Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Masyarakat Melakukan Bantuan Hidup Dasar di Labuanberu Mamboro Palu Supirno, Supirno; Umar, Nurlailah; Mangundap, Selvi Alfrida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 1 No. 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.471 KB) | DOI: 10.33860/jpml.v1i1.540

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan wilayah rawan bencana, termasuk Kota Palu, Mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dibutuhkan untuk mencegah atau meminimalkan risiko dampak merugikan. Untuk mengurangi jumlah dan keparahan korban pada populasi yang rentan diperlukan perencanaan program-program mitigasi dan kesiapsiagaan. Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara sosialisasi dan simulasi. Tujuan pengabmas ini meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan Hantuan Hidup Dasar (BHD) bagi korban yang membutuhkan. Kegiatan bermitra dengan Kelurahan Mamboro Barat dan Puskesmas Mamboro. Metode pengabmas dengan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat bersama instansi terkait, Poltekkes Kemenkes Palu sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan sekaligus sebagai penyandang dana kegiatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, informd konsent, pre test kemudian dilakukan pelatihan (sosialisasi & simulasi) lalu di lakukan post test untuk mengetahui perubahan kemampuan peserta. Target capaian luaran wajib berupa jurnal pengabmas yang tersubmit dalam jurnal ilmiah, luaran tambahan berupa video tindakan pemberian bantuan hidup dasar yang yang dilakukan oleh masyarakat awam. Hasil: kegiatan dilakukan mulai tanggal 6 April sampai 19 Juni 2021, dengan peserta 36 orang terdiri dari kader kesehatan, pemuda dan anggota karang taruna nilai pretest rata-rata 77,3 dan nilai posttest rata rata 90. Kesimpulan: setelah dilakukan pelatihan BHD terdapat kenaikan kemampuan melakukan Bantuan Hidup Dasar. Saran: perlu dilakukan secara kontinu dengan sasaran yang lebih banyak agar dapat merespon secara cepat dan tepat pada korban saat terjadi bencana.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Masyarakat di RW 5 Watuoge Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara: Basic Life Support Training for the Community in RW 5 Watuoge, Taipa Village, North Palu District Nurmalisa, Baiq Emy; supirno, Supirno; jurana, Jurana; Tampake, Rina; Umar, Nurlailah; Pangaribuan, Helena; Moh Fadli Dg , Patompo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 1 No. 2 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v1i2.1359

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan:. Kota Palu yang merupakan salah satu wilayah di Sulawesi Tengah yang termasuk dalam daerah rawan bencana. Hal yang penting untuk dipersiapkan dalam rangka pencegahan dan meminimalkan risiko dampak merugikan bagi korban adalah kesiapsiagaan bencana. Menurut penelitian pengetahuan masyarakat menghadapi bencana dan terkait pertolongan pertama masih banyak yang kurang. Oleh sebab itu diperlukan sosialisasi dan simulasi untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan sikap masyarakat terkait mitigasi dan kesiapsiagaan Tujuan pengabmas ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Watuoge dalam memberikan bantuan hidup dasar bagi korban yang membutuhkan termasuk korban tenggelam. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat terkait pelatihan BantuanHidup Dasar (BHD) ini dilakukan di RW 5 Watuoge Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara tanggal 19 Agustus 2020. Khalayak sasaran pengabdian masyarakat adalah masyarakat (pemuda, kader kesehatan, tokoh masyarakat) di wilayah Watuoge sejumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam pengabmas ini adalah sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat. Media yang digunakan untuk membantu penyampaian materi adalah poster dan phantom. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini maka dilakukan apersepsi untuk mengukur sejauhmana tingkat pengetahuan peserta dan diakhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang sudah disampaikan serta peserta diminta untuk redemosntrasi skill BHD. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan yang diberikan dan berdiskusi sehingga pada akhir kegiatan peserta bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pengabdi dan dapat melakukan redemonstrasi BHD meskipun ada beberapa bagian yang masih kurang tepat. Pelatihan BHD di daerah Watuoge dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta melakukan Bantuan Hidup dasar. Diperlukan adanya kegiatan serupa secara berkala dan jumlah peserta yang lebih besar agar setiap individu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam melakukan BHD. Kata Kunci: Pengetahuan; Keterampilan; Bantuan Hidup Dasar
Implementasi CERDIK dan PATUH sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Gebangrejo Ichsan, Moh Ichsan; Masulili, Fitria; Rantesigi, Nirva; Nurmalisa, Baiq Emy; Umar, Nurlailah; Agusrianto, Agusrianto; Collein, Irsanty; Pangaribuan, Helena; Ismunandar, Ismunandar; Supirno, Supirno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3837

