Antonius Tri Widodo
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 62 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

guided inquiry, peningkatan Penerapan Pembelajaran Guided Inquiry Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 2 Pati Auliyana, Dhinda; Sumarti, Sri Susilogati; Widodo, Antonius Tri
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit bulan April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata hasil belajar siswa yang diberikan model pembelajaran guided inquiry dengan rerata hasil belajar siswa yang pembelajarannya diberikan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan tehnik cluster random sampling. Instrumen berupa soal pretest-posttest, angket respon siswa, lembar angket, dan lembar ketrampilan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa secara kognitif mengalami peningkatan dari keadaan awal dan keadaan akhir baik kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu rata-rata postest kelas eksperimen sebesar 91,58 dan kelas kontrol sebesar 88,78. Analisis sikap siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan siswa kelas kontrol. Analisis keterampilan siswa kelas eksperimen juga lebih baik dibandingkan siswa di kelas kontrol. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Guided Inquiry; hasil belajar; peningkatan
CTL; KAPDA; kompetensi siswa; pe PENGARUH MODEL KAITKAN-ALAMI-PIKIRKAN-DISKUSIKAN-APLIKASIKAN PADA PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KOMPETENSI SISWA Kurniawati, Dwi; Widodo, Antonius Tri; Sumarti, Sri Susilogati
Chemistry in Education Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Kurikulum 2013 mengharuskan pembelajaran berorientasi pada sisw. Pembelajaran hidrolisis garam bersifat teoritis, aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran CTL dilaksanakan secara kelompok dengan menugaskan siswa untuk mengaitkan pengaruh larutan garam terhadap benda atau makluk hidup sehingga di yakini mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian modified pretest- posttest group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model KAPDA pada pembelajaran contextual teaching and learning. Desain penelitian ini menggunakan modified pretest-posttest group design. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji perbedaan rerata, analisis pengaruh antar variabel, dan penentuan koefisien determinasi. Hasil penelitian diperoleh rata- rata nilai posttest pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Analisis pengaruh antar variabel menghasilkan nilai koefisien biserial sebesar 0,40 dan berkontribusi sebesar 16 % terhadap kompetensi kognitif siswa. Rata-rata kompetensi ranah afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol meskipun rata-rata kompetensi kedua kelas berkategori baik pada ranah afektif dan psikomotorik. Hasil angket respon siswa terhadap penerapan model KAPDA dengan pendekatan CTL mendapatkan respon positif dan dapat diterima siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model KAPDA pada pembelajaran contextual teaching and learning berpengaruh terhadap kompetensi siswa materi hidrolisis.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI HIDROLISIS Oktaviana, Delta; Widodo, Antonius Tri; Kasmui, Kasmui
Chemistry in Education Vol 9 No 1 (2020): Terbit bulan April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang cenderung masih berpusat pada guru menyebabkan hasil belajar kimia siswa masih rendah. Selain itu aktivitas pembelajaran juga terkesan monoton karena siswa hanya mendengarkan guru saja dan tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa, guru dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Semarang pada tanggal 6 April - 28 Mei 2017. Teknik sampling yang digunakan yaitu cluster random sampling, diperoleh kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest control group. Hasil uji perbedaan rerata memperlihatkan t hitung hasil belajar adalah 2,81 lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,99. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar siswa berturut-turut sebesar 16% dan 19,36%. Harga n-gain hasil belajar untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 0,67 dan 0,55. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif serta dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Semarang.
The Influence of Learning Outcomes in Digital Image Prosesing and the Experience of Industrial Technical Internship toward Students’ Entrepreneurship Interest in XI Multimedia Class at SMK Negeri 8 Semarang Ashri, Haningtiyas Nur Shalati; Widodo, Antonius Tri; Raharjo, Tri Joko
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v7i1.27154

Abstract

The role of vocational school is very important in realizing the nation’s autonomy by becoming an entrepreneur. This research was done for analyzing: (1) the relationship between learning result of Digital Image Prosesing towards students’ entrepreneurship interest. (2) The relationship between Industrial Technical Internship experiences toward students’ entrepreneurship interest. (3) The relationship between the Digital Image Prosesing and the Industrial Technical Internship experiences toward student's entrepreneurship interest. (4) the effect of learning outcomes in Digital Image Prosesing and Industrial Technical Internship experience toward student's entrepreneurship interest. (5) How are the effects of Digital Image Prosesing and Industrial Technical Internship experiences toward student's student interest. This research is a descriptive associative study which used quantitative method. Results of the Research: (1) There is a significant and positive relationship between the learning outcomes of Digital Image Prosesing toward the students' entrepreneurship interest that is equal to 0.330. (2) There is a significant and positive relationship between the Industrial Technical Internship experiences