Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendekatan Job Description pada Analisis Beban Kerja Karyawan dengan Metode Work Sampling Widiasih, Wiwin; Nuha, Hilyatun
Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis Vol 1 No 02 (2018): Oktober
Publisher : AKADEMI KOMUNITAS SEMEN INDONESIA GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap organisasi baik perusahaan maupun institusi baik yang bersifat profit maupun non profit dihadapkan pada peningkatan pembangunan di segala bidang. Dengan adanya efektivitas, efisiensi, dan produktivitas, perusahaan dapat mengetahui bagaimana optimalisasi sumber daya yang digunakan dan dapat menunjang pencapaian target yang telah dijalankan oleh sebuh perusahaan. Untuk melakukan efisiensi dalam bidang SDM, dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan membuat suatu analisis yang tepat terhadap aktivitas-aktivitas yang terjadi dan beban kerja yang ditimbulkan ataupun dengan lebih mengoptimalkan jumlah karyawan agar melakukan aktivitas pekerjaannya secara tepat. Selain perusahaan, perguruan tinggi juga merupakan salah satu institusi yang perlu dilakukan optimalitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah karyawan struktural yang bekerja dalam siklus jam tertentu dengan beban fungsi dan tugas tertentu. Pengukuran kinerja karyawan pada Universitas XYZ Surabayadilakukan dengan pendekatan jobs description menggunakan metode work sampling. Dari 25 jabatan yang telah dianalisis beban kerja terdapat jabatan yang mempunyai nilai work load analysis (WLA) tertinggi yaitu Kepala Bagian Kerjasama, Kepala Bagian Keuangan dan Kasubbag Pengembangan SDM. Selain itu juga terdapat jabatan dengan beban kerja rendahyaitu jabatan Kepala Bagian IT dan Kasubbag Orkem, MB dan Kesejahteraan Mahasiswa. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan kajian lebih lanjut untuk melakukan evaluasi analisis jabatan struktural di Universitas XYZ di Surabaya.
PKM BUDIDAYA LELE SEBAGAI ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN PETANI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA JUKONG Widiasih, Wiwin; Khoiroh, Siti Muhimatul
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v3.i2.a2173

Abstract

Kelompok Tani Sawah Tadah Hujan Desa Jukong beranggotakan kurang lebih lima belas orangpetani. Kelompok Tani ini memiliki alamat di Balai Desa Jukong dan dikelola langsung oleh IbuSekretaris Kepala Desa, yaitu Ibu Uswatun. Pada saat musim hujan, petani menanam jagung ataupadi pada sawah yang dimilikinya. Namun pada musim kemarau petani-petani menjadi kulibangunan di Surabaya. Hal tersebut dapat meningkatkan urbanisasi dan dapat menyebabkanmenurunnya perekonomian masyarakat desa Jukong serta dapat meningkatkan pengangguran.Solusi yang ditawarkan adalah membuat/pengadaan kolam untuk budidaya lele dengan diameter3m dan ketinggian 1,2m; pengadaan bibit lele sebanyak 700 ekor; pengadaan 80 kg pakan lelesampai dengan dipanen; pelatihan keterampilan langkah-langkah budidaya lele yang efektif;pelatihan dan pendampingan pengelolaan usaha serta pengelolaan keuangan. Metode yangdigunakan adalah identifikasi permasalahan yang mendesak untuk segera diatasi; metodepartisipatif dalam pelatihan dan pendampingan; monitoring dan evaluasi terhadap hasil PKMdengan indikator budidaya lele dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani sawah tadahhujan; keberlanjutan program dengan tim pelaksana sebagai fasilitator dilakukan dalam bentukkonsultasi, diskusi, dan pendampingan strategis.
PEMETAAN IMPLEMENTASI KOLABORASI STAKEHOLDER DI OBJEK WISATA MAKAM SUNAN GIRI DENGAN ANALISIS SWOT DAN QSPM Wiwin Widiasih; Hilyatun Nuha
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 18 No 1 (2023): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v18i1.290

