Didik Setiyo Widodo
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Profil Pertukaran Ion Zeolit Cikalong Termodifikasi-Na pada Pengambilan Ion Cu2+ dari Larutannya Widodo, Didik Setiyo; Sugiharto, Eko; Wahyuni, Endang Tri
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2002): Volume 5 Issue 1 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1713.43 KB) | DOI: 10.14710/jksa.5.1.1-3

Abstract

Telah dilakukan pengujian pertukaran kation Na+ pada zeolit alam termodifikasi terhadap ion Cu2+ dalam larutan. Kajian dilakukan dengan cara mempertukarkan ion Na+ dalam zeolit dengan ion Cu2+ dengan cara batch. Dipelajari juga pengaruh keberadaan ion Mn2+dan Ni2+ terhadap kemampuan zeolit dalam mengambil Iogam tersebut. Konsentrasi ion-ion logam sebelum dan sesudah analisis ditentukan dengan metode spektrofotometri serapan atom. Data penelitian menunjukkan bahwa zeolit alam asal Cikalong yang telah dimodifikasi memiliki kemampuan dalam mengambil ion logam Cu dan kapasitas ini mengindikasikan karakter zeolit yang selektif terhadap ion yang diujikan. Keberadaan ion logam lain dalam larutan sampel tidak mempengaruhi selektivitas tersebut kecuali hanya menurunkan jumlah ion logam yang terambil. Na-zeolit mampu mempertukarkan kation Cu2+  sampai 60,36% dalam keadaan sendiri dan 39,34% dalam keadaan bersama kation logam lain selama pertukaran.
Pengaruh Bahan Elektrode pada Pengambilan Cu dan Cd secara Elektrokimia Haris, Abdul; Suberta, Melani; Widodo, Didik Setiyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.321 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.65-68

Abstract

Pengolahan biji tembaga menjadi tembaga banyak dilakukan menggunakan proses pemekatan melelui pencucian dan pemisahan secara fisik dengan hasil yang tidak maksimal karena sebagian logam ikut terbuang bersama pengotor logam yang lain, diantaranya kadmium ke dalam ekosistem darat dan perairan.Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh bahan elektroda pada pengambilan tembaga dan kadmium dari campuran dengan komposisi elektrolit CuSO4 dan CdSO4 secara elektrolisis. Sel elektrolisis menggunakan variasi bahan elektroda tembaga- karbon (Cu-C), seng - karbon (Zn-C) dan karbon-karbon (C-C). Elektrolisis dijalankan dengan potensial terpasang tetap pada temperatur kamar selama 2 jam.Hasil penelitian diperoleh bahwa kuantitas pengendapan tembaga terbaik pada elektrode (Zn-C) dapat menurunkan kadar Cu2+ dari 63,5 ppm menjadi 41,5 ppm dengan efisiensi arus 32,0 %, dan elektrode (Cu-C) dapat menurunkan kadar Cd dari 112,4 ppm menjadi 94,4 ppm dengan efisiensi arus 3,8 %Kata kunci : tembaga, kadmium, elektrolisis, bahan elektroda
Removal of Methylene Blue Using Used Paper Powder Ghina Labiebah; Gunawan Gunawan; Muhammad Cholid Djunaidi; Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 1 (2019): volume 22 Issue 1 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2330.384 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.1.23-28

Abstract

Methylene blue removal by adsorption method had been done in batch method using adsorbent of used paper powder. Adsorption parameters covering adsorbent doses, contact times, pH, adsorbate concentrations and adsorption isotherm as well as desorption study of the absorbed methylene blue were evaluated. The results showed the highest adsorption of methylene blue was obtained at an optimum adsorbent dose, for 30 min at pH > 9. The maximum adsorption capacity of 30.77 mg/g was obtained with Langmuir isotherm model. While the effective methylene blue desorption on the used paper powder adsorbent was obtained c.a. 0.27 mg/g at pH 1.
Preparation of thin layer CuO from Cu2O using the Spin Coating Method at Various Annealing Temperature and Number of Dripping for Photoelectrochemical Water Splitting Eka Pratista; Gunawan Gunawan; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 11 (2020): Volume 23 Issue 11 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3240.913 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.11.390-395

