Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edge Intelligence in Smart Manufacturing Ecosystems Irwandi Rizki Putra; Anjela Karunia Amalia; Krisna Widi Nugraha; Tuti Susilawati; Hadi Jayusman
Technema: Journal of Intelligent Engineering and Computing Vol. 1 No. 2 (2026): : June: Technema: Journal of Intelligent Engineering and Computing
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid evolution of smart manufacturing ecosystems has intensified the need for intelligent architectures capable of supporting real-time decision-making, operational resilience, and sustainable industrial performance. This study investigates the effectiveness of Edge Intelligence within smart manufacturing environments through an empirical system-design and experimental validation approach. A three-layer architecture consisting of the Industrial Internet of Things layer, the edge intelligence layer, and the cloud orchestration layer was developed and evaluated under predictive maintenance, production scheduling, and anomaly detection scenarios. Performance assessment employed metrics including inference latency, response time, bandwidth consumption, prediction accuracy, throughput, resource utilization, reliability, resilience, and energy efficiency. The experimental results demonstrate that edge-enabled intelligence significantly improves manufacturing performance by reducing latency and communication overhead while increasing operational responsiveness, decision consistency, throughput, and system reliability. The architecture also enhances adaptive decision-making capabilities, strengthens human-machine collaboration, improves cybersecurity resilience, and contributes to environmental sustainability through more efficient resource utilization and reduced carbon emissions. The findings establish Edge Intelligence as a strategic ecosystem capability that enables resilient, adaptive, human-centric, and sustainable manufacturing systems aligned with the emerging objectives of Industry 5.0.  
Pengaturan Perancangan Aplikasi Mobile Goletkos Untuk Kemudahan Cari Hunian Kos Riska Suryani; Retno Agus Setiawan; Hadi Jayusman; Akhmad Noval Khusen; Arif Dermawan; Raden Bagus Bambang Sumantri
INFOKABIN (Informatika Komputasi Aplikasi dan Bisnis) Vol 1 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/ifkb.v1i2.760

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah mahasiswa, pekerja, dan pendatang di kota-kota besar mendorong naiknya permintaan akan hunian sementara seperti kos. Namun, proses pencarian kos seringkali tidak efisien karena sulitnya mendapatkan informasi yang lengkap mengenai fasilitas, harga, serta lokasi. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi bernama GoletKos, aplikasi ini berbasis Android yang dibuat untuk mempermudah pengguna dalam mencari dan memilih kamar kos sesuai dengan keinginan mereka. Aplikasi berbasis Android ini dirancang untuk mempermudah pengguna dalam menemukan kamar kos yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Dengan memanfaatkan teknologi geolokasi, GoletKos mampu merekomendasikan kos-kosan terdekat secara real-time. Dilengkapi dengan fitur pencarian yang fleksibel, pengguna dapat menyaring pilihan berdasarkan harga, fasilitas, lokasi, dan kriteria lainnya. Selain itu, GoletKos juga menyajikan informasi yang lengkap mengenai setiap kos, mulai dari foto-foto ruangan, fasilitas yang tersedia, hingga ulasan dari pengguna lain. Antarmuka yang user-friendly dan desain yang intuitif membuat GoletKos mudah digunakan oleh siapa saja. Melalui metodologi pengembangan waterfall, GoletKos telah berhasil melewati berbagai tahap pengembangan dan pengujian, sehingga menghasilkan aplikasi yang berkualitas dan handal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa GoletKos mampu meningkatkan efisiensi pencarian kos secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Dengan GoletKos, mencari kos tidak lagi menjadi kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Kata kunci—Android, pencarian kos, geolokasi, efisiensi pencarian, hunian sementara.
Desain Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk Pengelolan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terpencil: Geographic Information System (GIS) Design for Telecommunication Infrastructure Management in Remote Areas Moh. Khoridatul Huda; Rian Ardianto; Hadi Jayusman; Rosyid Ridlo Al-Hakim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Geografis (GIS) guna mendukung pengelolaan infrastruktur telekomunikasi di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi lapangan untuk mengumpulkan data terkait kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GIS meningkatkan akses dan kualitas layanan telekomunikasi, dengan 75% rumah tangga kini memiliki akses telekomunikasi yang lebih baik. Mayoritas pengguna melaporkan kepuasan tinggi terhadap kualitas layanan, berkat peningkatan kecepatan dan stabilitas jaringan. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur juga meningkat, mencapai 60%, yang berdampak positif pada pemeliharaan jangka panjang. Efisiensi pengelolaan infrastruktur ditingkatkan dengan pengurangan waktu perawatan sebesar 30% dan biaya sebesar 25%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GIS adalah solusi efektif dalam pengelolaan infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil, memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif. Penerapan GIS tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menawarkan model pengelolaan infrastruktur yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan tantangan serupa.
Improving Digital Health Readiness Among Community Health Cadres Through The AHHEM Model Deny Nugroho Triwibowo; Rian Ardianto; Rosyid Ridlo Alhakim; Hadi Jayusman; Iis Setiawan Mangkunegara; Atina Salamah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2101

Abstract

Digital health transformation requires human resource readiness, particularly community health cadres who serve as the frontline of community-based services. However, limited digital literacy and reliance on manual record-keeping present significant challenges in supporting digital health system implementation. This community service program aims to enhance the understanding and readiness of health cadres in facing digital health transformation. The activity was conducted in Karangrau Village, Banyumas Regency, involving 25 participants consisting of one village midwife and 24 health cadres. The method applied was the Adaptive Hybrid Health Empowerment Monitoring Model (AHHEM), integrating assessment, harmonization, health literacy, empowerment, and evaluation over a one-day intervention. The evaluation employed a pre-test and post-test design to measure cognitive shifts. The results showed a substantial improvement in participants’ understanding, increasing from 53% in the pre-test to 89% in the post-test. Participants also demonstrated improved readiness in understanding the role of digital technology and health information systems. The main strength of this approach lies in its focus on human readiness rather than solely on technological implementation. Therefore, this program strengthens cadre capacity and supports the sustainable implementation of digital health transformation at the community level.