Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Retinopati Diabetik dengan Diabetes Melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Mata Jec Primasana @ Tanjung Priok Isnaeni Isnaeni; Mega Putri Nur Utami
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49859

Abstract

Retinopati diabetik merupakan kelainan retina yang dapat terjadi pada seluruh penderita diabetes melitus. Hilangnya penglihatan akibat retinopati diabetik menimbulkan kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga memiliki peran yang besar dalam pengobatan pasien dengan retinopati diabetik. Berdasarkan fenomena ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik dengan diabetes melitus khususnya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Tujuan penulisan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik khusunya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 73 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan Spearman Rho dengan tingkat signifikansi (a) = 0,01. Hasil penelitian hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik memiliki hubungan negatif yang kuat dengan menunjukkan nilai korelasi (r = -0,666). Terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Disarankan bagi keluarga yang memiliki pasien dengan retinopati diabetik agar dapat meluangkan waktu untuk memberikan perhatian lebih agar tidak timbul kecemasan pada pasien.
Hubungan Antara Perilaku Olahraga, Stress dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi Pada Lanjut Usia di Klinik Utama Ridho Tahun 2025 Isnaeni Isnaeni; Mohamad Thorik Ibrahim
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50126

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor risiko yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara normal. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi: menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan mengurangi asupan garam, menghindari konsumsi alkohol dan rokok, serta mengelola stres dengan baik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara perilaku olahraga, stress, dan pola makan dengan tingkat hipertensi pada lanjut usia di Klinik Utama Ridho. Metode: Jenis penelitian ini yaitu obsevasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalh 81 orang lansia. Hasil: Pada hasil analisa uji chi square Variabel kebiasaan olahraga, didapatkan hasil bahwa p value 0,344 (>α 0,05). Hal ini bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi. Hasil analisa uji chi square pada Variabel pola makan, didapatkan hasil bahwa p value 0,001 (<α 0,05). Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Sedangkan hasil analisa uji chi square pada Variabel stress, didapatkan hasil bahwa p value 0,020 (<α 0,05). Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: kebiasaan olah raga tidak ada hubunganya dengan krjadian hipertensi, sedangkan pola makan dan stress menjadi pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi. Saran : Hasil penelitian dapat menjadi bahan diskusi untuk terus mengembangkan dan menerapkan intervensi edukasi yang efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan perubahan perilaku kesehatan kearah yang lebih baik.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Prolanis Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Jatisari Karawang Isnaeni Isnaeni; Panji Kusumah Permana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54711

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang disebabkan karena terganggunya fungsi pankreas dalam memproduksiinsulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pancreas.. berdasarkan hasil observasi di Puskesmas Jatisari Karawang diketahui bahwa program Prolanis dengan jumlah peserta 40 penderita, yang semuanya adalah penderita DM tipe 2. Hasil pengamatan menunjukkan hanya sebanyak 16 penderita DM tipe 2 yang melakukan pengukuran kadar gula darah dengan hasil 5 penderita (31,25%) kadar gula darah > normal dan 11 orang (68,75%) kadar gula darah dalam kategori normal. penelitian ini menggunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kunjungan Prolanis pada pasien Diabetes Melitus. Pasien dengan dukungan keluarga yang tidak mendukung cenderung memiliki frekuensi kunjungan Prolanis kurang dari 4 kali (62,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), yang menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan Prolanis di Puskesmas Jatisari Karawang. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kunjungan Prolanis pada pasien Diabetes Melitus. Pasien dengan dukungan keluarga yang baik cenderung memiliki frekuensi kunjungan Prolanis yang lebih rutin dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga yang kurang. Temuan ini mendukung pentingnya keterlibatan keluarga sebagai strategi pendukung dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program pengelolaan Diabetes Melitus.
Hubungan Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Kp. Sawah Rt 01/03 Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati Isnaeni Isnaeni; Akbar Raja Segara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56227

