Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Impact of Peer Group Support and Motivational Interviewing on Tuberculosis Prevention in Family Settings Ari Susanto, Wibowo Hanafi; Wospakrik, Frengki; Sugiharno, Ramadhan Trybahari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17377

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, menyebabkan penyakit, kecacatan, dan kematian. Upaya pencegahan tuberkulosis, khususnya yang melibatkan keluarga, sangat penting untuk mencegah penularan di rumah. Dukungan Kelompok Sebaya memungkinkan klien dengan pengalaman serupa dalam merawat pasien tuberkulosis untuk berbagi dan belajar satu sama lain, memupuk saling mendukung dan mendidik dalam pencegahan dan perawatan. Wawancara Motivasi mendorong keluarga untuk lebih sadar dan proaktif dalam pencegahan tuberkulosis, memainkan peran kunci dalam meningkatkan Case Detection Rate (CDR). Penelitian ini menguji dampak Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi terhadap pencegahan tuberkulosis di lingkungan keluarga. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 49 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Penelitian menemukan adanya perbedaan yang signifikan perilaku keluarga terhadap pencegahan tuberkulosis sebelum dan sesudah intervensi Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi, dengan rata-rata perubahan perilaku sebesar -16,5 dan standar deviasi sebesar 5,4. Uji-t menghasilkan -21,1 dengan nilai p 0,000, yang menunjukkan bahwa Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi secara signifikan meningkatkan perilaku pencegahan tuberkulosis dalam keluarga. Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan tuberkulosis di lingkungan keluarga, menjadikannya strategi yang berharga untuk pengendalian tuberkulosis di masyarakat.
UPAYA EDUKASI UNTUK BERADAPTASI PADA KEBIJAKAN NEW NORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 MELALUI KEGIATAN 3M DI SLBN 1 KOTA BENGKULU Juli Andri; Padila, Padila; Sugiharno, Ramadhan Trybahari; Antika, Silvia Meri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus perlu mendapat pendampingan saat mengenal beragam protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Bagaimana cara mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, memakai masker, dan beragam alat lainnya. Dari hasil wawancara yang dilakukan tim PEMAS didapatkan data : Saat ini sekolah mengatur kegiatan anak SLBN dengan 2 hari (Rabu dan Sabtu) dalam satu minggu untuk bersekolah, sekolah belum pernah mendapatkan informasi dari fasilitas kesehatan setempat   pada tiga bulan terakhir, Begitu juga Puskesmas terdekat. Lalu ada beberapa anak - anak yang berkebutuhan khusus baru diajarkan belajar mandiri secara bertahap, seperti makan sendiri, mencuci  sendiri,  menyapu  sendiri,  dan  lainnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan 3M dalam upaya beradaptasi pada kebijakan new normal selama pandemi COVID-19. Adapun tahap kegiatan yang dilaksanakan 1) Murid, guru pendamping dan orangtua dijelaskan apa itu langkah 3M, 2) Demonstrasi langkah-langkah 3M yang diikuti Anak ABK, guru pendamping dan orangtua. Hasil dari kegiatan PKMS ini adalah siswa dapat memahami tentang 3M, cuci tangan yang baik dan benar dan cara mendapatkan sumber informasi  yang  benar  tentang  kesehatan. Karena pentingnya dalam menjaga kesehatan di masa pandemi ini diharapkan adanya   peran   aktif   sekolah   untuk   memaksimalkan   anak agar mengadaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan kegiatan 3 M serta menekankan pada siswa untuk tetap patuhi protocol kesehatan ketika berada di sekolah. Kata Kunci: Covid- 19, pemeriksaan kesehatan, anak panti asuhan