Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potensi Penggunaan Pasir Lahar Dingin Gunung Sinabung Sebagai Campuran Beton Rika Deni Susanti; Aazokhi Waruwu; Debby Endriani; Indra Lesmana
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 23, No 2 (2022): Techno Volume 23 NO.2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v23i2.11018

Abstract

Kemajuan pembangunan berbanding lurus dengan kebutuhan konstruksi beton. Beton memerlukan inovasi dalam penggunaan material utama maupun bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja yang kuat, kokoh, dan tanah lama. Banyak upaya yang dilakukan dalam inovasi material yang digunakan, namun perlu pertimbangan efektifitas dan daya guna dari material. Salah satu limbah erupsi gunung berapi yang dapat dimanfaatkan adalah pasir lahar dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potensi pasir lahar dingin sebagai pengganti pasir sungai dalam meningkatkan kuat tekan beton. Pasir lahar dingin dari limbah erupsi Gunung Sinabung digunakan dengan variasi 0-100% untuk mengganti pasir sungai yang biasa digunakan. Beton yang menggunakan pasir lahar dingin diuji dengan alat kuat tekan untuk melihat sejauh mana material ini meningkatkan kuat tekan beton. Hasil penelitian dari uji kubus beton menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton dengan pasir lahar dingin lebih tinggi daripada kuat tekan beton pasir sungai. Peningkatan maksimum terjadi pada penggunaan 60-70% pasir lahar dingin. Potensi pasir lahar dingin dalam meningkatkan kuat tekan didapatkan sekitar 1,4 kali lebih tinggi dari kuat tekan beton biasa dengan pasir sungai.
ANALISIS KAPASITAS TIANG PANCANG MENGGUNAKAN FORMULA DINAMIS Aazokhi Waruwu; Jack Widjajakusuma; Rika Deni Susanti; Akbar Lubis
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.373 KB)

Abstract

Pembangunan suatu konstruksi tidak lepas dari perancangan pondasi. Konstruksi Underpass di Jalan Provinsi STA 6+850 memudahkan kegiatan masyarakat dalam menempuh Jalan Tandem Hilir 1 tanpa harus terganggu karena adanya Jalan Tol Binjai – Stabat Sumatera Utara. Konstruksi Underpass memerlukan fondasi yang kuat dan kokoh. Studi pada fondasi tiang pancang dilakukan untuk menganalisis dan mengetahui kapasitas tiang tunggal, hubungan penetrasi dengan kapasitas tiang rata-rata, dan perbandingan kapasitas tiang kelompok dari beberapa metode. Penelitian ini menggunakan data kalendering dari hasil pemancangan tiang untuk menganalisis kapasitas tiang pancang dengan formula dinamis. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas tiang dari metode Modified New Engineering News Record (ENR) tidak jauh beda dengan Olsen Flaate (1967) dan Metode Hiley (1930), sedangkan Metode Gates (1957) lebih tinggi 24% dengan Metode ENR. Penetrasi tiang berhubungan dengan perilaku tanah, tanah yang keras menunjukkan penetrasi kecil dan kapasitas dukung tiang yang lebih tinggi.
UJI KAPASITAS TIANG BAMBU DAN TIANG BETON PADA TANAH GAMBUT David Nicolas Bangun Simanjorang; Aazokhi Waruwu; Rika Deni Susanti; Surta Ria Nurliana Panjaitan
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.012 KB)

Abstract

Ciri-ciri tanah gambut antara lain mempunyai kandungan air dan kompresibilitas yang sangat tinggi, warna khas yaitu coklat tua hingga kehitaman, daya dukung rendah, penurunan yang tinggi. Perkuatan tanah dengan pemakaian tiang dapat digunakan pada tanah gambut untuk mendistribusikan beban secara vertikal ke lapisan tanah yang cukup kuat. Material yang digunakan umumnya terbuat dari material beton, namun untuk mengurangi ketergantungan dari material penyusun beton, maka perlu dicari alternatif dari bahan yang mudah didapat dan ramah lingkungan seperti material bambu. Penelitian ini dilakukan melalui uji tekan pada tiang bambu dan tiang beton dengan panjang 15-40 cm dengan diameter 3 cm. Tiang-tiang dipancang dalam tanah gambut yang dipadatkan lapis per lapis dalam bak uji berukuran 120 cm x 90 cm dengan ketebalan 50 cm. Setiap tahapan uji beban tekan dilakukan pengukuran deformasi untuk mengetahui hubungan beban dengan penurunan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kapasitas tiang bambu mendekati sama dengan tiang beton, namun dengan penurunan yang lebih besar daripada tiang beton. Dengan demikian tiang bambu dapat dipertimbangkan sebagai bahan alternatif sebagai tiang pada perkuatan tanah gambut.
KARAKTERISITIK TANAH LUNAK SUMATERA UTARA BERDASARKAN PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS Arif Darmawandi; Aazokhi Waruwu; Tematius Halawa; Doni Harianto; Muammar Muammar
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.737 KB)

