Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KORELASI KESULITAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN COMPUTER NUMERICAL CONTROL SISWA SMK Ihwan, Nur; Siregar, Syafarudin; Wardaya, Wardaya
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v2i2.1487

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar korelasi kesulitan belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Computer Numerical Control (CNC) di SMK Negeri 12 Bandung dan untuk mengetahui Faktor manakah yang lebih dominan yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Computer Numerical Control (CNC) di SMK Negeri 12 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode deskriptif analitik korelasional, metode ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket (kuesioner) dengan menggunakan cara sampel proporsional acak sederhana dengan cara diundi tanpa pengembalian, dan nilai akhir dari sekolah (dokumentasi). Hasil temuan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara Kesulitan Belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran CNC bubut pada siswa kelas XI PPU di SMKN 12 Bandung tahun ajaran 2013/2014. Untuk rekomendasi yaitu lebih meningkatkan kemampuan aspek kognitif untuk penguasaan teori CNC serta meningkatkan kemampuan pada aspek psikomotor (keterampilan) dalam praktek permesinan dan memahami kesulitan belajar dan mencari jalan keluarnya.
HUBUNGAN WAKTU KERJA TERHADAP HASIL KERJA PADA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PRAKTIK KEJURUAN BIDANG PEMESINAN BUBUT Adiranti, Khalis K; Wardaya, Wardaya; Purnawan, Purnawan
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v3i1.3198

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui gambaran hubungan waktu kerja terhadap hasil kerja pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut di SMK Taruna Mandiri Cimahi tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan teknik pemesinan untuk pekerjaan membubut. Jenis proses terdiri atas membubut diameter, membubut panjang, mengebor diameter, membubut alur, membubut ulir, membubut tirus dan mengebor kedalaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara waktu kerja pemesinan terhadap hasil kerja pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut di SMK Taruna Mandiri Cimahi.
HUBUNGAN WAKTU PEMOTONGAN DAN WAKTU PEMESINAN PADA UJI KOMPTENSI PRAKTIK KEJURUAN TEKNIK PEMESINAN Ramadhan, Naufal Rizqan; Wardaya, Wardaya; Purnawan, Purnawan
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v2i1.1158

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu pemotongan dan waktu pemesinan pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan dan untuk mengetahui distribusi penilaian aspek waktu pemesinan pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut. Penelitian dilakukan di SMK Taruna Mandiri Cimahi pada tahun ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian 1 kelas sebanyak 30 siswa. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan uji kompetensi praktek kejuruan pemesinan bubut, pekerjaan bubut terdiri atas tujuh pekerjaan, yaitu: bubut rata, bubut muka, bubut alur, bubut tirus, bubut tepi, bubut kartel, dan boring. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara waktu pemotongan dan waktu pemesinan pada pelaksanaan uji komptensi praktik kejuruan teknik pemesinan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat. Distribusi penilaian untuk aspek waktu pemesinan bubut berturut-turut adalah 13%, 44%, 23%, dan 20% masing-masing untuk kategori a, b, c, dan e.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN AIRCRAFT COMPONENT TURNING Kadarisman, Deri E.; Sumirat, Uum; Wardaya, Wardaya
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v5i2.15184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas, motivasi, dan hasil belajar pada pelajaran aircraft component turning sebagai mata pelajaran wajib dalam peminatan permesinan pesawat udara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI PPU 3 konsentrasi peminatan permesinan pesawat udara di SMK N 12 Bandung. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan dengan materi pendahuluan mesin bubut. Sedangkan siklus kedua dengan materi tentang proses pembubutan dasar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap prestasi belajar siswa baik dalam aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Disimpulkan bahwa metode demonstrasi cocok digunakan dalam mata pelajaran aircraft component turning sebagai salahsatu pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
HUBUNGAN WAKTU KERJA TERHADAP HASIL KERJA PADA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI BIDANG PEMESINAN BUBUT DI SMK Ismanto, Ito; Wardaya, Wardaya; Purnawan, Purnawan
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v2i1.1154

