Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kapasitas Tiang Tunggal pada Tanah Lempung Berdasarkan Hasil Uji Model Fisik Waruwu, Aazokhi; Susanti, Rika Deni; Simbolon, Doni Samuel; Asfira, Dinda Wulan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1, JULI 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i1.52111

Abstract

Tanah lempung lunak sebagai tanah dasar konstruksi memerlukan perkuatan berupa tiang-tiang untuk mengurangi penurunan dan meningkatkan kapasitas dukung. Material alternatif yang dapat digunakan dapat berupa tiang bambu atau tiang kayu. Tujuan kajian ini untuk mengetahui seberapa besar kapasitas dukung tiang-tiang ini dibandingkan dengan tiang beton. Penelitian dilakukan menggunakan uji model fisik di laboratorium. Tiang berdiameter 2 cm dengan panjang yang berbeda-beda dipancang ke dalam lempung kemudian diuji menggunakan pelat-pelat beban. Kapasitas tiang tunggal ditentukan dari hubungan beban dengan penurunan tiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tiang bambu dan tiang kayu masing-masing lebih tinggi 1,193 dan 1,086 kali kapasitas tiang beton. Hal ini disebabkan karena tiang beton memiliki berat yang lebih besar daripada tiang bambu dan tiang kayu. Berat beton menambah beban, sehingga penurunan semakin tinggi dan kapasitas tiangnya semakin rendah. Panjang tiang yang menghasilkan kapasitas yang lebih efektif didapatkan pada tiang-tiang dengan kedalaman minimum 3/5 dari ketebalan tanah lempung lunak.
Kajian Daya Dukung Tanah Lempung Distabilisasi dengan Abu Marmer: Study of the Bearing Capacity of Stabilized Clay with Marble Ash Waruwu, Aazokhi; Celline, Felicia; Sinaga, Rionaldi; Gandawijaya, Darryl Gregory
JURNAL SAINTIS Vol. 24 No. 01 (2024)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2024.vol24(01).12710

Abstract

[ID] Tanah dasar memiliki peranan penting dalam menjaga keamanan dan kestabilan konstruksi yang dibangun di atasnya. Tanah dasar perlu dipastikan berada di dalam kondisi yang baik dan mampu memberikan dukungan terhadap beban yang bekerja. Salah satu jenis tanah bermasalah adalah tanah lempung lunak. Tanah ini memiliki daya dukung rendah, sehingga memerlukan perbaikan sebelum pembangunan konstruksi di atasnya. Salah satu metode perbaikan tanah adalah stabilisasi. Bahan stabilisasi yang dipertimbangkan pada penelitian adalah abu marmer dari limbah marmer. Karakterisitik tanah yang ditinjau di antaranya indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained. Indeks plastisitas tanah dapat diperoleh dengan melakukan uji Atterberg, kepadatan tanah dari uji kompaksi, dan kohesi undrained dari unconfined compression test.  Kadar abu marmer yang digunaka adalah sebesar 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat kering tanah dengan variasi pemeraman 1 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Daya dukung tanah dapat dianalisis berdasarkan kohesi undrained pada setiap kadar abu marmer yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan nilai indeks plastisitas, kepadatan, dan kohesi undrained tanah untuk setiap penambahan abu marmer, namun peningkatan yang optimal didapatkan pada penambahan 6% abu marmer dengan masa pemeraman maksimum 7 hari. Daya dukung tanah didapatkan meningkat secara maksimum pada penambahan abu marmer sebanyak 6% dan pemeraman 7 hari. [EN] Subgrade soil has an important role in maintaining the safety and stability of construction built on it. One type of problematic soil is soft clay. This land has a low bearing capacity, so it requires improvement before building on it. The aim of this research is to obtain changes in the bearing capacity of soil stabilized by marble ash. This research was carried out on soft clay soil with the addition of marble ash at 3%, 6%, 9%, and 12% of the dry weight of the soil with curing variations of 1 day, 7 days, 14 days, and 28 days. The soil characteristics reviewed include plasticity index, density, and undrained cohesion. Soil bearing capacity can be analyzed based on undrained cohesion at each level of marble ash used. The results showed an improvement in the plasticity index value from 33.82% dencreased to 7.69%; density with a dry unit weight of 1.50 gr/cm3 increased to 1.55 gr/cm3; and soil undrained cohesion increased from 0.134 kg/cm2 to 1.58 kg/cm2 due to the addition of marble ash. Optimal improvements in soil characteristics and bearing capacity were obtained by adding 6% marble ash with a maximum curing period of 7 days.
Uji CBR (California Bearing Ratio) pada Tanah Lempung Stabilisasi Abu Marmer dan Biogrouting Waruwu, Aazokhi; Pangemanan, Indah; Yunita, Yulia; Calvin, Fransiscus; Lujaya, Jason; Wijaya, Nehemia
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1, JULI 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.58304

