Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Stres pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Halimatus Sa’diah; Muhammad Anwari; Alit Suwandewi; Mohamad Hamsanie; Meti Agustini
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 29, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v29i2.33973

Abstract

Abstrak: Pasien rawat inap rentan mengalami stres akibat kondisi medis dan lingkungan rumah sakit. Data RSI Banjarmasin menunjukkan peningkatan jumlah pasien rawat inap dari 6.869 (2021) menjadi 9.622 (2023). Stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kondisi pasien, sementara pemenuhan kebutuhan spiritual berpotensi menurunkan tingkat stres. Namun, aspek spiritual sering terabaikan dalam pelayanan. Studi pendahuluan menunjukkan variasi antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keduanya pada pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 180 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampel berjumlah 124 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan spiritual dan Perceived Stress Scale (PSS), lalu dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel.el penelitian berupa kuesioner sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap, dengan nilai korelasi ρ = –0,369 dan p value sebesar 0,000 (p < 0,05). Arah korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemenuhan kebutuhan spiritual, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami pasien selama menjalani perawatan.Abstract: Inpatients are vulnerable to stress due to medical conditions and the hospital environment. Data from Islamic Hospital Banjarmasin shows an increase in the number of inpatients from 6,869 (in 2021) to 9,622 (in 2023). Unmanaged stress can worsen a patient’s condition, while fulfilling spiritual needs has the potential to reduce stress levels. However, the spiritual aspect is often overlooked in healthcare services. A preliminary study indicated variations between the fulfillment of spiritual needs and stress levels. This study aims to determine the relationship between these two factors in inpatients. This study aims to determine the relationship between spiritual needs and stress levels among inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study consisted of 180 inpatients at Banjarmasin Islamic Hospital. The sample consisted of 124 inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin, selected using purposive sampling technique. Data were collected using a spiritual needs questionnaire and the Perceived Stress Scale (PSS), both of which had been tested for validity and reliability. The data were then analyzed to determine the relationship between the two variables. Data were analyzed using the Spearman Rho test, as the data were not normally distributed. The results showed a significant relationship between the fulfillment of spiritual needs and stress levels in inpatients, with a correlation coefficient of ρ = –0.369 and a p-value of 0.000 (p < 0.05). The negative correlation indicates that the higher the level of spiritual needs fulfillment, the lower the stress level experienced by patients during hospitalization.
Ketika Anak Sulit Makan: Hubungan Perilaku Makan Selektif dan Status Gizi Anak Prasekolah Nusa Taruna Putra; Milasari Milasari; Diah Retno Wulan; Alit Suwandewi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.433

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk merupakan masalah yang sering terjadi pada anak. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Penyebab dari gizi buruk adalah hal yang harus digali untuk mencari akar masalahnya, salah satu penyebabnya adalah perilaku makan selektif. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah. Metode: Penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian dilakukan di PAUD kecamatan Tabukan. Populasi dalam penelitian ini adalah PAUD di Kec. Tabukam sebanyak 13 PAUD dengan 409 murid, Sampel adalah orang tua/wali murid Sebanyak 137 responden, pemilihan sampel menggunakan Cluster Random Sampling yang dilakukan pengundian pada 13 PAUD yang berada di kecamatan Tabukan didapatkan 2 sekolah yaitu PAUD Nusa Indah dan PAUD Kuncup Mekar. Pengumpulan data menggunakan 2 instrumen penelitian yaitu kuesioner Childern’s Eating Behavior Questionnaire dan pengukuran antrompometri. Hasil: Hasil analisa dengan (sperman rank) mendapati bahwa terdapat hubungan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan Correlation Coefficient didapatkan nilai 0.799 yang berarti arah hubungan pada penelitian ini “kuat”, hasil Probability 70,15% anak yang masuk kedalam kategori tidak selektif berpeluang masuk ke dalam kategori gizi baik dan 27,14% anak yang masuk kedalam kategori selektif berpeluang masuk kedalam kategori gizi buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan selektif dengan status gizi pada anak prasekolah.