Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PERLAKUAN PANAS NORMALISING PADA PENGELASAN ARGON TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL LASAN BAJA KARBON RENDAH Widodo, Basuki
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 2 No 1 Agustus 2009
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v2i1.410

Abstract

Welding is a fabric Welder i.e a fabrication process that applied to joint metal material by using temperature dissociation energy of diatomic. Up to this day, welding has been used widely on joining steel and engine constructions. The influence of thermal cycle on welding causes metallurgical changes i.e residual stress and changes of mechanical characteristics (hardness, strength tensile, reconnaissance of macro and micro structures) on the result of low carbon steel weldment. This research was done to obtain the proper treatment for normalizing weldment result on different current to mechanical character. The value of hardness and strength tensile is best obtained after normalizing process at temperature of 8600C is at the current of 140A with hardness mean value of 78,67 HRB ( weld), 73,89 HRB ( HAZ) and 70,11 HRB ( mains), while strength tensile is 45,835 Kgf/mm2.
ANALISA PENGARUH WAKTU PENCUCIAN 5% NAOH DAN PELAPISAN ACRYLIC TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPAK PADA KOMPOSIT SERAT KENAF MATRIK RESIN POLYESTER Widodo, Basuki; Widodo, Feri
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 2 Februari 2011
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i2.465

Abstract

Composite material especially with fiber reinforcement starts growing rapidly with existence of requirement of light and strong material. Beside that, it is easy to be formed and resistant to corrosion. In this last decade, composite material using natural fiber has been implemented by the European automobile producers. Based on those considera-tions research about composite using kenaf fiber as reinforcement material big strength of mechanic for each varation. (1) Kenaf fiber without cleaning, (2) Kenaf fiber with soaking in NaOH for an hour,(3) Kenaf fiber with soaking in NaOH for two hours and with material matrix polyester.Based on the calculation and experimental analysis soaking in NaOH and bedding of Acrylic increase the mechanical properties. So composite resin polyester as matrix with treatment is much better than without treatment.
KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK TERMODINAMIKA DARI PEMANASAN REFRIGERANT 12 TERHADAP PENGARUH PENDINGINAN Asroni, Mochtar; Widodo, Basuki; Bakti S, Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.591

Abstract

Pengkondisian udara adalah suatu proses perlakuan udara terhadap suhu untuk mengatur suhu, kelembaban, kebersihan dan pendistribusian secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang berada didalamnya. Segala upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kerja system pengkondisian udara. Salah satunya adalah apa yang akan dilakukan pada penelitian mesin pengkondisian udara system kompresi uap ini. Mesin pengkondisian udara system kompresi uap digunakan diaplikasikan untuk mesin pedingin ruangan dengan kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator sebagai alat utama penyusunnya dan refrigerant 12 sebagai fluida kerjanya. Kondensor kedua dan pemanas kompor ditambahkan ke dalam system penelitian ini. Kondensor kedua terletak di antara kondensor pertama dan katup ekspansi. Sedangkan kompor berfungsi untuk memanaskan kondensor ke dua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya efek pendinginan jika refrigerat 12 dalam kondensor kedua dipanaskan dengan menggunakkan kompor listrik sebagai sumber panas. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pemanasan refrigerant 12 pada kondensor kedua dapat meningkatkan tekanan refrigerant meningkat, hal ini berimbas pada temperature keluaran evaporator. Sehingga pemanasan dapat meningkatkan efek pendinginan.
PENGGUNAAN ELEKTRODE E 7016 PADA BAJA AISI 1050 TERHADAP SIFAT MEKANIK DENGAN VARIASI POSISI PENGELASAN SMAW Widodo, Basuki; Eko Purkuncoro, Aladin
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.674

