Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efisiensi Pembiayaan Pendidikan sebagai Strategi Peningkatan Mutu di Sekolah Dasar: Studi Kasus SDN Mekarjaya Rinrin Oktariani; Riswandi Hilman; Ismawati Emalia; Lilis Kholisoh Nuryani; Asep Budi Tauhid
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i2.1723

Abstract

Educational financing management plays an important role in improving the quality of education in primary schools. However, limited school operational funds often become an obstacle to achieving optimal educational outcomes. This study aims to analyze the efficiency of educational financing as a strategy for improving education quality at SDN Mekarjaya, Tasikmalaya Regency. The research employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies involving the principal, teachers, and school financial documents. The findings indicate that the implementation of data-based planning, priority-scale budgeting, digital financial administration through the ARKAS application, and collaboration with various stakeholders contributed positively to improving school quality. Financing efficiency supported literacy programs, teacher competency development, learning effectiveness, and school management improvement. Although the school still faced challenges related to limited funding sources and administrative constraints, efficient financial management enabled the school to optimize available resources effectively. This study concludes that efficient, transparent, and accountable educational financing management can serve as a strategic instrument in supporting sustainable improvement in the quality of primary education.
EFEKTIVITAS METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MURID (Studi Kasus di SMAN 1 Talaga) Aam Amilasari; Lulus Sri Rahayu; Dewi Rahmawati; Maman Herman; Asep Budi Tauhid
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 3 (2026): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i3.23886

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran fisika di SMAN 1 Talaga yang masih menghadapi permasalahan terkait rendahnya keterlibatan aktif murid dan pemahaman konsep yang belum optimal, khususnya pada materi elastisitas. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan metode pembelajaran yang mampu mengaitkan konsep dengan pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1). Implementasi metode eksperimen dalam pembelajaran fisika, 2). Efektivitas metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar murid, dan 3). Strategi guru dalam penerapan metode eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi kepala sekolah, pengawas pembina, guru fisika, dan murid. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Implementasi metode eksperimen dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, 2). Metode eksperimen efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, dan keaktifan murid, serta 3). Strategi guru sebagai pengkondisi belajar, penjelas masalah, pemantau pelaksanaan, dan fasilitator mendukung keberhasilan pembelajaran, dengan keterlaksanaan mencapai 98,75% pada pertemuan pertama dan 100% pada pertemuan kedua dan ketiga.
MANAJEMEN KESISWAAN UNTUK PENINGKATAN KARAKTER MURID (Studi Kasus di SDN 2 Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran) Herlina Herdianto; Tuti Putri Kartika Sari; Samsul Aripin; Maman Herman; Asep Budi Tauhid
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 3 (2026): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i3.23885

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa manajemen kesiswaan pada penerapannya mengutamakan pada pembentukan karakter pada murid, hal ini sesuai pada konsep manajemen kesiswaan yang didalamnya mencakup sistem terencana untuk mengatur aktivitas siswa guna membentuk karakter, disiplin, dan mengembangkan potensi diri murid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang: 1) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek penerimaan murid baru untuk peningkatan karakter murid di SDN 2 Kedungwuluh; 2) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek bimbingan dan pembinaan karakter murid untuk peningkatan karakter murid di SDN 2 Kedungwuluh; 3) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek kelulusan dan alumni untuk peningkatan karakter murid di SDN 2 Kedungwuluh; 4) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek monitoring untuk peningkatan karakter murid di SDN 2 Kedungwuluh. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian didapatkan dari informan, yakni kepala sekolah guru, pengawas SD dan komite sekolah. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta melaksanakan triangulasi, selanjutnya data diolah dengan reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek penerimaan murid baru telah diterapkan secara konsisten dalam program SPMB setiap tahunnya, sehingga dapat meningkatkan karakter murid; 2) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek bimbingan dan pembinaan karakter murid dapat dilihat dari program pembinaan karakter dilakukan melalui integrasi dalam kegiatan harian terstruktur yang dilakukan oleh guru wali kelas; 3) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek kelulusan dan alumni dilaksanakan melalui sub-aspek kelulusan yang bukan sekadar memberikan ijazah, melainkan sebuah proses administratif dan edukatif yang terstruktur; 4) Manajemen kesiswaan ditinjau dari aspek monitoring dilakukan oleh kepala sekolah untuk memastikan bahwa seluruh program yang telah direncanakan berjalan secara optimal. Para guru melaporkan hasil evaluasi kegiatan manajemen kesiswaan
Co-Curricular Activities in Indonesian and Thai Primary Schools: A Comparative Study of Educational Policies, Character Development, and Twenty-First Century Competencies Sumiati, Sumiati; Saepul Hidayat, Asep; Budi Tauhid, Asep; Kusnandi, Kusnandi; Rahman Hakim, Arif; Kurniati, Nia; Selviani, Mesi; Anisong, Wichan
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 5 (2026): September
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i5.1586

Abstract

The objective of this comparative study examines how co-curricular activities are implemented in Indonesian and Thai primary schools, focusing on educational policies, implementation models, character development, and twenty-first-century competencies (the 4Cs). The method using a comparative qualitative case study design grounded in Creswell’s framework, data were collected from a purposively selected sample of eight primary school educators (five Indonesian and three Thai teachers) through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed thematically with triangulation across interview data, national policy documents, and prior empirical literature. Results: Indonesia enacts a structured, policy-mandated model through the Kurikulum Merdeka, centered on interdisciplinary project-based learning and the Pancasila Student Profile, whereas Thailand applies a flexible, community-based model under the Thailand 4.0 reform that integrates competency-based learning with Buddhist ethics and civic engagement; despite these structural differences, both systems use co-curricular activities to build character, critical thinking, creativity, collaboration, communication, intercultural competence, and global citizenship, while confronting shared challenges of teacher workload, authentic assessment, curriculum adaptation, and resource limitations in rural schools. The study contributes a comparative conceptual framework that positions co-curricular activities as a policy-to-practice bridge for holistic student development and offers evidence-based direction for strengthening primary education cooperation across ASEAN.