Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Bantuan Ternak Sapi Potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Rahmat Bano; Mohammad Ervandi; Ishak Korompot; Terri Repi; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10156

Abstract

Program bantuan ternak sapi potong merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan populasi ternak, memperkuat usaha peternakan rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi program bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo; (2) mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program bantuan ternak sapi potong; (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasi program; dan (4) merumuskan implikasi kebijakan untuk meningkatkan keberhasilan program bantuan ternak sapi potong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada peternak penerima bantuan ternak sapi potong di Kecamatan Wonosari. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi implementasi program menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Sementara itu, efektivitas program dievaluasi berdasarkan indikator pencapaian tujuan, manfaat program, dampak program, dan keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program bantuan ternak sapi potong berada pada kategori baik. Dimensi komunikasi program memperoleh skor indeks 0,605, sumber daya program 0,634, disposisi pelaksana 0,640, dan struktur birokrasi 0,722. Efektivitas program berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor pencapaian tujuan program sebesar 0,823, manfaat program 0,854, dampak program 0,823, dan keberlanjutan program 0,782. Program bantuan ternak terbukti mampu meningkatkan kepemilikan ternak, mendukung pengembangan usaha peternakan rakyat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi peternak penerima bantuan.
Analisis Persepsi dan Kepuasan Peternak terhadap Kualitas Pelayanan Inseminasi Buatan di Desa Sidodadi Kecamatan Boliyohuto Siswanto Kusni; Terri Repi; Mohammad Ervandi; Widiastuti Ardiansyah; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan inseminasi buatan (IB) di Desa Sidodadi Kecamatan Boliyohuto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive (sengaja) terhadap 55 peternak sapi potong yang pernah menggunakan layanan inseminasi buatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan model multiatribut Fishbein, Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pelayanan inseminasi buatan berdasarkan analisis Fishbein berada pada kategori baik, yang mengindikasikan bahwa peternak memiliki penilaian positif terhadap atribut layanan. Tingkat kepuasan peternak berdasarkan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 80,65% termasuk dalam kategori sangat puas, yang menunjukkan bahwa pelayanan inseminasi buatan secara umum telah memenuhi bahkan melampaui harapan peternak. Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa atribut teknis pelayanan berada pada Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan, sedangkan atribut pelayanan inseminator dan sarana layanan berada pada Kuadran II yang perlu dipertahankan dan atribut biaya dan administrasi layanan berada pada Kuadran IV yang menunjukkan kinerja relatif berlebih. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun tingkat kepuasan peternak sangat tinggi, masih terdapat atribut layanan yang perlu ditingkatkan terutama pada aspek teknis pelayanan inseminasi buatan. Peningkatan kualitas layanan perlu difokuskan pada atribut prioritas guna menjaga keberlanjutan dan efektivitas program inseminasi buatan.
Peran Inseminator terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Jufri Harun; Susan Mokoolang; Terri Repi; Ishak Korompot; Dewa Oka Suparwata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10061

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran inseminator dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 100 peternak peserta program IB. Peran inseminator diukur melalui empat dimensi, yaitu kompetensi teknis, intensitas dan frekuensi pelayanan, efektivitas edukasi dan komunikasi, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan. Keberhasilan IB dinilai menggunakan Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Non Return Rate (NRR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan seluruh dimensi peran inseminator berada pada kategori sangat baik, dengan skor kompetensi teknis 0,9395, intensitas dan frekuensi pelayanan 0,9380, edukasi dan komunikasi 0,9420, serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan 0,9340. Indikator keberhasilan reproduksi menunjukkan S/C sebesar 1,67, CR 54,55%, dan NRR 77,00%. Kompetensi teknis berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan IB (ρ=0,461), demikian pula intensitas pelayanan (ρ=0,371), edukasi dan komunikasi (ρ=0,219), serta monitoring, pencatatan, dan pelaporan (ρ=0,589). Dimensi terakhir memiliki hubungan paling kuat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keberhasilan IB memerlukan penguatan kompetensi inseminator, ketepatan pelayanan, edukasi peternak, dan sistem pencatatan reproduksi yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan dasar bagi instansi peternakan untuk menyusun pelayanan reproduksi berbasis data yang konsisten, terukur, dan mudah dievaluasi secara berkala.
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN PADA USAHA AYAM PETELUR BAROKAH DI DESA DUMATI KABUPATEN GORONTALO Ishak Korompot; Widiastuti Ardiansyah; Terri Repi; Djamaludin Harun
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/wcjtfc87

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan bauran pemasaran pada usaha ayam petelur Barokah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti terjun langsung di lokasi tempat usaha ayam petelur Barokah untuk mengadakan wawancara langsung ke pemilik untuk mencari tahu langsung penerapan bauran pemasaran yaitu tentang produk, harga, tempat dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk telur yang dihasilkan usaha ayam petelur Barokah dalam keadaan segar karena hasil telur pada hari itu diupayakan langsung habis terjual dan masalah harga jual telur selalu menyesuaikan dengan harga telur di pasaran dan untuk menarik pembeli setiap pembelian dalam jumlah besar (50 bak) akan diberikan potongan harga sebesar 2,5 % serta bisa dilakukan pembayaran cash tunda selama seminggu. Sistiem penjualan telur disamping pembeli datang langsung ke kandang juga telur diantar ke warung-warung atau kios yang membeli telur untuk dijual kembali ke konsumen. Masalah promosi telur diakukan dengan cara ditawarkan ke warung dan kios serta melalui kalangan keluarga dari mulut ke mulut. Usaha ayam petelur Barokah sudah menjalankan bauran pemasaran dalam kegiatan usahanya. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang analisa pendapatan usaha dan studi kelayakan usaha.