Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Game Interaktif Berbantuan Canva Bagi Guru Sekolah Dasar Liskinasih, Ayu; Sulistyo , Teguh; Purnawati, Maria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v3i2.1810

Abstract

Saat ini guru dituntut dapat melaksanakan proses pembelajaran digital yang interaktif sehingga minat dan motivasi peserta didik meningkat. Merespon kebutuhan tersebut, Tim Pengabdi memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran game interaktif berbantuan aplikasi Canva bagi guru sekolah dasar. Pelatihan ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran game interaktif dengan menggunakan aplikasi Canva, dan 2) mengembangkan karakter guru yang inovatif dan kreatif. Pelatihan diberikan kepada dua puluh tiga guru di SDN Bandungrejosari 3 Malang. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Metode ceramah, dipilih untuk memberikan pemahaman tentang media pembelajaran interaktif, literasi digital, tantangan guru pada era society 5.0, dan aplikasi Canva. Sedangkan metode demonstrasi dan simulasi dipilih untuk mempraktikkan cara membuat media Pembelajaran game interaktif dengan aplikasi Canva. Dari hasil pengabdian tersebut, guru-guru telah dapat mempraktikkan pembuatan game interaktif secara mandiri. Diharapkan materi pelatihan dapat dimanfaatkan guru untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan inovatif sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik.
AN ANALYSIS OF RACIAL DISCRIMINATION IN ‘’MAX HAVELAAR’’ MOVIE Kale, Kristina; Sulistyo, Teguh; Purnawati, Maria
Jurnal Tinta Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Tinta
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnaltinta.v6i1.1140

Abstract

The aim of the study is to find out the types of racial discrimination in the film Max Havelaar and to find out the causes of racial discrimination in the film Max Havelaar. The study used a descriptive qualitative design. Descriptive qualitative design is used to describe and explain what has been interpreted from the research object. The researchers conducted the research by watching the film "Max Havelaar" several times and used a dictionary to check the data, identify, classify and conclude the data, and other tools used note taking. The researchers processed the data in the form of a dialogue. The data analysis process included data reduction, data presentation, inference/verification and triangulation. The data collected was then verified by an expert validator. The findings of this study are; 1) There are four types of racial discrimination found in the Max Havelaar film, namely; verbal antagonism discrimination, physical attack discrimination, extermination discrimination, and the last one is segregation. 2) There are four causes of racial discrimination in Max Havelaar film, namely; internal racism, institutional racism, systemic racism and interpersonal racism. In conclusion, the researchers hope they can expand the racial discrimination, such as structural discrimination, impact of racial discrimination, and the cases of racial discrimination in Indonesia today.
The Integration of Higher Order Thinking Skills in an Indonesian EFL Secondary School English Textbook Permatasari, Annessia; Muhaji, Uun; Purnawati, Maria
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol. 20 No. 1 (2025): October 2025 Reguler Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v20i1.33935

Abstract

This qualitative study investigates the extent to which the English for Change textbook for Grade XI integrates Higher Order Thinking Skills (HOTS). Using the Revised Bloom’s Taxonomy as the analytical framework, the study classifies learning activities into six cognitive domains: remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Through content analysis, the researchers examined all five units of the textbook, each organized around the four English language skills: listening, speaking, reading, and writing. The findings reveal that although all six cognitive levels are represented in the textbook, the most dominant are remembering and understanding, both of which fall under the category of Lower Order Thinking Skills (LOTS). In contrast, the presence of HOTS levels, analyzing, evaluating, and creating, is noticeably less frequent. Unit 5 features the highest proportion of activities at the creating level. The relatively low integration of HOTS compared to LOTS suggests the need for a more balanced incorporation of higher-order cognitive activities in future textbook designs. This research emphasizes the importance of integrating critical thinking skills across all levels of instruction to cultivate independent, reflective, and creative learners, aligning with the objectives of the latest curriculum.
MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA: TANTANGAN ATAU HAMBATAN DITINJAU DARI TUNTUTAN PEMBELAJARAN ABAD 21? Sulistyo, Teguh; Liskinasih, Ayu; Purnawati, Maria
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.2841

Abstract

Abad 21 ditandai dengan berkembangnya teknologi dan informasi secara masif yang menuntut manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jaman. Untuk menghadapi kondisi tersebut, saat ini tuntutan pendidikan abad 21 merujuk pada 4C: 1) Creativity Skills dan Innovation, 2) Critical Thinking dan Problem Solving, 3) Communication Skills, dan 4) Collaboration Skills. Di tengah tuntutan yang ada, pemerintah membuat terobosan baru dengan membuat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan soft skills dan hard skills di luar kampus sesuai passion mereka masing-masing. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mencari jawaban apakah MBKM merupakan tantangan atau hambatan dalam pemenuhan tuntutan pembelajaran abad 21. Survey ini menggunakan kuesioner dan in-depth interview yang diberikan pada mahasiswa Prodi Sastra Inggris Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang mengikuti program MBKM. Hasil penelitian membuktikan bahwa terlepas dari hambatan atau kendala yang mereka hadapi, MBKM merupakan program yang sangat positif untuk meningkatkan soft skills dan hard skills mahasiswa. Namun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan, baik yang bersifat peraturan maupun pelaksanaan MBKM, masih terus perlu disempurnakan.
A Study on Difficulties and Solutions in Listening Comprehension Among EFL Learners A'R, Daffa Wahyu; Muzammil, Lasim; Purnawati, Maria
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v%vi%i.1799

Abstract

Listening was acknowledged as a foundational skill for EFL students’ language acquisition. Despite the importance of listening comprehension, many EFL students still struggled to comprehend effectively due to various difficulties. This research investigated the listening comprehension difficulties and additional solutions experienced by twelfth-grade EFL students and teachers from SMA Nasional Malang. This study used a mixed-method sequential explanatory design, with the population consisted of 31 twelfth-grade students and two English teachers who taught them. The findings indicated five significant difficulties that emerged such as unfamiliar accents, unfamiliar words, distraction from comprehension gaps, distractions, and fast speech. Several solutions were also proposed to minimize these difficulties. Teachers and students emphasized additional solutions such as authentic media, subtitle support, vocabulary enrichment, authentic exposure, gradual and interactive listening activities, self-regulated learning, students’ positive mindset and motivation building, learning style integration, and Project-Based Learning (PJBL).