Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Pelaksanaan Penyuluhan Pemberdayaan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Siagian, Mindo Tua; Manurung, Kesaktian; Evawani Martalena Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riskesdas (2013) menunjukkan besaran masalah gizi di Indonesia seperti masalah KEP yaitu gizi kurang, pendek dan kurus dimana prevalensi gizi kurang terjadi peningkatan sebesar 18,4% pada tahun 2007 menjadi 19,6% pada tahun 2013, begitu juga halnya dengan prevalensi pendek pada anak balita sebesar 36,8% pada tahun 2007 meningkat menjadi 37,3% pada tahun 2013 tetapi untuk prevalensi kurus terjadi penurunan dimana pada tahun 2007 sebesar 13,6% menjadi 12,1% pada tahun 2013. Selain status gizi sebagai salah satu faktor besaran masalah gizi di Indonesia, faktor kunjungan anak balita untuk menimbang secara rutin ke posyandu juga akan berpengaruh terhadap besaran masalah gizi di Indonesia. Pengetahuan ibu hamil tentang gizi adalah yang diketahui ibu hamil tentang pangan sehat, pangan sehat untuk golongan usia tertentu dan cara ibu memilih, mengolah dan menyiapkan pangan dengan benar. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang pada bulan November-Desember 2022. Pengetahuan ibu rumah tangga tentang bahan pangan akan mempengaruhi perilaku pemilihan pangan dan ketidaktahuan dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilihan dan pengolahan pangan. Pengetahuan tentang gizi dan pangan yang harus dikonsumsi agar tetap sehat, merupakan faktor penentu kesehatan seseorang, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi juga berperan dalam besaran masalah gizi di Indonesia. Berdasarkan hal-hal tersebut maka perlu dilakuakan pemberdayaan penyuluhan peningkatan gizi bayi dalam keluarga, agar masyarakat lebih memiliki pemahaman dan perubahan perilaku yang baik untuk penganggulangan gizi buruk pada bayi
Peningkatan Pengetahuan Siswa/i SMP Negeri 1 Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Dengan Penyuluhan Kesehatan Mengenai Manajemen Pembuangan Sampah Yang Baik Mindo Tua Siagian; Manurung, Kesaktian; Evawani Martalena Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pendidikan mayoritas penduduk Siatas Barita hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Rendahnya kualitas pendidikan di Siatas Barita tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Siatas Barita baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh. Salah satu sarana pendidikan yang terdapat di Siatas Barita. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Persiapan kegiatan meliputi kegiatan survei tempat pengabdian masyarakat yaitu di SMPN 1 Siatas Barita, Permohonan ijin kegiatan pengabdian masyarakat kepada pengurus dan Kepala Sekolah SMPN 1 Siatas Barita. Pengurusan administrasi (surat-menyurat). Persiapan alat dan bahan serta akomodasi Persiapan tempat untuk pendidikan kesehatan (penyuluhan) yaitu menggunakan salah satu ruangan kelas di sekolah tersebut. Kegiatan pendidikan kesehatan (penyuluhan) meliputi Pembukaan dan perkenalan dengan siswa/siswi SMPN 1 Siatas Barita yang menjadi sasaran kegiatan. Penyuluhan mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah di sekolah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar di sekolah. Pengmas ini dilaksanakan pada bulan maret-mei tahun 2023. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Samosir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita terlaksana dengan baik. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang manajemen pembuangan sampah yang baik di SMPN 1 Siatas Barita mendapatkan respon yang antusias dari para siswa/siswi SMPN 1. Didapatkan 3 pertanyaan dari peserta penyuluhan (siswa/siswi) terkait materi penyuluhan dan siswa/siswi di sekolah tersebut mengharapkan ada kegiatan penyuluhan kembali terkait pengelolaan dan daur ulang sampah. Saran Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran masyarakat yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mengenai kesehatan pada remaja.
Program Penanggulangan Bencana Serta Peningkatan Kapasitas Dan Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Asahan Melalui Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) Di Kabupaten Asahan Siagian, Mindo Tua; Evawani Martalena Silitonga; Nettietalia Brahmana; Ali Khomeni; Dwi Oktavinda Bangun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Penanggulangan Bencana Serta Peningkatan Kapasitas Dan Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Asahan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Katana). Mengingat Kabupaten Asahan merupakan daerah yang rawan bencana alam, program ini difokuskan pada pembentukan dan pemberdayaan kelompok keluarga yang dapat mengelola risiko bencana dengan lebih efektif. Pelatihan ini mencakup aspek pemahaman tentang jenis-jenis bencana, pengenalan alat-alat evakuasi, pembuatan rencana evakuasi keluarga, serta keterampilan mitigasi bencana di tingkat rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat lokal yang menjadi peserta. PkM ini dilaksanakan pada bulan September-November tahun 2024, lokasi PkM di 7 Desa di Kabupaten Asahan. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, terbentuknya kelompok Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di setiap desa memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat terhadap potensi bencana. Namun, program ini juga menghadapi tantangan, seperti terbatasnya infrastruktur tanggap darurat di beberapa daerah dan kurangnya sumber daya manusia yang terlatih untuk mendampingi kelompok Katana secara berkelanjutan. Untuk itu, disarankan adanya peningkatan kapasitas infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan pendanaan agar program ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi besar dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Asahan.
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI PASAR RAKYAT TANJUNG MORAWA Mido Ester J. Sitorus; Siagian, Mindo Tua; Johansen Hutajulu; Evawani Martalena Silitonga; Zubaidah Mastura Daulay; Ignasius Simamora
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6236

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di kawasan perkotaan, khususnya sampah organik dan anorganik campuran. Kurangnya kesadaran pedagang dan pengunjung pasar terhadap pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan masalah lingkungan seperti bau tak sedap, pencemaran air, dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Pasar Rakyat Tanjung Morawa. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan praktik pengelolaan sampah, serta pendampingan pembuatan kompos dan sistem pemilahan. Pelaksanaan PkM ini pada bulan Maret-Juni 2025 berlokasi di Pasar Rakyat Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga pasar mengenai klasifikasi sampah dan metode pengelolaannya. Implementasi sistem pemilahan dan pembuatan kompos juga mulai berjalan, meski masih memerlukan pengawasan lanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model edukatif dan aplikatif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di pasar tradisional lainnya.
PENYULUHAN GIZI TENTANG MENU BERBAHAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPANG LIMUN KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2025 Hutajulu, Johansen; Mindo Tua Siagian; Evawani Martalena Silitonga; Mido Ester J. Sitorus; Febri Putra Sukurman Zalukhu; Kristian Adesaputra Zendrato
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6912

Abstract

Latar belakang: Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Gizi Tentang Menu Berbahan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Simpang Limun Kecamatan Medan Kota Tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Tujuan: Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan local padat gizi, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Hasil: Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat. Disarankan kepada Ibu balita diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh mengenai gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal padat gizi dalam kehidupan sehari-hari, serta aktif memantau pertumbuhan anak melalui kegiatan posyandu secara rutin. Kesimpulan: Pada kader Perlu dilakukan pendampingan dan edukasi lanjutan secara berkala kepada ibu balita guna memperkuat perubahan perilaku dan memastikan keberlanjutan upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kepada Pemerintah Diharapkan dapat mendukung kegiatan serupa melalui integrasi program edukasi gizi berbahan pangan lokal dengan program kesehatan ibu dan anak, serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.