Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Peningkatan Gizi Seimbang melalui Edukasi Kesehatan Rahmania, Annisa
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.471

Abstract

Latar Belakang: Gizi seimbang adalah susunan pangan harian yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh. Gizi seimbang diperlukan anak sekolah untuk masa pertumbuhan. Sebagian besar anak sekolah dasar belum mengetahui gizi seimbang karena mereka masih terpaku pada konsep empat sehat lima sempurna yang mana mereka berpendapat bahwa makan nasi harus lebih banyak daripada lauk pauk dan sayuran, juga sebagian anak menyatakan bahwa minum susu saja sudah cukup dan tidak memerlukan makanan lainnya. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah MI Al-Kautsar di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II di kota Palembang. Metode: Penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan media powerpoint dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu pengetahuan siswa MI Al-Kautsar mengenai gizi seimbang meningkat. Simpulan: Edukasi kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan yang akhirnya akan mempengaruhi sikap dan tindakan anak-anak untuk memperbaiki kebiasaan hidup sesuai dengan anjuran gizi seimbang dan mengetahui porsi makanan apa saja yang ada di isi piringku.
Reformasi Akademik dan Keberlanjutan Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia Putri Pramesti, Khofifah Nizalia; Suhermanto, Satya Rizky; Rahmania, Annisa; Zerlinda, Talitha; Kusumastuti, Erwin; hawa, revalina
Jurnal Pendidikan West Science Vol 2 No 02 (2024): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v2i02.1168

Abstract

Pentingnya pendidikan karakter dalam perspektif Islam di Indonesia. Tingkat kejahatan yang meningkat dan berbagai kasus penyimpangan moral menunjukkan bahwa karakter mayoritas warga berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Secara konstitusional, tujuan pendidikan nasional bukan hanya menghasilkan manusia yang terampil dan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak mulia. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter serupa dengan pendidikan Akhlak (etika Islam). Sumber utama pendidikan karakter dalam Islam adalah Al-Qur'an dan Hadis; serta Nabi Muhammad SAW sebagai contoh teladan. Metode yang direkomendasikan dalam penerapan pendidikan karakter dalam Islam berbasis pendekatan mental-spiritual melalui manajemen jiwa, pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan yang sehat yang melibatkan tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Multicultural education through Pancasila-based visual learning media : A research and development study Aulia, Syifa Siti; Marzuqi, Yasir; Dewi, Ainun Karuni; Andini, Diah Yola; Rahmania, Annisa; Zulfikar, Muhammad; Setianingsih, Aprilia
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v9i2.87378

Abstract

This study aims to develop educational media grounded in Pancasila values to enhance multicultural education in higher education. In a diverse society like Indonesia, education that promotes democracy, justice, and inclusivity is becoming increasingly vital. Employing a Research and Development (R&D) methodology based on the Borg & Gall model, this study includes stages of design, development, expert validation, limited user testing, and dissemination. The resulting product comprises five thematic educational media tools, each representing a dimension of multicultural education grounded in one or more principles of Pancasila. Validation was conducted by two civic education experts and five students who had previously taken a Multicultural Education course. Findings indicate that all media were deemed appropriate, with an average evaluation score exceeding 80. Expert feedback highlighted the need for improvements in visual aesthetics, image clarity, and the integration of the curriculum. The study demonstrates that Pancasila-based educational media not only enhance students’ cognitive understanding but also foster critical awareness and inclusive attitudes in civic life. The developed media show strong potential for integration into both Civic Education and Multicultural Education courses at the tertiary level.
Perbandingan GAP dan RTS Sebagai Prediktor Perburukan Pasien Cedera Kepala Putri, Tengku Isni Yuli Lestari; Ahsan, Ahsan; Sugiarto, Sugiarto; Rofiyati, Winda; Triyono, Heru Ginanjar; Rosyida, Ratna Wirawati; Putra, Muhammad G A; Rahmania, Annisa; Idrus, Fitriyanti N
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.220

