Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MERINTIS DESA HIJAU MANDIRI MELALUI PROGRAM KEBUN BIBIT MASYARAKAT DI DESA PANGGULO BARAT, KECAMATAN BOTUPINGGE KABUPATEN BONE BOLANGO, PROVINSI GORONTALO Ika Okhtora Angelia
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.345

Abstract

Desa Panggulo Barat merupakan desa lingkar kampus dan hanya berjarak + 200 meter dari kampus Politeknik Gorontalo. Lokasi pemukiman warga di desa ini sebagian berada di tepi sungai Bone dan selebihnya di wilayah pegunungan yang tandus. Terdapat banyak lahan kosong di Desa Panggulo Barat yang belum dimanfaatkan, hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang berkapur dan tandus serta kurangnya budaya menanam warga. Sebagian warga yang tinggal di tepian sungai Bone memiliki tanah yang cukup subur sehingga cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, tanaman hias daun dan tanaman biofarmaka. Namun masyarakat masih menggunakan benih yang ditanam berulang-ulang sehingga hasil panen tidak maksimal. Untuk itu diperlukan edukasi melalui upaya perbaikan perbanyakan tanaman yang dimulai dari teknik-teknik persemaian dan pemilihan bibit unggul yang bermutu sehingga memperoleh hasil panen yang baik serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat yang berasal dari hasil panen dari pekarangan rumah. Program PHBD ini bertujuan untuk memfasilitasi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan pembibitan terutama di wilayah tempat tinggalnya. Metode pelaksanaan PHBD ini adalah melakukan pelatihan teknik persemaian, pemilihan bibit bermutu, pembuatan pupuk hayati dan kegiatan pemanfaatan lahan sempit dengan pembuatan instalasi vertikultur (urban farming). Hasil akhir yang telah didapatkan dari kegiatan PHBD ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman dan dapat melakukan sendiri di masing-masing rumah warga sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan bibit tanaman.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PERTANIAN MELALUI PEMBUATAN NUGGET JANTUNG PISANG DENGAN SUBSTITUSI KACANG TANAH DI DESA MOLAMAHU, KECAMATAN PULUBALA, KABUPATEN GORONTALO, PROVINSI GORONTALO Abdul Azis Hasan; Adnan Engelen; Desi Arisanti; Syaiful Umela; Ika Okhtora Angelia; Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.346

Abstract

Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Kecamatan Pulubala adalah salah satu kecamatan yang dipilih sebagai lokasi kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Luas wilayah Kecamatan Pulubala adalah 221 km2 atau sebesar 10,3% dari luas wilayah Kabupaten Gorontalo. Dilihat dari morfologi wilayah kecamatan Pulubala didominasi daerah dataran tinggi.Desa Molamahu di Kecamatan Pulubala terletak relatif jauh dari pusat Kabupaten Gorontalo yang berjarak sekitar ±26 km. Kondisi ini menyebabkan Petugas Penyuluh Pertanian jarang datang ke desa ini. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah dilakukan penyuluhan pertanian tentang pengolahan produk-produk pertanian khususnya jantung pisang. Kenyataan ini semakin membenarkan kondisi petani yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang cara-cara mengolah jantung pisang menjadi produk yang bernilai ekonomi yang baik. Diharapkan pada akhir kegiatan Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) di Desa Molamahu ini adalah : Para anggota kelompok petani dapat dan terampil melakukan melaksanakan pengolahan jantung pisang yang merupakan bagian dari tanaman pisang serta para anggota kelompok terampil dan mandiri dalam mengolah berbagai produk jantung pisang menjadi nugget jantung pisang dengan penambahan kacang tanah dan terbentuknya unit usaha produktif pada kelompok mitra khususnya yang dikelola ibu-ibu rumah tangga keluarga mitra.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KELAUTAN DENGAN PENGOLAHAN KARAGINAN DI DESA TIHENGO KECAMATAN PONELO KEPULAUAN KABUPATEN GORONTALO UTARA Ika Okhtora Angelia; Abdul Azis Hasan; Adnan Engelen; Arif Murtaqi; Wila Rumina Nento
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.347

