Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : NUTRIRE DIAITA

Pengaruh Implementasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Masalah Kurang Energy Protein Terhadap Partisipasi dan Kemandirian Masyarakat dan Kasus Kurang Energy Protein di Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Propinsi D.I Yogyakarta Waryana, Waryana
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 12, No 02 (2020): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v12i02.3122

Abstract

Latar Belakang : Kasus gizi buruk dan Kurang Energy Protein masih banyak ditemukan di masyarakat. Keadaan ini menunjukkan bahwa program pemerintah dalam menanggulangi masalah Kurang Energy Protein belum berhasil dengan optimal. Perlu upaya lain untuk memperbaiki program penanggulangan masalah tersebut. Proram berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan alternatif yang tepat. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan penanggulangan masalah Kurang Energy Protein berbasis Pemberdayaan masyarakat  terhadap Partisipasi  dan Kemandirian masyarakat serta kasus Kurang Energy Protein. Metode : Jenis Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pre-post test with contol dengan diperkuat dengan data kualitatif. Responden penelitian ini adalah, kader posyandu, tokoh masyarakat, ibu balita dan balita di 44 posyandu di Desa Poncosari dan Trimurti Kecamatan Srandakan. Analisis data dilakukan  dengan uji statistic teknik t test sampel bebas. Hasil : Ada pengaruh implementasi pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan masalah Kurang Energy Protein berbasis pemberdayaan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat dan kemandirian masyarakat (p<0,05). Masyarakat berpartisipasi datang ke posyandu dengan dorongan ingin mengetahui perkembangan berat badan anak, kesehatan anak, dan informasi  gizi dan kesehatan dari kader atau petugas puskesmas. Kesimpulan : Penanggulangan masalah Kurang Energy Protein berbasis pemberdayaan masyarakat berdampak pada peningkatan dan ksesadaran keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, perawatan kesehatan, pola asuh anak. Implemetasi penanggulangan masalah Kurang Energy Protein  berbasis pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan menurunkan kasus KEP. Motivasi ibu balita dalam berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan adalah ingin mengetahui perkembangan, kesehatan, dan info terkait kesehatan anak.
Efektifitas Penggunaan Video dalam Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Pengembangan Resep MP-ASI sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Desa Selopamioro, Kec. Imogiri, Kabupaten Bantul Waryana, Waryana; Sudarsono, Made Rai
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 17, No 02 (2025): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v17i02.10459

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang ditandai oleh gangguan pertumbuhan linear pada dua tahun pertama kehidupan. Berdasarkan hasil SSGI 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Bantul mencapai 14,9%. Hasil SKI 2023 menunjukkan bahwa faktor penyebab stunting antara lain kesehatan ibu dan bayi serta faktor rumah tangga. Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu alternatif upaya pencegahan stunting. Edukasi gizi melalui media video resep MP-ASI berbahan pangan lokal berpotensi meningkatkan pengetahuan ibu dalam penanggulangan stunting melalui pemberian MP-ASI yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media video resep berbasis pangan lokal terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai penanggulangan stunting. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan non equivalent pretest–posttest design. Kelompok eksperimen terdiri dari 35 orang yang diberikan media video, sedangkan kelompok kontrol terdiri dari 35 orang yang diberikan leaflet. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan paired t-test dan independent t-test. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video sebesar 59,60 dan kelompok leaflet sebesar 58,85 dengan selisih 0,75 (Sig. 0,523). Pada posttest, rata-rata skor meningkat menjadi 85,54 pada kelompok video dan 79,77 pada kelompok leaflet dengan selisih 5,77 (Sig. 0,000). Peningkatan skor pretest–posttest pada kelompok video sebesar 25,94 (p=0,000), sedangkan pada kelompok leaflet sebesar 20,92 (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa kedua media meningkatkan pengetahuan ibu, namun media video lebih efektif dibandingkan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan mengenai resep MP-ASI berbahan pangan lokal untuk penanggulangan stunting.