Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : sarga

Penerapan Konsep Arsitektur Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kenyamanan Termal Bangunan Tanatap Coffee di Bekasi Novariza Yasmin; Lia Rosmala Schiffer
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna pada bangunan Tanatap Coffee di Bekasi. Dalam perkembangan arsitektur modern, keberlanjutan telah menjadi fokus penting untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi penggunanya. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, melibatkan observasi langsung pada elemen-elemen arsitektur yang diterapkan, seperti pemanfaatan energi alami, material ramah lingkungan, dan efisiensi tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanatap Coffee telah memanfaatkan beberapa prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemilihan vegetasi yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, pemanfaatan material daur ulang serta desain terbuka pada fasad bangunan turut mendukung pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna.
Identifikasi Kebutuhan Ruang Berdasarkan Potensi Subsektor Ekonomi Kreatif pada Bogor Creative Center Diky Pangestu; Raziq Hasan; Lia Rosmala Schiffer; Yonav Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/v19i2.2765

Abstract

Pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat kota menuntut tersedianya ruang yang mendukung aktivitas produksi, kolaborasi, dan pengembangan komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang berdasarkan subsektor ekonomi kreatif dominan di Kota Bogor, dengan fokus pada Bogor Creative Center (BCC) sebagai fasilitas utama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor kuliner, musik, dan kriya merupakan sektor dengan komunitas terbanyak dan aktivitas yang paling aktif. Namun, fasilitas ruang yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan spesifik masing-masing subsektor. Seperti pada ruang workshop kuliner belum tersedia, studio musik belum memenuhi standar akustik dan peredaman suara, dan ruang kriya belum dilengkapi zona kerja yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan desain ruang yang lebih adaptif dan partisipatif, termasuk penyediaan dapur terbuka, studio terinsulasi, serta ruang kriya semi terbuka yang mendukung kegiatan produksi dan edukasi. Penyesuaian desain ruang yang berbasis kebutuhan subsektor diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Bogor Creative Center sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengaruh Bentuk Bukaan Terhadap Kondisi Thermal Bangunan Masjid Jami Al-hurriyah Fadilawati Khairunnisa; Lia Rosmala Schiffer; Agus Dharma; Yonav Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk bukaan terhadap kondisi termal bangunan Masjid Jami Al-Hurriyah di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis kualitatif, bukan untuk pengujian statistik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, pengukuran suhu udara menggunakan termometer digital, serta analisis visual terhadap pola aliran udara pada setiap lantai bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bukaan yang terbatas di lantai dasar menyebabkansirkulasi udara tidak optimal dengan suhu berkisar antara 27,6–29,3°C; (2) penggunaan bukaan lebar berbahan kaca di lantai satu meningkatkan suhu ruang hingga 29,1°C akibat paparan radiasi matahari; dan (3) keberadaan bukaan vertikal berupa skylight di lantai dua mampu menciptakan mekanisme stack ventilation yang lebih efektif dengan suhu ruang berkisar antara 26,8–27,3°C. Meskipun demikian, seluruh lantai bangunan belum memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan SNI, yaitu 22,8–25,8°C. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi desain pasif, seperti optimalisasiventilasi silang, pengendalian radiasi matahari melalui elemen peneduh, serta pemilihan material bangunan yang mampu mengurangi perpindahan panas, guna meningkatkan kenyamanan termal pada bangunan masjid di iklim tropis.
Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Studi Banding Bangunan Pendidikan: Studi Kasus SMA IT Al-Haraki, Binus School Bekasi, dan Sekolah Bogor Raya Muhammad Ilham Habibulloh; Lia Rosmala Schiffer; Yonaf Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3570

Abstract

Perkembangan zaman yang ditandai oleh meningkatnya kepadatan kawasan perkotaan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan binaan, khususnya pada bangunan pendidikan yang semakin minim akses terhadap ruang terbuka hijau, cahaya alami, dan udara segar. Kondisi ini menuntut penerapan pendekatan arsitektur yang mampu merespons keterbatasan lahan sekaligus menjaga kesejahteraan pengguna, salah satunya melalui arsitektur biofilik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi banding terhadap bangunan pendidikan yang menerapkan prinsip biofilik. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif terhadap aspek hubungan bangunan dengan alam, pengolahan ruang terbuka, pencahayaan dan ventilasi alami, serta karakter ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen alam dalam desain mampu menjadi strategi efektif dalam menghadapi kepadatan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, dan mendukung keberlanjutan. Dengan demikian, arsitektur biofilik dapat dipandang sebagai pendekatan desain yang relevan dan adaptif terhadap tantangan kepadatan di era perkembangan perkotaan modern.