toward the student's entrepreneurship interest that is 0.445. (3) There is a significant and positive relationship between the learning outcomes of Digital Image Prosesing and Industrial Technical Internship experience toward student's entrepreneurship interest that is 0.624. (4) Students’ understanding as the learning outcomes of Digital Image Prosesing and Industrial Technical Internship experiences have positive effects toward students’ entrepreneurship interest that is equal to 38.9%. (5) Based on table in summary model it is obtained the probability value (sig.F change) = 0.000. Because the value of sig.F change 0.000 < 0.05 then the decision is H0 rejected and Ha accepted. This result means that PRAKERIN (Industrial Technical Internship) experience and learning outcomes of Citra Digital Image Prosesing are simultaneously and significantly related toward students’ entrepreneurship interest. The benefits for education field, the implementation of learning Digital Image Prosesing and Industrial Technical Internship in developing entrepreneurial interest can be a reference and innovation for students, enable the graduated students to have high interest in entrepreneurship
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS Trihatmo, Aji; Soeprodjo, Soeprodjo; Widodo, Antonius Tri
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besarnya pengaruhpenggunaan model Problem Based Learning melalui pendekatan Two stay-twostray terhadap hasil belajar siswa kelas SMA N 1 pada materi pokok larutanpenyangga dan hidrolisis. Seluruh siswa kelas XI IPA SMA N 1 Ambarawasebagai populasi dalam penelitian ini, dengan dua kelas terpilih secara acaksebagai sampel penelitian masing-masing untuk kelas eksperimen dan kelaskontrol.Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi,dan angket.Analisis tahap awal menunjukkan bahwa populasi memiliki tingkathomogenitas sama dan data berdistribusi normal. Setelah diberi perlakuandilakukan postes,diketahui bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebihbaik daripada kontrol yaitu masing-masing sebesar 79,5 dan 72,176. Ujiperbedaan dua rata-rata hasil belajar diperoleh thitung (4,219) > ttabel (1,998),halinimenunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar antarkelompok. Uji korelasidiperoleh harga koefisien korelasi biserial (rb) sebesar 0,58 dan thitung (3,31) >ttabel (1,998), sehingga pengaruh yang ditimbulkan signifikan dengan hargakoefisien determinasi sebesar 33,69%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkanbahwa model PBL melaluipendekatan TSTS berpengaruh terhadap hasil belajarpada materi pokok larutan penyangga dan hidrolisisdengan kontribusi sebesar33,69%. Selain itu, model PBL melalui pendekatan TSTS mencapai ketuntasanbelajar klasikal sebesar 93,8% sehingga pembelajaranini efektif digunakan.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN HIPERTEKS BERBASIS ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR STRUKTUR ATOM Yudistira, Taufik Hikmawan; Widodo, Antonius Tri; Santoso, Nurwachid Budi
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit bulan April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaranhiperteks berbasis animasi terhadap hasil belajar siswa. Populasi penelitianadalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Polokarto tahun ajaran 2011/2012 sebanyak144 siswa yang terbagi dalam 4 kelas. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengancluster random sampling. Sampel penelitian yang terpilih adalah siswa kelas X-1sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Teknikpengumpulan data yang digunakan meliputi metode dokumentasi, tes, danobservasi. Metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data awalpopulasi penelitian, tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar kimiaaspek kognitif siswa, sedangkan metode observasi digunakan untuk mengetahuihasil belajar siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siswa. Berdasarkan hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran hiperteks yang berbasiskananimasi efektif terhadap hasil belajar kimia siswa yang ditunjukkan denganketuntasan belajar siswa dengan memperoleh thitung sebesar 8,7. Artinyaketuntasan belajar siswa kelas eksperimen > 65. Nilai rata-rata kelas eksperimenlebih baik daripada kelas kontrol, sedangkan perolehan nilai afektif danpsikomotorik > 70.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KIMIA Sulistyowati, Nastiti; Widodo, Antonius Tri Widodo Tri; Sumarni, Woro
Chemistry in Education Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah kimia merupakan indikator keberhasilan dalam pembelajaran. Untuk memperoleh kemampuan pemecahan masalah kimia yang baik, perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membimbing  siswa dalam mengkonstruksikan pemikirannya sehingga siswa mampu menemukan konsep untuk memecahkan permasalahan yang ada. Model pembelajaran guided discovery learning merupakan model pembelajaran yang bertujuan melatih siswa dalam menemukan konsep secara mandiri untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas guided discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia. Pemecahan masalah sistematis digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah kimia Penelitian dilakukan pada siswa di sebuah SMA di kabupaten Purworejo tahun ajaran 2011/2012. Metode penelitian yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, angket,  dan metode tes. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling dimana diperoleh siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis kemampuan pemecahan masalah kimia menunjukkan kelompok eksperimen yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori minimal baik sebesar 81% sedangkan kelompok kontrol sebesar 41%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran guided discovery learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia.
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED INSTRUCTION BERBANTUAN FUNNY WORKSHEET TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS Kharista, Ria Yanna; Widodo, Antonius Tri; Subroto, Tjahyo
Chemistry in Education Vol 1 No 2 (2012): Terbit bulan Oktober 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Instruction (PBI) berbantuan Funny Worksheet terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa kelas XI-IPA SMAN 4 Pekalongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-IPA SMAN 4 Pekalongan yang berjumlah 4 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling terpilih kelas XI-IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IPA2 sebagai kelas kontrol setelah dilakukan uji homogenitas. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji anava. Sedangkan analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varian, uji kesamaan dua rata-rata, uji perbedaan dua rata-rata, uji hipotesis menggunakan analisis pengaruh antar variabel dan penentuan koefisien determinasi, uji ketuntasan belajar, dan analisis hasil angket tanggapan. Dari hasil analisis pengaruh hasil belajar diperoleh rb 0,55 dengan besarnya kontribusi 30,25% dan dari hasil analisis pengaruh kreativitas diperoleh rb 0,42 dengan besarnya kontribusi 17,64%. Dengan demikian, model PBI berbantuan Funny Worksheet berpengaruh terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa kelas XI-IPA dengan kontribusi pengaruh terhadap hasil belajar 30,25% dan kontribusi pengaruh terhadap kreativitas 17,64%.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR KIMIA SIS Hijayatun, Siti; Widodo, Antonius Tri
Chemistry in Education Vol 2 No 2 (2013): Terbit bulan Oktober 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini  menggunakan metode problem solving bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar kimia siswa kelas XI IA2 SMA N 3 Magelang 2012/2013. Hasil belajar kognitif pada Siklus I menunjukkan nilai terendah 60,00 nilai tertinggi 100,00 rata-rata nilai 79,69 dengan 26 siswa mencapai KKM. Pada siklus 2 nilai terendah 51,00 nilai tertinggi 100,00 rata-rata nilai 85,47 dengan 30 siswa mencapai KKM. Afektif siswa pada siklus 1 diperoleh nilai terendah 57,50 nilai tertinggi 90,00 rata-rata nilai 80, 63 dengan 25 siswa mendapat kategori baik.  Pada siklus 2 nilai terendah 67,50 nilai tertinggi 90,00 rata-rata 82,42 dan 27 siswa mencapai kategori baik. Aspek psikomotorik pada siklus 1 nilai terendah 61,00 tertinggi 82,00 rata-rata 74,59 dengan 22 siswa mencapai kategori baik. Pada siklus 2 nilai terendah 66,00 nilai tertinggi 86,00 rata-rata 81,44 dengan 27 siswa mencapai kategori baik. Aktivitas siswa pada siklus 1 diperoleh nilai terendah 60,00 tertinggi 90,00 rata-rata 79,92 dengan 24 siswa mencapai kategori baik. Pada siklus 2 diperoleh nilai terendah 67,50 nilai tertinggi 90,00 dengan rata-rata 81,95 dengan 28 siswa mencapai kategori Baik. Berdasarkan hasil pengamatan siklus – siklus yang telah dilakukan disimpulkan bahwa penerapan problem solving meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar kimia siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kimia Dengan Strategi Probex berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Axviarani, Vivit Novita; Widodo, Antonius Tri
Chemistry in Education Vol 3 No 2 (2014): Terbit bulan Oktober 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia masih rendah. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan strategi Probex merupakan upaya meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian bertujuan (1) mengembangkan  perangkat pembelajaran yang valid (2) menguji efektivitas perangkat pembelajaran meningkatkan keterampilan berpikir, (3) memperoleh respon baik dari siswa. Jenis penelitian merupakan Research and Development. Perangkat pembelajaran dinyatakan valid apabila telah dinyatakan baik atau sangat baik oleh validator. Efektivitas peningkatan keterampilan berpikir kritis diuji berdasarkan implementasi  kelas. Peningkatan dilihat melalui perbedaan skor sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran. Peningkatan juga dilihat melalui lembar aktivitas keterampilan berpikir kritis di setiap pertemuan Hasil pengembangan perangkat pembelajaran telah dinyatakan valid dengan kategori sangat baik. Perangkat pembelajaran mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari skor 20,92 menjadi 60,28. Keterampilan berpikir kritis meningkat di setiap pertemuan. Angket respon siswa terhadap pembelajaran sangat baik. Siswa memberikan respon sangat baik. Hasil ini menunjukkan perangkat pembelajaran teruji efektif. Simpulan yang diperoleh (1) perangkat pembalajaran yang dikembangkan valid (2) perangkat pembalajaran teruji efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, (3) respon siswa terhadap pembelajaran sangat baik. Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kritis; Pengembangan perangkat; Probex Students’ critical thinking skills of chemical equilibrium still low. The development of chemical equilibrium learning device use Probex strategy is effort to improve critical thinking. Study aims (1) develop learning device valid (2) effectiveness of the learning device in enhance critical thinking, (3) obtain positive response from the students to the learning device. This research type is kind of Research and Development. Learning device is valid if has been declared good or very good by experts team. Effectiveness of the enhance in critical thinking skills tested by implementation in classroom. Enhance seen through difference in scores before and after ​​using learning device. Enhance also seen through critical thinking skill in every meeting. The results of product development learning device, declared valid by expert team. Learning devices can enhance  critical thinking skills from score 20.92 into 60.28. Students responses to learning is also very good. Critical thinking skill enhanced in every meeting. All students responded very well. This results show that the device is tested effective learning. The conclusions obtained in this stud,  (1) Lesson device product is developed valid, (2) Lesson proven effective for improving critical thinking skills, (3) students' response to lesson device very good and positive. Keywords : Critical Thinking Skills; Developing Learning Device; Probex