Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS V SDN PERUMNAS 3 KOTA TANGERANG Lisa Denanda Putri; Warsito Warsito; Aris Gumilar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Open Ended dengan yang menggunakan metode pembelajaran secara konvensional yaitu ceramah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Gruop Design. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V(A) berjumlah 26 siswa dan V(B) berjumlah 27 siswa di SDN Perumnas 3, dengan mengambil sample jenuh yakni semua populasi dijadikan sample berarti sebanyak 53 siswa yang dijadikan sample. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis siswa yang berbentuk essay sebanyak 10 soal. Pengujian hipotesis pretes menggunakan uji-t, diperoleh thitung = 1,41 < ttabel = 2,00 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal berpikir kritis siswa kelas kontrol maupun eksperimen. Sedangkan untuk pengujian hipotesis postes dari uji-t diperoleh thitung = 15 > ttabel = 2,00 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan akhir berpikir kritis siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini dapat simpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran Open Ended lebih tinggi dibandingkan dengan model konvensional.
Pemanfaatan TikTok sebagai Media Promosi Destinasi Wisata di Kabupaten Pangandaran Aris Gumilar; Raden Asri Kartini
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 4 No. 03 (2026): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v4i03.956

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah promosi pariwisata dengan memungkinkan destinasi menjangkau audiens yang lebih luas melalui konten interaktif dan konten yang dibuat oleh pengguna. Penelitian ini mengkaji pengaruh TikTok dan electronic word-of-mouth (e-WOM) terhadap promosi destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 200 responden yang pernah melihat konten TikTok terkait pariwisata dan mengakses ulasan daring mengenai Pangandaran. Responden dipilih melalui teknik purposive sampling, dan seluruh item kuesioner diukur menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap promosi pariwisata. Electronic word-of-mouth juga berpengaruh positif dan signifikan, serta memiliki tingkat signifikansi. Secara simultan, TikTok dan e-WOM berpengaruh signifikan terhadap promosi pariwisata, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F sebesar 176,214 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 64,2% variasi dalam promosi pariwisata. Temuan ini menunjukkan bahwa konten TikTok yang kreatif dan rekomendasi daring yang kredibel merupakan instrumen penting untuk memperkuat visibilitas destinasi, daya tarik, dan minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Pangandaran.