Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi ClassDojo Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Bagi Guru SMP YPK Merauke Dina Mariana Br Tarigan; Angla Florensy Sauhenda
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v1i4.251

Abstract

This study aims to describe training in the use of the ClassDojo learning application as an effort to increase learning for YPK Merauke Middle School teachers. This study discusses the training provided to YPK Merauke Middle School teachers to the assistance provided by the team. Implementation of learning using learning applications can increase teacher creativity in conducting learning in class. This, of course, must be carried out by training so that teachers can apply it in the classroom. This research uses descriptive qualitative method as a process in conducting research. This research was conducted at YPK Merauke Middle School by involving YPK Merauke Middle School teachers as training participants. This study uses data collection techniques with the stages of observation, interviews, documentation, and recording
Ujaran Kebencian terhadap Capres Cawapres pada Pemilu 2024 di Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik Br. Tarigan, Dina Mariana; Monika, Santy; Sauhenda, Angla Florensy; Wahyuniar, Wahyuniar
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang ujaran kebencian terhadap ketiga capres dan cawapres pada pemilu 2024 di media sosial X dengan menggunakan kajian linguistik forensik. Adapun jenis jenis ujaran kebencian yang telah ditemukan oleh peneliti adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks atau penyebaran berita bohong dan provokasi atau menghasut. Setelah ditemukan jenis-jenis ujaran kebencian selanjutnya ujaran kebencian tersebut secars kajian linguistik forensik telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat kemudian data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan ujaran kebencian yang paling banyak ditemukan adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan yaitu sebanyak 372 ujaran yang dilakukan oleh netizen pada ketiga akun resmi capres dan cawapres 2024 di media sosial X.
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS) Tarigan, Dina Mariana Br
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i1.16853

Abstract

AbstractAnalysis of Metaphor Implicature and Multicultural Feminism Flows on the Lyrics of the Song "Nala" Created by Tulus. The lyrics of the song entitled "Nala" by Tulus tell about the love life of a character named Nala. Nala is the main character in the song lyrics by Tulus. Nala is a woman who lives a simple life and is strong in finding her soul mate. The story is written in song lyrics wrapped in linguistic style. The language style used in Nala's song lyrics is metaphorical implicatures of the type of love (serenada) and sadness (elegy). Through the use of metaphorical implicature, a multicultural feminist value can be found in the lyrics of Nala's song. The lyrics of the song Nala contain the meaning that injustice or discrimination against women occurs from the perspective of multicultural feminism. This research has two problem formulations, the first is to analyze the metaphorical implicatures contained in the lyrics of Tulus's song entitled "Nala" and the second is to analyze the flow of multicultural feminism contained in the lyrics of Tulus's song entitled "Nala". To analyze the data in this research, the author used a qualitative descriptive method. This research aims to determine the metaphorical implicature of the lyrics of Tulus' song entitled "Nala". Then, with this research, readers can find out that injustice is not only a matter of sex or gender, namely for women, but is also influenced by age, ethnicity, religion, appearance, education and economic factors. Multicultural feminism really upholds the value of diversity and culture. All humans should be treated equally and receive the same respect.Keywords: multicultural feminism, metaphorical implicature, song lyricsAbstrakAnalisis Implikatur Metafora dan Aliran Feminisme Multikultural pada Lirik Lagu “Nala” Ciptaan Tulus. Lirik lagu yang berjudul “Nala” karya Tulus menceritakan tentang kehidupan percintaan seorang tokoh yang bernama Nala. Nala adalah tokoh utama yang ada dalam lirik lagu karya Tulus. Nala merupakan seorang perempuan yang hidup sederhana dan tangguh dalam menemukan tambatan hati. Kisah itu ditulis dalam lirik lagu yang dibungkus melalui gaya bahasa. Gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu Nala adalah implikatur metafora yang berjenis percintaan (serenada) dan kesedihan (elegi). Melalui penggunaan gaya bahasa implikatur metafora ditemukan sebuah nilai aliran feminisme multikultural pada lirik lagu Nala. Lirik lagu Nala mengandung makna bahwa terjadinya ketidakadilan atau diskriminasi terhadap perempuan dalam perspektif feminisme multikultural. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yang pertama adalah menganalisis implikatur metafora yang terdapat pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala” dan yang kedua adalah menganalisis aliran feminism multikultural yang terdapat pada lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala”. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya implikatur metafora lirik lagu Tulus yang berjudul “Nala”. Kemudian dengan adanya penelitian ini, pembaca dapat mengetahui bahwa ketidakadilan bukan hanya persoalan jenis kelamin atau gender yaitu pada perempuan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor usia, suku, agama, penampilan, pendidikan, dan ekonomi. Aliran feminisme multikultural sangat menjunjung tinggi nilai keberagaman dan kebudayaan. Sudah semestinya semua manusia harus diperlakukan setara dan mendapatkan penghargaan yang sama.Kata-kata kunci: feminisme multikultural, implikatur metafora, lirik lagu
Pelatihan Public Speaking pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Musamus Tarigan, Dina Mariana Br; Sauhenda, Angla Florensy; Monika, Santy; Wahyuniar, Wahyuniar; Retnaningtyas, Hanova Rani Eka; Hurit, Andreas Au
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14049

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa pelatihan public speaking pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Musamus. Pelatihan public speaking ini berguna untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa di depan umum dan dapat meningkatkan nilai akademik mahasiswa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Universitas Musamus yang terletak di Kota Merauke. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode ceramah dalam memaparkan materi kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Pada sesi praktik mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan atau mengaplikasikan materi yang telah diberikan di awal kegiatan. Pada kegiatan ini, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia antusias mengikuti pelatihan mulai dari awal hingga kegiatan selesai.
Tindak Tutur Ilokusi Pada Pembelaan Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Tarigan, Dina Mariana Br; Retnaningtyas, Hanova Rani Eka; Santo, Zem
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol. 14 No. 1 (2024): Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v14i1.14501

