Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kinetika Ekstraksi Biji Kopi Arabika (Coffea Arabika) Lailatul Fatma; Nabilah Lu’aili Fauziah; Zuhriah Mumtazah; Helda Wika Amini; Boy Arief Fachri
Journal of Biobased Chemicals Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Biobased Chemicals
Publisher : Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jobc.v4i2.1325

Abstract

Biji kopi merupakan bibit tanaman kopi dan sumber minuman kopi. Biji kopi arabika mengandung minyak yang memiliki banyak manfaat. Proses ekstraksi minyak (zat terlarut) pada kopi dapat dilakukan melalui ekstraksi pelarut (leaching). Proses ekstraksi minyak biji kopi menggunakan n-heksana sebagai pelarut karena dapat melarutkan senyawa-senyawa yang mempunyai sifat yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari biji kopi arabika dan mengetahui model kinetika ekstraksi minyak atsiri dari biji kopi arabika dengan cara leaching. Proses pemisahan minyak kopi dan pelarut menggunakan analisis termogravimetri dengan suhu 80℃ hingga massa sampel konstan. Variabel yang digunakan adalah suhu dan waktu. Waktu ekstraksi adalah 2 jam dengan waktu pengambilan setiap 10 menit. Suhu yang digunakan adalah 30°, 40°, dan 50℃ dengan perbandingan bahan dan pelarut 1:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinetika ekstraksi kopi arabika mengikuti model kinetika ekstraksi orde dua. Nilai parameter kinetika orde kedua ekstraksi minyak atsiri kopi arabika yaitu kapasitas ekstraksi (Cs) pada suhu 30°, 40°, dan 50℃ masing-masing sebesar 5,45836, 5,46, dan 5,46001 g L-1, laju reaksi awal. ekstraksi (h) sebesar 0,00762718, 0,00756716, dan 0,0104452 gL-1menit-1, konstanta laju ekstraksi (k) sebesar 0,000256, 0,000254, dan 0,00035 g-1L-1menit-1 , dan nilai determinasi sebesar 0,9965, 0,9967 dan 0,9983.
Development of Silica-based Materials from Natural Sources as A Green Catalyst for Biofuel Production Nugraha, Reva Edra; Aziz, Abdul; Sunarti, A.R Yelvia; Nurherdiana, Silvana Dwi; Mumtazah, Zuhriah; Sholeha, Novia Amalia; Nurmawati, Ardika; Islamiyah, Syuaibatul; Nandini, Atika; Saputro, Erwan Adi
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 13, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.13.3.40369

Abstract

Mesoporous silica is a versatile material characterized by its highly ordered nanoporous structure with pore diameters ranging from 2 to 50 nanometers. This unique structure provides a large surface area and volume, making mesoporous silica an excellent candidate for various applications in adsorption, drug delivery, catalysis, and environmental remediation. Mesoporous silica can be synthesized using commercial or natural silica precursors such as mineral clay and other natural sources. Promising alternative sources of silica for synthesizing mesoporous materials encompass a range of materials, including various clay minerals such as kaolin, rectorite, halloysite, montmorillonite, sepiolite, hectorite, bentonite, talc, muscovite, paragonite, palygorskite, and chlorite. Other natural sources like beach sand, geothermal sludge, and sepiolite also show significant potential for mesoporous material synthesis. However, these sources have not been extensively explored and warrant further investigation in the field. The mesoporous silica from natural sources has been widely used as a catalyst for biofuel production via hydrocracking, catalytic cracking, and deoxygenation reactions
Kinetics Study in Essential Oil Extraction from Basil Leaves by Microwave Assisted Hydrodistillation Putri, Ditta Kharisma Yolanda; Udroto, Firsta Retnaningtyas; Fatimah, Dianavita; Fachri, Boy Arief; Rahmawati, Istiqomah; Mumtazah, Zuhriah; Palupi, Bekti; Al Fajri, Maktum Muharja
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v9i1.4930

Abstract

Essential oil is compounds that contained in plants and have many benefits. Basil is an aromatic plant that can produce essential oils. Essential oils can be extracted from basil leaves using Microwave Assisted Hydrodistillation (MAHD) method. To determine the efficiency of the MAHD method, it’s necessary to study the kinetics of the extraction method. It’s because kinetic studies can be used to identify the optimal point in the process where the highest efficiency is obtained, so the extraction process can be optimized. The aim of this research is to evaluate the suitable kinetic model for the basil leaf extraction process using the MAHD method. This extraction using 100 grams of basil leaves and 200mL aquadest, heated at various microwave power 150W, 300W, and 450W. The extractions were carried out for 70 minutes with 10 min intervals. The results showed that the largest oil yield was obtained when using 450W power, which was 0.190 grams. Based on the experimental data obtained, the most suitable kinetic model is second-order model. This can be analyzed from the highest R2 (0.9946 – 0.9999) and the lowest RMSE (0.0062 – 0.0349). Increasing the irradiation power will affect the extraction rate and parameter values of each kinetic model.
Pemanfaatan Ulva sp. pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Limbah Cair Batik Palupi, Bekti; Megasari, Tri Elok Setya; Adelina, Saltsabita Nourin; Fachri, Boy Arief; Rahmawati, Istiqomah; Rizkiana, Meta Fitri; Amini, Helda Wika; Muharja, Maktum; Mumtazah, Zuhriah
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8466