Abstract

Objek penelitian ini adalah baja AISI 1050 silindris yang memiliki sifat mekanis kekerasan 92 HRB, kekuatan tarik (Kgf/mm2) 600 – 800, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan kampuh V dengan tiga posisi pengelasan yaitu posisi 1G, 2G dan 3G. Untuk mengetahui sifat mekanik maka dilakukan pengujian berupa uji kekerasan uji tarik dan struktur mikro. Pada posisi 3G memiliki nilai kekerasan tertinggi dengan rata-rata daerah las sebesar 87.38 HRB, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 90.16 HRB dan logam induk nilai kekerasan rata-rata sebesar 84.53 HRB. Sedangkan kekuatan tarik posisi 3G memiliki nilai tarik tertinggi dengan rata-rata yaitu 3G (A) sebesar 54.31 Kgf/mm2, 3G (B) sebesar 42.56 Kgf/mm2 dan 3G (C) sebesar 56.07 Kgf/mm2. Dari hasil kekuatan tarik ini dapat diambil rata-rata kekuatan tariknya adalah 50.98 Kgf/mm2. Struktur mikro posisi 3G terdapat perlit lebih banyak pada posisi 1G karena tingkat kekerasan lebih tinggi dan kekuatan tarik tinggi. Disimpulkan kekerasan yang tertinggi dan mendekati nilai mekanis baja AISI 1050 adalah posisi pengelasan 3G yaitu dengan nilai rata-rata daerah las 87.38 HRB, daerah HAZ 90.16 HRB sedangkan logam induk sebesar 84.53 HRB, dan memiliki nilai Tensile strength tertinggi 50.98 Kgf/mm².
Penggunaan Fraksi Volume Komposit Serat Batang Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Orientasi Sudut Acak Dengan Matrik Polyester Terhadap Sifat Mekanik Purkuncoro, Aladin Eko; Widodo, Basuki; Subardi, Anang
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i1.2554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume (10%, 20%, 30%, 40%, 50%) komposit serat batang pisang kepok dengan matrik polyester terhadap kekuatan tarik serta kekuatan impak.Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata kekuatan tarik paling optimal terdapat pada fraksi volume serat 10% dan matrik 90% yaitu 51.863 N/mm2 dan nilai regangan 5.754 N/mm2. Sedangkan untuk kekuatan tarik paling rendah pada fraksi volume serat 20% dan matriks 80% yaitu 36.356 N/mm2 dan nilai regangan 7.796%. Komposit yang memiliki energy dan harga impak rata-rata yang tertinggi adalah fraksi volume 50% matrik 50% memiliki tingkat penyerapan dengan nilai rata–rata energi yang diserap 0.8093 Joule dan Harga Impak rata–rata sebesar 0,0101 Joule/mm2, sedangkan yang terendah adalah fraksi volume 20% matrik 80% dengan nilai energi rata–rata 0.4129 Joule dan Harga Impact rata–rata 0,0052 joule/mm2. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi volume serat berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan impak.
Karakteristik Aliran Panas dalam Logam Penghantar Listrik Mudmainnah Farah Dita; Basuki Widodo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.227 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2521

Abstract

Aplikasi matematika banyak sekali dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah analisa aliran panas yang terjadi pada logam penghantar listrik. Dalam tugas akhir ini membahas mengenai karakteristik aliran panas dalam logam penghantar listrik. Mulai dengan analisa persamaan aliran panas, penyelesaian dengan transformasi Laplace, simulasi dengan MATLAB dan visualisasinya dengan Surfer.  Sehingga diperoleh berbagai macam karakteristik logam penghantar listrik yang mempengaruhi perubahan panas dalam penghantar listrik. Dari hasil tugas akhir ini, dapat disimpulkan bahwa logam tembaga cukup baik untuk dijadikan sebagai logam penghantar listrik karena sifatnya yang tidak menghasilkan panas terlalu besar namun memiliki daya hantar listrik yang cukup besar.
Aliran Fluida Magnetohidrodinamik Viskoelatis Tersuspensi yang Melewati Pelat Datar Rina Sahaya; Basuki Widodo; Chairul Imron
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19647

Abstract

Fluida viskoelastis adalah salah satu tipe dari fluida non-Newtonian yang memiliki sifat viskos(kental) dan elastis Aplikasi dari fluida viskoelastis sangat penting  terutama pada industri pertahanan, pengeboran minyak, dan industri makanan, sehingga banyak penelitian yang dilakukan tentang fluida viskoelastis. Salah satu pembahasan yang menarik untuk dikaji adalah aliran  fluida  magnetohidrodinamik  viskoelastis dengan adanya partikel suspensi didalamnya. Aliran fluida tersebut mengalir dari bawah dan melewati pelat datar yang kemudian menimbulkan lapisan batas  (boundary layer). Persamaan lapisan batas tersebut  kemudian  ditransformasikan kebentuk non-dimensional menggunakan variabel non-dimensional, selanjutnya diubah ke persamaan similaritas menggunakan fungsi alir (stream function). Persamaan similaritas tersebut kemudian  diselesaikan secara numerik menggunakan metode Keller-Box. Hasil numerik yang diperoleh kemudian disimulasikan dan dianalisis pengaruh parameter bilangan Prandtl, viskoelastik, magnetik dan nilai densitas  partikel  suspensi terhadap profil kecepatan dan profil temperatur. Dari hasil simulasi, kecepatan mengalami peningkatan ketika parameter viskoelastik ( ), variasi bilangan  Prandtl ( ), parameter magnetik( ) mengalami penurunan, dan variasi nilai densitas partikel suspensi ( ) mengalami peningkatan. Sedangkan temperatur meningkat dengan meningkatnya parameter viskoelastik ( ) dan parameter magnetik ( ), dan menurun dengan meningkatnya variasi bilangan  Prandtl ( ) dan nilai densitas partikel suspensi ( ).
Magnetohidrodinamik Tak Tunak pada Konveksi Campuran yang Mengalir Melalui Bola Teriris Dalam Fluida Kental Di Bawah Pengaruh Medan Magnet Mochamad Satria Dharma Utama; Basuki Widodo; Dieky Adzkiya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.637 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.28856