Abstract

Pada akhir tahun 2019 telah terjadi wabah Covid-19 secara global. Dengan adanya situasi pandemi Covid-19 ini banyak aspek atau sektor yang terdampak seperti sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, hiburan, dan pariwisata di Indonesia. Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sejumlah potensi. Salah satunya yaitu potensi wisata. Jenis wisata di Kabupaten Gresik antara lain wisata ziarah, wisata tradisi, wisata seni budaya, dan wisata alam. Pada penelitian ini akan berfokus pada objek wisata ziarah yaitu Makam Sunan Giri. Sebelum terjadi pandemic covid-19 banyak pengunjung yang mendatangi Makam Sunan Giri, namun setelah pandemic covid-19 Makam Sunan Giri menjadi terdampak hingga mengakibatkan terjadinya penutupan objek wisata. Pada pertengahan tahun 2020, objek wisata Makam Sunan Giri mulai dibuka namun dengan beberapa Batasan. Peran stakeholder akan menjadi sangat penting dalam kebangkitan perekonomian Makam Sunan Giri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan implementasi kolaborasi stakeholder Makam Sunan Giri yang akan diawali dengan identifikasi stakeholder yang terlibat beserta peran dan fungsinya, kemudian pemetaan implementasi kolaborasi antar stakeholder akan didekati dengan metode kuantitatif antara lain analisis SWOT dan QSPM. Hasil yang didapatkan dari analisis SWOT posisi oragnisasi Yayasan Pengelola Makam Sunan Giri berada di kuadra I dan dirumuskan empat strategi SO. Selanjutnya dari QSPM didapatkan nilai TAS tertinggi yaitu strategi 3 dimana pengembangan secara fisik perlu didukung penuh oleh stakeholder yang ada. Pemetaan implementasi kolaborasi antar stakeholder untuk menjalankan strategi tersebut juga telah dirumuskan.
PENJADWALAN PERAWATAN MESIN MILLING PIPE DENGAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PT WPP Moch. Faries Firmansyah; Wiwin Widiasih
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v6i1.40-47

Abstract

PT WPP merupakan industri manufaktur yang memproduksi pipa stainlees. Karena keadaan daya saing bisnis saat ini, organisasi harus dapat mempertahankan ketergantungan peralatan manufaktur mereka untuk memastikan kelancaran proses produksi.. PT WPP mengaplikasikan metode preventive maintenance pada perawatan mesin produksinya hanya saja dalam penentuan jadwal belum optimal, hanya berlandaskan patokan dari kegagalan-kegagalan yang terjadi sebelumnya. Dalam mesin produksi pipa stainlees, PT WPP memiliki 3 mesin produksi yaitu mesin slitter, mesin milling pipe, dan mesin polishing. Mesin produksi yang memiliki breakdown tertinggi yaitu mesin milling pipe dengan frekuensi breakdown 444. Berdasarkan analisis pareto didapatkan 8 komponen kritis  dengan downtime tertinggi yaitu abrasive, gearbox, sander, cutter, as cutter, welding, water pump, dan hower. Simulasi monte carlo dapat menguji jadwal perawatan yang optimal. Hasil dari Simulasi didapatkan interval waktu perawatan preventive untuk komponen abrasive 11 hari, komponen gearbox 15 hari, komponen sander 23 hari, komponen cutter 9 hari, komponen as cutter 170 hari, komponen welding 43 hari, komponen water pump 32 hari, dan komponen hower 25 hari. Dengan mengaplikasikan interval waktu optimum dapat meningkatkan keandalan menjadi 35,33% hingga 65,33%.                       ABSTRACT PT WPP is a manufacturing industry that produces stainless steel pipes. Due to the current state of business competitiveness, organizations must be able to maintain dependence on their manufacturing equipment to ensure the smooth running of the production process. PT WPP applies the preventive maintenance method to the maintenance of its production machines but the schedule is not optimal, only based on the benchmark of failures that occur previously. In terms of stainless steel pipe production machines, PT WPP has 3 production machines namely slitter machines, pipe milling machines and polishing machines. The production machine that has the highest breakdown is the pipe milling machine with a breakdown frequency of 444. Based on the Pareto analysis, 8 critical components with the highest downtime are obtained, namely abrasives, gearbox, sander, cutter, axle cutter, welding, water pump, and hower. Monte carlo simulation can test the optimal maintenance schedule. The results of the simulation obtained preventive maintenance time intervals for abrasive components 11 days, gearbox components 15 days, sander components 23 days, cutter components 9 days, axle components cutter 170 days, welding components 43 days, water pump components 32 days, and hower components 25 day. Applying the optimum time interval can increase the reliability to 35.33% to 65.33%.
ANALISIS KOMPONEN KRITIS DAN PENJADWALAN PERAWATAN MESIN INJECT MOLDING DENGAN METODE FMEA PADA PT. ANGKADA RAYA Muhammad Rizal Nur Alamsyah; Wiwin Widiasih
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v6i1.17-24

