Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Diabetes Melitus di Apotek Pandjaitan Turen, Kabupaten Malang Wattiheluw, Muhammad Hasan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19959

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak cukup. DM 2 biasa terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak akibat gaya hidup tidak sehat. Gejala umum meliputi sering buang air kecil, haus berlebihan, dan lapar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengetahui kadar gula darah dan memeberikan edukasi terkait Diabetes melitus. Metode penelitian berupa pelaksanaannya berupa pemberian materi dan cek gula darah sewaktu pada masyarakat di sekitar apotek pandjaitan farma. Hasil kegaiatan menunjukkan sebanyak 33 responden dari 52 responden berjenis kelamin laki-laki, 37 responen memiliki umur 60 tahun ke atas dan 36 responden memiliki gula darah sewaktu yang terkontrol. Kesimpulan dari kegiatan yaitu tingkat skor pengetahuan dari 52 responden adalah 13,37±3,85 dengan kategori sedang dan tidak ada hubungan yang signifikan antara skor tingkat pengetahuan dan outcome klinik control gula darah (p<0,05). Kata Kunci: Edukasi, Diabetes Mellitus, Tingkat Pengetahuan, Apotek  ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood sugar levels due to insulin resistance or insufficient insulin production. DM 2 usually occurs in adults, but can also attack children due to an unhealthy lifestyle. Common symptoms include frequent urination, excessive thirst, and hunger. The aim of this activity is to determine blood sugar levels and provide education regarding diabetes mellitus. implementation consisted of providing materials and checking blood sugar in the community around the Pandjaitan Farma pharmacy. The results showed that 33 respondents out of 52 respondents were male, 37 respondents were aged 60 years and over and 36 respondents had controlled blood sugar over time. the level of knowledge score of the 52 respondents was 13.37 ± 3.85 in the medium category and there was no significant relationship between the level of knowledge score and the outcome of the blood sugar control clinic (p <0.05). Keywords: Education, Diabetes Mellitus, Knowledge Level, Pharmacy
Analaisis Cemaran Mikroba Cairan Lensa Kotak dengan Perbedaan Waktu Simpan Menggunakan Metode Angka Lempeng Total Wattiheluw, Muhammad Hasan; Deshinta Fitriani
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i2.862

Abstract

Lensa kontak adalah alat bantu penglihatan yang dipasang pada kornea untuk memperbaiki gangguan refraksi. Namun, lensa kontak berisiko mengalami kontaminasi bakteri apabila kebersihan dan petunjuk penggunaannya tidak diikuti dengan baik. Faktor risiko utama kontaminasi mikroba pada lensa kontak adalah kurangnya perhatian terhadap kebersihan, yang dapat menyebabkan infeksi pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat cemaran mikroba pada cairan lensa kontak selama periode penyimpanan hingga dua bulan. Metode yang digunakan adalah Angka Lempeng Total (ALT) untuk menghitung jumlah koloni bakteri aerob mesofil yang tumbuh setelah sampel diinokulasikan pada media padat menggunakan metode tuang (pour plate method), kemudian diinkubasi pada suhu 35–37°C selama 24–48 jam dan dilanjutkan dengan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai ALT pada bulan ke-0, 1, dan 2 berturut-turut sebesar 3 × 10¹ cfu/mL, 5 × 10⁴ cfu/mL, dan 9 × 10⁵ cfu/mL, dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat peningkatan jumlah cemaran mikroba berdasarkan kenaikan nilai ALT dari bulan ke-0 hingga bulan ke-2, namun peningkatan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara cairan lensa kontak yang disimpan selama 0, 1, dan 2 bulan.