Abstract

Tanah lunak merupakan tipe tanah yang kurang baik sebagai tanah dasar konstruksi, tanah ini dapat berupa tanah lempung maupun tanah gambut. Tanah seperti ini membutuhkan perbaikan atau stabilisasi, namun sebelumnya perlu pengetahuan tentang karaktersitik tanah yang akan diperbaiki sebagai dasar dalam melakukan perbaikan dan pemilihan metode atau bahan perbaikan. Penelitian ini dilakukan pada sampel tanah yang diambil dari beberapa lokasi di Sumatera Utara. Pengujian dilakukan di laboratorium untuk mengetahui sifat fisiknya dan diteruskan dengan uji kuat tekan bebas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanah di lokasi Gatot Subroto Medan, Marindal, Pantai Labu, dan Gunungsitoli perlu distabilisasi, karena memiliki karaktersitik sebagai tanah lunak dengan plastisitas sedang ke tinggi, sedangkan tanah di lokasi Patumbak tidak memerlukan perbaikankarena tergolong sebagai tanah lempung kaku dengan nilai kuat tekan bebas lebih dari 100 kN/m2.
PENGARUH SUSUNAN TIANG DENGAN GRID BAMBU PADA TANAH GAMBUT TERHADAP LENDUTAN Aazokhi Waruwu; Rika Deni Susanti; Herman Sanjaya Sihombing; Try Yogi Purba
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.167 KB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang berkembang pesat tidak dapat menghindari lahan gambut yang cukup luas. Tanah gambut dikenal sebagai tanah lunak yang memiliki daya dukung yang sanga trendah. Tanah gambut memerlukan system perkuatan yang mampumenjamin kestabilan konstruksi di atasnya. Perlu perhatian khusus pada susunan tiang yang digunakan pada system perkuatan. Penelitian ini dilakukan melalui uji skala kecil laboratorium pada tanah gambut yang diperkuat grid bambu dengan tiang beton. Susunan tiang dibedakan berdasarkan panjang dan jarak. Tiang yang digunakan berdiameter 2 cm dengan panjang 10 cm dan 20 cm, adapun jaraknya divariasi dari 15 cm ke 10 cm. Tiang-tiang dipancang dalam tanah gambut dengan ketebalan 50 cm di bak uji berukuran 200 cm x 150 cm. Grid bambu dipasang secara monolit di atas tiang pada permukaan tanah dengan ukuran 70 cm x 48 cm. Setiap tahapan uji beban timbunan dilakukan pengukuran deformasi pada titik dan waktu tertentu untuk mengetahui penurunan dan lendutan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa perubahan panjang tiang lebih efektif dan efisien dalam mereduksi lendutan sistem perkuatan dibandingkan perubahan jarak tiang. Dengan demikian susunan sistem perkuatan dari grid bambu dengan tiang-tiang yang lebih panjang lebih dipertimbangkan daripada tiang-tiang pendek dengan jarak yang lebih rapat.
ANALISIS PENURUNAN TANAH GAMBUT DENGAN TIMBUNAN YANG DIPERKUAT GRID BAMBU DAN TIANG BETON Taufik Hidayah Nst; Aazokhi Waruwu
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut memiliki daya dukung yang rendah ketika menerima beban timbunan dan beban lainnya pada konstruksi jalan. Kombinasi grid bambu dengan tiang beton berpotensi meningkatkan daya dukung dan memperkecil penurunan, untuk itu perlu penelitian seberapa besar pengaruh panjang dan jarak tiang dalam mengurangi penurunan akibat beban timbunan. Perkiraan penurunan dalam waktu yang lama perlu dilakukan dengan metode hiperbolik dan simulasi numeris dengan Plaxis 2D sebagai dasar perancangan. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan melalui model skala kecil di laboratorium pada tanah gambut dengan perkuatan grid bambu dan tiang beton yang dibebani dengan model beban timbunan. Analisis penurunan dilakukan dengan menggunakan metode hiperbolik dan simulasi numeris dengan Plaxis 2D untuk mengetahui perilaku deformasi tanah dan distribusi tegangan akibat beban timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuatan grid bambu dengan tiang beton dapat mengurangi penurunan akibat beban timbunan. Analisis penurunan metode hiperbolik mendekati sama dengan data pengamatan, sedangkan simulasi numeris dengan Plaxis 2D lebih besar daripada metode lainnya. Perilaku deformasi tanah dan distribusi tegangan akibat beban timbunan dapat diketahui dari simulasi numeris dengan Plaxis 2D.Kata Kunci: tanah gambut, penurunan, deformasi, pemampatan, distribusi tegangan, grid bambu dan tiang beton.
Kapasitas Tiang Tunggal pada Tanah Lempung Berdasarkan Hasil Uji Model Fisik Waruwu, Aazokhi; Susanti, Rika Deni; Simbolon, Doni Samuel; Asfira, Dinda Wulan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i1.52111

