Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Identifikasi Kandungan Natrium Siklamat pada Susu Bubuk Skim Tanpa Merek Yang di Jual Di Pasar Ngemplak Kota Tulungagung Wattiheluw, Muhammad Hasan; Ramadhani, Diva
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i1.4339

Abstract

Latar belakang: Natrium Siklamat merupakan salah satu pemanis buatan yang sering digunakan oleh masyarakat yang memiliki rasa manis dengan kemanisan 30 kali dari sukrosa atau gula tebu. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 penggunaan pemanis natrium siklamat pada susu bubuk tidak diperbolehkan ditambahkan. Penggunaan Natrium Siklamat sebagai bahan tambahan pemanis buatan pada makanan dan minuman masih marak ditemui terutama produk makanan atau minuman tanpa merek. Tujuan: mengidentifikasi adanya kandungan zat pemanis buatan natrium siklamat pada susu bubuk skim tanpa merek dan menentukan kadar siklamat pada susu bubuk skim tanpa merek yang dijual di Pasar Ngemplak Kota Tulungagung. Metode: Metode yang digunakan yaitu uji pengendapan dan gravimetri. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan kandungan siklamat pada sampel susu bubuk skim tanpa merek yang dijual di Pasar Ngemplak Kota Tulungagung, dari ke 5 sampel ditemukan 2 sampel yang mengandung pemanis buatan siklamat. Kadar pemanis buatan natrium siklamat sampel A sebesar 10.333 mg/kg dan sampel B sebesar 52.000 mg/kg. Simpulan: Terdapat penambahan kandungan pemanis natrium siklamat yang tidak diperbolehkan ditambahkan pada produk susu bubuk jenis apapun termasuk jenis susu bubuk skim.
Analisis Kualitatif Bahan Kimia Obat Ibuprofen Pada Jamu Pegal Linu Yang Dijual Di Pasar Besar Kota Malang Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Wattiheluw, Muhammad Hasan; Firdaus, Atira Noorobby
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 3 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4176

Abstract

Latar belakang: Ibuprofen adalah bahan kimia obat yang digunakan dalam obat analgetika dan antiinflamasi non-steroid (AINS) yang banyak sekali digunakan masyarakat, baik dengan resep maupun tanpa resep dokter, untuk mengurangi rasa nyeri dan inflamasi pada penyakit rematik. Ibuprofen dilarang digunakan karena termasuk dalam obat sintesis, dimana berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan Bab VIII Nomer 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 39 tentang industri obat tradisional dan Pendaftaran obat tradisional yang menyatakan segala jenis obat tradisional dilarang mengandung bahan isolasi/sitentis yang berkhasiat obat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap produk jamu pegal linu yang tidak memiliki no BPOM. Peneliti mengambil sampel bermerk dengan memiliki no BPOM dan yang tidak memiliki. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahan kimia obat. Metode: Ibuprofen pada jamu pegal linu dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis secara kualitatif dengan plat silika gel GF254 dengan fase gerak kloroform : methanol (9:1 v/v). Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari empat sampel yang di uji dua dinyatakan positif mengandung ibuprofen dengan memiliki nilai Rf yang memiliki selisih ? 0,05 dengan larutan baku standar yaitu 0,56. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih ada jamu pegal linu bermerk no BPOM yang dijual di Pasar Besar Kota Malang mengandung Ibuprofen
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULA SEDIAAN SABUN CAIR CUCI TANGAN EKSTRAK BUAH JERUK NIPIS TERHADAP Escherichia coli WATTIHELUW, MUHAMMAD HASAN; Amalia, Nadya
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.14244

