Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

A Review of Students' Critical Thinking Skills in Science Learning in Indonesia Arda, Arda; Supriyatman, Supriyatman; Afadil, Afadil
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 25, No 4 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Review of Students' Critical Thinking Skills in Science Learning in Indonesia. Objective: This review study aims to analyse and describe the development of students' critical thinking skills in science learning. Methods: This study uses a systematic literature review by following the PRISMA form. We found 158 documents critical thinking skills in science learning in published in Scopus indexed journals from 2014 to 2024. After the screening process, 16 articles were selected for analysis using thematic analysis. Findings: The review findings show that the selection of learning media to enhance critical thinking skills in flexible science learning should be aligned with students' characteristics, the learning context and user-friendliness. The choice of learning models employed to improve critical thinking skills in science learning is highly variable and must be tailored to multiple criteria. Selecting the suitable model necessitates consideration of the students' attributes, the educational material, and the time constraints. Every learning model possesses distinct advantages in promoting critical thinking skills, necessitating the selection of the model that most effectively aligns with the particular requirements and educational situation. Conclusion: Critical thinking skills are among the most vital competencies that students should acquire. These skills are crucial in facilitating a deeper comprehension of scientific concepts among students. The literature study indicates that from 2014 to 2024, many media and learning approaches have been extensively utilized in science education. These media and educational approaches have demonstrated a beneficial effect, enhancing students' academic performance while also fostering the optimal development of their critical thinking skills.       Keywords: critical thinking skills, science learning, systematic literature review.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i4.pp1787-1798
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH ALKHAIRAAT PENGAWU KOTA PALU Rahmawati, Dian; Arda, Arda; Yulia, Yulia
IBTIDAI'Y DATOKARAMA: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 6 No. 2 (2025): Ibtidaiy Datokarama: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ibtidaiy.Vol6.Iss2.161

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penerapan Model CTL Pada Pembelajaran Matematika di Kelas IV MI Alkhairaat Pengawu Kota Palu dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana penerapan model CTL pada pembelajaran Matematika di kelas IV MI Alkhairaat Pengawu Kota Palu, (2) Apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam penerapan model CTL pada pembelajaran Matematika di kelas IV MI Alkhairaat Pengawu Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu: metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL yang diterapkan di MI Alkhairaat Pengawu. Ada beberapa tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kendalanya adalah Kemampuan peserta didik yang terbatas, Kurangnya peserta didik dalam menguasai operasi perkalian dan pembagian pada konsep dasar matematika dan Kurang aktifnya peserta didik. Solusinya adalah dengan meningkatkan pemahaman peserta didik , memberikan hukuman langsung kepada peserta yang saling menganggu, . Implikasi penelitian adalah guru dapat mengaplikasikan model pembelajaran CTL sebagai alternatif dalam memberikan variasi pada proses pembelajaran serta dapat mempengaruhi kualitas pendidikan sehingga proses pendidikan akan lebih efektif, serta dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi peserta.
Efektivitas Model Discovery Learning Berbasis Mind Mapping terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Nurul Hijratul Ummahiroh; Arda, Arda; Mirnawati, Mirnawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4105

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMPN 3 Palu yang ditunjukkan melalui keterbatasan dalam mengemukakan ide dan kesulitan memahami materi pembelajaran secara optimal menjadi fenomena yang diperhatikan pada studi ini. Dengan hal tersebut, penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMPN 3 Palu tahun ajaran 2024-2025 dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran discovery learning berbasis mind mapping. Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group. Penelitian ini tergolong dalam jenis kuantitatif dengan jumlah sampel 56 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol, dimana setiap kelas terdiri dari 28 peserta didik. Pengambilan sampel untuk menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini digunakan karena memungkinkan pemilihan sampel dengan karakteristik akademik dan kemampuan berpikir kreatif yang relatif seimbang. Lima butir soal esai yang telah diverifikasi oleh ahli digunakan sebagai alat penelitian. Pada tingkat signifikansi 0,05, uji statistik parametrik seperti uji t sampel independen, uji homogenitas, dan uji normalitas digunakan dalam analisis data. Skor posttest rata-rata untuk kelas eksperimen = 65,04 dan kelompok kontrol = 37,57. Nilai signifikansi (2-tailed) = 0,001 < 0,05 mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Artinya, secara signifikan penerapan model pembelajaran discovery learning berbasis mind mapping meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kreatif dalam mata pelajaran IPA.
Culturally Responsive Science Education: Developing and Evaluating Ethnoscience-Integrated Animated Videos for Middle School Learners Fathul Hasanah; Arda Arda; Siti Rabiatul Adawiyah; Windia Hadi
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 27, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v27i1.pp610-631

Abstract

This study aimed to develop and evaluate a Canva-based animated video integrated with Kaili ethnoscience to support students' conceptual understanding of the human respiratory system in junior high school. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of five sequential stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The developed media was validated by material and media experts, followed by a limited classroom implementation involving 17 eighth-grade students at MTs Nida'ul Khairaat Pombewe. Data were collected through expert validation questionnaires, student response questionnaires, and conceptual understanding tests administered using a one-group pretest-posttest design. The material expert validation yielded an average score of 96.7%. In comparison, the media expert validation produced an average score of 91.7%, both of which were categorized as Very Good, confirming the high validity and technical quality of the developed media. Student reaction was also very favorable across six dimensions: attractiveness, ease of use, clarity, relevance, engagement, and usefulness, which indicate high practicality and acceptance in the classroom. