Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI UKM JAMU CUKA REMPAH Widiasih, Wiwin; Satoto, Handy Febri; Hermawati, Fajar Astuti; Faizah, Nur; Syanindita, Previa
ABIDUMASY Vol 4 No 02 (2023): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v4i02.5051

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 banyak UKM terdampak, termasuk yang dialami oleh UD. Intansari Raya yaitu penjualan menurun hingga 60%. UD. Intansari Raya merupakan sebuah UKM di Wage Kecamatan Taman kabupaten Sidoarjo yang memiliki produksi jamu cuka rempah, berdiri sejak Tahun 2012 dan beranggotakan tujuh pekerja. Produk tersebut dinilai unik karena berciri khas dan mampu mengangkat kearifan lokal Indonesia dalam hal jamu atau herbal yang memiliki banyak manfaat. UKM tersebut telah memiliki IUMK dan NIB, selain itu juga berkomitmen dalam pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktivitas usaha dan bersedia diawasi oleh instansi yang berwenang dengan dibuktikan memiliki SPPL. Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu dalam proses produksi masih sangat sederhana serta alat fermentor diperlukan pengadaan untuk meningkatkan produktivitas karena jumlahnya sangat terbatas. Rak juga dibutuhkan oleh UD. Intansari Raya untuk tempat penyimpanan bahan bakuan hasil produksi. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini yaitu diadakan penerapan TTG dengan melakukan pengadaan alat fermentor, tong, selang dan aerator. Dengan diterapkan TTG dan pengadaan alat fermentor, UKM dapat menaikkan jumlah produksi. Sedangkan dengan ditambahkan rak juga dapat menampung raw material dan hasil produksi.
Analisis Pemborosan (Waste) pada Proses Produksi Decoder TV Parabola dengan Metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) di CV. Mastekindo Bramantia, Algi; Widiasih, Wiwin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v2i1.17582

Abstract

CV. Mastekindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perakitan dan distributor Decoder TV Parabola bermerek Gardiner. Dari hasil pengamatan awal saat melakukan penelitian diketahui bahwa di dalam proses produksi Decoder TV Parabola dalam proses produksi ini masih sering mengalami hambatan ataupun aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan nilai tambahan untuk perusahaan. Oleh sebab itu dilakukan identifikasi waste dengan menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) dan tools yang digunakan yaitu: Diagram Pareto, Diagram Fishbone dan dilakukan penelitian lanjut menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) agar dapat memberi usulan untuk meminimalisir terjadinya waste tersebut. Pada tahap Plan, dari data pada produk Decoder TV Parabola yang di dapat pada bulan Agustus terdapat 9 jenis waste, yaitu: Environtmental Health, and Safety (EHS) (14%), Overproduction (10%), Waiting(11%), Transportation (14%), Extra processing (15%), Unnecessary inventory (9%) Unnecessary motion (12%), Defects(11%), Non-Utilized Resource (6%). Lalu dengan menggunakan cause and effect diagram dapat diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya jenis waste Extra processing adalah dari faktor Standar Operasional Prosedure (SOP) perusahaan. Tahap Do Setelah diketahui penyebab terjadinya jenis waste, Menentukan sasaran dan tujuan dalam tindakan perbaikan dan identifikasi waste dan dibantu oleh tools 5W+1H. Tahap Check, dengan menggunakan tools FMEA, didapatkan penyebab utama pada jenis waste Extra processing yang menjadi prioritas dilakukannya perbaikan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) paling tinggi diantara penyebab-penyebab lainnya yaitu sebesar 360. Tahap selanjutnya adalah tahap Action, pada tahap ini dilakukan pengendalian kualitas dalam bentuk pemberian usulan berupa merancang ulang SOP dalam lantai produksi.
Analisis Keandalan Dan Penjadwalan Pemeliharaan Mesin Line Corrugated Dan Flexo Serta Optimasi Persediaan Sparepart Di Perusahahan Pembuatan Karton Box Nurdianto, Donny; Widiasih, Wiwin
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 4 No 2 (2025): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v4i2.29245

