Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DESAIN PRIMER SECARA IN SILICO UNTUK AMPLIFIKASI GEN tcdA BAKTERI CLOSTRIDIUM DEFFILCILE Dewi , I Gusti Agung Ayu Satwikha; Octifani , Amellya
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 8 No 1 (2023): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v8i1.3806

Abstract

Antibiotics are drugs used to fight infections caused by bacteria. C. difficile bacteria is a bacterium that causes Clostridium difficile infection (ICD). Toxin A of C. difficile bacteria is exotoxin A (tcdA) which is a virulence factor that causes disease. Toxin A can damage the intestinal mucosa and cause bleeding. The cost of examining and treating patients with AAD and PMC is very high, so the dosage must be determined correctly. Laboratory tests function to determine the presence or absence of an ICD. The discovery of specific biomarkers is a discovery priority to improve the quality of laboratory tests. Specific primary design is an important step in all types of laboratory examination methods, one of which is molecular examination by PCR. The primary design must have specific properties so as to be efficient at target amplification. This study aims to obtain a primer design that can be used to limit the amplification area of the TcdA gene in silico. This study used a literature study from the NCBI genbank to obtain the tcdA gene sequence of C. defficile bacteria with accession number DQ902560.1. The tcdA gene sequence of C. difficile bacteria was analyzed using Primer3Plus to determine whether there is hairpin and dimer formation. Furthermore, identification was carried out using web-based in silico PCR to determine the number of amplicon and visualization on the electrophoretic gel. The level of tcdA gene homology in the species group in the BLAST test. The results showed that the best primer design for in silico detection of the tcdA gene of C. difficile was the forward primer 5'-GCAGATGCCAAGAGACACAC-3' and the reverse primer 3'-GCAGATGCCAAGACACACAC-5'. The primary design is able to amplify the tcdA gene region with a size of 247 amplicons.
THE RELATIONSHIP OF BREAKFAST HABITS WITH HEMOGLOBIN LEVELS IN CLASS XI STUDENTS AT SMA NEGERI 7 DENPASAR Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Dwijastuti, Ni Made Sri; Septiasari, Ni Putu Senshi; Widiantari, Ni Putu; Eka Putri, Ni Putu Puniari
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 12, No 1 (2024): Meditory, Volume 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v12i1.3215

Abstract

Introduction: Hemoglobin levels are a clinical parameter in routine hematology examinations which are used to determine whether there are health problems. Adolescents need to pay attention to hemoglobin levels because hemoglobin levels are crucial for supporting the physical, mental and academic well-being of adolescents during this important phase of their growth and development. Method: This research method is observational research with a cross sectional approach. This research was conducted at SMA Negeri 7 Denpasar, Wednesday 24 May 2023. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 42 students in class XI of SMA Negeri 7 Denpasar. Results: There were 8 students in class Students who did not have breakfast had normal and high hemoglobin levels, while students who had breakfast had low, normal and high hemoglobin levels. The results of the analysis using the Somers'D test showed that there was no relationship between breakfast habits and hemoglobin levels with p value = 0.188 or p 0.05. Conclusion: Breakfast habits do not directly affect hemoglobin levels.Keywords : breakfast, hemoglobin, teenager
Pelatihan Aplikasi Sehat Tanpa Tuberkulosis (SENTER) TB pada Penderita Tuberkulosis di Kota Denpasar I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Gde Palguna Reganata; Ni Ketut Sari Mertadewi; Rajdev Dhillon; Ayu Dyahsavira Setyartini
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2541

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam melakukan pengobatan yang berbasis aplikasi digital karena metode home visit masih dirasa kurang efektif sehingga menyebabkan risiko munculnya TB RO. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, dimana aplikasi yang dikembangkan oleh tim akan diberikan pada pasien dan dilakukan pelatihan untuk membiasakan pasien menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi diperoleh bahwa seluruh aspek intrinsik telah berada di atas 75%, selain itu dari tabel silang pre post diperoleh hasil yang cukup efektif, karena terdapat 75% pasien yang berubah status dari positif ke negatif pada ranah bakteriologis. Praktek serta pendampingan pasien dinyatakan 83,4% dengan sangat mudah menggunakan aplikasi Senter TB sehingga dapat membantu pasien TB dalam mengingatkan jadwal minum obat menggunakan notifikasi bernuansa budaya Bali.
PENYULUHAN DAN PENGUKURAN TINGKAT PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SD SATHYA SAI DENPASAR Sri Dwijastuti, Ni Made; Aryasa, I Wayan Tanjung; Ayu Satwikha Dewi, I Gusti Agung; Senshi Septiasari, Ni Putu; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.131-137