Abstract

The existing subgrade for road construction is quite diverse, and sometimes it does not meet the standards for construction subgrade. Repair efforts are needed if the existing land has a fairly low CBR (California Bearing Ratio) value. Stabilization materials for soil improvement can use waste in the form of marble ash, and as a comparison in this research improvements were also conducted using the biogrouting method. The aim of this research is to obtain the effect of marble ash stabilization and biogrouting on the CBR value. The research was carried out through CBR tests on a physical model of soil stabilized with 3-6% marble ash and soil improved using the bacteria bacillus subtilis and bacillus amyloliquefaciens. Tests are differentiated based on the thickness of the stabilized soil, which is 10–30 cm. The research results showed that marble ash-stabilized soil resulted in a better increase in CBR values compared to soil improved using the biogrouting method. CBR values that meet standards for road construction base soils are obtained on soil stabilized with 6% marble ash with a minimum stabilized soil layer thickness of 20 cm.
STUDI SISTEM PERKUATAN KOLOM BATUAN PADA TANAH GAMBUT Waruwu, Aazokhi; Widjajakusuma, Jack; Polii, Brian Denzel
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2024): Seminar Nasional Sains dan Teknologi 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis tanah gambut tergolong sebagai tanah bermasalah apabila digunakan sebagai tanah dasar konstruksi. Tanah sebagai tanah dasar konstruksi jalan perlu memenuhi kriteria tertentu agar dapat menerima beban konstruksi tanpa mengalami penurunan berlebih yang dapat mengakibatkan kerusakan pada konstruksi jalan. Penurunan berlebih ini dapat terjadi pada tanah dengan daya dukung dan CBR rendah seperti tanah gambut. Upaya perbaikan dengan sistem perkuatan diperlukan pada tanah gambut bila berfungsi sebagai tanah dasar konstruksi jalan. Penelitian ini dilakukan melalui studi penggunaan sistem perkuatan kolom batuan dengan kombinasi anyaman bambu sebagai perkuatan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh perkuatan kolom batuan dan anyaman bambu terhadap peningkatan yang signifikan pada nilai CBR tanah. Penelitian dilakukan pada tanah gambut tanpa perkuatan dan dengan perkuatan masing-masing anyaman bambu, kolom batuan tanpa anyaman bambu, dan kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu. Pengujian CBR dilakukan pada benda uji untuk mendapatkan nilai CBR tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut memiliki nilai CBR yang sangat rendah dan digolongkan sebagai tanah sangat lunak. Sistem perkuatan memberikan dampak dalam peningkatan nilai CBR. Peningkatan yang terjadi tergantung dari skema perkuatan yang digunakan. Perkuatan dari kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu yang dipasang secara horizontal di permukaan memberikan pengaruh yang signifikan pada nilai CBR yang didapatkan. Nilai CBR tanah yang diberi perkuatan kombinasi kolom batuan dengan anyaman bambu didapatkan sebesar 5,25% dan memenuhi syarat sebagai tanah dasar untuk konstruksi jalan. Peningkatan nilai CBR didapatkan sebesar 13,81 kali dari CBR tanah gambut tanpa penggunaan sistem perkuatan.
Kajian Penambahan Kapur dan Serbuk Marmer Terhadap Kuat Tekan Tanah Lempung Waruwu, Aazokhi; Priyo, Aaron Nicholas; Raymond, Raymond
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 2, DESEMBER 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i2.65445

Abstract

The design of roads and other constructions requires attention to the subgrade. In Indonesia, clay soils are quite common and tend to have low bearing capacity. To increase the bearing capacity of clay soils, it is necessary to carry out soil improvement and stabilization measures. Soil stabilization can be done by adding stabilizing materials such as lime and marble powder. Before stabilizing the soil, it is necessary to test soil characteristics such as testing water content, unit weight, Atterberg limit, specific gravity, sieve analysis and hydrometer. This research was carried out to obtain the most optimum composition of the stabilization mixture. This research used lime additives with compositions of 1.5% and 3%, respectively, marble powder was added with compositions of 3%, 6% and 9%. After that, a compaction test is carried out to determine the optimum water content and maximum dry weight. After getting the results from the compaction test, the soil bearing capacity can be analyzed using the Unconfined Compression Test. The test results showed that the addition of 3% lime and 9% marble powder resulted in a significant increase in compressive strength and shear strength values in clay soil. Closed-molded test specimens show an increasing trend in compressive strength values better than open-molded specimens.
Dampak Penggunaan Abu Marmer terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Waruwu, Aazokhi; Setiawan, Calvien; Tantono, Clarissa; Boediono, Mario Endrico
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.53913

Abstract

Soil is an important part of the building structure because it has a function as a support for the building. Therefore, soil stability must be considered so that building construction is safe and durable. There are types of clay soils that have high plasticity values and low shear strength. Soils like this require stabilization with the addition of additives such as marble ash. The purpose of this study was to determine whether the addition of marble ash content has an optimal impact on improving the plasticity, density, and shear strength properties. The added material used was marble ash with a content of 3%, 6%, 9%, and 12% by weight of dry soil. The specimens were differentiated based on their curing age before being tested by triaxial. Based on the research results, it was found that the use of marble ash had the maximum impact on improving the plasticity properties and maximum density at an addition of 6%. This was followed by a significant increase in shear strength at the same addition. A good curing age for increasing the angle of internal friction in the soil was obtained at 14 days.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI ECO-PAVING BLOCK Jack Widjajakusuma; Aazokhi Waruwu; Priskila Christine Rahayu; Kevin Aprilio Wibowo
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11376

Abstract

Plastic waste poses significant social, economic, and environmental challenges as it decomposes over decades or even centuries. One potential solution is processing plastic waste into eco-paving blocks, which serve as eco-friendly alternative building materials while creating business opportunities. This Community Service Program (PkM) involved the Community Empowerment Institute of Bencongan Indah, Kelapa Dua District, Tangerang Regency. Activities included socialization and hands-on training on producing eco-paving blocks. The socialization covered the importance of plastic waste management, its health risks, and techniques for processing it into eco-paving blocks. Training aimed to improve partners’ knowledge and skills, evaluated through performance outcomes and pre- and post-activity questionnaires. Results showed strong community engagement and government support. Furthermore, the training significantly enhanced participants’ competence, as reflected in their improved ability to produce eco-paving blocks and higher scores in questionnaires after the program. Overall, this activity demonstrated that community-based education and training can effectively empower local stakeholders to transform plastic waste into valuable, sustainable products