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan bahan alam yang memiliki potensi dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Mencuci dengan sabun cuci tangan cair akan lebih efektif untuk membunuh kuman karena sediaan sabun dalam bentuk cair memiliki sifat unggul seperti lebih ekonomis, higienis, mudah diproduksi, dan mengandung banyak busa. Pengujian sabun cair cuci tangan diharapkan sesuai SNI 2588:2017 pengujian yang dilakukan meliputi ph, bobot jenis, total bahan aktif, bahan yang tidak larut etanol, alkali bebas, asam lemak bebas, serta pengujian daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian formula sediaan sabun cair cuci tangan dari ekstrak Buah jeruk nipis menunjukkan rentan nilai pH 6,75-9,47, bobot jenis 0,980-1,042, bahan yang tidak larut etanol 0,992% – 1,181%, alkali bebas 1,323% – 2,978%, Asam lemak bebas 0,38-10,59%. Uji organoleptik menunjukkan semua formula memenuhi SNI. Pengujian mikrobiologi didapatkan zona hambat kategori cukup sampai kuat terhadap bakteri Escherichia coli. Kesimpulan formula sediaan sabun cair cuci tangan ekstrak buah jeruk nipis memiliki efektifitas terhadap bakteri Escherichia coli
Skrining Fitokimia dan Analisis Aktivitas Antioksidan Infused Water Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn.) Menggunakan Metode Uji DPPH (2,2- Diphenyl-1-Pycrilhydrazil) Wulan, Indah Cahyaning; Wattiheluw, Muhammad Hasan
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.5077

Abstract

Latar belakang: Senyawa antioksidan adalah zat yang dapat digunakan untuk melawan radikal bebas. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) adalah buah yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, serta senyawa fenolik dan metabolit sekunder lain yang bersifat antioksidan. Air (H2O) adalah salah satu unsur penting yang dibutuhkan oleh manusia. Infused water dapat menjadi pilihan alternatif untuk mengonsumsi air putih dengan cara yang lebih menarik.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan air rendaman buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn). Metode: penentuan nilai aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan instrumen spektrofotometri menggunakan pelarut metanol. Penentuan nilai IC50 didasarkan pada persamaan regresi linear antara konsentrasi sampel dan %inhibisi terhadap DPPH. Hasil: diperoleh nilai IC50 sebesar 21,475 ppm. Sedangkan untuk asam askorbat diperoleh nilai IC50 sebesar 8,358 ppm. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitain Infused water Belimbing Wuluh dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULA SEDIAAN SABUN CAIR CUCI TANGAN EKSTRAK BUAH JERUK NIPIS TERHADAP Escherichia coli WATTIHELUW, MUHAMMAD HASAN; Amalia, Nadya
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.14244

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan bahan alam yang memiliki potensi dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Mencuci dengan sabun cuci tangan cair akan lebih efektif untuk membunuh kuman karena sediaan sabun dalam bentuk cair memiliki sifat unggul seperti lebih ekonomis, higienis, mudah diproduksi, dan mengandung banyak busa. Pengujian sabun cair cuci tangan diharapkan sesuai SNI 2588:2017 pengujian yang dilakukan meliputi ph, bobot jenis, total bahan aktif, bahan yang tidak larut etanol, alkali bebas, asam lemak bebas, serta pengujian daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian formula sediaan sabun cair cuci tangan dari ekstrak Buah jeruk nipis menunjukkan rentan nilai pH 6,75-9,47, bobot jenis 0,980-1,042, bahan yang tidak larut etanol 0,992% – 1,181%, alkali bebas 1,323% – 2,978%, Asam lemak bebas 0,38-10,59%. Uji organoleptik menunjukkan semua formula memenuhi SNI. Pengujian mikrobiologi didapatkan zona hambat kategori cukup sampai kuat terhadap bakteri Escherichia coli. Kesimpulan formula sediaan sabun cair cuci tangan ekstrak buah jeruk nipis memiliki efektifitas terhadap bakteri Escherichia coli
Edukasi Pemanfaatan Centella Asiatica sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Diabetes Mellitus (DM) pada Lansia di Kota Malang Retnanintyas, Ekowati; Wattiheluw, Muhammad Hasan; Ariani, Nia Lukita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19064

