Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Game Interaktif Berbantuan Canva Bagi Guru Sekolah Dasar Liskinasih, Ayu; Sulistyo , Teguh; Purnawati, Maria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v3i2.1810

Abstract

Saat ini guru dituntut dapat melaksanakan proses pembelajaran digital yang interaktif sehingga minat dan motivasi peserta didik meningkat. Merespon kebutuhan tersebut, Tim Pengabdi memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran game interaktif berbantuan aplikasi Canva bagi guru sekolah dasar. Pelatihan ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran game interaktif dengan menggunakan aplikasi Canva, dan 2) mengembangkan karakter guru yang inovatif dan kreatif. Pelatihan diberikan kepada dua puluh tiga guru di SDN Bandungrejosari 3 Malang. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Metode ceramah, dipilih untuk memberikan pemahaman tentang media pembelajaran interaktif, literasi digital, tantangan guru pada era society 5.0, dan aplikasi Canva. Sedangkan metode demonstrasi dan simulasi dipilih untuk mempraktikkan cara membuat media Pembelajaran game interaktif dengan aplikasi Canva. Dari hasil pengabdian tersebut, guru-guru telah dapat mempraktikkan pembuatan game interaktif secara mandiri. Diharapkan materi pelatihan dapat dimanfaatkan guru untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan inovatif sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik.
AN ANALYSIS OF RACIAL DISCRIMINATION IN ‘’MAX HAVELAAR’’ MOVIE Kale, Kristina; Sulistyo, Teguh; Purnawati, Maria
Jurnal Tinta Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v6i1.1140

Abstract

The aim of the study is to find out the types of racial discrimination in the film Max Havelaar and to find out the causes of racial discrimination in the film Max Havelaar. The study used a descriptive qualitative design. Descriptive qualitative design is used to describe and explain what has been interpreted from the research object. The researchers conducted the research by watching the film "Max Havelaar" several times and used a dictionary to check the data, identify, classify and conclude the data, and other tools used note taking. The researchers processed the data in the form of a dialogue. The data analysis process included data reduction, data presentation, inference/verification and triangulation. The data collected was then verified by an expert validator. The findings of this study are; 1) There are four types of racial discrimination found in the Max Havelaar film, namely; verbal antagonism discrimination, physical attack discrimination, extermination discrimination, and the last one is segregation. 2) There are four causes of racial discrimination in Max Havelaar film, namely; internal racism, institutional racism, systemic racism and interpersonal racism. In conclusion, the researchers hope they can expand the racial discrimination, such as structural discrimination, impact of racial discrimination, and the cases of racial discrimination in Indonesia today.
The Integration of Higher Order Thinking Skills in an Indonesian EFL Secondary School English Textbook Permatasari, Annessia; Muhaji, Uun; Purnawati, Maria
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol. 20 No. 1 (2025): October 2025 Reguler Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v20i1.33935

Abstract

This qualitative study investigates the extent to which the English for Change textbook for Grade XI integrates Higher Order Thinking Skills (HOTS). Using the Revised Bloom’s Taxonomy as the analytical framework, the study classifies learning activities into six cognitive domains: remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Through content analysis, the researchers examined all five units of the textbook, each organized around the four English language skills: listening, speaking, reading, and writing. The findings reveal that although all six cognitive levels are represented in the textbook, the most dominant are remembering and understanding, both of which fall under the category of Lower Order Thinking Skills (LOTS). In contrast, the presence of HOTS levels, analyzing, evaluating, and creating, is noticeably less frequent. Unit 5 features the highest proportion of activities at the creating level. The relatively low integration of HOTS compared to LOTS suggests the need for a more balanced incorporation of higher-order cognitive activities in future textbook designs. This research emphasizes the importance of integrating critical thinking skills across all levels of instruction to cultivate independent, reflective, and creative learners, aligning with the objectives of the latest curriculum.
MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA: TANTANGAN ATAU HAMBATAN DITINJAU DARI TUNTUTAN PEMBELAJARAN ABAD 21? Sulistyo, Teguh; Liskinasih, Ayu; Purnawati, Maria
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.2841

Abstract

Abad 21 ditandai dengan berkembangnya teknologi dan informasi secara masif yang menuntut manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jaman. Untuk menghadapi kondisi tersebut, saat ini tuntutan pendidikan abad 21 merujuk pada 4C: 1) Creativity Skills dan Innovation, 2) Critical Thinking dan Problem Solving, 3) Communication Skills, dan 4) Collaboration Skills. Di tengah tuntutan yang ada, pemerintah membuat terobosan baru dengan membuat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan soft skills dan hard skills di luar kampus sesuai passion mereka masing-masing. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mencari jawaban apakah MBKM merupakan tantangan atau hambatan dalam pemenuhan tuntutan pembelajaran abad 21. Survey ini menggunakan kuesioner dan in-depth interview yang diberikan pada mahasiswa Prodi Sastra Inggris Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang mengikuti program MBKM. Hasil penelitian membuktikan bahwa terlepas dari hambatan atau kendala yang mereka hadapi, MBKM merupakan program yang sangat positif untuk meningkatkan soft skills dan hard skills mahasiswa. Namun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan, baik yang bersifat peraturan maupun pelaksanaan MBKM, masih terus perlu disempurnakan.
A Study on Difficulties and Solutions in Listening Comprehension Among EFL Learners A'R, Daffa Wahyu; Muzammil, Lasim; Purnawati, Maria
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1799