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Prevalensi Hipertensi yang terus meningkat di masyarakat menjadikan hipertensi masalah serius. Adapun komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah. Kesadaran masyarakat yang masih rendah terkait bahaya hipertensi menjadi permasalahan hipertensi sangat kompleks di masyarakat. Perlunya membangun kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan termasuk melakukan pemeriksan sedini mungkin untuk deteksi dini risiko hipertensi dan komplikasinya. Salah satu yang dilakukan dalam upaya pencegahan Hipertensi yaitu dengan melakukan implementasi perilaku CERDIK dan PATUH di masyarakat. Tujuan kegiatan ini, yaitu untuk mengedukasi sasaran mengenai perilaku CERDIK dan PATUH sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan bantuan dari media komunikasi berupa leaflet. Sedangkan evaluasi menggunakan kuisioner pre-post test yang dibagikan kepada sasaran. Adapun sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang yang ada di Kelurahan Gebangrejo. Hasil pengukuran pengetahuan sebelum edukasi pengetahuan baik sebanyak 31,4% dan setelah edukasi pengetahuan baik menjadi 88,5%. Implementasi CERDIK dan PATUH diharapkan menjadi solusi pencegahan hipertensi di masyarakat
Optimalisasi Kesehatan Fisik Lansia melalui Senam Lansia sebagai Strategi Menuju Lansia Tangguh: Optimizing Physical Health of the Elderly through Elderly Gymnastics as a Strategy Towards Resilient Elderly Andriani, Erni; Nurmalisa, Baiq; Yuwono, Dian Kurniasari; Umar, Nurlailah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.3863

Abstract

Pendahuluan: Penurunan fungsi fisik pada lansia, seperti berkurangnya kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas, dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, jatuh, dan ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik lansia seperti melalui senam lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi lansia dalam mengikuti senam lansia. Metode pengabmas dengan melakukan aktivitas senam lansia secara langsung yang dilakukan pada tanggal 10 Mei 2024. Hasil diperoleh yaitu peningkatan motivasi dan keikutsertaan lansia dimana jumlah lansia yang mengikuti sebanyak 28 lansia. Kesimpulan kegiatan pengabmas ini terbukti dapat meningkatkan angka partisipasi senam lansia. Saran diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan kegiatan yang rutin dan sukarela oleh para lansia di PSTW Madago.
Penerapan Mirror Therapy untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Kasus Stroke Non-Hemoragik : Application of Mirror Therapy to Overcome Physical Mobility Disorders in the Elderly with Non-Hemorrhagic Stroke Cases Yuwono, Dian Kurniasari; Sandagang, Windy Syafitri; Dg.Mangemba; Nurarifah, Nurarifah; Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Umar, Nurlailah
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4144

Abstract

Background: According to the Indonesian Health Survey, 35.4% of people between the ages of 65 and 74 had a stroke. A non-pharmacological technique called "mirror therapy" uses the cerebral cortex's mirror neuron system to assist stroke victims recover. Purpose: This study aims to investigate the use of mirror therapy in older adults who have had non-hemorrhagic stroke. Method: A case study design of a single elderly patient in the Simpong Health Center area who suffered a non-hemorrhagic stroke in February 2025. Physical examinations, interviews, and observation were used to gather data, which were then processed and presented using a nursing care method. Results: The patient experienced headaches, dizziness when walking 8 meters, trouble sleeping, and frequent awakenings. He also had trouble using his left limbs. blood pressure 173/97 mmHg, rotational movement ability 90 degrees, and upper left extremity’s muscle strength is 3. Ineffective cerebral perfusion, decreased physical mobility, and irregular sleep patterns are among the nursing diagnosis. Vital sign monitoring, medication instruction, mobilization help using mirror therapy twice daily for 30 minutes for five days, and sleep support were among the therapies offered. Upper left extremity’s muscle strength increased by 4 with 180-degree rotating movements on the sixth day of examination. In conclusion, older adults who have had a non-hemorrhagic stroke may benefit from using mirror therapy to strengthen their muscles. Further research is needed to explore the effectiveness of this method on a wider scale
BLS Training on The Application of BLS and The Standard Operational Procedures First AID on Emergeny Tourism at Tanjung Karang Beach Donggala District Ndama, Metrys; Umar, Nurlailah; Ismunandar, Ismunandar
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2992

