Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN SATU HARGA MINYAK ‎GORENG TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR DAN ‎SURPLUS EKONOMI Erni Setiawati
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v11i2.1573

Abstract

Analisis Dampak Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Terhadap Keseimbangan Pasar dan Surplus Ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kebijakan satu harga minyak goreng terhadap keseimbangan pasar dan surplus ekonomi; baik surplus produsen maupun surplus konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang mengolah data-data penelitian berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan model serta persamaan matematis dan statistik. Secara spesifik penelitian ini menganalisis pergeseran equilibrium (keseimbangan pasar) akibat kebijakan satu harga minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah, dan berapa besar dampaknya pada hilangnya surplus ekonomi (surplus produsen dan surplus konsumen). Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data-data sekunder yang bersumber dari instansi terkait dan berwenang mempublikasikan data-data harga minyak goreng dari tahun 2017 yang lalu hingga tahun 2022 ini. Alat analisis yang digunakan adalah model/persamaan matematika fungsi permintaan (demand) dan fungsi penawaran (supply) minyak goreng, integral dari fungsi permintaan dan fungsi penawaran tersebut untuk menghitung surplus ekonomi, serta analisis pergeseran kurva/grafiknya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketika HET < Harga di Pasar, maka surplus konsumen bernilai negatif (defisit), dikarenakan konsumen harus membayar lebih dari kemampuan bayar konsumen, yaitu pada titik harga keseimbangan pasar (PE). Ketika HET dibandingkan dengan harga keseimbangan pasar (PE) yang terbentuk, dan HET lebih tinggi dari PE (HET > PE), maka surplus konsumen menjadi bernilai positif, konsumen mendapatkan selisih lebih dari kemampuan membayar mereka dengan harga pada keseimbangan pasar. Ketika Harga di Pasar > HET, surplus produsen bernilai positif. dikarenakan produsen mampu menjual lebih tinggi dari kemampuan jual produsen, yaitu pada titik harga keseimbangan pasar (PE). Namun, ketika HET dibandingkan dengan harga keseimbangan pasar (PE) yang terbentuk, di mana HET menjadi lebih rendah dari PE, maka surplus produsen menjadi bernilai negatif (defisit).
DAMPAK EKONOMIS DAN PSIKOLOGIS KENAIKAN HARGA BBM Erni Setiawati; Aurellia Leonny Suryanli
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Ekonomis dan Psikologis Kenaikan Harga BBM. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dampak kenaikan harga BBM di Indonesia pada tahun 2022 ini. Metode penelitiannya adalah merupakan penelitian sosial empiris dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial menyangkut individu, kelompok, masyarakat, institusi atau juga lingkungan yang lebih luas. Dalam penelitian ini gejala atau praktik sosial yang diamati adalah tentang kenaikan harga BBM dan dampaknya secara ekonomis dan psikologis pada peekonomian dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Secara ekonomis, dampak kenaikan harga BBM mendorong kenaikan biaya produksi, mendorong inflasi (cost push inflation) yang pada gilirannya akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan upah riil dan konsumsi rumah tangga. Dampak psikologis dari sisi masyarakat terjadi manakala masyarakat secara bersama-sama memiliki ekspektasi bahwa kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga di sektor-sektor lainnya, di mana produsen (termasuk pedagang) menaikkan harga melebihi dari kenaikan biaya produksi atau distribusi yang mereka keluarkan. Secara sektoral, sektor-sektor yang banyak menggunakan BBM pasti akan mengalami kontraksi yang paling tinggi terutama sektor angkutan darat, angkutan laut, angkutan kereta api, jasa kurir dan pengiriman. Untuk bertahan sektor-sektor tersebut tentu saja akan menaikkan harga dan ini sudah terlihat dari kenaikan ongkos angkutan. Kenaikan harga pada sektor transportasi pada gilirannya akan mempengaruhi sektor-sektor perekonomian lainnya melalui dampak multiplier, dan kenaikan harga-harga barang yang terjadi secara serentak tersebut akan mendorong kenaikan inflasi di Indonesia. Pada gilirannya dapat memicu keresahan di semua lapisan masyarakat, mulai dari produsen, pedagang, dan konsumen.
ANALISIS KORELASI KONTINGENSI LABEL HALAL, KOMPOSISI BAHAN DAN TANGGAL ‎KADALUARSA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN KEMASAN DI ‎SAMARINDA Erni Setiawati; Rabiyatul Adawijayah; Selamat Djunaidi
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Korelasi Kontingensi Label Halal, Komposisi Bahan dan Tanggal Kadaluarsa Terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan Kemasan di Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis dan membuktikan apakah ada hubungan (korelasi) label halal, komposisi bahan dan tanggal kadaluarsa pada terhadap keputusan pembelian produk makanan kemasan. Metode penelitiannya adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua variabel (X dan Y) menggunakan angka dan alat statistik dalam pengolahan serta analisis datanya. Populasi penelitian adalah penduduk kota Samarinda yang berjumlah 827.994 jiwa, dengan sampel atau responden adalah konsumen yang pernah membeli produk makanan kemasan. Terkumpul 135 orang responden sebagai sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer (responden langsung) melalui instrumen kuisioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data menggunakan data nominal (kategori) yang terdiri dari 2 kategori pilihan jawaban, yaitu jawaban Ya (skor 2) dan Tidak (skor 1) Alat analisis yang digunakan adalah analisis Korelasi Kontingensi (Contigency Correlation), dengan menghitung nilai Chi Square (X2) dan nilai Contingency Coeffecient Correlation (CC). Hasil penelitian menyatakan bahwa keeratan hubungan antara label/logo halal terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,25 yang artinya keeratan hubungan adalah sangat lemah, hanya 25%, namun korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan label/logo halal dengan keputusan pembelian. Keeratan hubungan antara komposisi bahan terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,71 yang artinya keeratan hubungan adalah kuat, yaitu sebesar 71%, dan korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan komposisi bahan dengan keputusan pembelian. Keeratan hubungan antara tanggal kadaluarsa terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,60 yang artinya keeratan hubungan adalah sedang, sebesar 60%, korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan tanggal kadaluarsa dengan keputusan pembelian
POTRET DAN STRATEGI PEMULIHAN EKONOMI INDONESIA AKIBAT ‎PANDEMI COVID-19 (2020 – 2021)‎ Erni Setiawati; Andi Prasetiyo
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v13i1.2799