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Dalam produksinya, batik menggunakan bahan pewarna, malam, dan zat-zat kimia lainnya. Penggunaan bahan tersebut menghasilkan limbah cair dengan kandungan kadar minyak dan lemak, COD, dan pH yang tinggi. Selain itu, limbah yang dibuang langsung ke lingkungan merupakan limbah yang beracun dan dapat merusak ekosistem. Metode High Rate Algae Reactor (HRAR) menggunakan Ulva sp. digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tablet CO2, lama penyinaran, dan banyaknya suspensi Ulva sp. dalam pengolahan limbah. Ulva sp. sebanyak 5 – 15% dimasukkan ke dalam HRAR bersamaan dengan limbah cair batik, kemudian dilakukan penambahan tablet CO2 sebanyak 0,27 – 0,81 gram yang selanjutnya dilakukan penyinaran selama 6 – 24 jam. Optimasi pengolahan limbah dilakukan menggunakan metode RSM (Response Surface Methodology) dengan rancangan percobaan kombinasi perlakuan Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert 13. Berdasarkan hasil penelitian, variabel pengolahan limbah paling optimal berada pada saat konsentrasi suspensi Ulva sp. 5%, lama penyinaran 24 jam, dan massa tablet CO2 sebesar 0,27 gram. Respon yang diperoleh pada variabel tersebut yakni kadar COD 48,2 mg/L, kadar minyak dan lemak 0,432 mg/L, serta nilai pH 7,929.
Optimasi Ekstraksi Flavonoid dari Ulva lactuca dengan Kombinasi Cell Disruption dan Ultrasound-Assisted Hot Water Helda Wika Amini; Muhammad Rizky Kurniawan; Nida Ayu Salsabila; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Meta Fitri Rizkiana; Istiqomah Rahmawati; Bekti Palupi; Yukti Nurani; Rekfa Wika Amini
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 2 (2025): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.2.98141.284-295

Abstract

Ulva lactuca merupakan biota laut yang berpotensi sebagai sumber bahan aktif kosmetik karena kandungan bioaktifnya seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi flavonoid serta menganalisis nilai Sun Protection Factor (SPF) U. lactuca menggunakan kombinasi metode cell disruption dan ultrasound-assisted hot water (UAHW). Tiga metode perlakuan cell disruption (tanpa perlakuan, osmotic shock, dan hidrotermal dengan autoklaf) dikombinasikan dengan variabel UAHW yaitu suhu ultrasonik (40, 60, 80 °C) dan waktu ultrasonik (5, 10, 15 menit). Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% pada serbuk U. lactuca berukuran 60 mesh. Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Box–Behnken Design (BBD). Hasil menunjukkan bahwa total flavonoid dan nilai SPF tertinggi (33,23 mg QE/g dan SPF 20,80) diperoleh tanpa perlakuan cell disruption, pada suhu 80 °C dan waktu ekstraksi 10 menit. Penelitian ini menegaskan bahwa metode UAHW efektif meningkatkan ekstraksi flavonoid dan SPF meskipun tanpa cell disruption. Selain itu, pendekatan RSM terbukti efisien dalam optimasi proses. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan bahan aktif alami U. lactuca untuk aplikasi kosmetik, khususnya sebagai agen pelindung sinar UV.Optimization of Flavonoid Extraction from Ulva lactuca Using a Combination of Cell Disruption and Ultrasound-Assisted Hot Water. Ulva lactuca is a marine organism with significant potential as a source of active ingredients for cosmetic applications, owing to bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins. This study aimed to extract flavonoids and evaluate the Sun Protection Factor (SPF) of U. lactuca using a combination of cell disruption methods and ultrasound-assisted hot water (UAHW) extraction. Three cell disruption treatments (no treatment, osmotic shock, and hydrothermal using an autoclave) were combined with UAHW variables, including ultrasonic temperature (40, 60, 80 °C) and ultrasonic time (5, 10, 15 minutes). The extraction was conducted using 96% ethanol as a solvent on U. lactuca powder sieved to 60 mesh. Optimization was performed using Response Surface Methodology (RSM) with a Box–Behnken Design (BBD). The highest total flavonoid content (33.23 mg QE/g extract) and SPF value (20.80) were obtained without cell disruption, at 80°C for 10 minutes. The study confirms that UAHW effectively enhances flavonoid extraction and SPF, even without cell disruption. Furthermore, the RSM approach proved efficient for process optimization. This study contributes to developing natural active ingredients from U. lactuca for cosmetic applications, particularly as UV-protective agents.
Pembuatan biogas dari jerami padi dan kotoran sapi di Desa Sumber Jeruk Kecamatan Kalisat Ditta Kharisma Yolanda Putri; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Istiqomah Rahmawati; Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Merymistika Yufrani Afred; Ocita Galuh Permatasari; Anak Agung Nabilla Azzahrah; Hilda Huril Ainia; Nayyara Aida Buana; Nirina Indi Naraismanti; Putri Ayu Salsabila; Gavinda Tsubutul Akmal; Muhammad Nabil Suryagama; Ilyas Arya Pratama; Dwi Intan Noer Aini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30268