Abstract

Indonesia is an archipelago consisting of around 17,508 islands, 70% of which are oceans. Indonesia's seas are rich in natural resources, including coral reefs and marine animals. However, this natural wealth can cause problems and is fatal to humans due to stings from animals in the sea. In other emergency conditions, people can drown, causing suffocation and heart attacks. First aid in emergencies is basic life support (BLS), which can be done by people who have received training. Tanjung Karang Beach is a domestic and international tourist destination; however, health services and experts in providing BLS are not yet available. The data from 2015 to 2022 reported the occurrences of tourist vehicle accidents, tourists were stung by Marlyn fish stabs, and the incident of people drowning resulted in death without emergency action. This study aimed to determine the effect of BLS training on applying BLS and standard operational procedures in emergency first aid. The research method was a quasi-experimental pretest and posttest group design. The population was lifeguards and tourist vehicle drivers, with samples taken purposively. The measurement of the application of BLS was carried out twice: before and after training. Data analysis used univariate and bivariate analyses. The results showed a mean value before training was 1.37, with a standard deviation was 0.684. The mean value after training was 14.63, and the standard deviation was 1.383. The dependent T-test results were 13.263, and the standard deviation was 1.327, with a p-value of 0.000 (p<0,005). The conclusion is that BLS training affects the application and operational standards of BLS training. Training members are recommended to apply for BLS in caring for the victims, and the Donggala Regency Government is to organize a tourist clinic in Tanjung Karang Beach and empower training personnel as rescuers.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II : Literature Review: Relationship of Family Support with Diet Compliance in Type II Diabetes Mellitus Patients : Literature Review Niluh Nila Savitri; Nurlailah Umar; Lindanur Sipatu; I Wayan Supetran; Metrys Ndama
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.3094

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit degenerative yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dengan jumlah penyandang tertimbang untuk penduduk semua umur di Indonesia sebanyak 1.017.290 penduduk. Kendala utama pada penanganan diet diabetes mellitus adalah kejenuhan dalam mengikuti terapi diet oleh karena itu sangat diperlukan adanya dukungan keluarga guna meningkatkan kepatuhan diet penderita diabetes mellitus tipe II . Tujuan: Penelitian ini bertujuan secara umum adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, dengan mereview sebanyak 6 jurnal yang telah ditetapkan oleh peneliti dari 42 jurnal yang mendekati kriteria inklusi dan diperoleh dari hasil pencarian dalam situs web Google Scholar dan PubMed serta terpublikasi tahun 2017-2021. Hasil: Hasil dari analisis penelitian ini diketahui bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe II. Adapun dukungan keluarga yang dapat diberikan diantaranya dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumentral, dan dukungan penghargaan atau penilaian. Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil tersebut ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe II.
Faktor Risiko Hipertensi pada Lansia di Desa Tomini Utara Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong : Risk Factors for Hypertension in the Elderly in North Tomini Village, Tomini District, Parigi Moutong Regency Helena Pangaribuan; Nurlailah Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5514

Abstract

Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolic sedikitnya 90 mmHg. Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, makin besar resikonya. Tujuan Diketahuinya Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa Tomini Utara Kecamatan Tomini Kab. Parigi Moutong. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di desa tomini utara yang berjumlah 99 orang dengan sampel berjumalh 50 responden. Hasil penelitian dari 50 responden Stress sebanyak 38 responden stress ringan, 12 responden stress berat. Responden yang tidak hipertensi sebanyak 16 responden dan responden yang hipertensi sebanyak 34 responden. Nilai Odds Ratio = 0,923 yang menunjukkan bahwa stress dan hipertensi merupakan faktor risiko hipertensi. kebiasaan merokok sebanyak 29 reponden pernah memiliki kebiasaan, 21 responden tidak pernah memliki kebiasaan merokok. Responden yang tidak hipertensi sebanyak 16 responden dan responden yang hipertensi sebanyak 34. Nilai Odds Ratio = 1.316 yang menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dan hipertensi merupakan faktor risiko hipertensi. aktivitas olahraga sebanyak 38 reponden ya melakukan aktivitas olahraga, 12 responden tidak melakukan aktivitas olahraga. Responden yang tidak hipertensi sebanyak 16 responden dan responden yang hipertensi sebanyak 34 responden. Nilai Odds Ratio = 0,570 yang menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dan hipertensi merupakan faktor risiko hipertensi. Kesimpulan Ada Hubungan faktor risiko antara stress, kebiasaan merokok dan aktivitas olahraga pada hipertensi lansia di desa Tomini Utara Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong. saran dapat memberikan masukkan untuk pemerintah desa tomini utara dan pegawai puskesmas tomini dalam pencegehan faktor resiko hipertensi pada masyarakat di desa Tomini Utara.