Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Islam dan Dakwah: Dampak Media Sosial terhadap Aktivitas Dakwah di Lingkungan Mahasiswa Fina Ayu Nurlestari; Kirana Khairunnisa Azhary; Mayang Sari; Raisha Najla Mutia; Indah Sari
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2025): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v16i2.14018

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media use on the form, intensity, and effectiveness of da'wah activities among students. Da'wah in Islam refers to the effort to convey religious teachings to individuals or groups so that they can understand, feel, and apply these teachings in their lives. This study aims to examine the impact of social media use on the continuity of Islamic da'wah among students, especially when faced with the advancement of digital entertainment today. In addition, this study aims to explore the function of social media as a tool for da'wah, identify emerging opportunities and obstacles, and discuss changes in the way students receive and participate in Islamic da'wah activities in the digital age. This research uses a qualitative approach with a descriptive qualitative type, which aims to analyze the impact of social media on the continuity of da'wah in the student environment. A qualitative approach was chosen because this study focuses on in-depth investigation based on the research subject. Data and information were collected directly from the source to analyze the impact of social media on the sustainability of da'wah among students. The results of the study show that social media has changed the pattern of da'wah among students, both in terms of form and how it is received. Based on interviews, most students believe that da'wah through social media has the potential to have a negative impact if not managed properly, such as the emergence of misunderstandings, superficial messaging, and a tendency to consume religious content instantly. However, social media still has great potential as an effective means of da'wah if used appropriately and responsibly. These findings contribute to contemporary da'wah studies by emphasizing the importance of more critical and targeted management of digital da'wah. Practically, this research implies the need to formulate a more educational, reflective, and student-centered model of social media-based da'wah in the digital age.
The Effectiveness of Instagram and TikTok as Islamic Da’wah Media: Their Influence on Audience Religiosity Rima Febria Rizkyta; Salwa Isheeqa Azzahra Maryam; Azzahra Amalia Putri; Firane Larasyifa; Rintan Rahayu Agrianty Nurhidayah; Indah Sari
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v4i1.10686

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas Instagram dan TikTok sebagai media dakwah Islam serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap religiusitas audiens. Penelitian ini menggunakan Teori Uses and Gratifications serta Teori Belajar Sosial Kognitif Albert Bandura. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 70 responden, yang dilengkapi dengan data kualitatif dari wawancara bersama para dai digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital sangat efektif dalam aspek aksesibilitas dan jangkauan dengan skor 81,4%, sedangkan kualitas konten, khususnya gaya penyampaian, memperoleh skor 78,6%. Dampak terkuat terlihat dalam mendorong sikap kritis sebesar 77,2% dan memotivasi transformasi keagamaan sebesar 75,7%, yang mencerminkan terpenuhinya gratifikasi kognitif dan afektif. Namun, ditemukan kesenjangan perilaku yang cukup signifikan karena praktik ibadah sunah hanya mencapai 48,6%. Kesenjangan ini menunjukkan tantangan dalam mengubah motivasi digital dan pembelajaran melalui pengamatan menjadi perilaku keagamaan yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan penguatan verifikasi konten, peningkatan gaya penyampaian yang persuasif, serta penerapan pendekatan manajemen kalbu untuk mendorong praktik keagamaan yang berkelanjutan dan keterlibatan audiens yang lebih bermakna di kedua platform, khususnya di kalangan pengguna media sosial Muslim yang beragam.   This study examines the effectiveness of Instagram and TikTok as media for Islamic preaching and evaluates their influence on audience religiosity. The research applies Uses and Gratifications Theory and Albert Bandura’s Social Cognitive Learning Theory. A descriptive quantitative design was employed, with questionnaires distributed to 70 respondents and supplemented by qualitative data from interviews with digital preachers. The findings indicate that digital preaching is highly effective in terms of accessibility and reach, with a score of 81.4%, while content quality, particularly delivery style, scored 78.6%. Its strongest impacts were in encouraging critical attitudes (77.2%) and motivating religious transformation (75.7%), reflecting the fulfillment of cognitive and affective gratifications. However, a notable behavioral gap emerged, as the practice of voluntary worship reached only 48.6%. This gap highlights the challenge of converting digital motivation and observational learning into consistent religious behavior. The study recommends strengthening content verification, improving persuasive delivery, and applying a heart-management approach to encourage sustainable religious practices and more meaningful audience engagement across both platforms among diverse Muslim social media audiences.
Layar ke Sajadah: Optimalisasi Kualitas Ibadah melalui Program Muslim Cerdas Digital (MCD) dalam Mengatasi Ketergantungan Media Sosial (Instagram dan TikTok) Rida Farida; Salma Musyaffa; Astri Damaianti; Registifa Annizar; Adel Aulia Putri; Indah Sari
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4772

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya di kalangan mahasiswa, termasuk pada aspek keagamaan dan kualitas ibadah. Media sosial berupa Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan karena mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap penggunaan media sosial, faktor penyebab ketergantungan hingga menurunnya kualitas ibadah, serta potensi program Muslim Cerdas Digital (MCD) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas ibadah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji tersebut dipilih karena data berasal dari dua pengukuran berpasangan pada responden yang sama dan berskala ordinal, dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada mahasiswa PGSD FIP UPI angkatan 2024 dan 2025 yang beragama Islam serta menggunakan media sosial. Populasi penelitian berjumlah 416 orang dengan sampel sebanyak 10%, yaitu 41 responden. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 responden (79,59%) menyatakan kesediaannya mengikuti program MCD. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,201, yang berarti lebih besar dari 0,05 (0,201 > 0,05), sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas penggunaan media sosial mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti program MCD. Meskipun demikian, program MCD tetap memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak. Penelitian berikutnya diharapkan menggunakan pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) serta teknik korelasi untuk menganalisis hubungan antara tingkat ketergantungan media sosial dan kualitas ibadah mahasiswa.