Abstract

The corrugated box packaging industry plays an essential role in supporting the supply chain of various manufacturing sectors, making machine reliability a critical factor in ensuring production continuity. This study was conducted at a corrugated box manufacturing company in Gresik that operates corrugated line and flexo machines under a three-shift system with high production capacity. Based on downtime data from January 2024 to June 2025, it was found that the failure frequency of machine components was relatively high and had a significant impact on the production flow, particularly because the company still relies on corrective maintenance and does not yet have a structured spare parts control system.The research adopts a quantitative approach, involving calculations of Mean Time To Failure (MTTF), Mean Time To Repair (MTTR), Mean Time Between Failures (MTBF), reliability analysis using Weibull, Normal, and Exponential distributions, as well as determining the Reorder Point (ROP) based on actual demand and procurement lead time. The results show that most machine components exhibit low reliability levels, ranging from 37% to 66%, with failure patterns predominantly occurring in the wear-out phase. Based on these findings, a reliability-based preventive maintenance schedule was developed, allowing maintenance actions to be performed proactively rather than reactively.In addition, the ROP calculation indicates that the required spare parts range from 1 to 9 units depending on the component’s risk level and failure frequency. Overall, the implementation of preventive maintenance and ROP proves effective in improving maintenance performance, reducing downtime, and supporting the smooth operation of corrugated box production.
Analisis Dampak Pelaksanaan Program MBKM dalam Peningkatan Kualitas Lulusan Indikator Kinerja Utama 1 (IKU 1) Widiasih, Wiwin; Arifiana, Isrida Yul; Kusumandari, Rahma; Fatmawati, Laily Endah; Nafi, Maula; Dutahatmaja, Angga; Saputro, Harjo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8798

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dicanangkan sejak tahun 2020 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan daripada Program MBKM adalah untuk transformasi pembelajaran agar dapat membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan Tinggi agar menjadi generasi unggul seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini. Pelaksanaan program MBKM di Untag Surabaya telah berjalan dan telah meluluskan alumni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil alumni program MBKM yang telah lulus serta mengetahui dampak program MBKM terhadap peningkatan kualitas lulusan (IKU 1). Selama ini belum ada analisis untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampak dalam peningkatan kualitas lulusan. Tahapan metode penelitian dimulai dengan identifikasi permasalahan, studi literatur, penyusunan instrumen kuisioner, uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan dan pengolahan data, uji kecukupan data, serta analisis deksriptif. Dari hasil analisis didapati bahwa kegiatan MBKM yang pernah diikuti lulusan memang signifikan, artinya jenis kegiatan MBKM memberikan dampak atau kecenderungan yang berbeda. Namun kecenderungan tersebut tidak sepenuhnya searah atau linier. Misalnya kegiatan magang bukan berarti peluang mendapatkan pekerjaan lebih besar, atau kegiatan kewirausahaan bukan berarti cenderung akan menjadi seorang wirausaha nantinya.
Pengembangan Alat Pencetak Arang Briket dengan Pendekatan Antropometri dan Analisis Kelayakan Investasi untuk Efisiensi Produksi Briket Sudrajat, Angga; Satoto, Handy Febry; Widiasih, Wiwin
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.52387

Abstract

Research on charcoal briquette MSMEs in Gedangan District, Sidoarjo Regency, still faces production efficiency issues due to approximately 30% of raw materials being wasted, limited molding capacity, less uniform briquette results, and less ergonomic and safe tool design. This study aims to develop a charcoal briquette molding tool based on an anthropometric approach and investment feasibility analysis. The anthropometric approach is used to improve operator comfort, safety, and work efficiency, while the investment analysis assesses the economic feasibility of the tool. The development results are expected to increase productivity, reduce waste, reduce production costs, and increase the competitiveness of MSMEs through the application of appropriate biomass-based technology.
Analisis Lean Manufacturing untuk Mengurangi Cycle Time dan Waste Di Divisi DMS PT XYZ Dwinanta, Christyan; Widiasih, Wiwin
Jurnal Tekstil Vol 8 No 2 (2025): Vol 8 No 2 Desember 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jurnaltekstil.v8i2.168

