Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tepung Terigu dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada UD Fajar Jaya di Kabupaten Probolinggo Luluk Tendean Marquie Retno Sumanti; Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Fredy Eka Ardhi Pratama; Naning Retnowati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i2.3227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah persediaan bahan baku tepung terigu yang optimal, mengetahui dan menganalisis jumlah stok pengaman (safety stock), waktu pemesanan kembali (Reorder Point) dan menganalisis jumlah total biaya persediaan bahan baku tepung terigu. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Reorder Point), Safety Stock, dan TIC (Total Inventory Cost).  Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode EOQ, Jumlah pemesanan bahan baku tepung optimum yang dapat dilakukan UD Fajar ialah 289kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 30 kali dalam setahun. UD Fajar Jaya dapat melakukan pembelian bahan baku tepung setiap 12 hari sekali pada tahun 2020. Adapun safety stock pada tahun 2020 ialah 83,75kg dan UD Fajar Jaya harus melakukan pemesanan kembali saat persediaan bahan baku di perusahaan berjumlah reorder point 89,43kg, dengan total biaya persediaan pada tahun 2020 ialah Rp 276.910,54. Jumlah pesanan bahan baku yang optimal pada tahun 2021 yaitu sebesar dengan frekuensi pembelian 31 kali dalam satu tahun dengan pemesanan ulang bahan baku jika persediaan mencapai 110,16kg dengan total biaya persediaan sebesar Rp 281.295,46.
The Marketing Model of CBezt Franchise Jember District Dewi Kurniawati; Davito Hanjaya Putra; Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Wenny Dhamayanthi; Amalia Dwi Marseva
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 3 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i3.3399

Abstract

Usaha waralaba CBezt merupakan industri mikro yang bergerak di bidang pengolahan dan menjual makanan siap saji, produk yang dihasilkan adalah ayam goreng yang merupakan makanan khas waralaba. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis faktor yang menjadi kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) pada pemasaran waralaba CBezt Gunung Batu di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, (2) Merumuskan alternatif strategi pemasaran ayam goreng yang tepat pada waralaba, (3) Menentukan prioritas strategi pemasaran ayam goreng yang sesuai pada waralaba. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi perusahaan berada pada sel V dimana strategi yang tepat digunakan adalah strategi menjaga dan mempertahankan melalui strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar ataupun produk. Berdasarkan hasil analisis QSPM, dari enam alternatif strategi yang telah dibuat terdapat satu alternatif strategi yang paling diminati dan memiliki nilai prioritas tertinggi yaitu mempertahankan kualitas bahan baku dan produk dengan skor TAS sebesar 7,190.
Pendampingan Wirausaha Produk Kue Kering Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Warga Desa Subo Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember: Cookies Product Entrepreneurial Activities as an effort to increase the economic independence of Subo Village residents, Pakusari District, Jember Regency Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Naning Retnowati; Dyah Kusuma Wardani; Paramita Andini; Fredy Eka Ardhi Pratama
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i3.3577

Abstract

Kabupaten Jember merupakan daerah penghasil jahe dan kelapa yang memiliki potensi cukup besar karena kondisi alamnya yang sangat mendukung. Pengembangan usaha kue kering berbahan dasar jahen dan kelapa di Kabupaten Jember khususnya di Kecamatan Pakusari Desa Subo memiliki prospek bisnis yang menguntungkan karena bahan baku  sangat mudah diperoleh. Program pengabdian ini akan dilakukan pembimbingan kepada mitra yaitu warga desa Subo Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Hasil observasi awal dilapangan terhadap wirausaha kue kering di Desa Subo diperoleh data permasalahan bahwa produksinya masih belum optimal, sistem pemasaran masih tergantung pada word of mouth dan pengetahuan akan penambahan inovasi produk masih minim sehingga dibutuhkan cara untuk menangani masalah inefisiensi dan produktivitas yang rendah. Pendampingan yang akan diberikan berkaitan tentang manajemen produksi, pengaturan SDM, pengelolaan keuangan sederhana, dan formulasi inovasi produk berbasis sumberdaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan berwirausaha produk olahan jahe dan kelapa sebagai tambahan pendapatan masyarakat khususnya Warga Desa Sub Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember.
Innovating Coffee Production: Integrating Anaerobic Carbonic Maceration Technology to Achieve International Standards Dyah Kusuma Wardani; Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Raden Roro Lia Chairina; Paramita Andini; Dhanang Eka Putra
Smart Society Vol. 4 No. 2 (2024): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v4i2.464