Abstract

Hasil laut yang dihasilkan di Provinsi Gorontalo Utara diantaranya adalah ikan, udang, lobster, kepiting dan rumput laut. Rumput laut merupakan komoditas kelautan yang paling banyak diminati. Namun inovasi bagaimana cara mengolah rumput laut menjadi produk olahan yang berdaya jual tinggi masih belum banyak diketahui oleh para nelayan. Daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Gorontalo ada di Kabupaten Gorontalo Utara pusatnya di Kecamatan Ponelo Kepulauan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada kelompok pengolahan rumput laut di Desa Tihengo yang merupakan desa penghasil rumput laut terbesar di Gorontalo Utara dalam rangka menunjukkan bagaimana metode yang benar dalam memanfaatkan rumput laut menjadi olahan makanan yang bernilai jual tinggi sehingga terbangun sikap kemandirian warga dengan membuat produk itu sendiri melalui kelompok binaan masyarakat. Sehingga selain lingkungan menjadi bersih diharapkan masing-masing kepala keluarga memiliki usaha sampingan dari hasil penjualan olahan rumput laut tersebut sehingga bisa dijadikan tambahan pendapatan keluarga dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan seperti yang diharapkan pemerintah pusat maupun daerah. Pelatihan yang dilakukan meliputi pengolahan produk berbahan dasar rumput laut yaitu pelatihan pembuatan karaginan. Hasil akhir yang telah didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam melakukan kegiatan pengolahan karaginan dan dapat mengolahnya sendiri di masing-masing rumah warga sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari rumput laut itu sendiri.
PEMANFAATAN IKAN ROA DALAM PEMBUATAN ABON DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI SMKN 1 BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Adnan Engelen; Syaiful Umela; Desi Arisanti; Abdul Azis Hasan; Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo; Ika Okhtora Angelia
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.350

Abstract

Ikan roa merupakan ikan khas yang berasal dari Perairan Sulawesi. Di Gorontalo ikan roa ini mengalami pengasapan yang dikenal sebagai ikan Sagela. Lokasi pengabdian masyarakat oleh tim dosen Politeknik Gorontalo adalah SMKN 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo memiliki jurusan perikanan. Belum adanya inovasi pangan dari turunan produk ikan roa asap ini menjadikan ide dari tim dosen Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Gorontalo untuk mengolahnya menjadi abon. SMKN 1 Batudaa merupakan sekolah kejuruan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil di tingkat menengah yang siap berwirausaha. Metode pelaksanan program, tidak hanya materi dalam bentuk audio visual yang diberikan namun peserta juga diberikan manual/panduan bagaimana tahapan dalam pembuatan abon ikan roa asap. Hasil setelah kegiatan ini didapatkan bahwa guru dan siswa SMK dari sekolah tersebut memperoleh keterampilan dalam pengolahan pangan khususnya ikan roa asap menjadi abon. Selain itu dapat dijadikan peluang berwirausaha bagi siswa dan sebagai inovasi pembuatan abon ikan Roa ini memperkaya rasa dan nilai gizi yang dikandungnya menjadi lebih bervariasi.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER ORGANIK BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN TANJUNG KRAMAT KECAMATAN HULONTHALANGI Ika Okhtora Angelia; Desi Arisanti; Adnan Engelen
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2020
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v3i2.591

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pengetahuan dasar kepada masyarakat dalam pencegahan virus corona dan meningkatkan keterampilan masyarakat Tanjung Kramat dalam pembuatan hand sanitizer organik. Metode yang dilakukan dengan pemberian materi dalam bentuk audio visual menggunakan aplikasi zoom dirumah maisng-masing masyarakat yang menampilkan slide presentasi, demo pembuatan produk hand sanitizer organik instan. Adapun hasil yang didapatkan pada pelatihan ini adalah produk Hand Sanitizer Organik.
MEMPERTAHANKAN MUTU KANDUNGAN VITAMIN C DAN UMUR SIMPAN PADA TOMAT (Solanum lycopersicum) DENGAN PELAPISAN LILIN LEBAH Ika Okhtora Angelia
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.461 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v1i2.12