Abstract

Divisi DMS PT XYZ menghadapi permasalahan meningkatnya cycle time produksi akibat aktivitas non-value added yang dipicu oleh motion, transportation, dan waiting waste. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa proses pada komponen Top Plate dan Yoke tidak mencapai target waktu produksi yang telah ditetapkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pemborosan, menganalisis kontribusinya terhadap cycle time, serta merumuskan usulan perbaikan berbasis Lean Manufacturing untuk meningkatkan efisiensi proses. Metode yang digunakan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran proses, Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas value added (VA), non-value added (NVA), dan necessary non-value added (NNVA), serta analisis akar masalah melalui pendekatan 5 Why. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu proses komponen Top Plate sebesar 5.470 detik dengan persentase VA 57%, sementara komponen Yoke memiliki total waktu 1.675 detik dengan persentase VA 41%, sehingga lebih dari separuh waktu proses terserap aktivitas tanpa nilai tambah. Melalui usulan perbaikan seperti standarisasi kerja, pengurangan aktivitas tidak perlu, optimalisasi handling operator, dan re-layout area produksi, proses bubut 1, proses bubut 2, dan proses bor yang sebelumnya tidak mencapai target kini memenuhi standar waktu perusahaan. Selain menurunkan cycle time, implementasi usulan perbaikan juga menghasilkan estimasi efisiensi biaya tenaga kerja sebesar Rp 378.393,75 untuk Top Plate dan Rp 263.025 untuk Yoke dalam satu shift. Dengan demikian, Lean Manufacturing terbukti efektif dalam meminimalkan waste, meningkatkan produktivitas, dan mendukung perbaikan sistem produksi secara berkelanjutan.
Analisis Beban Kerja guna Menentukan Tenaga Kerja Optimal Plant II di PT. Keramik Diamond Industries Gresik dengan Metode WLA Wardana, Yoga Putra; Widiasih, Wiwin
SURYA TEKNIKA Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v13i1.11586

Abstract

PT. Keramik Diamond Industries is a wall and floor tile manufacturing company required to meet production targets effectively and efficiently. In Plant II, the monthly production target of 400,000 m2 was not achieved from January to July 2025; therefore, an evaluation of labor requirements based on actual workload was needed. This study aims to determine the optimal number of workers in the Body Preparation, Press, Glazing, Kiln, and Grading processes using the Work Load Analysis (WLA) method. Data were collected through direct observation, stopwatch time study, production records, working-hour data, and workers’ pulse-rate measurements. The analysis stages included data uniformity and adequacy tests, cycle time calculation, normal time, standard time, standard output, WLA, and physical workload evaluation using Cardiovascular Load (CVL). The WLA results show that the optimal labor requirement is 36 operators compared with the actual condition of 20 operators, with the highest additional needs found in the Kiln and Body Preparation processes. The average CVL value of 63.92% indicates that work-system improvement is required. Adjusting the number of operators is expected to balance workload and support productivity improvement in Plant II.
Analisis Beban Kerja Fisik dan Penentuan Jumlah Tenaga Kerja pada Produksi Roller Conveyor Mahfudzy, Shoulton Arieffudin; Widiasih, Wiwin
SURYA TEKNIKA Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v13i1.11587

Abstract

This study aims to analyze the physical workload, fatigue levels, and determine the optimal number of workers in roller conveyor production within the machining division of PT. XYZ. Manual work processes involving continuous standing postures cause high levels of worker fatigue. This condition impacts production fluctuations, which frequently fail to achieve the monthly target of 3,217 pcs. This research utilizes Cardiovascular Load (CVL) to measure physical workload via heart rate, the 30-item IFRC questionnaire to assess subjective fatigue, and Workload Analysis (WLA) to evaluate the workload. The results showed an average %CVL of 50.02% (classified as heavy workload). Fatigue levels increased drastically from an average score of 52 (pre-work) to 68 (post-work). WLA results confirmed a workload imbalance across workstations. To achieve the 3,217-unit target, 24 workers are ideally needed, while only 20 are currently available. The company is advised to add 4 new workers and implement cross-training to balance the production line.