Abstract

AbstrakCedera kepala adalah cedera pada otak yang dapat menyebabkan perubahan fungsi serta struktur jaringan otak akibat mendapatkan dorongan mekanik eksternal seperti trauma tumpul maupun tusuk. Kejadian cedera kepala dan tingkat perburukan cedera kepala sangat tinggi di dunia. Oleh karena itu diperlukan penilaian awal untuk memprediksi perburukan pasien cedera kepala yaitu menggunakan GAP dan RTS. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan GAP dan RTS dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dengan purposive sampling. Responden berjumlah 245 rekam medis cedera kepala. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi. Analisis uji Receiver Operating Charateristic (ROC). Didapatkan hasil maisng-masing RTS dan GAP dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala mempunyai nilai = 0.851 vs 0.806. RTS lebih baik dalam memprediksi perburukan pasien cedera kepala dibandingkan dengan GAP.Kata kunci: cedera kepala, GAP, perburukan, RTS  AbstractHead injury is an injury to the brain that can cause changes in the function and structure of brain tissue due to external mechanical impulses such as blunt or puncture trauma. The incidence of head injuries and the rate of deterioration of head injuries is very high in the world. Therefore an initial assessment is needed to predict the worsening of head injury patients using GAP and RTS. The purpose of this study was to determine the comparison of GAP and RTS in predicting worsening head injury in patients. Using analytic observational research design with a retrospective approach with purposive sampling. Total respondents are 245 head injury medical records. The measurements were taken by an observation sheet. The data was analyzed by using Receiver Operating Characteristics (ROC) tests. The results obtained that in predicting the worsening of head injury patients RTS has a value of 0.851 while GAP is 0.806. RTS is better than GAP in predicting worsening head injury patients.Keywords: head Injury, GAP, worsening, RTS
Mindfulness and Art Therapy Drawing: Innovative Therapy to Reduce Student Stress Triwijayanti, Renny; Rahmania, Annisa; Husna, Hani Patul
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 3 (2025): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v13i3.896

Abstract

Academic stress is a condition of pressure experienced by individuals due to demands in higher education. This study aimed to examine the effectiveness of mindfulness and art therapy drawing in reducing stress among final-year students. The study employed a pre-experimental one group pretest-posttest design. A total of 41 students received the intervention after completing a pretest, followed by a posttest. Analysis showed that the mean stress score before intervention was 148.22 and decreased to 125.88 after intervention. The Paired T-Test yielded a p-value of 0.001 (≤ 0.05), indicating a significant effect of the intervention on stress reduction. Mindfulness therapy helps individuals reinterpret stress more positively, while art therapy drawing serves as a creative outlet for emotional expression. The combination of both proved effective in reducing student stress levels.  
PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DI RUANG RAWAT INAP Renny Triwijayanti; Annisa Rahmania
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.887

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Early Warning System (EWS) merupakan sistem untuk mendeteksi secara dini kondisi fisiologis berdasarkan respon klinis, yang biasanya digunakan di unit bedah medis sebelum pasien mengalami kondisi darurat[1]. Perawat perlu dilatih untuk dapat mendeteksi atau mengenali perubahan kondisi pasien yang memburuk, serta mampu melakukan tindakan perawatan yang tepat1.Pengetahuan dan pemahaman terhadap pasien yang beresiko mengalami perburukan kondisi dapat membantu mengurangi masalah potensial yang akan muncul[2]. Tujuan penelitian: untuk menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi perawat dalam menerapkan Early Warning System (EWS). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif untuk melihat hubungan antar variabel yaitu karakteristik individu dan pengetahuan menggunakan tabulasi silang. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional berdasarkan cara pengumpulan data penelitian ini merupakan penelitian survei karena pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, penelitian ini tidak melakukan perlakuan, tetapi meneliti keadaan yang sudah ada. Hasil Penelitian: Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan Early Warning System (EWS) di ruang rawat inap bedah dan penyakit dalam RS Muhammadiyah Palembang. Perawat yang patuh menerapkan EWS ada 17 orang (53,1%) dari 32 orang perawat yang menjadi responden. Saran: Diharapkan perlu adanya sosialisai kembali mengenai Early Warning System (EWS) kepada perawat terutama di ruang rawat inap. Kata Kunci: Penerapan EWS, perawat