Abstract

Sayuran memiliki sifat voluminous (merekah) dan perishable (mudah rusak). Salah satu jenis sayuran yang memiliki sifat ini adalah tomat. Tomat merupakankomoditas sayuran yang mudah rusak saat pemanenan, baik akibat faktor kerusakan mekanis maupun faktor fisiologi seperti lecet, layu dan busuk sehingga berakibat pada rendahnya umur simpan. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan tomat adalah dengan memberikan lapisan lilin pada permukaan kulitnya. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui pengaruh pelapisan lilin lebah terhadap kandungan vitamin C serta umur simpannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama proses penyimpanan, pelapisan dengan lilin lebah tidak memberi pengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C. Pelapisan lilin lebah mampu memperpanjang umur simpan dibandingakan dengan kontrol. Selama proses penyimpanan, warna cenderung tidak berubah dibandingkan tomat yang tidak diberi perlakuan pelilinan (kontrol). Lama penyimpanan hingga hari ke-3 menunjukkan bahwa warna tomat masih hijau, kuning kemerahan dibandingkan dengan kontrol. Bahkan hingga hari ke-7, tomat cenderung berwarna kuning kemerahan. Sedangkan pada tekstur, lama penyimpanan hingga hari ke-4 menunjukkan bahwa tekstur tomat masih keras dibandingkan dengan kontrol. Bahkan hingga hari ke-7, tekstur tomat cenderung masih agak lembek dibandingkan dengan kontrol.
QUALITY IMPROVEMENT OF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BY FERMENTED DRY CULTURE OF LACTIC ACID BACTERIA (BAL) TO YIELD AND WATER CONTENT Arisanti, Desi; Angelia, Ika Okhtora
Jurnal Pertanian Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v11i1.2178

Abstract

Virgin Coconut Oil contains medium chain fatty acids that are easily digested and oxidized by the body so as to prevent accumulation in the body. This research will try to produce virgin coconut oil / VCO by fermentation and using various variations of the concentration of BAL dry culture starter. The use of BAL dry culture has several advantages including being able to be stored for a long time in cold temperatures, easily applied and cost efficiency. The purpose of this study was to determine the percentage of Free Fatty Acid (FFA) and yield produced in the fermentation process of virgin coconut oil. Because the lower the FFA value produced the higher the quality of the oil produced The parameters observed in this study are the percentage of Free Fatty Acid (FFA), yield of virgin coconut oil (VCO), and water content. This study used a complete randomized design with 1 factor, namely the concentration of BAL dry culture, with the following research treatments: A1 = 5 gram of BAL dry culture; A2 = 10 gram of BAL dry culture; A3 = 15 gram of BAL dry culture; A4 = 20 gram of BAL dry culture. From the results of the study it can be concluded that the best treatment of water content is in treatment A3 which is 0.1463%. The best treatment yield was in treatment A1, which was 13.336%. 
Diseminasi dan Pemberdayaan Pengolahan Kecap Berbahan Baku Blondo Minyak Kelapa di Dusun Harapan, Desa Ilomata, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara Arifin, Arifin; Fitriani, A. Nur; Angelia, Ika Okhtora; Mege, Revolson Alexius; Tanor, Meity Neltje; Moko, Emma Mauren; Mewengkang, Alfrina
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 1 Oktober, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i1.122

