Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METABASA

ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KERINDUAN PADA LIRIK LAGU “HANYA RINDU” KARYA ANDMESH KAMALENG Adi Rustandi; Rendy Triandy; Dheni Harmaen
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji makna kerinduan pada lirik lagu “Hanya Rindu” karya Andmesh Kamaleng melalui analisis semiotika Roland Barthes. Tujuan artikel ini dibuat untuk mencari makna kerinduan pada lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang di dalamnya menjelaskan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif interpretif atau cara berpikir induktif, yaitu cara berpikir dari khusus ke umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, yaitu dengan melakukan penelusuran dan perolehan dari berbagai sumber yang terdapat data yang diperlukan. Hasil kajian semiotika terhadap lirik lagu “Hanya Rindu” karya Andmesh Kamaleng ini yaitu pertama, makna denotasinya, pencipta lagu ingin menyampaikan perasaan rindu yang sangat hebat kepada sosok perempuan yang bernama Ibu yang sudah meninggal. Hal ini dibuktikan pada setiap bait lagunya menjelaskan keinginan dan kerinduan bertemu dengan sosok perempuan bernama Ibu. Kedua, makna konotasinya, pencipta lagu merasakan penyesalan yang hebat dalam dirinya karena tidak bisa bertemu lagi dan mengulang waktu ke masa lalu dengan sosok perempuan bernama Ibu. Hal ini dibuktikan pada bait pertama dan ketiga. Ketiga, makna mitosnya, pencipta lagu ingin menyampaikan pesan bahwa mengobati rasa rindu terhadap sosok perempuan yang bernama Ibu yang sudah meninggal bisa dengan melihat foto, video, dan menghadirkan kenangan bersamanya ketika masih hidup. Hal ini dibuktikan pada bait pertama, kedua, keempat, dan kelima. Kata kunci: makna, semiotika, dan lirik lagu.
PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTISENSORI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS B FKIP UNPAS BANDUNG TAHUN AKADEMIK 2019/2020 Adi Rustandi; Rendy Triandy
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasarkan pada kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas B, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, pada semester genap tahun akademik 2019/2020, mata kuliah Teori dan Praktik Pembelajaran Menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas B terkait kemampuan menulis paragraf eksposisi dengan menggunakan metode multisensori. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan apakah metode multisensori ini dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf eksposisi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu, jenis nonrandomized control group pretest-posttest design. Setelah diberikan perlakuan, hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas B mampu menulis paragraf eksposisi dapat diterima. Nilai prates rata-rata 61,32 dengan nilai konversi 2,45 berada pada kategori nilai Cukup (C), dan nilai rata-rata pascates 82,29 dengan nilai konversi 3,29 berada pada kategori nilai Baik (B). Jadi, adanya peningkatan sebesar 20,97 atau 0,88. Hipotesis metode multisensosi dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragraf eksposisi pada mata kuliah Bahasa Indonesia di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas B FKIP Unpas, juga dapat diterima. Hasil prates dan pascates pada uji thitung sebesar 12,34 dan ttabel pada tingkat kepercayaan 95% sebesar 2,02 dengan derajat kebebasan 37. Ini artinya thitung ttabel. Dari fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa semua hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima.Kata kunci: pembelajaran, menulis, paragraf, eksposisi, multisensori Abstract This research is based on the ability of students of the Class B Indonesian Language and Literature Education Study Program, the Teaching and Education Faculty (FKIP), Pasundan University (Unpas) Bandung, in the even semester of the 2019/2020 academic year, Theory and Practice Learning Learning Writing. This study aims to understand the ability of Class B Indonesian Language and Literature Education students related to the ability to write exposition paragraphs using multisensory methods. The goal to be achieved is to design a multisensory method that can be used in learning to write an exposition paragraph. The research method used was a quasi-experimental method, a type of non-randomized pretest-posttest control group design. After being given approval, the results of the study showed the hypothesis proposed by the Class B Indonesian Language and Literature Education Study Program students were able to write an acceptable exposition paragraph. An average pre-test score of 61.32 with a conversion value of 2.45 is placed in the Fair value category (C), and an average post-test score of 82.29 with a conversion value of 3.29 in the Good value category (B). So, an increase of 20.97 or 0.88. The multisensory method hypothesis can be used in learning to write exposition paragraphs in Indonesian language courses in the Indonesian Language and Literature Education Study Program Class B FKIP Unpas, also acceptable. The results of the pre-test and post-test in the t-test were 12.34 and the ttable at the 95% confidence level was 2.02 with 37 degrees of freedom. This means tcount t-table. From the facts above, it can be concluded that all hypotheses in this study can be accepted.