Abstract

Pada pelaksanaan uji kompetensi kejuruan hasil penilaian aspek waktu kerja, semua siswa diberi nilai A atau skor 4 pada uji kompetensi kejuruan bidang pemesinan. Namun bila dilihat pada penilaian aspek hasil kerja apakah hasil kualitas geometriknya sesuai dengan soal uji kompetensi kejuruan. Apakah produk siswa pada uji kompetensi kejuruan bidang pemesinan dapat diprediksi dengan aspek waktu kerja. Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan waktu kerja terhadap hasil kerja pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut di SMK Negeri 6 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Data dijaring melalui studi observasi secara langung pada pelaksanaan uji kompetensi praktik kejuruan teknik pemesinan untuk pekerjaan membubut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kerja dengan hasil kerja pada uji kompetensi praktik kejuruan bidang pemesinan bubut.
PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP PRAKERIN DIKAITKAN DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SMK Pratama, Asha I.; Wardaya, Wardaya; Komaro, Mumu
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 6, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v6i2.21789

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan pengaruh persepsi siswa terhadap praktek kerja industri dikaitkan dengan kesiapan kerja para siswa kelas XII di sebuah SMK Negeri di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian yaitu sebanyak 50 orang siswa kelas XII kompetensi keahlian konstruksi badan pesawat udara. Instrumen penelitian digunakan angket. Angket digunakan untuk mengumpulkan data terkait dengan variabel praktek kerja industri dan kesiapan kerja. Data tersebut dianalisa dengan menggunakan teknik analisis data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel praktek kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa SMK. Indikator pengetahuan praktek kerja industri dan indikator ide kesiapan kerja harus ditingkatkan melalui kegiatan proses belajar mengajar dan praktek kerja industry. Kesimpulan penelitian ini bahwa persepsi yang lebih fokus akan meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan siswa SMK sehingga mereka dapat lebih siap dan optimal di dunia kerja.
Pengembangan Mata Kuliah Praktek Kejuruan Bagi Mahasiswa Jptm Fptk Upi Yang Relevan Dengan Kebutuhan Sebagai Calon Guru Smk Bidang Teknik Mesin Wardaya, Wardaya; Purnawan, Purnawan; Sasmita, Asep H.
INVOTEC Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v6i1.6139

Abstract

Between development aim a curriculum relevance enhanced, that is existence the relevance between matter that developed with the user need. This watchfulness aim was to produce subject matter development plan of vocational practice at JPTM FPTK UPI that can increase relevance with vocational practice teachercompetence need at SMK in mechanical engineering field. Watchfulness uses method descriptive. Data is gathered to pass documentation study and observation. Data source shaped from SMK curriculum document in mechanical engineering field and curriculum of JPTM FPTK UPI on Design and Production skill area group. Watchfulness result shows; (1) found 19 practice competence kinds productive at SMK in mechanical engineering. Competences can be grouped in 4 groups, that is drawing, practice base, machinery conventional manual, and machinery conventional CNC. (2) Produced development and pattern plan of vocational practice subject matter that is composed based on sequence matter contents. Mapping of vocational practice subject matter that designed: picture competence presents in semester 1,2 and 5, practice competences base present in semester 2,4 and 5, competences machinery conventional manual present in semester 3 and 4, competences machinery conventional CNC present in semester 6 and 7.
IMPLEMENTATION OF INDUSTRIAL WORK CULTURE IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL Gumilar, Gugum Surya; Wardaya, Wardaya; Sasmita, Asep Hadian
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v7i2.27034

Abstract

At this time many companies are competing to provide education and cooperation with schools,especially the application of industrial work culture because there will be tax deduction incentivesone of the vocational high schools in Bandung has collaborated with industry and applied industrial work culture to learning.The absence of monitoring, controlling and evaluation on the part of the company and school makes the application of an industrial work culture unable to see the level of suitability and success. This problem encourages researchers to conduct research on the application of industrial work culture in vocational high schools in Bandung. This study aims to determine the suitability and results of the application of industrial work culture.Where the components applied to work culture are 5s, 3c, horenso and yoss check. The research method uses quantitative descriptive with data collection techniques in the form of industrial work culture questionnaires that have gone through expert validation and statistical validation. The results showed that industrial culture has a score of 87.30% interpretation criteria, which means that the application of industrial work culture is in accordance with the module, Then students have a self-control score for self-discipline of 75.75%, which means that the implementation of industrial work culture in schools is very good.
Peningkatan Pengetahuan Terhadap Kelompok Lansia Di Wilayah RW 11 Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Dengan Pendidikan Kesehatan Tentang Hipertensi Meylawati, LulukEka; Anggraeni, Fitri; Wardaya; Rifka Nurmaya; Sinta Nuraeni
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/cxkdbv50