Abstract

Kecamatan Atinggola merupakan salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Gorontalo Utara yang memiliki potensi penghasil kelapa dengan luas areal perkebunan 4,563 ha dan jumlah produksi kelapa 9,080 ton/ha/ tahun. Produk samping dari pengolahan minyak kelapa berupa ampas minyak kelapa atau blondo sekitar 60% dari total bahan baku santan yang digunakan dan hanya dimanfaatkan sebagai campuran pada bahan makanan tertentu seperti tambahan pada tumisan sayur atau sambal padahal blondo mengandung protein 24,22% yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap manis. Kegiatan diseminasi dan pengolahan kecap manis berbahan baku blondo dilakukan bersama dengan mitra sasaran Kelompok Tani IKM F2-1 Dusun Harapan, Kecamatan Atinggola dengan metode sosialisasi, diseminasi dan pengolahan kecap yang melibatkan peran aktif dari peserta dan kelompok mitra dimana produk kegiatan berupa produk kecap manis berbahan baku blondo serta kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam pengolahan kecap berbahan baku blondo
Pelatihan Pengolahan Kelapa dalam Menghasilkan Minyak Kelapa di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara Fitriani, A. Nur; Angelia, Ika Okhtora; Arifin, Arifin; Mege, Revolson Alexius; Moko, Emma Mauren; Mewengkang, Alfrina
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.138

Abstract

Desa Imana terletak di Kab.Gorontalo Utara memiliki tanaman kelapa yang sangat melimpah dan menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat disekitarnya. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pelatihan kepada warga dalam pengolahan kelapa guna menghasilkan minyak kelapa secara tradisional dan berkualitas pada desa Imana kecematan Atinggola, Kab Gorontalo Utara. IKM Mikas melakukan proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional dengan metode cara basah berbeda dari pembuatan minyak pada umumnya, adapun tahapan proses pembuatan melalui sortasi bahan baku, pengepresan santan, pemeraman santan selama 24 jam, ekstraksi santan melalui pemanasan hingga diperoleh minyak murni kelapa. Berdasarkan studi literatur minyak kelapa tradisional mengandung 5 jenis asam lemak yaitu asam laurat (44,83%), asam miristat (22,83%), asam palmitat (12,82%), asam oleat (11,68%), dan asam stearat (3,90%). Minyak kelapa yang dihasilkan IKM Mikas dari segi aroma dari sisi aroma yang jauh lebih harum dibanding dengan produk-produk pabrikan. Menurut Bapak Supanto Patingki yang merupakan Ketua IKM Mikas, setiap bulannya IKM Mikas memproduksi minyak kelapa kampung sebanyak 4 kali (sepekan sekali) Setiap produksi menghasilkan 100 botol
MERINTIS DESA HIJAU MANDIRI MELALUI PROGRAM KEBUN BIBIT MASYARAKAT DI DESA PANGGULO BARAT, KECAMATAN BOTUPINGGE KABUPATEN BONE BOLANGO GORONTALO Angelia, Ika Okhtora; Nurhafnita, Nurhafnita; Akolo, Ingka R
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.381

Abstract

Desa Panggulo Barat merupakan desa lingkar kampus dan hanya berjarak + 200 meter dari kampus Politeknik Gorontalo. Lokasi pemukiman warga di desa ini sebagian berada di tepi sungai Bone dan selebihnya di wilayah pegunungan yang tandus. Terdapat banyak lahan kosong di Desa Panggulo Barat yang belum dimanfaatkan. Hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang berkapur dan tandus serta kurangnya budaya menanam warga. Sebagian warga yang tinggal di tepian sungai Bone memiliki tanah yang cukup subur sehingga cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, tanaman hias daun dan tanaman biofarmaka. Namun masyarakat masih menggunakan benih yang ditanam berulang-ulang sehingga hasil panen tidak maksimal. Untuk itu diperlukan edukasi melalui upaya perbaikan perbanyakan tanaman yang dimulai dari teknik-teknik persemaian dan pemilihan bibit unggul yang bermutu sehingga memperoleh hasil panen yang baik serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat yang berasal dari hasil panen dari pekarangan rumah. Program PHBD ini bertujuan untuk memfasilitasi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan pembibitan terutama di wilayah tempat tinggalnya. Metode pelaksanaan PHBD ini adalah melakukan pelatihan teknik persemaian, pemilihan bibit bermutu, pembuatan pupuk hayati dan kegiatan pemanfaatan lahan sempit dengan pembuatan instalasi vertikultur (urban farming). Hasil akhir yang telah didapatkan dari kegiatan PHBD ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman dan dapat melakukan sendiri di masing-masing rumah warga sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan bibit tanaman.