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit serius akibat kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin. Ini ditandai dengan tingginya glukosa dalam darah. Pengobatan kulit kering pada DM menggunakan pelembab, termasuk bahan herbal seperti Centella asiatica yang berfungsi sebagai anti-aging, anti jerawat, dan penyembuhan luka. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan meningkatkan kesadaran dalam bahaya DM. Pelaksanaannya berupa penyuluhan tentang pemanfaatan centella asiatica sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang bahaya diabetes mellitus (dm) pada lansia. Hasil kegaiatan menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan tentang pemanfaatan Centella asiatica dan bahaya DM. Kesimpulan dari kegiatan yaitu terjadi peningkatan signifikan pengetahuan (p<0,05). Kata Kunci: Edukasi, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Lansia  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a serious disease caused by a lack of insulin or the body's inability to use insulin. It is characterized by high glucose in the blood. Treatment of dry skin in DM uses moisturizers, including herbal ingredients such as Centella asiatica, which functions as anti-aging, anti-acne, and wound healing. The aim of this activity is to increase awareness of the dangers of DM. The implementation method is in the form of education about the use of centella asiatica as an effort to increase knowledge about the dangers of diabetes mellitus (DM) in the elderly. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge scores about the use of Centella asiatica and the dangers of DM. The conclusion from the activity was that there was a significant increase in knowledge. Keywords: Education, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Elderly
Formalin analysis on shrimp samples At The Surabaya I KIPM Center Wattiheluw, Muhammad Hasan; Ningrum, Ajeng Setya
Journal of Local Therapy Vol 4 No 1 (2025): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v4i1.5479

Abstract

Formaldehyde, better known as formalin, is a prohibited food additive. The use of formalin in food can cause poisoning in the human body, namely acute abdominal pain accompanied by vomiting, the emergence of nervous system depression or circulatory failure. The purpose of this study was to identify the formalin content in shrimp tested at the KIPM Surabaya I Center. This study was conducted using a test kit method, namely formalin main reagent. The principle is to add liquid (reagent) to food suspected of containing formalin. The reaction between chromatophore acid and formalin produces a purple complex compound of 3,4,5,6-dibenzoxanthylium . The results of this study showed that negative shrimp samples contained formalin, indicated by the absence of color changes in the samples analyzed and compared with the positive controls that had been made.
Evaluasi dan Uji Daya Hambat Sabun Kertas Ekstrak Daun Mangga (Mangifera Indica L) Terhadap Pseudomonas Aeruginosa dan Candida Albican TWELVIYANI, Arni Twelviyani; Wattiheluw, Muhammad Hasan
Biosel Biology Science and Education Vol. 14 No. 2 (2025): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v14i2.9316

Abstract

In this study, mango extract was formulated with varying concentrations of paper soap. Assessment of paper soap includes testing organoleptic type, pH value, foam height, and water content. The purpose of the study was to assess and test paper soap formulations containing mango leaf extract (Mangifera indica L.) in inhibiting the growth of Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans. Mango leaves are known to have active connections that may be antiseptic. The inhibition test was performed by the pitting diffusion method. The diameter of the inhibition zone formed around the wells was measured after incubation using a ruler. The results showed that the formulation of mango leaf extract has excellent physical properties and does not cause irritation to the skin at certain concentrations and formulations. Inhibition tests show that soap from mango leaf extract is not effective for inhibiting the growth of Pseudomonas aeruginosa, but can inhibit the growth of Candida albicans with an increase in the inhibition zone as well as an increase in extract concentration with a weak category. Mango leaf extract paper soap cannot be an antiseptic soap on Pseudomonas aeruginosa but can be an antiseptic on Candida albicans.  Keywords: Antiseptic, Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa
Cegah Bahaya Formalin: Identifikasi dan Sosialisasi pada Jajanan CFD Kota Malang Wattiheluw, Muhammad Hasan; Widayanti, Elok; Asworo, Riska Yudhistia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22762