Abstract

Listening was acknowledged as a foundational skill for EFL students’ language acquisition. Despite the importance of listening comprehension, many EFL students still struggled to comprehend effectively due to various difficulties. This research investigated the listening comprehension difficulties and additional solutions experienced by twelfth-grade EFL students and teachers from SMA Nasional Malang. This study used a mixed-method sequential explanatory design, with the population consisted of 31 twelfth-grade students and two English teachers who taught them. The findings indicated five significant difficulties that emerged such as unfamiliar accents, unfamiliar words, distraction from comprehension gaps, distractions, and fast speech. Several solutions were also proposed to minimize these difficulties. Teachers and students emphasized additional solutions such as authentic media, subtitle support, vocabulary enrichment, authentic exposure, gradual and interactive listening activities, self-regulated learning, students’ positive mindset and motivation building, learning style integration, and Project-Based Learning (PJBL).
Pelatihan Pembuatan Selai Jeruk: Diversifikasi Jeruk Lokal Guna Meningkatkan Ekonomi Kreatif di Desa Jedong Maria Purnawati; Lailul Fitriah; Alessandro U.K Ibiriti; Dinar Wahyu Pratiwi; Nanang Subadar; Usmiatul Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang dilakukan untuk mengatasi masalah rendahnya nilai ekonomi jeruk lokal akibat kurangnya pemahaman kelompok tani jeruk tentang diversifikasi jeruk. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengolah jeruk menjadi produk bernilai tambah, khususnya selai, guna mendukung ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha.Tahapan kegiatan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan yaitu sosialisasi dan pelatihan dengan presentasi, demonstrasi, dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani jeruk DesaJedong, di mana peserta diajarkan cara mengolah jeruk menjadi selai, termasuk teknik pengemasan untuk pemasaran. Hasil pengabdian menunjukkan pemahaman, partisipasi aktif dan antusiasme peserta, serta seluruh tahap kegiatan terlaksana. Halini merupakan indikator keberhasilan pelatihan dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis jeruk di Desa Jedong. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan pelatihan lebih mendalam terkait manajemen usaha dan teknik pemasaran, serta diversifikasi produk jeruk lainnya.
Portraying the Use of Conversation Simulation in Indonesian Speaking Classroom Roizul A'la; Oktavia Widiastuti; Maria Purnawati
JURNAL DIMENSI Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Dimensi (March 2026)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v15i1.8882

Abstract

This study aims to describe the vocational speaking English learning process of eleventh-grade students at a vocational high school in Malang through the implementation of the conversation simulation method. Many EFL students face difficulties in speaking English due to limited vocabulary, low confidence, and lack of opportunities for real communication. This study employed a descriptive qualitative approach using classroom observations and interviews as the data sources. The findings show that conversation simulation increased students’ classroom interaction and improved their speaking performance, including fluency, pronunciation, vocabulary, and confidence. Moreover, the classroom atmosphere became more active and communicative. This study concludes that conversation simulation is an effective method to support students’ vocational English development and enhance classroom interaction.
Parental Influence on Don’s Identity Development: A Psychoanalytic Study Jumbo (2025) Mahanani, Luberingsih; Herawati, Siane; Purnawati, Maria
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 9 No. 2 (2026): Journey: Journal of English Language and Pedagogy (On going)
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v9i2.3612

Abstract

This study fills the gap in the analysis of the animated film Jumbo (2025) through a psychoanalytic lens, focusing on how the absence of parents in early life shapes the formation of identity and emotional development in the child character. Using Melanie Klein’s theory as the primary framework to understand how early emotional relationships affect psychological development and Donald Winnicott’s concepts to read the role of the environment that fosters the child, this study employs a descriptive approach by collecting the data through repeatedly viewing the film, followed by analyzing the selected scenes and dialogues. The findings show that the loss of a parent indeed impacts the emotional development of the child. Although it cannot be adequate to be raised by parents, the child will still be able to experience positive emotions without being overly impacted. It is considered this analysis would offer parents new insights into the importance of creating meaningful memories with their children, beyond just being physically, as this can influence the children’s behavior and development as they grow up.
Pelatihan Membatik bagi Ibu-Ibu Glanggang, Pakisaji, Kabupaten Malang melalui Participatory Action Research Hadi Wardoyo; Suryantoro Suryantoro; Muhammad Amirul Halim; Maria Purnawati; Siane Herawati; Teguh Sulistyo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i2.4117

Abstract

Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang dapat menopang kesejahteraan keluarga. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi ini. Untuk itulah pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan membatik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, dan refleksi. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Griya Batik Sengguruh dalam empat kali pertemuan, mulai 20 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Materi pelatihan meliputi pengenalan alat dan bahan, perancangan motif, mencanting, pewarnaan alami, hingga proses finishing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan kain batik pertama mereka dengan motif dan warna yang beragam. Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap berupa meningkatnya rasa percaya diri, kebanggaan terhadap karya sendiri, serta tumbuhnya motivasi untuk menjadikan batik sebagai peluang usaha. Refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka harapan baru terhadap kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa mitra sudah berhasil membuat produksi taplak batik mereka sebagai rpduk awal sesuai dengan motif, desain, dan warna berdasarkan kesukaan masing-masing.