Abstract

Potret dan Strategi Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Pandemi Covid-19 (2020 – 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis potret makroekonomi Indonesia dan strategi pemulihan akibat pandemi Covid-19. Jenis dan sumber data tersebut merupakan data sekunder periode 2020 – 2021 yang bersumber dari publikasi oleh lembaga pemerintah atau instansi berwenang yang terkait dengan penelitian. Metode dan jenis penelitiannya adalah penelitian sosial empiris dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif , yaitu penelitian yang dideskripsikan, dijelaskan dan dijelaskan secara naratif dengan menggunakan analisis landasan empiris dan teoritis. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan studi pustaka atau studi pustaka (Library Research), dengan menelusuri dokumen-dokumen penting yang relevan dengan objek penelitian berupa artikel ilmiah, grafik, laporan, jurnal, dan laporan jurnalistik. Tahapan dalam analisis data; Pertama teknik reduksi data, kedua penyajian data, dan ketiga penggambaran/verifikasi kesimpulan Pemerintah mengalokasikan dana APBN untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp 695,2 triliun pada 2020. Diharapkan pada triwulan III pemulihan ekonomi nasional dapat dirasakan meskipun belum tumbuh positif, namun setidaknya tidak terkontraksi sebanyak triwulan II. Kemudian perekonomian nasional diperkirakan akan kembali tumbuh positif lagi pada triwulan IV. Untuk tahun 2021, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan pagu anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 699,43 triliun. Perekonomian nasional diharapkan akan mengalami pemulihan yang signifikan. Oleh karena itu, agar harapan tersebut dapat terwujud, harus ada sinergi antara pemegang kebijakan fiskal dan moneter dengan lembaga terkait dan dilaksanakan secara komprehensif. Terdapat 3 (tiga) kebijakan yang ditempuh untuk mencapai hal tersebut, yaitu: meningkatkan konsumsi domestik, meningkatkan aktivitas usaha, serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekspansi moneter.
POTENSI EKONOMI SEKTORAL DAN KOMODITI UNGGULAN ‎DAERAH ‎PENYANGGA IKN (SAMARINDA, BALIKPAPAN, ‎PENAJAM PASER ‎UTARA, DAN KUTAI KARTANEGARA)‎ Erni Setiawati; Siti Rohmah; Winda Dwi Cahyani; Lia Novi Nur Rahayu
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v14i1.3113