Abstract

In the coffee industry, product quality is a key factor in competing in the international market. The Teaching Factory (TEFA) at Polije faces challenges in maintaining quality consistency and meeting international standards. This study aims to implement Anaerobic Carbonic Maceration (ACM) technology in the coffee fermentation process at TEFA Polije to enhance the quality of the produced coffee. The methods used include technical training for workers on the operation and maintenance of ACM technology, the application of strict quality protocols, and the optimization of the logistics system from raw material management to product distribution. Data were collected through sensory evaluation and interviews with workers. The results indicate that the implementation of ACM technology significantly improves the coffee’s aroma and flavor profile, as well as the consistency of bean texture, aligning with international standards. The evaluation shows that 80% of workers were able to operate the technology correctly, and 75% of the products met premium standards after implementation. The conclusion of this study is that ACM technology is effective in improving the quality of TEFA Polije coffee while also creating opportunities for expansion into the international market.
Penguatan Pengelolaan Tenaga Lepas melalui Digitalisasi di UPA Pertanian Terpadu Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Dyah Kusuma Wardani; Fredy Eka Ardhi Pratama; Ponti Primastuti Aulia Nugraheni; Pascawati Savitri Universitasari; Dhanang Eka Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1997

Abstract

The 2025 Community Service Program was carried out at the Integrated Agriculture Academic Support Unit (UPA Pertanian Terpadu) of Politeknik Negeri Jember, which oversees four Teaching Factory (TEFA) units: TEFA Smart Green House, TEFA Livestock, TEFA Innovation Garden, and TEFA Chrysanthemum. The partner's main problem was the manual management of 25 temporary workers, which led to inefficiencies, delays in task distribution, and weak performance monitoring. The program was implemented through needs assessment and analysis; design of a simple application-based digital system; user training; intensive mentoring; and the provision of fingerprint attendance machines. The results show that the digital system and fingerprint attendance machines improved the efficiency of task distribution, accelerated recording and reporting processes, and made it easier to monitor worker performance. Digital literacy among temporary workers increased by an average of 40% based on pre–post tests, and delays in monthly production reports decreased noticeably. Worker satisfaction also increased due to clearer task allocation, transparent working hours, and more accurate incentive recording.
Prospek Usaha Pembuatan Body Scrub Melon Golden Langkawi Di Upt Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura (PATPH) Sidoarjo Raden Roro Lia Chairina; Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi; Pascawati Savitri Universitasari; Aditya Nizar Al Ardi; Ponti Primastuti Aulia Nugraheni
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.68

Abstract

Melon Golden Langkawi merupakan salah satu produk unggulan UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Sidoarjo. Namun, sebagian hasil panen memiliki grade rendah sehingga kurang diminati pasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan rendahnya pemanfaatan hasil hortikultura tersebut melalui pelatihan diversifikasi produk berbasis bahan alami. Pelatihan berfokus pada pembuatan body scrub berbahan dasar Melon Golden Langkawi grade rendah, yang dikembangkan dengan pendekatan partisipatif melibatkan staf UPT dan masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran peserta terhadap pentingnya inovasi serta pengolahan hasil pertanian secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, serta antusiasme tinggi dalam mengembangkan produk serupa. Kegiatan ini memberikan dampak sosial positif berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan inovasi, pemanfaatan sumber daya lokal, dan peluang pemberdayaan ekonomi berbasis hasil hortikultura.