Abstract

A thin layer preparation of CuO from Cu2O powder using Fehling's solution for photoelectrochemical applications has been performed. The research was focused on studying the effect of annealing temperature and the number of drops on the performance of CuO thin layer semiconductors from Cu2O powder prepared by spin coating with a rotation rate of 500 rpm for 15 seconds. The thin layers were treated with annealing with temperature variations of 300°C, 400°C, and 500°C for 1 hour and variations in the number of drops of 10, 20, and 50 drops. The CuO thin layer was tested in a photoelectrochemical process as a photocathode to split water with a simulated light of 1.5 AM (100 mW/cm2). The process of splitting water as a method of producing hydrogen energy by photoelectrochemistry is assisted by semiconductors, such as CuO, in an electrolyte solution to capture photons and drive the water-splitting reactions. Copper (II) Oxide (CuO) is a p-type semiconductor with a band gap of 1.2-2.5 eV, which can be used as a photocathode. The optimum photoelectrochemical measurement results were obtained at an annealing temperature of 400°C and 50 drops with a current density of 0.584 mA/cm2 at a potential of 0.2 V versus the Reversible Hydrogen Electrode (RHE). The results of the Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis show that the morphology of the oxide is spherical. Energy dispersive X-ray (EDX) analysis displays that the sample contained 51.46% and 48.54% of Cu and O, respectively. The X-ray diffraction pattern (XRD) analysis shows that the oxide grain size is 44.137 nm.
Pengaruh Penambahan Serbuk Titanium Dioksida (TiO2) dalam Fotoelektrokatalisis Fenol dengan Elektroda PbO2/Pb Ardi Ariawan; Muhammad Cholid Djunaidi; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.795 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.64-68

Abstract

Fenol merupakan salah satu pencemar perairan yang beracun, dapat terakumulasi dan stabil. Salah satu metode yang efektif untuk mendegradasi fenol adalah fotoelektrokatalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendegradasi fenol dengan metode fotoelektrokatalisis menggunakan elektroda PbO2/Pb, mengetahui pengaruh penambahan TiO2dan membandingkan metode fotoelektrokatalisis dengan fotokatalisis dalam degradasi fenol. Larutan fenol 100 mL dielektrolisis dengan potensial 5 V selama 8 jam dan ditambah 0,8 g TiO2 dan dipapar sinar UV. Kemudian larutan sampel dianalisis dengan spektrometer UV-Vis. Untuk memperoleh potensial kerja dilakukan elektrolisis terhadap blanko (akuades ditambahkan Na2SO4 berlebih). Setelah itu dilakukan variasi potensial, variasi waktu fotoelektrokatalisis hingga 10 jam serta variasi penambahan TiO2 hingga 1,0 g. Penambahan TiO2 sebanyak 0,8 g pada fotoelektrokatalisis fenol menaikkan persentase degradasi fenol dari 79,31% menjadi 94,05%. Degradasi fenol ditunjukkan dengan terjadinya penurunan absorbansi pada panjang gelombang 270 nm. Metode fotoelektrokatalisis lebih efektif dalam mendegradasi fenol dalam larutan daripada fotokatalisis.
Synthesis of Lead Oxide Using the Oxidizing Agent (NH4)2S2O8 with Variaous Amounts of NaOH for Decolorization of Remazol Black B Solution Meiske Erdinarini Anggita; Abdul Haris; Didik Setiyo Widodo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 12 (2022): Volume 25 Issue 12 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.12.436-441

Abstract

In this study, the lead oxide has been successfully synthesized using oxidizing agents (NH4)2S2O8 and applied to decolorize the Remazole Black B (RBB) solution. Lead oxide was synthesized by the batch method through the mechanism of reduction-oxidation and characterized using SEM-EDX and XRD. Decolorizing RBB solution was performed using a modified Fenton method. This study aims to determine the optimum performance of RBB decolorization from lead oxide. The results showed that the crystal formed contains Pb and O. Pb oxide obtained was α-PBO2 with the orthorhombic crystal system. Based on characterization, the lead oxide obtained has a surface morphology of coral flowers-like. Synthesis utilizing equilibrium composition (1:2) and a drying temperature of 100°C yielded Pb oxide, which has a better potential as a modifier in RBB decolorization with a decolorization percentage of 80.07%. The process was then carried out for advanced synthesis less and excess of molar variations. The ratio of lead oxide: NaOH (1:4) showed optimum performance in decolorizing RBB with a decolorization percentage of 80.07 %.
Pengaruh Ligan NH3 pada Pengambilan Logam Tembaga dari Serpihan Sisa Produksi Kuningan Kabupaten Pati Secara Elektrolisis Santi Hermayanti; Didik Setiyo Widodo; Rum Hastuti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.111 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.54-57