Abstract

AbstrakKrisis energi akibat kelangkaan minyak mentah telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas secara signifikan. Untuk menanggulangi dampak tersebut, pemerintah memberikan subsidi LPG kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, realisasinya masih kurang efektif karena tidak tepat sasaran, sehingga menyebabkan keterbatasan ketersediaan LPG bersubsidi. Di sisi lain, limbah biomassa seperti jerami padi dan kotoran sapi yang melimpah di wilayah pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Jember, dengan tujuan memberikan solusi pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi alternatif berupa biogas, sekaligus sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG. Metode yang digunakan dalam produksi biogas adalah fermentasi fed-batch dengan penambahan EM4 sebagai aktivator mikroorganisme.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi jerami padi dan kotoran sapi mampu menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Selain membantu mengurangi limbah organik, inovasi ini juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi di tingkat rumah tangga. Pengolahan limbah biomassa menjadi biogas merupakan solusi tepat guna yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam menghadapi keterbatasan energi fosil. Kata kunci: biogas; LPG; limbah jerami padi; kotoran sapi; fermentasi fed-batch. AbstractThe energy crisis due to the scarcity of crude oil has caused a significant increase in the price of fuel oil and gas. To overcome this impact, the government provides LPG subsidies to people with low incomes. However, its realization is still ineffective because it is not on target, resulting in limited availability of subsidized LPG. On the other hand, biomass waste such as rice straw and cow dung which are abundant in rural areas have not been optimally utilized, even though they have great potential as renewable energy sources. This community service activity was carried out in Sumber Jeruk Village, Jember Regency, with the aim of providing a solution for utilizing biomass waste into alternative energy in the form of biogas, as well as an effort to reduce dependence on LPG. The method used in biogas production is fed-batch fermentation with the addition of EM4 as a microorganism activator. The results of the activity show that the combination of rice straw and cow dung is able to produce biogas that can be used as an alternative fuel. In addition to helping reduce organic waste, this innovation also contributes to supporting energy security at the household level. Processing biomass waste into biogas is an appropriate solution that is environmentally friendly and sustainable in overcoming the shortage of fossil fuel energy. Keywords: biogas; LPG; rice straw waste; cow manure; fed-batch fermentation
Co-Authors Abdul Aziz Achri Isnan Khamil Adelia Nanda Pramudya Adelina, Saltsabita Nourin Adiana, Bernanda Delta Adinda Yufriza Aina Christalia Rinastiti Al Fajri, Maktum Muharja Amartya, Audi Nur Anak Agung Nabilla Azzahrah Anandya Zulham Valensyah Andini, Angger Ansori Ansori AR Yelvia Sunarti Ardika Nurmawati, Ardika Atiqa Rahmawati Azizi, Hosshofil Azhar Bekti Palupi Boy Arief Fachri Diana Permata Nur Mifdatun Jannah Dianavita Fatimah Dianita Ivana Permata Ditta Kharisma Yolanda Putri Dwi Imam Sahroni Waji Dwi Intan Noer Aini Erwan Adi Saputro Faqih, Hana Fatimah, Dianavita Febri Adrian Firmansyah, Muhammad Alfian Gavinda Tsubutul Akmal Helda Wika Amini Helda Wika Amini Hellna Tehubijuluw Hilda Huril Ainia Husna Wardati Ilyas Arya Pratama Irawan, Dwi Agustin Istiqomah Rahmawati Istiqomah Rahmawati Lailatul Fatma Lailatul Krisna Abdullah M. Zikrillah Maktum Muharja Megasari, Tri Elok Setya Merymistika Yufrani Afred Meta Fitri Rizkiana Muhammad Dhaffa Mahendra Muhammad Nabil Suryagama Muhammad Rizky Kurniawan Muhammad Zufar Syah Muharja, Maktum Nabilah Lu’aili Fauziah Nandini, Atika Nayyara Aida Buana Nida Ayu Salsabila Nirina Indi Naraismanti Nur Laila Ida Fitria Ocita Galuh Permatasari Pramudiska, Riavinola Viyoni Pratamai Shelli Putri Ayu Salsabila Rahmatullah, Moh. Fajar Ratri Sekaringgalih Raygita May Hastuti Rekfa Wika Amini Reva Edra Nugraha Rizki Fitria Darmayanti Saputra, Ilham Sari, Difka Augustina Diana Sholeha, Novia Amalia Silvana Dwi Nurherdiana Siregar, Monika Jelita Soleh, Achmad Rodi Sunarti, A.R Yelvia Syaifullah, Rangga Yudha Syuaibatul Islamiyah Tri Elok Setya Megasari Udroto, Firsta Retnaningtyas Widjatma, Ridho Rahadina Yolanda, Ditta Kharisma Yukti Nurani Zahwa Auliya Zahiyah