Abstract

PT. Angkada Raya perusaahaan manufaktur bidang pengolahan limbah selang PVC, Vinyl, yang beralamatkan dijalan Rangkah II No. 19 Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya, perusahaan ini menggunakan 7 mesin inject model lama,  hanya 3 dari 7 yang digunakan untuk mengurangi downtime atau kerusakan secara tiba-tiba  diperlukannya pengecekan berkala, jika mesin  mati tidak bisa digunakan maka akan berdampak pada proses produksi, penelitian dilakukan untuk mengetahui komponen kritis apa saja yang perlu diutamakan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis yaitu (RPN) dengan total nilai sebesar 606, serta usulan waktu interval pengecekan atau pemeliharaan secara berkala yaitu Band heater 71 hari, Mold 113 hari, Screw 111 hari, Cooling 57 hari, CPU 152 hari, Oli 122 Hari dan untuk mengetahui penyebab seringnya terjadi kegagalan digunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) ada 2 faktor umum yaitu eksternal dan internal seperti Band Heater Internal masalah dikabel dan eksternal dari bahan baku dan pemasangan kabel kurang tepat, Mold Internal masalah ditemperatur tinggi atau cooling dan eksternal pengecekan tidak teratur, Screw internal masalah pada leher hopper overheat dan eksternal operator tidak melakukan pengecekan secara berkala serta material tercampur minyak, habis, membeku, Cooling internal ada pembekuan dan eksternal kurang pengecekan berkala, CPU internal masalah terlalu panas serta eksternal kurang pemeliharaan berkala.ABSTRACTPT. Angkada Raya, a manufacturing company in the field of PVC, Vinyl hose waste treatment, which is located at Jalan Rangkah II No. 19 Tambaksari District, Surabaya City, this company uses 7 injection machines, only 3 out of 7 are used to reduce downtime or sudden damage. find out what critical components need to be prioritized using the Failure Mode Effect Analysis method, namely (RPN) with a total value of 606, as well as the proposed time interval for periodic checking or maintenance, namely Band heater 71 days, Mold 113 days, Screw 111 days, Cooling 57 days, CPU 152 days, Oil 122 days and to find out the causes of frequent failures, the Fault Tree Analysis (FTA) method is used. There are 2 general factors, namely external and internal, such as Band Heater Internal wiring and external problems from raw materials and improper wiring, Internal Mold problem with high temperature or cooling and external checking is not regular, internal screw is a problem with the neck of the hopper overheat and the external operator does not check regularly and the material is mixed with oil, runs out, freezes, internal cooling has freezing and external lacks periodic checking, internal CPU overheating problem as well as external lack of periodic maintenance.
PENENTUAN STOCK BAHAN BAKU GUNA MEMINIMALISIR BIAYA PENYIMPANAN DAN MENGURANGI KERUSAKAN PADA CV SARANA MITRA SUKSES Putra, Dheni Rahmat; Widiasih, Wiwin
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 9 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v9i2.8800