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ligan NH3 pada pengambilan logam tembaga dari serpihan sisa produksi kuningan Kabupaten Pati secara elektrolisis. Serpihan sisa produksi kuningan mengandung logam mayor yakni tembaga(Cu), seng(Zn), dan logam minor yakni Timbal(Pb), dan Timah (Sn). Penambahan ligan tertentu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas endapan. Penelitian ini meliputi 3 langkah, yaitu destruksi serpihan sisa produksi kuningan, elektrolisis dan analisis dengan AAS. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan hasil destruksi serpihan kuningan yang diencerkan 1000 kali. Variabel penelitian ini adalah waktu elektrolisis yaitu 30, 60, 90, dan 120 menit pada sampel tanpa dan dengan penambahan NH3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat endapan 19,54 mg tanpa ligan NH3 dan 20,58 mg dengan ligan NH3 pada waktu elektrolisis 120 menit. Kemurnian endapan tembaga pada waktu elektrolisis 30 menit pada sampel tanpa penambahan NH3 adalah 62,80% dan dengan penambahan NH3 72,46%.
Electrosynthesis of α-Fe2O3 in a Fe(s)|KCl(aq)||H2O(aq)|C(s) System Nia Siskawati; Didik Setiyo Widodo; Wasino Hadi Rahmanto; Linda Suyati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 4 (2018): volume 21 Issue 4 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2041.727 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.4.182-186

Abstract

Research on α-Fe2O3 electrosynthesis has been performed in the system Fe(s)|KCl(aq)||H2O(aq)|C(s). Electrolysis produces a reduction and oxidation reaction so that it requires a proper electrolyte concentration in the process. The purpose of this study was to obtain α-Fe2O3 compounds, determine the products produced by FTIR and XRD, and determine the size of the grains of products with PSA. Electrolysis method of two compartment was used in this research. The cathode and anode compartments was connected with the salt bridge. In anode chamber containing electrolyte solution KCl was varied (0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M and 0,6 M) whereas at cathode space there was aquades. Electrolysis was run at 12 V for 8 hours. The electrolysis result was then calcined for two hours at a temperature of 500°C. The resulting product was then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The resulting product is then characterized by (FTIR, XRD, and PSA). The results showed that brown ferrihydrite was obtained in a concentration of 0.2 M; 0.3 M; 0.4 M; 0.5 M and 0.6 M were 21.6 mg; 24.1 mg; 34.5 mg; 39.4 mg and 62.4 mg respectively. Ferrihydrite produced from electrolysis of KCl 0.4 M concentration was dark red The XRD results show the presence of α-Fe2O3 and PSA results show that the α-Fe2O3 particle size is 151.57-171.25 nm.
Sintesis Elektrokimia Kompleks Cu(II)-Basa Schiff N-Benziliden Anilin dan Uji Aktivitas sebagai Antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Ulfa Wiwit Chasanah; Didik Setiyo Widodo; Nies Suci Mulyani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.301 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.34-38

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis elektrokimia kompleks Cu(II)-basa schiff N-benziliden anilin dan uji aktivitas sebagai antibakteri terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh produk kompleks ba Schiff N-benziliden anilin serta memperoleh data uji aktivitas antibakteri dan nilai LC50 dengan metode dilusi cair. Tahapan penelitian ini adalah penentuan potensial elektroda kerja, kompleksasi N-benziliden anilin dengan logam Cu, regenerasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Kompleksasi dilakukan dengan melakukan elektrolisis pada potensial 8 volt menggunakan elektroda Cu dan karbon, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair. Produk yang diperoleh berupa padatan putih kekuningan dengan berat rata-rata 0,03 gram dan rendemen sebesar 20,54%. Nilai LC50 yang dihasilkan pada N-benziliden anilin dan kompleks untuk bakteri Escherichia Coli masing-masing adalah 5,788 ppm dan 3,75 ppm sedangkan untuk bakteri Staphylococcus Aureus masing-masing adalah 6,135 ppm dan 2,601 ppm.
Elektrodekolorisasi Limbah Cair Zat Warna Batik di Kota Solo dengan Elektroda PbO2/Cu Ina Triavia; Didik Setiyo Widodo; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.459 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.11-14