Abstract

Cacingan adalah salah satu penyakit di daerah beriklim tropis yang sering kali diremehkan dan diabaikan. Penyakit cacingan pada manusia disebabkan adanya infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminth). Prevalensi cacingan di Indonesia umumnya masih tinggi dengan persentase 60-90%. Anak-anak yang berada dalam usia sekolah dasar adalah golongan yang paling berisiko mengalami infeksi ini. Penyuluhan mengenai cacingan serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) penting dilakukan utamanya kepada anak-anak sekolah dasar untuk mencegah cacingan. Oleh karena itu, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Bali Internasional melaksanakan penyuluhan kesehatan di SD Sathya Sai Denpasar untuk mengukur personal hygiene dan skrining risiko cacingan dari siswa di sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, wawancara dan pemeriksaan langsung. Berdasarkan hasil kegiatan, diketahui bahwa secara umum, para siswa sudah memiliki kebiasaan personal hygiene yang baik. Hasil pemeriksaan potongan kuku siswa menunjukkan tidak ditemukan telur cacing, yang berarti risiko cacingan pada siswa SD Sathya Sai tergolong rendah.
PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 7 DENPASAR, KOTA DENPASAR, PROVINSI BALI Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Sri Dwijastuti, Ni Made; Senshi Septiasari, Ni Putu; Tanjung Aryasa, I Wayan; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1057-1062

Abstract

Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang bertindak sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh, dan kadar hemoglobin yang optimal adalah kunci untuk memastikan fungsi tubuh yang optimal. Hemoglobin juga berperan mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Pertumbuhan hemoglobin yang sehat pada masa remaja memiliki beberapa dampak penting pada kesehatan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Program studi D IV Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Bali Internasional mengadakan pemeriksaan kadar hemoglobin secara gratis pada remaja di SMA Negeri 7 Denpasar, Provinsi Bali. Metode yang dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah seperti kepala sekolah dan guru, melakukan persiapan alat dan bahan pemeriksaan, melakukan pemeriksaan hemoglobin dengan metode Point  Of  Care  Testing (POCT), dan evaluasi kegiatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2023 dan diikuti oleh 42 siswa SMA Negeri 7 Denpasar yang mejadi responden. Kadar hemoglobin siswa kelas XI SMA Negeri 7 Denpasar sebagian besar berada dalam batas normal sebanyak 21 orang. kegiatan ini diharapkan remaja memahami status kadar hemoglobin serta mampu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup siswa muda serta meningkatkan potensi akademik dan sosial mereka.
PENGUATAN PENGELOLAAN SAMPAH DALAM UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL Putu Senshi Septiasari, Ni; Wayan Tanjung Aryasa, I; Made Sri Dwijastuti, Ni; Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi, I; Putu Puniari Eka Putri, Ni; Putu Widiantari, Ni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1365-1371

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Program studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis yang bertujuan untuk mengetahui upaya civitas akademika UNBI dalam pengelolaan sampah sebagai upaya pengendalian vektor penyakit di lingkungan Universitas Bali Internasional dan menetahui jenis vektor penyakit apa saja yang terdapat di lingkungan Universitas Bali Internasional. Kegiatan ini melibatkan 6 orang dosen dan 5 orang mahasiswa program studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Bali Internasional.  Kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi kegiatan penempelan poster “Kantin Sehat” dan “Ayo Pilah Sampahmu” yang ditempel di lingkungan kantin, dekat tempat sampah, mading kampus dan di depan laboratorium Universitas Bali Internasional. Kemudian acara dilanjutkan dengan mengidentifikasi jenis-jenis vektor penyakit yang di ambil di lingkungan Universitas Bali Internasional meliputi gedung, kantin, laboratorium, area parkir dan taman. Hasil identifikasi vektor yang didapat sebanyak 8 jenis vektor yang tersebar di kawasan Universitas Bali Internasional. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk dapat memberikan upaya peningkatan pengendalian vektor dan pencegahannya di lingkungan Universitas Bali Internasional.
PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL DI DESA SIBANGKAJA, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI Senshi Septiasari, Ni Putu; Sri Dwijastuti, Ni Made; Satwikha Dewi, I Gusti Agung Ayu; Widiantari, Ni Putu; Puniari Eka Putri, Ni Putu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3177-3182

Abstract

Triple burden merupakan tiga masalah kesehatan penting yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Jenis penyakit tidak menular merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian khusus pemerintah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan rutin mengadakan kegiatan posyandu anak-anak, cek Kesehatan gratis dan program senam lansia. Berdasarkan hal tersebut Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan gratis pada warga Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung-Bali. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pemeriksaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Bali Internsional telah tercapai 100%. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 74 orang. Warga Br. Piakan, Desa Sibangkaja sebagian besar memiliki kadar asam urat dan kolesterol normal dengan presentase 66,7% pada kadar kolesterol dan 66,2% pada kadar asam urat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek Kesehatan secara rutin dan berkelanjutan agar dapat mendeteksi dini adanya resiko  penyakit tidak menular (PTM).