Abstract

This research is aimed at finding out the amount of security stock, estimated total cost of inventory, optimal ordering, and reorder point. This study uses quantitative methods and aims to provide proposals for inventory control using continuous review systems and forecast analysis, as well as to determine the root cause of the occurrence of damage to raw materials on CV. Sarana Mitra Sukses is located in Karangnongko, Sukodono, Sidoarjo. In order to obtain the cost of providing glass 102x137 (2 mm), we experienced savings of Rp 18.105.803 with 12 sheet safety stock and re-purchase of raw materials when the raw material remains 55 sheets. For the costs of supplying glass 122x86 (2 mm), we experienced a saving of Rp 17.796.105 with 13 sheet safety stock and re-purchase when the raw material remains 57 sheets. For the supply of glass 122×102 (2 mm), we suffered savings in the amount of Rp 14.265.057 with a safety stock of 15 sheet safety stock and re-purchase when the raw material remains 67 sheets. For the supply cost of glass 88x147 (2 mm), we experienced a reduction in the size of Rp 21.599.803 in the safety stock of 19 sheet safety stock and re-purchase when the raw material remains 87 sheets. For 244x183 (3mm) glass storage costs, there are savings of Rs. 26.150.792 with 13 sheet safety stock and re-purchase when the raw material remains 58 sheets. And for the 305x214 (5mm) glass storage cost, there is a savings amounting to Rs. 20.017.022 with 3 sheet safety stock and re-purchase when the raw material remains 13 sheets. It can be seen that the total cost of inventory using the Continuous Review System method is considered more economical and can also have safety stock reorder point.
PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMALISIR KETERLAMBATAN PEMESANAN PADA PT XYZ Pitaloka, Dia Ardiana; Widiasih, Wiwin
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 9 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v9i2.8801

Abstract

PT XYZ is a company operating in the furniture sector which produces tables, chairs and cupboards. This company's ordering system is make to order, both export and local. The production process at this company consists of 7 production process flows including the CPP process, wood process, assembly, sanding, painting, checking, packing. The production process takes place using 20 different types of machines. The problem faced by the company is delays in fulfilling orders that do not comply with the deadline provisions. This problem is caused by inefficient production scheduling, therefore researchers analyze production scheduling using the Campbell Dudeck Smith, Palmer and Dannenbring methods and analyze the costs. However, before scheduling machines, it is necessary to test data uniformity, adequacy, normal time and standard time. The aim of these three methods is to find the minimum makespan value. From the results of these calculations, the minimum Makespan value obtained from the CDS and Dannenbring methods is 813.33 hours in the order GFABCED, GFACBED, GFACEBD, GFBCAED, GFCABED, GFCBAED. If you use the company's calculation method, the makespan value is 1026 hours with details of 840 working hours and 186 overtime hours. The CDS and Dannenbring methods in the order GFABCED, GFACBED, GFACEBD, GFBCAED, GFCABED, GFCBAED require labor costs of Rp. 141,520,058, whereas if you use the company method the labor costs are Rp. 150,253,734 required. If compared, the savings cost is IDR 8,733,676 per worker.
Pemberdayaan UKM Fajar Jaya Spring Melalui Aplikasi Pembukuan Usaha Dan Strategi Pemasaran Online Febri Satoto, Handy; Widiasih, Wiwin; Norhabiba, Fitri; Dhama Nismara, Narendradhipa; Yulinda
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v4i1.97

Abstract

UKM Fajar Jaya Sprilng belrlokasil dil delsa Laban Kelcamatan Melngantil Kabupateln Grelsilk melrupakan UKM yang belrgelrak dil pelngolahan logam. UKM ilnil tellah belrdilril seljak tahun 2003 dan tellah melmillilkil karyawan belrjumlah 4-5 orang. Saat ilnil UKM Fajar Jaya Sprilng bellum mellaksanakan Manajelmeln Usaha yang bailk selhilngga opelrasil produksil bellum maksilmal. Dilharapkan delngan manajelmeln usaha yang bailk dildapatkan aspelk-aspelk yang pelrlu dilpelrbailkil dan diltilngkatkan. Untuk pelmasaran, UKM Fajar Jaya Sprilng juga bellum mellakukan promosil mellaluil sosilal meldila/onlilnel. Olelh karelna iltu, pada kelgilatan PKM ilnil tellah dillakukan belbelrapa hal selbagail solusil untuk melnyellelsailkan pelrmasalahan aspelk manajelmeln telrselbut selpelrtil, melngadakan pellatilhan keltelrampillan pelmbukuan seldelrhana dan pelngellolaan keluangan. Pada PKM ilnil tellah melnghasillkan aplilkasil untuk melmbantu pelmbukuan seldelrhana bilsnils. Sellailn iltu juga tellah dillakukan pellatilhan dan pelndampilngan belrupa pelmbuatan lapak dilgiltal dil welbsiltel prilbadil dan dil el-commelrcel selpelrtil Ilnstagram, Shopelel, Tokopeldila, dan Facelbook. Pada kelgilatan telrselbut juga tellah dilhasillkan luaran belrupa buku peldoman pelmbuatan lapak dilgiltal.
Penerapan DMAIC dan FMEA Untuk Pengendalian Kualitas Produk Kemasan Kertas Perusahaan Percetakan PT.XYZ Wardana, Aji Pramudya; Widiasih, Wiwin
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 5, No 1 (2023): Jurnal SENOPATI Vol.5 No.1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2023.v5i1.4562

