Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE EFFECT OF HIV/AIDS CARD MATCH (HAICAMAT) ON STUDENT’S KNOWLEDGE ABOUT HIV/AIDS IN MTSN 5 NGAWI Hudzaifah Alief Fath Azizah; Nurul Jannatul Wahidah, Ika Sumiyarsi Sukamto, Niken Bayu Argaheni, Atriany Nilam Sari
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 5 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a deadly disease that has spread to various countries including Indonesia, one of which is the province of East Java, especially Ngawi district. The high number of HIV/AIDS transmission cases that occur can be caused by low knowledge in adolescent groups so that they are vulnerable to myths and misinformation about reproductive health, especially about HIV/AIDS continuous increase in cases due to the lack of provision of health information about HIV/AIDS to the public, especially adolescents. The purpose of this study was to determine the effect of HIV/AIDS card match (haicamat) on the knowledge of MTsN 5 Ngawi students. This study is a quasi-experimental research with a non-equivalent control group design. A sampling with simple random sampling was performed on 48 students. Data analysis used is the Mann-Whitney test which received the results of p- value <0.05. There is an effect of HIV/AIDS card match (HAICAMAT) on knowledge about HIV/AIDS in MTsN 5 Ngawi students.
GEMA SEHATI (GERAKAN EDUKASI MENU MAKANAN SEIMBANG LOKAL CEGAH STUNTING) DI DESA WAITII Fathia Rahma Juliarti; Nurul Jannatul Wahidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Namun, upaya pencegahan stunting di masyarakat masih belum optimal, ditandai dengan keterbatasan kemampuan ibu dalam menyusun dan mengolah menu makanan anak terutama dalam memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu makanan gizi seimbang. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang lebih aplikatif dan partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Melalui program GEMA SEHATI (Gerakan Edukasi Menu Makanan Seimbang Lokal Cegah Stunting) berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Waitii yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyusun dan mengolah menu makanan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan evaluasi deskriptif melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan, serta pembagian menu PMT. Kegiatan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan sasaran 14 ibu yang memiliki bayi dan balita yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang serta keterampilan dalam menyusun dan mengolah menu makanan bergizi terutama berbasis pangan lokal. Kesimpulannya, program GEMA SEHATI efektif sebagai intervensi berbasis masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting. 
PENGARUH ELANA (EDUKASI LAKTASI ANTENATAL) TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI MENYUSUI IBU HAMIL Luluk Fajria Maulida; Siti Nurhidayati; Rufidah Maulina; Revi Gama Hatta Novita; Atriany Nilam Sari; Nurul Jannatul Wahidah
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Memberikan ASI bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga perjalanan emosional yang membutuhkan keyakinan diri serta pemahaman yang baik sejak masa kehamilan. Beberapa ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif karena merasa ragu dan kurang memahami cara menyusui dengan benar. Untuk itu, memberikan informasi tentang menyusui selama kehamilan bisa membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi proses ini. Tujuan: untuk menilai pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam menyusui. Metode: Quasi-Experimental Design: One-Group Pretest– Posttest yaitu satu kelompok mengikuti ELANA. Penilaian dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) dengan kuesioner yang menilai pengetahuan menyusui dan juga untuk mengukur seberapa percaya diri ibu bisa menyusui (BSES-SF). Responden sejumlah 50 ibu hamil di wilayah Sidomukti, yang sehat dan bersedia mengikuti edukasi ini. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu setelah intervensi, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri juga mengalami peningkatan bermakna, dengan p-value = 0,006 (p < 0,05). Hasil ini menerangkan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan efikasi diri pada pretest dan posttest. Kesimpulan: ada pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Menyusui Ibu Hamil.
Gema Menocare: Program Pemberdayaan Perempuan melalui Edukasi dan Self-Care pada Masa Menopause Erlia Delicia Costa Reis; Nurul Jannatul Wahidah
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/2wfxxa82

Abstract

Menopause merupakan tahap alami dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan fungsi ovarium. Namun, masih banyak perempuan yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai perubahan fisik dan psikologis selama menopause sehingga kurang siap dalam menghadapinya. Kondisi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya akses terhadap edukasi kesehatan dan kegiatan pemberdayaan terkait menopause di masyarakat, sehingga diperlukan upaya promotif melalui program edukasi dan self-care. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan tentang menopause melalui edukasi kesehatan dan aktivitas fisik sebagai bentuk perawatan diri (self-care). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 perempuan di Desa Waitii yang berusia 27-70 tahun. Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan kesehatan mengenai menopause dan senam bersama. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 80,13 sebelum intervensi menjadi 96,97 setelah intervensi, dengan seluruh peserta (100%) berada pada kategori pengetahuan baik setelah kegiatan. Program GEMA MENOCARE terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai menopause serta mendorong penerapan self-care sebagai upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup pada masa menopause.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN SCREEN TIME DENGAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH Yasmin Hanah Hanifah; Sumardiyono Sumardiyono; Ika Sumiyarsi Sukamto; Nurul Jannatul Wahidah; Luluk Fajria Maulida
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v12i1.2214

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan emosional anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, terutama pola asuh dan screen time. Pola asuh yang tidak sesuai serta penggunaan media digital berlebihan dapat menghambat kemampuan regulasi emosi anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola asuh dan screen time dengan perkembangan emosional anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 72 orang tua anak prasekolah usia 3-6 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ), kuesioner screen time, serta Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE). Pengambilan data dilakukan pada September-Oktober 2025 dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil: Pola asuh otoriter dan permisif berhubungan signifikan dengan perkembangan emosional anak prasekolah (p