Abstract

Eletrodekolorisasi limbah cair dari zat warna batik secara elektrolisis telah dilakukan. Elektroda yang dipakai adalah PbO2/Cu. Metode elektrolisis memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya, yaitu memberikan cara efektif dalam menangani limbah cair zat warna, tidak menimbulkan limbah sekunder atau pencemaran baru, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini dilakukan dengan mengelektrolisis sampel zat warna pada potensial kerja 5,0 volt. Media elektrolisis adalah air limbah industri kain batik. Waktu elektrolisis diatur selama 100 menit. Hasil akhir dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan Spektrometer UV-Vis, analisis nilai Chemical Oxygent Demand (COD), Total dissolved solid (TDS), dan Total Suspended Solid (TSS). Hasil akhir yang diperoleh menunjukkan bahwa elektrolisis air limbah industri batik menggunakan elektroda PbO2/Cu efektif menurunkan intensitas warna limbah dengan presentase 97,98%, penurunan nilai total dissolved solid (TDS) sebesar 90,2% dan kekeruhan atau total suspended solid (TSS) sebesar 99,7%.
Co-Authors A. Haris A. Rusgiyono Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Abdul Haris Afrianti Reza Kusuma Agus Hartanto Ahmad Suseno Anggun Yuliani Ardi Ariawan Arnelli Arnelli Aulannisa Elqudsy Ayu Fadhilatul Rukmana B. Raharjo Byan Pratama D. Ispriyanti Dahlia Nurmalasari Danang Subarkah Hadikawuryan Desvita Sari Dewi Martina Diana Pratiwi Rusendi E. Setiawati Eka Pratista Eko Sugiharto Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni F. Ariyanto Fardhani, Dea Ayu Fithri Noorikhlas Fitra Nilla Sari Galih Widayanti Ghina Labiebah Ginanjar Argo Pambudi Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan H. Sutanto Hasan Muhtar Helena Krey Hera Yulianti I Gusti Ngurah Antaryama I. Marhaendrajaya Ilmi Muftiana Ilyas Bachtiar Ina Triavia Ines Ayu Handayani Ismiyarto Ismitarto J. E. Suseno Juwanda, Farikhin Kaviani Suciana Alifah Khabibi Khabibi khabibi Khabibi Kharisma Luthfiaratri Rahayu Kusumaningati, Marchelina One Laila Ika Anggraini Lina Yuanita Linda Suyanti Linda Suyati Linda Suyati Lutfia Apipah M. Izzati M. Nur Marcelinus Christwardana Mei Viantikasari Meiske Erdinarini Anggita Muhamad Abduh Hasibuan Muhammad Cholid Djunaidi Nawatuttuqoh Nawatuttuqoh Nesti Dewi Maharani Nia Siskawati Nies Suci Mulyani Nor Basid Adiwibawa Prasetya Pardoyo Pardoyo Patmawati Patmawati, Patmawati Prihastuti Santini Laksmi Dewi Priyono Priyono R. Hariyati R. Hastuti Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Rahmad Nuryanto Retno Ariadi Lusiana Riska Nurfida Annisa RR. Ella Evrita Hestiandari Rum Hastuti Rusendi, Diana Pratiwi S. Tana Santi Hermayanti Siti Elin Huriati Sonita Afrita Purba SRI ISDADIYANTO Suberta, Melani Sugito Sugito Suhartana Suhartana Suhartono Suhartono T. Windarti Titi Agustin Titik Darmawanti Ulfa Wiwit Chasanah Umi Fadilah, Umi Vinsencius Guntur Pandu Marcellino W. H. Rahmanto Wahyu Adi Kristanto Wahyu Adi Kristanto Wasino Hadi Rahmanto Wawan Prasetyo Wilman Septina Yudhi Richard Z. Muhlisin