Abstract

The economic potential and superior commodities of the region are interpreted as sectors and commodities that have high competitiveness. A sector is said to have great potential if it has a fairly high comparative advantage (advantage) compared to the same sector in other regions. The purpose of this study is to measure the comparative advantages of a sector, subsector, or superior commodity in the buffer area of the Nusantara IKN, namely Balikpapan, North Penajam Paser, Samarinda, and Kutai Kartanegara. The research method is quantitative descriptive. The data collection technique uses documentation studies with external data sources (secondary data), namely utilizing and collecting data from official documents or data that has been processed by other institutions or organizations, such as census data or economic data government reports, regional economic statistics agencies, or scientific publications. The data used are GDP data and the GDP growth rate or economic growth rate of each sector or subsector according to the business field for the period 2018–2022 in the IKN buffer area; Samarinda, Balikpapan, Penajam, and Tenggarong. The technical data analysis uses the Location Quotient (LQ) analysis method. LQ is used to find out how much specialization the base or leading sectors have. LQ analysis uses two analysis methods, namely static location quotient (SLQ) and dynamic location quotient (DLQ). The results of the study concluded that Samarinda City has 14 base/flagship economic sectors, where the financial services sector is the leading sector. Balikpapan City has 13 base/flagship economic sectors, with the leading sector being transportation and warehousing. North Penajam Paser Regency (PPU) has 9 base/flagship economic sectors; the Agriculture, Forestry, and Fisheries sectors are the leading sectors, while the lagging sectors are the Accommodation and Food and Beverage Provision Sector. Kutai Kartanegara Regency only has 2 base/flagship economic sectors as leading sectors, namely the Agriculture, Forestry, and Fisheries sector and the Mining and Quarrying sector, and the lagging sectors are the Electricity and Gas Procurement Sector and the Construction sector.
STUDI KOMPARATIF KINERJA WIRAUSAHA/PELAKU ‎UMKM DALAM ‎PERSFEKTIF GENDER PADA INDUSTRI ‎KREATIF DI KOTA SAMARINDA Erni Setiawati; Rudy Syafariansyah; Siti Rohmah; Agus Riyanto; Linda Memi Zhara; Chrisna Monica Asa
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja wirausaha/pelaku UMKM ‎perempuan ‎dan ‎laki-laki dalam industri kreatif. Melalui pendekatan kuantitatif, ‎penelitian ini akan ‎menganalisis ‎perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua ‎kelompok. Subjek penelitian ‎adalah para ‎‎wirausaha/pelaku UMKM yang bergerak ‎di sektor industri kreatif yang ada di 10 ‎‎Kecamatan di ‎Kota Samarinda. ‎Penentuan jumlah sampel secara proporsional, sehingga ‎terdapat minimal 100 ‎‎hingga maksimal 150 orang responden. ‎Sumber data penelitian ini ‎menggunakan ‎sumber data ‎primer yang dikumpulkan secara langsung dari para ‎‎wirausaha/pelaku ‎UMKM di Kota ‎Samarinda. Instrumen pengumpulan data menggunakan ‎‎kuisioner. Untuk variabel dependen ‎‎(kelompok yang ingin diprediksi) bersifat ‎kategorik ‎‎(skala ‎nominal atau ordinal) dan variabel ‎independen (variabel prediktor) ‎‎bersifat numerik (skala ‎interval atau rasio). Untuk ‎pertanyaan ‎terbuka memberikan ‎ruang bagi responden untuk ‎memberikan ‎jawaban yang lebih bebas dan ‎rinci. ‎Penelitian ini menggunakan ‎Analisis ‎Komparatif Deskriptif dan Analisis ‎Komparatif ‎Inferensial, menggunakan uji statistik Uji-t ‎‎Independen (Independent ‎Samples t-Test) dan Uji ‎Mann-Whitney U‎. Variabel-variabel dalam ‎penelitian ini ‎adalah variabel dependen yaitu ‎kinerja ‎wirausaha UMKM sebagai variabel ‎‎dependen kategorikal dengan pengelompokan Group 1 ‎‎adalah wirausaha laki-laki ‎dan Group 2 ‎adalah wirausaha perempuan. Untuk ‎variabel ‎independen Usia (X1), ‎Pendidikan ‎‎(X2), ‎Frekuensi Pelatihan (X3), Skala Usaha (X4), Lama ‎Usaha (X5), ‎Jumlah ‎Tenaga Kerja (X6), ‎Omset Usaha (X7). ‎ Penelitian ini melibatkan 150 ‎‎responden pelaku UMKM industri kreatif ‎di ‎Kota Samarinda, terdiri dari 68 ‎wirausaha laki-laki ‎‎(45,3%) dan 82 ‎wirausaha perempuan ‎‎(54,7%). Industri kreatif ‎yang mendominasi adalah ‎‎kuliner (35%), fashion (30%), kerajinan ‎tangan (20%), ‎dan jasa digital (15%). ‎Berdasarkan hasil ‎uji statistik Uji-t ‎Independen dan Uji ‎‎Mann-Whitney U‎; Usia (X1); secara rata-rata dan standar ‎deviasinya, wirausaha ‎laki-laki ‎memiliki usia ‎sedikit lebih tua (34,5 ± 7,2 tahun) dibandingkan ‎wirausaha ‎perempuan ‎‎(32,1 ± ‎‎6,8 tahun). Pendidikan (X2);‎ tingkat pendidikan formal ‎wirausaha ‎laki-laki secara rata-rata ‎sedikit ‎lebih tinggi (3,8 ± 0,9 D3/S1) ‎dibandingkan wirausaha ‎perempuan (3,5 ± 0,8 SMA/D3). ‎‎Frekuensi Pelatihan ‎‎(X3)‎; wirausaha perempuan rata-rata ‎mengikuti lebih banyak ‎pelatihan ‎‎(5,3 ± 2,1 ‎kali) dibandingkan wirausaha laki-laki (4,1 ± 1,8 ‎‎kali). Skala Usaha (X4);‎ wirausaha ‎laki-laki memiliki skala ‎usaha yang sedikit lebih besar (2,9 ± ‎‎0,7 rata-‎rata mendekati usaha ‎‎menengah) dibandingkan wirausaha perempuan (2,5 ± 0,6 ‎rata-rata ‎‎mendekati usaha kecil). ‎Lama Usaha (X5); wirausaha laki-laki memiliki ‎rata-rata lama usaha (6,2 ‎‎± 3,1 ‎tahun), ‎sedangkan wirausaha perempuan (5,8 ± 2,9 ‎tahun). Jumlah Tenaga Kerja (X6); ‎wirausaha ‎laki-‎laki mempekerjakan rata-rata ‎‎(7,8 ± 4,3 orang), sedangkan wirausaha ‎perempuan ‎‎mempekerjakan rata-rata (5,1 ± ‎‎3,2 orang). Omset Usaha (X7); omset usaha bulanan ‎wirausaha ‎‎laki-laki secara rata-‎rata lebih tinggi (35,2 ± 18,5 juta Rupiah) ‎dibandingkan wirausaha ‎‎perempuan ‎‎(28,7 ± 15,9 juta Rupiah).‎
Pengaruh Literasi Keuangan, Digital Payment, dan Pengelolaan Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Berbasis Behavioral Finance Rudy Syafariansyah Dachlan; Sri Wahyuti; Muhammad Astri Yulidar Abbas; Erni Setiawati; Naufal Yumna Lathif
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3931

