Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Peran Apron Movement Control (AMC) Dalam Mitigasi Risiko Foreign Object Debris (FOD) di Area Sisi Udara Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Moh Rifqi Maulana Hakim; Kifni Yudianto
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8950

Abstract

Keberadaan Foreign Object Debris (FOD) di area sisi udara merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Dalam konteks tersebut, Apron Movement Control (AMC) memiliki peran penting dalam melaksanakan pengawasan operasional serta pengendalian FOD melalui kegiatan inspeksi, pemantauan area apron, dan koordinasi dengan unit terkait. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AMC dalam mitigasi risiko FOD, mendeskripsikan prosedur pelaksanaan pengendalian FOD, mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta menganalisis upaya optimalisasi mitigasi risiko FOD di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu Koordinator AMC, 3 petugas AMC, dan 1 petugas Injourney Aviation Services (IAS). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko FOD oleh AMC dilaksanakan melalui inspeksi rutin, penanganan dan pelaporan setiap temuan FOD, serta koordinasi dengan IAS, Ground Handling, dan unit operasional lainnya. Kendala yang dihadapi meliputi tingginya aktivitas operasional serta masih perlunya peningkatan kesadaran seluruh personel dalam menjaga kebersihan area sisi udara. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan koordinasi antar unit, pelaksanaan inspeksi rutin secara konsisten, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan budaya keselamatan guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Analisis Koordinasi Tim Apron Movement Control (AMC) dalam Menunjang Keamanan dan Keselamatan Area Airside di Yogyakarta Internasional Airport Michaiel Rafi Aflah Adhany; Kifni Yudianto
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v3i1.7889

Abstract

Keamanan dan keselamatan area airside merupakan aspek krusial dalam operasional bandar udara yang menuntut koordinasi yang efektif antar unit kerja. Apron Movement Control (AMC) memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh aktivitas di apron guna mencegah terjadinya gangguan operasional dan insiden keselamatan. Kompleksitas pergerakan pesawat, Ground Support Equipment (GSE), serta keterlibatan banyak unit kerja menjadikan koordinasi sebagai faktor kunci dalam pengawasan airside. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk koordinasi tim Apron Movement Control (AMC) dalam menunjang keamanan dan keselamatan area airside di Yogyakarta International Airport, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas koordinasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik koordinasi AMC di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi tim AMC dilakukan melalui koordinasi internal antar petugas serta koordinasi eksternal dengan unit terkait seperti Air Traffic Control, Aviation Security, Ground Handling, Airport Rescue and Fire Fighting, dan teknisi bandara. Koordinasi tersebut diwujudkan melalui komunikasi operasional yang terstandarisasi, penerapan SOP, pengawasan pergerakan pesawat dan GSE, serta peran supervisi dalam pengambilan keputusan. Efektivitas koordinasi dipengaruhi oleh kejelasan SOP, kualitas komunikasi, kompetensi sumber daya manusia, kepemimpinan, dukungan teknologi, kondisi lingkungan kerja, dan budaya keselamatan organisasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa koordinasi AMC yang efektif berkontribusi signifikan terhadap terjaganya keamanan dan keselamatan airside. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan sistem koordinasi, peningkatan kompetensi petugas, serta pengembangan budaya keselamatan secara berkelanjutan guna mendukung operasional airside yang aman dan andal.