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin maju berdampingan dengan perkembangan teknologi industri sehingga menjadi ketatnya kompetisi bisnis. Maka para perusahaan bersaing untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas tinggi .Rata-rata persentase cacat selama periode 2021 memiliki persentase cacat sebesar 3,42%. Dengan tinginya presentase cacat pada perusahaan yang mencapai 3,42% telah melewati ambang batas cacat yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan memberikan batas cacat sebesar 3% tetapi pada kenyataan di lapangan menunjukan persentase cacat yang sudah melewati batas. Ketidak sesuaian dari hasil cacat dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdampak terhadap proses produksi. Diperlukan pengendalian kualitas produk yang bertujuan agar perusahaan menghasilkan produk sesuai dengan standar perusahaan. Pengendalian kualitas menggunakan metode DMAIC (Defect, Measure, Analyze, Improve, and Control. Dengan menjadikan Failure Mode and Effect Analisys  FMEA sebagai analisis terhadap produk cacat dan melakukan metode DMAIC (Defect, Measure, Analyze, Improve, and Control) untuk melakukan perbaikan pengendalian kualitas. Berhasil mengidentifikasi penyebab cacat yang terjadi pada saat produksi dan menemukan penyelesaian yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat cacat produk. Berhasil melakukan penerapan pengendalian kualitas dengan metode DMAIC dan FMEA sehingga terjadi penurunan persentase cacat produk dari 3,42% menjadi 1,14%. Dengan penurunan yang terjadi sudah sesuai dengan target menurunkan cacat dibawah 3%.
Strategi Mitigasi Risiko pada Produksi Surimi Beku dengan Metode House of Risk (HOR) dan SCOR Model Adelia, Vonny; Widiasih, Wiwin
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 5, No 1 (2023): Jurnal SENOPATI Vol.5 No.1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2023.v5i1.4575

Abstract

PT. Starfood International adalah perusahaan yang bergerak dibidang ekspor hasil laut, yang beralamat di Jl. Raya Daendles KM 76. Desa Kandangsemangkon, Kec. Paciran Kab. Lamongan. PT. Starfood International memiliki 3 produk, salah satunya yaitu Surimi. Risiko adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau datang tidak diduga yang mengakibatkan kerugian. Pada identifikasi permasalahan tahap awal, kendala yang dihadapi perusahaan yaitu ketidakstabilan pasokan bahan baku berupa ikan karena bergantung pada cuaca atau faktor alam. Dengan hal itu, kendala atau tantangan yang terkait dengan perusahan perikanan dapat diminimasi dengan mengelolah proses rantai pasok / supply chain, dimana kegiatan tersebut dari memasok bahan baku hingga pendistribusian ke tangan konsumen. Penelitian ini menggunakan model  SCOR dan House Of Risk (HOR). Pada tahap HOR 1 mengidentifikasi kejadian risiko, menentukan penilaian severity, penilaian occurrence, korelasi antara risk event dengan risk agen dan perhitungan nilai ARP. Hasil dari identifikasi risiko didapatkan 13 kejadian risiko dan 20 agen risiko. Terpilih 12 agen risiko dengan nilai tertinggi kesatu,kedua dan ketiga yaitu bahan baku yang bergantung pada musim, kurangnya komunikasi antara perusahaan dengan supplier, pencucian bahan baku dilakukan secara manual. Berdasarkan nilai ARP tertinggi dan dilakukan perencanaan strategi mitigasi. Terdapat 12 strategi mitigasi yang diusulkan guna mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi di perusahaan. Tiga diantaranya yang memiliki nilai tertinggi yaitu melakukan komunikasi dengan supplier (target/rencana,RM masuk), menjalin komunikasi dengan baik ke buyer untuk mempercepat pembayaran barang agar tidak terlambat, harus sesuai spek supplier guaranteeKata kunci: Risiko, SCOR, House Of Risk (HOR