Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Inhibisi α-Glukosidase Dan Uji Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) Pada Pasien Dm Tipe 2 Di Puskesmas Cempaka Putih Jakarta Pusat Mazaya Azzahra; Linda Weni; Firman Arifandi
Majalah Sainstekes Vol. 12 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v12i1.4414

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi insulin dan atau terganggunya fungsi insulin di dalam tubuh. Hingga saat ini, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Indonesia kian meningkat dan diprediksi akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Salah satu herbal yang sering digunakan dalam terapi diabetes adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek inhibisi rebusan daun salam terhadap aktivitas enzim α-glikosidase dan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan kadar gula darah puasa (GDP) pasien diabetes.  Penelitian ini menggunakan Non-Equivalent Control Group Design dengan sampel terdiri atas 30 pasien dari  Puskesmas Cempaka Putih yang menderita penyakit DM tipe 2. Sampel ini dibagi kedalam 4 kelompok yaitu kelompok P1 dengan dosis 5gr/300 cc, kelompok P2 dengan dosis 5 gr/250 cc, kelompok P3 dengan dosis 5 gr/200 cc,  dan kelompok pembanding (KP)  dengan dosis metformin 500 mg/hari, serta 1 kelompok  responden  normal sebagai kelompok kontrol. Pemberian daun salam diberikan 1 kali per  hari di pagi hari selama 8 hari. Analisis data dilakukan dengan Uji ANOVA dengan signifikansi p<0.05 menggunakan SPSS versi 27. Uji normalitas dilakukan menggunakan Saphiro-Wilk, uji homogenitas menggunakan Levene’s test serta uji lanjut menggunakan Uji  Post Hoc Tukey HSD. Hasil uji statistik didapatkan distribusi data normal p=0,69 (p>0,05) dan homogen (p>0.05). Dosis rebusan daun salam 5gr/200cc memberikan penurunan gula darah yang signifikan pada pasien diabetes (p < 0,001), dan juga memberikan penghambatan yang signifikan (<0,001) terhadap enzim α-glukosidase dibanding kelompok lain. Terdapat korelasi positif dengan kekuatan sedang (nilai koefisien korelasi 0.542), antara penghambatan α-glukosidase terhadap penurunan kadar glukosa darah responden. Disimpulkan bahwa daun salam berpotensi sebagai anti diabetes melalui salah satu mekanisme penurunan GDP pada DM tipe-2 akibat aktivitas inhibisi dari daun salam terhadap aktivitas enzim α-glukosidase.
PENAPISAN FITOKIMIA, UJI ANTIOKSIDAN, SERTA UJI PENGHAMBATAN TIROSINASE EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana) Sadeli, Mohamad Agung; Harliansyah, Harliansyah; Weni, Linda
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap akibat peningkatan melanin. Pemblokiran enzim tirosinase dalam melanosit mampu mencegah paparan melanin yang berlebihan. Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana) dapat menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas misalnya: xanthin oksidase, NADPH oksidase serta nitrit oksida sintase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari ekstrak daun bidara (EDB), di antaranya meliputi: uji penapisan fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan flavonoid total, uji aktivitas antioksidan 2,2 dipenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) serta uji penghambatan enzim tirosinase. Penelitian ini menggunakan metode true experimental yang dilaksanakan di laboratorium. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji-uji lainnya menggunakan metoda spektrofotometri dengan perangkat ELISA reader. Hasil skrining EDB menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung beberapa senyawa kimia, misalnya: alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Uji kadar fenolik total pada EDB didapatkan bahwa total fenolik mencapai 55,45 ± 0,08 mg/g, total flavonoid didapat 23,61, 0,39 mg/g. Nilai IC50 DPPH adalah 179,37 ± 9,85 µg/mL dan nilai IC50 tirosinase adalah 9240,410 µg/mL. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa EDB mempunyai sifat antioksidan karena mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan berpotensi sebagai anti hiperpigmentasi karena dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase. Kata kunci: antioksidan, bidara, enzim tirosinase, Ziziphus mauritiana DOI : 10.35990/mk.v8n3.p254-264
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kadar Profil Lipid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Wijaksana, Mochammad Bunyamin; Weni, Linda
Majalah Sainstekes Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v12i2.4911

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang diakibatkan oleh resistensi insulin dan sering disertai gangguan metabolisme lipid, seperti peningkatan kadar LDL, trigliserida, dan kolesterol total serta penurunan kadar HDL. Aktivitas fisik diketahui berperan penting dalam mengelola kadar profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar profil lipid, termasuk kadar LDL, HDL, trigliserida, dan kolesterol total, pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan kuantitatif eksperimental. Sebanyak 24 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan metode consecutive sampling. Responden mengikuti program aktivitas fisik selama 6 bulan dengan intensitas ringan hingga sedang. Data kadar profil lipid didapatkan melalui data rekam medis pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar LDL (p = 0,001) dan kolesterol total (p = 0,045) setelah intervensi aktivitas fisik selama 6 bulan. Persentase responden dengan kadar LDL optimal (<100 mg/dL) meningkat dari 16,7% menjadi 45,8%, sedangkan responden dengan kadar kolesterol total dalam kategori diinginkan (<200 mg/dL) meningkat dari 58,3% menjadi 83,3%. Sementara itu, peningkatan kadar HDL (p = 0,782) dan penurunan kadar trigliserida (p = 0,564) tidak signifikan secara statistik. Aktivitas fisik teratur dapat menjadi pendekatan non-farmakologis yang penting dalam pengelolaan profil lipid penderita diabetes melitus tipe 2.
Edukasi Tuberkolosis dan Resistensi Obat TB Pada Warga dan Kader PKK RW 06 Balimester, Jakarta Timur Himmi Marsiati; Wening Sari; Sri Wuryanti; Sri Hastuti Andayani; Sabarina Elfrida Manik; Inas Hasna Azizah; Kamal Anas; Desi Aryani; Linda Weni; Hadiati Fitri; Munfaati; Yazid Zainur Isnen
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1878

Abstract

Penyakit Tuberculosis masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Angka kejadian TB di Indonesia meningkat setiap tahun. Penderita TB yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Selain itu, terapi yang tepat diberikan untuk menghindari bakteri resisten terhadap obat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit TB dan TB resisten obat melalui edukasi. Metode yang dilakukan untuk kegitan pengabdian kepada masyarakat adalah melalui pemberian ceramah, pemberian pretest dan postes, dan pemeriksaan kadar Hb pada anak-anak. Berdasarkan hasil skor post test diketahui bahwa pengetahuan masyarakat meningkat setelah edukasi dilakukan.