola kendaraan dan penyebaran kuesioner pada penumpang untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kemauan penumpang dalam membayar tarif. Biaya operasional kendaraan dianalisis dengan menggunakan metode Departemen Perhubungan, sementara nilai ATP dianalisis menggunakan metode pendapatan keluarga dan WTP menggunakan metode persepsi pengguna. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besaran tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 9.000 berdasarkan ATP sebesar Rp. 7.000 untuk kategori umum dan Rp. 2.500 untuk kategori pelajar dan berdasarkan WTP sebesar Rp. 4.500 untuk kategori umum dan Rp. 2.000 untuk kategori pelajar. Rekomendasi nilai tarif (RNT) untuk kategori umum sebesar Rp. 7.000 dan untuk kategori mahasiswa/pelajar Rp. 5.000. Hasil analisis kelayakan finansial investasi diperoleh nilai NPV < 0 dan BCR <1, maka investasi tersebut dinilai tidak layak dari segi finansial.
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN DAN PERDESAAN KABUPATEN BOALEMO (STUDI KASUS DI ZONA BAGIAN BARAT) Latif, Fatmawati; Kaharu, Anton; Tuloli, M. Yusuf
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.824 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.18

Abstract

Rendahnya tingkat pengguna angkutan umum di wilayah Kabupaten Boalemo, baik itu angkutan umum dalam trayek maupun angkutan umum tidak dalam trayek, menunjukkan masyarakat saat ini dalam bepergian lebih dominan menggunakan angkutan pribadi. Tujuan penellitian ini menganalisis unjuk kerja (kinerja) operasi pelayanan angkutan umum dalam trayek, menganalisis pola pergerakan origin destination, rencana pola dan profil jaringan trayek yang dapat dikembang kan yang mempengaruhi pergerakan penumpang dari asal ke tujuan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan survai lapangan, yang dilakukan dengan mengedarkan kuisioner, wawancara terstuktur dan sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik sosial ekonomi angkutan umum kota dan perdesaan belum cukup efektif ditinjau dari tingkat kemudahan, kualitas pelayanan, kapasitas pelayanan yang belum memenuhi standar, jika ditinjau dari segi efisiensi mikrolet maupun angdes relatif lebih kecil. Pola Pergerakan Origin-Destination (O-D) lalu lintas saat ini eksisting, khususnya di zona bagian Barat Kabupaten Boalemo, sumber bangkitan tertinggi yang terjadi di lokasi penelitian saat ini adalah dari kecamatan Tilamuta. Sedangkan kota di area CBD, Kecamatan Tilamuta dan Kecamatan Mananggu adalah tujuan (Tarikan) perjalanan tertinggi. Pola dan profil rencana jaringan trayek yang dapat dikembangkan dalam memenuhi pergerakan penumpang dari asal ke tujuan saat ini (eksisting), khususnya di zona bagian Barat Kabupaten Boalemo, adalah terdiri dari 3 (tiga) trayek angkutan umum, dengan rincian 2 (dua) trayek angkutan umum yang memiliki rute linier, (Perjalanan dengan Asal dan Tujuan yang sama) dan 1 (satu) trayek yang memiliki tipe radial (perjalanan dengan asal dan tujuan yang berbeda).
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BRT (BUS RAPID TRANSIT) KORIDOR II RUTE KOTA GORONTALO - LIMBOTO Sarimi, Ni Wayan; Tuloli, M. Yusuf; Kadir, Yuliyanti
Composite Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.591 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i2.20

Abstract

Kota Gorontalo sebagai Ibu Kota Provinsi Gorontalo merupakan pusat pendidikan pemerintahan dan perdagangan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sebagai tarikan perjalanan maka daerah-daerah perlu adanya sarana dan prasarana dalam penunjang sebagai pendistribusian pergerakan perjalanan untuk mendorong kegiatan tersebut Salah satu sarana dan prasarananya adalah (BRT). Bus Rapid Transit merupakan bus yang berkualitas tinggi yang berbasis transit yang cepat, nyaman, dan biaya murah untuk mobilitas perkotaan dengan menyediakan jalan untuk pejalan kaki, infrastruktur, operasi pelayanan yang cepat dan sering, perbedaan keunggulan pemasaran dan layanan kepada pelangganan (BRT), mengemulasi karakteristik kinerja sistem transportasi kereta api modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya operasional kendaraan pada perencanaan Bus rapid transit pada koridor II Kota Gorontalo – Limboto dan menganalisis tingkat kelayakan secara finansial pada perencanaan (BRT) koridor II Kota Gorontalo – Limboto. Lokasi yang dipilih untuk penelitian adalah koridor II yaitu trayek Kota Gorontalo-Limboto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data primer dan data sekunder. Data peimer terdiri dari biaya operasional kendaraan, dan data sekunder terdri dari rincian biaya pembangunan BRT dan peta rute Trans BRT Koridor II Kota Gorontalo-Limboto. Data-data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan NPV dan BCR. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh BOK pertahun sebesar Rp.312.088.150 dengan tarif BOK sebesar Rp.10.000,sedangkan untuk pendapatan dalam setahun dengan menggunakan load factor 50%,75% dan 100% pada load factor 50% diperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp.10.471.850 per tahun sedangakan untuk load factor 75% diperoleh sebesar Rp.171.751.850 pertahun dan untuk load factor 100% pendapatan diperoleh sebesar Rp.333.031,850 pertahun berdasarkan analisis kelayakan finansial dengan umur ekonomis kendaraan 7 tahun dengan discount rate 10% diperoleh nilai NPV sebesar Rp.655.803.844 dan niali BCR = 1.6792 >1. Dengan nilai NPV dan BCR yang diperoleh dikatakan layak secara finansial.
OPTIMASI PELAKSANAAN PENGECORAN ANTARA BETON SITE MIX DAN READY MIX DARI BATCHING PLANT PADA PEKERJAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BOLANGO KOTA GORONTALO M. Nasir, Gustina; Tuloli, M. Yusuf; Alitu, Aryati
Composite Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v2i2.53

Abstract

Beton merupakan salah satu item yang sangat penting dalam pembuatan sebuah konstruksi bangunan saat ini. Tak jarang kita jumpai pembangunan misalkan jalan, jembatan ataupun bangunan lainnya yang menggunakan beton dalam pembuatan konstruksinya. Secara umum, terdapat perbedaan proses pembuatan beton site mix dengan beton ready mix. Beton site mix menggunakan tenaga manusia, sedangkan beton ready mix menggunakan tenaga mesin yang dikontrol oleh sistem komputerisasi dan dibuat langsung ditempat produksi yang disebut batching plant. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan biaya dan waktu dari pengecoran site mix dan ready mix. Metode pengumpulan data yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan serta wawancara terhadap pihak terkait. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah menganalisis waktu pekerjaan serta menghitung optimasi biaya. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pengecoran balok tarik pada CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile) menggunakan beton site mix memiliki total biaya Rp. 2.167.427.922 sedangkan biaya menggunakan ready mix sebesar Rp. 1.956.456.000. Waktu pengecoran Site Mix yaitu 117 jam atau 15 hari, sedangkan waktu untuk ready mix 109,09 jam atau 14 hari. Dalam hal pekerjaan pengecoran balok didapatkan selisih biaya sebesar Rp. 210.971.922 dan selisih waktu selama 7,91 jam atau sehari.