Abstract

Penelitian ini berjudul Tindak Tutur Ilokusi pada Pembelaan Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida. Penelitian ini menganalisis tindak tutur ilokusi yang menghasilkan tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur ilokusi direktif, tindak tutur ilokusi komisif, dan tindak tutur ilokusi ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis datanya. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini ditemukan empat tindak tutur ilokusi beserta fungsinya yaitu tindak tutur ilokusi asertif terdapat 3 fungsi tindak tutur yaitu tindak tutur yang berfungsi memberitahukan, tindak tutur yang berfungsi mengeluh, dan tindak tutur yang berfungsi melaporkan, kemudian terdapat tindak tutur ilokusi direktif yang menghasilkan dua fungsi tindak tutur yaitu tindak tutur yang berfungsi memohon dan tindak tutur yang berfungsi meminta. Lalu, terdapat tindak tutur ilokusi komisif yang menghasilkan dua fungsi tindak tutur yaitu tindak tutur bersumpah dan tindak tutur yang berfungsi memanjatkan doa. Selanjutnya, terdapat tindak tutur ilokusi ekspresif yang menghasilkan enam fungsi tindak tutur yaitu tindak tutur mengucapkan terima kasih, menyalahkan, menuduh, memuji, menentang, dan mengungkapkan rasa sedih.
Penggunaan Majas pada Novel Jake dan Melly Karya Anna Anderson Dina Mariana Br. Tarigan; Santy Monika
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Kode: Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kutipan novel Jake dan Melly karya Anna Anderson. Jenis danmetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah majas-majas yang terkandung dalam kutipan-kutipan teks novel Jake dan Melly karya Anna Anderson. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara membaca, menandai menginterpretasikan, menandai, mengklasifikasikan dan mendeskripsikan kutipan-kutipan berdasarkan landasan teori tentang majas-majas yang sesuai dalam teks novel tersebut. Data yang ditemukan kemudian dicatat dan diklasifikasikan dan ditemukan tiga majas yaitu majas pertentangan, majas perbandingan dan majas penegasan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam teks novel Jake dan Melly karya Anna Anderson terdapat beberapa majas yaitu: (1) Hiperbola terdapat 9 data kutipan, (2) Ironi terdapat 4 data kutipan, (3) Antitesis terdapat 1 data kutipan, (4) Sinisme terdapat 1 data kutipan, (5) Metafora terdapat 6 data kutipan, (6) Personifikasi terdapat 1 data kutipan, (7) Simile terdapat 4 data kutipan, dan (8) Klimaks terdapat 3 data kutipan. Selanjutnya data kutipan yang ditemukan kemudian diinterpretasikan dan dideskripsikan kedalam simpulan. Berdasarkan data yang ditemukan menjelaskan bahwa Novel Jake dan Melly karya Anna Andersonmemberikan ciri khas tersendiri terhadap gaya bahasa pada novel tersebut agar menadik dan menyenangkan pembaca. Kata Kunci: Novel Jake dan Melly Karya Anna Anderson, majas perbandingan, majas penegasan, majas, majas pertentangan
Ujaran Kebencian terhadap Capres Cawapres pada Pemilu 2024 di Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik Br. Tarigan, Dina Mariana; Monika, Santy; Sauhenda, Angla Florensy; Wahyuniar, Wahyuniar
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63699

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang ujaran kebencian terhadap ketiga capres dan cawapres pada pemilu 2024 di media sosial X dengan menggunakan kajian linguistik forensik. Adapun jenis jenis ujaran kebencian yang telah ditemukan oleh peneliti adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks atau penyebaran berita bohong dan provokasi atau menghasut. Setelah ditemukan jenis-jenis ujaran kebencian selanjutnya ujaran kebencian tersebut secars kajian linguistik forensik telah melanggar Undang Undang Republik Indonesia tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat kemudian data yang telah dikumpulkan lalu dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan ujaran kebencian yang paling banyak ditemukan adalah ujaran kebencian yang bersifat penghinaan yaitu sebanyak 372 ujaran yang dilakukan oleh netizen pada ketiga akun resmi capres dan cawapres 2024 di media sosial X.
TINGKAT HIERARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW PADA TOKOH UTAMA DALAM SERIAL TELEVISI YANG BERJUDUL GADIS KRETEK YANG DISUTRADARAI OLEH KAMILA ANDINI DAN IFA ISFANSYAH Tarigan, Dina Mariana Br.; Monika, Santy
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 8 No 2 (2025): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v8i2.3849

Abstract

This study aims to identify five levels of hierarchy of needs according to Abraham Maslow's theory in the main character in the television series entitled Gadis Kretek. The research method used is descriptive qualitative, namely a research method that aims to examine the object or subject of research in detail, such as presenting information such as events, symptoms, and incidents as they are. The data collection technique used is the technique of observing and recording, while the data analysis technique uses a technique consisting of data reduction, then presenting the data and then drawing conclusions. The results of this study are the discovery of five levels of hierarchy of needs according to Maslow's theory, namely physiological needs, security needs, social needs, esteem needs and self-actualization needs. The main character Jeng Yah in the television series entitled Gadis Kretek has achieved the highest need of Maslow's five needs, namely the need for self-actualization. This is because the main character, Jeng Yah, has achieved four levels of Maslow's hierarchy of needs, namely physiological needs, security needs, social needs, and esteem needs.