Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah keterbatasan intelektual pada anak tunagrahita, khususnya kategori sedang, yang meskipun memiliki potensi untuk berkembang, sering menghadapi kesulitan belajar. Salah satu kesulitan yang teridentifikasi melalui observasi di lapangan adalah rendahnya kemampuan siswa tunagrahita sedang kelas VII SMPKh dalam mengenali warna sekunder (warna campuran), dengan media pembelajaran yang digunakan guru saat ini dirasa kurang efektif. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan Stomple Color Board terhadap peningkatan kemampuan mengenal warna sekunder (hijau, oranye, dan ungu) pada anak tunagrahita sedang di SKh Negeri 02 Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain A-B-A (Baseline-Intervensi-Baseline). Subjek penelitian adalah satu orang siswa tunagrahita sedang kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kemampuan mengenal warna sebelum, selama, dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal warna sekunder setelah diberikan intervensi menggunakan permainan Stomple Color Board. Nilai mean level pada fase intervensi meningkat menjadi 76,75% dan 80,75%, dibandingkan dengan fase baseline awal. Setelah intervensi dihentikan, kemampuan anak tetap menunjukkan hasil positif. Dengan demikian, permainan Stomple Color Board terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna sekunder pada anak tunagrahita sedang.