Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Retinopati Diabetik dengan Diabetes Melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Mata Jec Primasana @ Tanjung Priok Isnaeni Isnaeni; Mega Putri Nur Utami
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49859

Abstract

Retinopati diabetik merupakan kelainan retina yang dapat terjadi pada seluruh penderita diabetes melitus. Hilangnya penglihatan akibat retinopati diabetik menimbulkan kecemasan pada pasien. Dukungan keluarga memiliki peran yang besar dalam pengobatan pasien dengan retinopati diabetik. Berdasarkan fenomena ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik dengan diabetes melitus khususnya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Tujuan penulisan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik khusunya di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 73 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan Spearman Rho dengan tingkat signifikansi (a) = 0,01. Hasil penelitian hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik memiliki hubungan negatif yang kuat dengan menunjukkan nilai korelasi (r = -0,666). Terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien retinopati diabetik di poli rawat jalan Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok. Disarankan bagi keluarga yang memiliki pasien dengan retinopati diabetik agar dapat meluangkan waktu untuk memberikan perhatian lebih agar tidak timbul kecemasan pada pasien.
Hubungan Antara Perilaku Olahraga, Stress dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi Pada Lanjut Usia di Klinik Utama Ridho Tahun 2025 Isnaeni Isnaeni; Mohamad Thorik Ibrahim
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50126

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa faktor risiko yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam mempertahankan tekanan darah secara normal. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi: menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan mengurangi asupan garam, menghindari konsumsi alkohol dan rokok, serta mengelola stres dengan baik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara perilaku olahraga, stress, dan pola makan dengan tingkat hipertensi pada lanjut usia di Klinik Utama Ridho. Metode: Jenis penelitian ini yaitu obsevasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalh 81 orang lansia. Hasil: Pada hasil analisa uji chi square Variabel kebiasaan olahraga, didapatkan hasil bahwa p value 0,344 (>α 0,05). Hal ini bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi. Hasil analisa uji chi square pada Variabel pola makan, didapatkan hasil bahwa p value 0,001 (<α 0,05). Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi. Sedangkan hasil analisa uji chi square pada Variabel stress, didapatkan hasil bahwa p value 0,020 (<α 0,05). Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: kebiasaan olah raga tidak ada hubunganya dengan krjadian hipertensi, sedangkan pola makan dan stress menjadi pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi. Saran : Hasil penelitian dapat menjadi bahan diskusi untuk terus mengembangkan dan menerapkan intervensi edukasi yang efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan perubahan perilaku kesehatan kearah yang lebih baik.