Siti Fatimah
Midwifery Program, Faculty Of Nursing And Health Science, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery and Reproduction

PENGARUH PENERAPAN KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD ULIN BANJARMASIN Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.322 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.318

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization menyatakan bahwa penyebab kematian pada neonatal pada usia 0-27 hari adalah prematuritas dan BBLR sebanyak 16%. BBLR yang menjalani metode Kangaroo Mother Care (KMC) akan mempunyai pengalaman psikologis dan emosional lebih baik karena dengan metode KMC selain memperoleh kehangatan bayi akan lebih dekat kepada ibu sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Metode KMC merupakan bagian dari prosedur perawatan bayi berat lahir rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Tujuan: Menganalisis Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Metode: penelitian kuantitatif menggunakan model Pre-eksperimental dan rancangan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sample adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer, menggunakan analisis uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Ada Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Simpulan: terdapat pengaruh yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah mendapatkan KMC
PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2017 Siti Maria Ulfah; Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.634 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.419

Abstract

Pendahuluan: UNICEF pada tahun 2007 mengeluarkan protokol baru tentang ”ASI segera” sebagai tindakan ”life saving” atau untuk menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir yang harus diketahui setiap tenaga kesehatan. Di Indonesia, hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran dan 8% ibu memberi ASI eskiusif terhadap bayinya sampai 6 bulan. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia 28 hari) dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini. Target nasional pemberian ASI eksklusif program pada tahun 2014 sebesar 80%, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% dan dalam pelaksanaan perlu adanya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang mendukung IMD dengan kategori baik yaitu 16.6%, cukup 13.3% dan kurang 70%, dukungan keluarga terhadap IMD yaitu yang mendukung 63.3% dan yang tidak mendukung 36.7%, dorongan tenaga kesehatan yaitu yang mendukung 56.7% dan yang tidak mendukung 43.3%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pengetahuan ibu terhadap IMD kategori baik 16,6%, dukungan keluarga 63,3% dan dukungan tenaga kesehatan 56.7%
DIFFERENCES IN BODY WEIGHT BEFORE AND AFTER THE USE OF HORMONAL CONTRACEPTIVE INJECTION DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE (DMPA) IN PMB GUNARTI BANJARBARU SOUTH KALIMANTAN IN 2018 Darmayanti Wulandatika; Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.113 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i2.201

Abstract

According to the World Population Data Sheet, in 2016 Indonesia ranked 4th as the country with a population of 259 million people. Among ASEAN countries, Indonesia with the largest area remains the country with the largest population far above the nine other member countries. Coverage of fertile age couples (PUS) based on Family Planning membership according to 2017 Indonesian Family Profile and 2018 BKKBN, South Kalimantan Province in 2017 had as many as 646,374 fertile age couples, and 70.10% or as many as 453,089 actively engaged with Family Planning program. Out of total active participants obtained as much as 50.67% or 229,579 using birth control injections, 62% of them are married women, 15-49 years old used a contraceptive method and found that 58% used modern contraceptive methods, injected birth control is the most widely used contraceptive method, followed by pills. The use of birth control injections, both monthly or three monthly contraceptive injections has a main side effect - body weight changes. The factor that can trigger changes in the body weight of the acceptors of birth control injections is the presence of a strong progesterone hormone. The purpose of this study is to analyze the differences in body weight before and after the use of hormonal contraceptive injection Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) in PMB Gunarti Banjarbaru South Kalimantan in 2018. The numbers of respondents in this study were 60 respondents. Data collection was carried out using medical record data. The data were analyzed quantitatively with comparative study method, two mean dependents (paired sample) to test the mean’s difference between groups of data. Statistical test results showed that the average respondent's body weight before using hormonal contraceptive injection Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) was 53.25 Kg and the average body weight after using hormonal contraceptive injection Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) was 57.08 Kg. This can be interpreted that the range between before and after using hormonal contraceptive injection Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) is 3.87 with a standard deviation of 2.52. The result of statistical tests using the t test gets p value of 0,000. It can be concluded that there is a significant difference between before and after using hormonal contraceptive injection.