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan dan penggunaan sistem pembayaran digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa yang cenderung lebih adaptif terhadap inovasi finansial. Dalam perspektif behavioral finance, kemudahan transaksi digital dapat memengaruhi perilaku konsumsi individu, terutama ketika tidak diimbangi dengan tingkat literasi dan pengelolaan keuangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, penggunaan digital payment, dan pengelolaan keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pengelolaan keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan penggunaan digital payment berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi dan kemampuan pengelolaan keuangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan kecenderungan konsumtif di era transaksi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian behavioral finance, khususnya dalam memahami dinamika perilaku konsumsi mahasiswa di tengah transformasi sistem pembayaran digital.
PROFITABILITAS MEMODERASI HUBUNGAN GREEN ACCOUNTING DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Siti Rohmah; Erni Setiawati; Agus Riyanto; Umar Hi Salim; Jily Endang
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh green accounting kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi studi kasus perusahaan pertambangan periode tahun 2020-2023. Penelitian ini merupakan kuantitatif, populasi pada penelitian ini yaitu perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI dengan pengambilan sampel teknik Purposive Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 10 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi moderasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasanya green accounting berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara simultan green accounting, kinerja lingkungan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Analisis moderasi variabel profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan green accounting terhadap nilai perusahaan dan variabel profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ACE HARDWARE INDONESIA, TBK Kurniati Ningsih; Erni Setiawati; Rudy Syafariansyah
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v1i1.487

Abstract

The purpose of this study is to find out and analyze the financial performance of PT. Ace Hardware Indonesia in terms of liquidity, solvency and profitability ratios for the period 2013 to 2017. This research method is descriptive by using financial ratio analysis tools such as liquidity ratio, solvency, and profitability to determine the company's financial performance. From the results of the analysis, it is known that the liquidity ratio has a ratio above the industry average ratio, the solvency ratio has a ratio value below the industry average ratio, and the profitability ratio has a ratio value above the industry average ratio.
IMPLIKASI PENERAPAN DIGITAL MARKETING TERHADAP VOLUME PENJUALAN INDUSTRI RUMAHAN KRIPIK PISANG EDOQU KHAS BUKUAN PALARAN Dahlia Natalia; Erni Setiawati; Devy Putri Milanda
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v1i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui bagaimana implikasi sosial media dan manajemen hubungan konsumen terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran. Adapun penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakanmetodepenelitian deskriptif kuantitatif, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 351 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel social media (X1) berimplikasi dan signifikan terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran.dan variabel manajemen hubungan konsumen (X2) berimplikasi dan signifikan terhadap volume penjualan (Y). Secara simultan sosial media dan manajemen hubungan konsumen berimplikasi signifikan terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran.Nilai Adjused R Square adalah sebesar 0,672 yang berarti semua variabel independen dapat menjelaskan sebesar 67,2% terhadap variabel dependen, sementara sisanya 32.8% dapat dijelaskan oleh factor lainnya yang tidak di uji dalam penelitian ini. Kata Kunci : sosial media, manajemen hubungan konsumen,volume penjualan.