Abstract

Background Adolescent smoking behavior is an ongoing public health problem influenced by social factors, particularly peer influence. Adolescence is a transitional phase characterized by a strong need for social acceptance, which often leads adolescents to adjust their behavior according to their peer group. Objective This study aimed to determine the relationship between peer influence and smoking behavior among adolescents in KP. Sawah RT 01/03, Jatimelati Village, Pondok Melati District. Methods This study employed a quantitative design with a descriptive-analytic approach using a cross-sectional method. The study population consisted of all adolescents in KP. Sawah RT 01/03, totaling 40 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire measuring peer influence and smoking behavior variables. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results All respondents (100%) were categorized as having high peer influence, defined as frequent interaction with peers, strong emotional closeness, and dominant peer group norms influencing daily behavior. Most respondents (75%) exhibited high-level smoking behavior, while 25% were categorized as moderate. The peer influence variable showed no variation, therefore, statistical association testing could not be performed. Conclusion and Recommendation Peer environments play a highly dominant role in adolescents’ social lives and have the potential to influence smoking behavior. It is recommended that healthcare professionals, families, and communities strengthen promotive and preventive efforts through healt education, youth group developmen, and the reinforcement of positive social environments to reduce smoking behavior among adolescents.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Cakung Isnaeni Isnaeni; Adinda Putri Aprianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57629

Abstract

Tuberkulosis (TBC) menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian dan kematian tinggi, termasuk di Indonesia, serta keberhasilan pengobatannya sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang. Di Puskesmas Cakung, masih ditemukan ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan yang berpotensi menyebabkan putus obat, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit dan terapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Cakung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik responden, tingkat pengetahuan tentang tuberkulosis, serta kepatuhan minum obat menggunakan instrumen MMAS-8, serta didukung data sekunder berupa rekam medis, laporan program TB, dan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel dan bivariat untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (77,5%) dengan kepatuhan yang didominasi kategori sedang (40,0%) dan tinggi (37,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi OAT dan mendukung keberhasilan pengobatan TBC.
Hubungan Peran Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di RS Bhakti Kartini Isnaeni Isnaeni; Rury Khairunnisah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25264

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease is a progressive and irreversible condition that often requires renal replacement therapy such as hemodialysis. Long-term dialysis treatment affects not only the patient’s physical condition but also psychological well-being, social functioning, and environmental aspects, which may ultimately reduce overall quality of life. In the context of chronic illness, family plays a crucial supportive role in assisting patients to adapt to health-related changes. This study aimed to examine the relationship between family support and quality of life among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RS Bhakti Kartini. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied. A total of 50 respondents were selected using purposive sampling. Family support was assessed using a structured questionnaire covering emotional, informational, instrumental, and spiritual support,while quality of life was measured using the WHOQOL-BREF instrument. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The findings revealed that the majority of respondents reported good family support (88%) and moderate quality of life (58%). Bivariate analysis showed a p-value of 0.014 (p ≤ 0.05), indicating a statistically significant relationship between family support and quality of life among hemodialysis patients. The study concludes that stronger family support is associated with better quality of life. These results highlight the importance of incorporating family-based nursing interventions to improve the overall well-being of patients undergoing hemodialysis. Keywords: Chronic Kidney Failure, Hemodialysis, Family Role, Quality of Life.  ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen dan memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Proses terapi yang berlangsung jangka panjang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan lingkungan, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup. Dalam situasi penyakit kronis, keluarga menjadi sistem pendukung utama yang berperan dalam membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan kondisi kesehatan. Menganalisis hubungan antara peran keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Bhakti Kartini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Peran keluarga diukur menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan spiritual, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas responden memiliki peran keluarga dalam kategori baik (88%) dan kualitas hidup dalam kategori sedang (58%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,014 (p ≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Semakin optimal dukungan keluarga yang diterima pasien, semakin baik kualitas hidup yang dimiliki. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan keperawatan berbasis keluarga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pasien hemodialisis secara menyeluruh. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Peran Keluarga, Kualitas Hidup.