Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Community Services Journal (CSJ)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nugget Ikan (Fish Nugget) Ni Made Darmadi; I Gde Suranaya Pandit; I Gusti Ngurah Sugiana
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.673 KB)

Abstract

Ikan memiliki kandungan gizi cukup baik terutama dari kandungan protein dan lemaknya. Protein Ikan mudah terserap oleh tubuh manusia, Kandungan lemak Ikan memiliki kandungan Kolesterol yang termasuk dalam golongan HDL. Dengan kelebihan lainnya ikan tidak serta merta mau dinikmati oleh sebagian masyarakat terutama oleh anak-anak. Untuk itu perlu adanya penganekaragaman bentuk olahan ikan sehingga lebih menarik, diantaranya dengan cara membuat Nugget Ikan. Nugget ikan adalah olahan daging ikan yang dicampur dengan sedikit tepung dan telur sebagai bahan dasar. Jenis olahan ini dapat dinikmati dalam jangka panjang karena penyimpanan sebelum dikonsumsi dalam suasana beku. Di desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung memiliki potensi perikanan cukup baik, banyak terdapat kelompok pembudidaya ikan, tetapi kurang aktif. Melihat Potensi yang ada Fakultas Pertanian khususnya Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan melakukan pengabdian ke Desa tersebut untuk membantu masyarakat untuk kembali aktif membudidayakan ikan. Ikan yang dibudidaya sangat layak untuk diolah menjadi nugget ikan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan protein warga dan sebagai pendapatan sampingan bagi ibu-ibu untuk mengisi waktu luangnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu di desa Sulangai dalam mengelolah ikan menjadi Nugget ikan. Metode yang digunakan dalam Pengabdian tersebut, untuk Nugget Ikan masih bersifat Penyuluhan saja, tidak dilaksanakan Pelatihan karena saat itu Ibu-ibu di Desa Sulangai ada kegiatan lain/Upacara bersamaan dengan waktu Pengabdian. Hasil penyuluhan dan kegiatan ini adalah bapak-bapak kelompok pembudidaya ikan sangat antusias dengan materi ini dan akan mengundang kembali untuk memberikan penyuluhan dan praktik langsung.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali “Produksi Benih Ikan Gabus Melalui Rekayasa Pakan Buatan” I Made Kawan; Dewa Sadguna; Ni Made Darmadi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.866 KB)

Abstract

Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan air tawar yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Ikan gabus telah diasosiasikan sebagai obat, karena kandungan yang dimilikinya telah terbukti secara klinis pada beberapa penyakit. Ikan Gabus memiliki kandungan protein yang tinggi terutama albumin dan asam amino esensial, lemak khususnya asam lemak esensial, mineral khususnya zink/seng (Zn) dan beberapa vitamin yang sangat baik untuk kesehatan Muh. Asfar dkk (2014). Kegiatan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Anakan Jepun” di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng melakukan kegiatan membudidayakan beberapa jenis ikan yaitu ikan nila, ikan gabus dan udang, terutama untuk memproduksi benih. Hasil kerjasama penelitian terapan dengan unwar sebagai mitra untuk bersedia menerapkan produk teknologi yang didapatkan untuk membudidayakan ikan gabus dengan rekayasa pakan buatan yang memberikan kelulushidupan lebih banyak. Kegiatan ini diharapkan, mitra mengetahui dan memahami teknologi budidaya ikan gabus pada tahap pembenihan untuk memberikan kelulushidupan benih lebih banyak; mampu memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, dan mitra dapat memahami dan menerapkan manajemen administrasi kegiatan kelompok. Metode yang digunakan adalah: (a) memberikan penyuluhan tentang teknologi pembenihan ikan gabus dan manajemen andiministrasi kelompok, dan (b) memberikan pelatihan dan praktek pemeliharaan benih ikan gabus melalui rekayasa pakan buatan (pelet) yang dikombinasikan dengan pakan alami. Hasil kegiatan ini didapatkan, bahwa kelompok mitra memiliki Pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra mencapai 90% tentang teknologi pemeliharaan ikan gabus yang baik dan benar, dapat memproduksi benih ikan gabus yang siap dibudidayakan pada tahap pembesaran yang sudah terbiasa memakan pakan buatan (pelet) memberikan nilai kelulushidupan 90%, dan kemampuan kelompok mitra sampai 60% mengatasi masalah-masalah yang muncul, terutama masalah manajemen produksi benih, serta pengembangan usahatani. Sebagai langkah strategis adalah melakukan usaha budidaya dalam skala rumah tangga melalui budidaya ikan gabus di dalam kolam terpal. Selanjutnya kelompok mitra diberikan teknologi budidaya praktis yaitu penggunaan Probiotic, dan pembuatan pakan alami dengan harapan budidaya ikan menguntungkan melalui penekanan biaya pakan dan masa pemeliharaan lebih pendek.