Abstract

Magnetohidrodinamik (MHD) adalah studi mengenai dinamika fluida konduksi listrik akibat medan magnet. Pada penelitian ini diamati permasalahan tentang aliran fluida kental yang mengaliri bola teriris bermagnet dengan alirannya dipengaruhi konveksi campuran dengan berfokus pada kondisi tak tunak. Aliran fluida kental yang melewati bola teriris akan membentuk lapisan batas. Berdasarkan fenomena pada lapisan batas tersebut dibentuk Persamaan Pembangun dari model matematika, Persamaan Pembangun berdimensi ditransformasikan ke dalam bentuk non-dimensional selanjutnya ditransformasikan ke dalam bentuk Persamaan Similaritas. Kemudian, Persamaan Similiritas tersebut diselesaikan secara numerik dengan metode Keller-Box. Setelah itu, dikaji tentang perbandingan parameter yang digunakan yaitu parameter magnetik, parameter konveksi, dan besar sudut irisan bola terhadap kurva kecepatan dan temperatur dengan cara mengembangkan model matematika dari permasalahan di atas dan menyelesaikan secara numerik menggunakan metode Keller-Box. Hasil dari penelitian ini, model matematika yang didapatkan melalui persamaan-persamaan sebelumnya, jika semakin besar parameter magnetik, parameter konveksi dan sudut irisan, maka semakin meningkat pula kecepatan aliran fluida. Sehingga variasi parameter tersebut berbanding lurus dengan kecepatan fluida. Selain itu, jika semakin besar parameter magnetik, parameter konveksi dan sudut irisan, maka semakin berkurang pula temperatur fluida. Sehingga parameter tersebut berbanding terbalik dengan temperatur fluida. Namun pada simulasi temperatur Bilangan Prandtl berlaku sebaliknya. Bilangan Prandtl berbanding lurus dengan temperatur fluida dan berbanding terbalik terhadap kecepatan fluida. Hasil dari setiap simulasi menunjukkan bahwa setiap kurva dari setiap simulasi parameter akan berubah secara signifikan pada setiap perubahan jarak titik penelitan atau jarak lapisan batas.
Magnetohidrodinamik Fluida Micropolar yang Mengalir Melalui Bola Berpori dengan Pengaruh Magnet Rahayu Oktavia Putri; Basuki Widodo; Nur Asiyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.847 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37631

Abstract

Perkembangan penelitian mengenai energi sangat diperlukan. Efisiensi penggunaan energi dapat membantu untuk menghemat sumber daya alam. Fluida merupakan salah satu studi ilmu yang membahas mengenai energi. Namun penelitian secara fisik membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu digunakan pemodelan matematika untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini mengkaji mengenai magnetohidrodinamik fluida micropolar yang melewati bola berpori dengan pengaruh magnet dan konveksi paksa. Digunakan persamaan pembangun yang didapat dari persamaan kontinuitas, persamaan momentum, persamaan momentum angular, dan persamaan energi. Persamaan pembangun berbentuk persamaan parsial dua dimensi. Persamaan dimensional ditransformasikan kedalam persamaan non dimensional, kemudian dirubah kedalam persamaan similaritas dan diselesaikan secara numerik dengan menggunakan skema Keller-Box. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil kecepatan menurun ketika parameter magnetik meningkat. Profil mikro rotasi dan temperatur meningkat seiring meningkatnya parameter magnetik.
Community Service Programs for Serundeng and Marine Fish Chili Crafts Community with Local Expertise to Encourage Entrepreneurial Innovation and Competitiveness in Kenjeran, Surabaya Suhud Wahyudi; Muslichah Erma Widiana; Basuki Widodo; Soehardjoepri Soehardjoepri; Kamiran Kamiran; nur Asiyah; Meidyta Sinantryana Widyaswari
THE SPIRIT OF SOCIETY JOURNAL : International Journal of Society Development and Engagement Vol 5 No 1 (2021): September 2021
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/scj.v5i1.1404

Abstract

Community service programs based on science and technology as a medium for mentoring prospective entrepreneurs in Rangkah district. Tambak Sari Kenjeran Surabaya, East Java. As partners are craftsmen of Various srundeng and sambal and young people who have connections as entrepreneurs from various groups in the target areas of the activity. The problem faced is that all this time the roasting process of srundeng and sambal sprinkles uses the conventional method, namely by using a frying pan that contains oil so it is unhealthy because it causes cholesterol and easily changes aroma. In carrying out the business activities of making srundeng and sambal sprinkled with sea fish, partners have not applied science and technology as well as potential entrepreneur partners. Many young people from various backgrounds in Rangkah Kenjeran Surabaya which has links as entrepreneurs but no one has yet facilitated assistance. As a solution for this community service program is to use a roaster with a capacity of 15kg / hour with dimensions specifications: 133x63x110cm, fuel: LPQ, 450watt electricity, 220v, to increase production capacity. Second, given training in mentoring concept knowledge and understanding of socio-spiritual and technological insight into marketing activities. Furthermore, providing training on creativity and innovation in the manufacture of products from marine fish from the Kenjeran coastal area to activity partners. The methods of implementation are (1) design, build, maintenance and use of roaster machines (2) training, practice, and assistance to increase conceptual competence and understanding of social and spiritual marketing for partners. (3) Training, practice, and mentoring transmit the mindset and behavior of an entrepreneur to students so that they behave and be entrepreneurial for partners. The results of this activity show a positive impact in improving the quality of partner products and increasing understanding, especially in entrepreneurship in improving their business going forward.