Abstract

ABSTRAK Car Free Day (CFD) Malang adalah kegiatan rutin yang menghadirkan banyak masyarakat dengan berbagai jajanan kaki lima yang berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Formalin adalah bahan kimia toksik yang biasa disalahgunakan sebagai pengawet makanan secara ilegal, berisiko menyebabkan gangguan kesehatan akut hingga kanker jika terpapar jangka panjang. Studi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengidentifikasi keberadaan formalin pada jajanan CFD Malang melalui pengabdian masyarakat yang dibagi menjadi dua tahap: pengujian sampel makanan dengan rapid test kit dan sosialisasi bahaya formalin. Sampel diambil secara acak dari jajanan yang dijual di lokasi, dan responden pengunjung mengikuti evaluasi pengetahuan terkait formalin. Hasil pengujian pada 11 sampel menunjukkan 8 diantaranya positif mengandung formalin. Evaluasi pengetahuan dari 20 responden menunjukan skor rata-rata 3,85 dari maksimal 6, dengan sekitar 60-72,5% responden mengetahui pengertian formalin, bahayanya, dan cara mengenalinya. Sosialisasi dilakukan dengan leaflet dan demonstrasi sederhana. Studi ini mengonfirmasi masih tingginya prevalensi pemakaian formalin pada jajanan CFD serta kesenjangan pengetahuan masyarakat terkait risiko formalin. Diperlukan upaya edukasi dan pengawasan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan komunitas agar kesehatan konsumen terlindungi dan jajanan di lokasi acara lebih aman. Program deteksi dan sosialisasi ini efektif untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung pengendalian pangan berformalin secara lebih luas. Kata Kunci: Formalin, Car Free Day Malang, Jajanan Kaki Lima, Pengabdian Masyarakat, Rapid Test Kit  ABSTRACT Car Free Day (CFD) Malang is a routine event that attracts large numbers of the public and features a variety of street food vendors, some of which potentially contain hazardous substances such as formalin. Formalin is a toxic chemical commonly misused as an illegal food preservative with risks of causing acute health disorders and cancer upon long-term exposure. This study aims to raise public awareness and identify the presence of formalin in street foods sold at CFD Malang through a community service program divided into two phases: food sample testing using rapid test kits and dissemination of information regarding the dangers of formalin. Samples were randomly collected from foods sold at the venue, and visitors participated in evaluating their knowledge about formalin. Test results from 11 samples revealed that 8 were positive for formalin. Knowledge evaluation among 20 respondents showed an average score of 3.85 out of 6, with approximately 60–72.5% of respondents understanding the definition, hazards, and recognition methods of formalin. Dissemination efforts utilized leaflets and simple demonstrations. The study confirms the high prevalence of formalin use in CFD street foods alongside a knowledge gap in the community regarding associated risks. Continuous educational initiatives and supervision involving governmental and community stakeholders are necessary to protect consumer health and ensure safer food offerings at the event. This detection and dissemination program effectively enhances awareness and supports broader efforts to control formalin-contaminated foods. Keywords: Formalin, Car Free Day Malang, Street Food Vendors, Community Service, Rapid Test Kit
Correlation of Knowledge and Beliefs to Adherence with Antibiotic Use in Adult Patients at a Private Hospital in Sidoarjo Wattiheluw, Muhammad Hasan; Herawati, Fauna; Setiasih, Setiasih; Yulia, Rika
Kesmas Vol. 15, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious diseases are one of the top ten causes of death in the world. Antibiotic therapy is administered for infectious diseases, but if bacteria are exposed to antibiotics continuously, then the bacteria are able to adapt to the medication, thereby resulting in antibiotic resistance. This condition results in an increase in mortality, long hospitalization period, and increased cost of antibiotic therapy and health services. Adherence to using antibiotics may be influenced by knowledge and beliefs about them. This study aimed to understand correlation between knowledge and belief with adherence to antibiotic use at a private hospital in Sidoarjo. This cross-sectional study, the data collected in three months period, was conducted with a questionnaire for assessment knowledge and belief. A pill count method was applied for assessment adherence to using antibiotics prescribed by doctors. The study results show that knowledge of the respondents was adequate for 76 people (69.7%), belief was adequate for 74 people (67.9%), and adherence to antibiotic use for 79 people (72%). Regression analysis showed that the variable that significantly influenced the adherence of patients in using antibiotics was perceived threat (p-value = 0,029). Sex, age, education, income, occupation, and marital status have no contribution to antibiotic knowledge, belief, and adherence.