Abstract

Tanah lempung lunak sebagai tanah dasar konstruksi memerlukan perkuatan berupa tiang-tiang untuk mengurangi penurunan dan meningkatkan kapasitas dukung. Material alternatif yang dapat digunakan dapat berupa tiang bambu atau tiang kayu. Tujuan kajian ini untuk mengetahui seberapa besar kapasitas dukung tiang-tiang ini dibandingkan dengan tiang beton. Penelitian dilakukan menggunakan uji model fisik di laboratorium. Tiang berdiameter 2 cm dengan panjang yang berbeda-beda dipancang ke dalam lempung kemudian diuji menggunakan pelat-pelat beban. Kapasitas tiang tunggal ditentukan dari hubungan beban dengan penurunan tiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tiang bambu dan tiang kayu masing-masing lebih tinggi 1,193 dan 1,086 kali kapasitas tiang beton. Hal ini disebabkan karena tiang beton memiliki berat yang lebih besar daripada tiang bambu dan tiang kayu. Berat beton menambah beban, sehingga penurunan semakin tinggi dan kapasitas tiangnya semakin rendah. Panjang tiang yang menghasilkan kapasitas yang lebih efektif didapatkan pada tiang-tiang dengan kedalaman minimum 3/5 dari ketebalan tanah lempung lunak.
Kajian Daya Dukung Tanah Lempung Distabilisasi dengan Abu Marmer: Study of the Bearing Capacity of Stabilized Clay with Marble Ash Waruwu, Aazokhi; Celline, Felicia; Sinaga, Rionaldi; Gandawijaya, Darryl Gregory
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).12710

Abstract

[ID] Tanah dasar memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dan kestabilan konstruksi yang dibangun di atasnya. Tanah dasar perlu dipastikan berada di dalam kondisi yang baik dan mampu memberikan dukungan terhadap beban yang bekerja. Salah satu jenis tanah bermasalah adalah tanah lempung lunak. Tanah ini memiliki daya dukung rendah, sehingga memerlukan perbaikan sebelum pembangunan konstruksi di atasnya. Salah satu metode perbaikan tanah adalah stabilisasi. Bahan stabilisasi yang dipertimbangkan pada penelitian adalah abu marmer dari limbah marmer. Karakterisitik tanah yang ditinjau di antaranya indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained. Indeks plastisitas tanah dapat diperoleh dengan melakukan uji Atterberg, kepadatan tanah dari uji kompaksi, dan kohesi undrained dari unconfined compression test.  Kadar abu marmer yang digunaka adalah sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat kering tanah dengan variasi pemeraman 1 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Daya dukung tanah dapat dianalisis berdasarkan kohesi undrained pada setiap kadar abu marmer yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan nilai indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained tanah untuk setiap penambahan abu marmer, namun peningkatan yang optimal didapatkan pada penambahan 6% abu marmer dengan masa pemeraman maksimum 7 hari. Daya dukung tanah didapatkan meningkat secara maksimum pada penambahan abu marmer sebanyak 6% dan pemeraman 7 hari. [EN] Subgrade soil has an important role in maintaining the safety and stability of construction built on it. One type of problematic soil is soft clay. This land has a low bearing capacity, so it requires improvement before building on it. The aim of this research is to obtain changes in the bearing capacity of soil stabilized by marble ash. This research was carried out on soft clay soil with the addition of marble ash at 3%, 6%, 9%, and 12% of the dry weight of the soil with curing variations of 1 day, 7 days, 14 days, and 28 days. The soil characteristics reviewed include plasticity index, density, and undrained cohesion. Soil bearing capacity can be analyzed based on undrained cohesion at each level of marble ash used. The results showed an improvement in the plasticity index value from 33.82% dencreased to 7.69%; density with a dry unit weight of 1.50 gr/cm3 increased to 1.55 gr/cm3; and soil undrained cohesion increased from 0.134 kg/cm2 to 1.58 kg/cm2 due to the addition of marble ash. Optimal improvements in soil characteristics and bearing capacity were obtained by adding 6% marble ash with a maximum curing period of 7 days.
Uji CBR (California Bearing Ratio) pada Tanah Lempung Stabilisasi Abu Marmer dan Biogrouting Waruwu, Aazokhi; Pangemanan, Indah; Yunita, Yulia; Calvin, Fransiscus; Lujaya, Jason; Wijaya, Nehemia
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.58304