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan paling banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/ 80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit seperti gagal ginjal, stroke dan gagal jantung. hipertensi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius seperti arteriosklerosis, kehilangan penglihatan, terbentuknya aneurisma, gagal ginjal, gagal jantung dan demensia vaskuler. Cara pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari komplikasi tersebut dapat dilakukan dengan adanya kegiatan promotive dan preventif yaitu dengan diberikan Pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada lansia tentang hipertensi di wilayah RW 11 Kelurahan Kebon pala Jakarta Timur. Adapun pembiayaan dalam kegiatan ini dilakukan secara mandiri.
Usulan Perancangan Pemasangan Alarm Detector dan Sprinkler pada Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarama Achmad Takbiriyantono; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Wardaya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/21wpfx05

Abstract

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma saat ini memanfaatkan Campus A, Campus B, dan Campus C yang baru dibangun. Penelitian ini berfokus pada Campus C, sebuah gedung bertiga lantai yang memerlukan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang andal. Bahaya kebakaran di gedung ini meliputi instalasi listrik dan bahan bangunan yang mudah terbakar. Untuk mengatasi risiko ini, penelitian ini menggunakan diagram sebab-akibat (diagram Fishbone) untuk menganalisis faktor-faktor penyebab bahaya kebakaran, yang dikategorikan ke dalam Aspek Pekerja, Bahan Baku, Mesin, Metode, dan Lingkungan. Dengan menggunakan metode 5W+1H Quality, penelitian ini merekomendasikan pemasangan 132 alat pemadam kebakaran otomatis (sprinkler) dengan pipa ¾" dan saluran pipa sepanjang 460 meter. Kebutuhan pasokan air adalah 277 m³/menit, yang memerlukan sistem pompa dengan kapasitas 277 m³/menit. Tiga pompa dengan kapasitas masing-masing 100 m³/jam dan satu pompa cadangan direkomendasikan untuk kapasitas ini. Selain itu, diusulkan tangki penyimpanan air dengan kapasitas 300 m³ untuk 60 menit, dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan Prosedur Operasi Standar (SOP) K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan keselamatan dan manajemen bahaya kebakaran di Campus C. SOP ini mencakup perbaikan pada faktor manusia, bahan, mesin, metode, dan lingkungan di Campus C.   The building facilities currently used by Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) is Campus A and Campus B and the new Campus C. In this research examined campus C Unsurya, which is a three (3) floor building. The building must be equipped with reliable fire safety facilities. There are several functions of space that can trigger fires, namely electrical installations and flammable building materials. Based on the background above, adequate active protection means are needed in accordance with applicable regulations. Cause-and-effect diagrams / Fishbone diagrams are used to analyze the factors that cause fire hazards. The factors that influence and cause fire hazards can generally be classified as follows: Workers, Raw Materials, Machines, Methods, and Environment. 5W+1H Quality using to determine recommendation. Based on calculations, it was determined to place 132 sprinklers to overcome the danger of fire with a quantity of ¾" pipe material with a pipe line 460 meters long. Meanwhile, the water supply is 277 m3/minute. With the required water supply, a pump with a pump capacity capable of producing 277 m3/minute is needed. With this capacity, three pumps with a capacity of 100 m3 /hour and one spare pump can be used. A water storage tank is needed for 300 m3 for 60 minutes with a length of 4 meters, width of 5 meters and depth of 1.5 meters. It is proposed to use a Standard Operating Procedure (SOP) regarding K3 or safety and how to handle fire hazards in the Unsurya Campus C building which includes improvements to human factors, materials, machines, methods and the environment of the Campus C Unsurya.