Abstract

Tanah dasar yang ada untuk konstruksi jalan cukup beragam, ada kalanya tidak memenuhi standar sebagai tanah dasar konstruksi. Upaya perbaikan diperlukan apabila tanah yang ada memiliki nilai CBR (California Bearing Ratio) yang cukup rendah. Bahan stabilisasi untuk perbaikan tanah dapat menggunakan limbah berupa abu marmer dan sebagai pembanding dalam penelitian ini juga dilakukan perbaikan dengan metode biogrouting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh stabilisasi abu marmer dan biogrouting terhadap nilai CBR. Penelitian dilakukan melalui uji CBR pada model fisik tanah yang distabilisasi 3-6% abu marmer dan tanah dengan perbaikan menggunakan bakteri bacillus subtilis dan bacillus amyloliquefaciens. Pengujian dibedakan berdasarkan tebal tanah stabilisasi 10-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah stabilisasi abu marmer menghasilkan peningkatan nilai CBR yang lebih baik dibandingkan tanah yang diperbaiki dengan metode biogrouting. Nilai CBR yang memenuhi standar untuk tanah dasar konstruksi jalan didapatkan pada tanah dengan stabilisasi 6% abu marmer dengan tebal lapisan tanah stabilisasi minimum 20 cm.
STUDI SISTEM PERKUATAN KOLOM BATUAN PADA TANAH GAMBUT Waruwu, Aazokhi; Widjajakusuma, Jack; Polii, Brian Denzel
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2024): Seminar Nasional Sains dan Teknologi 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis tanah gambut tergolong sebagai tanah bermasalah apabila digunakan sebagai tanah dasar konstruksi. Tanah sebagai tanah dasar konstruksi jalan perlu memenuhi kriteria tertentu agar dapat menerima beban konstruksi tanpa mengalami penurunan berlebih yang dapat mengakibatkan kerusakan pada konstruksi jalan. Penurunan berlebih ini dapat terjadi pada tanah dengan daya dukung dan CBR rendah seperti tanah gambut. Upaya perbaikan dengan sistem perkuatan diperlukan pada tanah gambut bila berfungsi sebagai tanah dasar konstruksi jalan. Penelitian ini dilakukan melalui studi penggunaan sistem perkuatan kolom batuan dengan kombinasi anyaman bambu sebagai perkuatan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh perkuatan kolom batuan dan anyaman bambu terhadap peningkatan yang signifikan pada nilai CBR tanah. Penelitian dilakukan pada tanah gambut tanpa perkuatan dan dengan perkuatan masing-masing anyaman bambu, kolom batuan tanpa anyaman bambu, dan kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu. Pengujian CBR dilakukan pada benda uji untuk mendapatkan nilai CBR tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut memiliki nilai CBR yang sangat rendah dan digolongkan sebagai tanah sangat lunak. Sistem perkuatan memberikan dampak dalam peningkatan nilai CBR. Peningkatan yang terjadi tergantung dari skema perkuatan yang digunakan. Perkuatan dari kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu yang dipasang secara horizontal di permukaan memberikan pengaruh yang signifikan pada nilai CBR yang didapatkan. Nilai CBR tanah yang diberi perkuatan kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu didapatkan sebesar 5,25% dan memenuhi syarat sebagai tanah dasar untuk konstruksi jalan. Peningkatan nilai CBR didapatkan sebesar 13,81 kali dari CBR tanah gambut tanpa penggunaan sistem perkuatan.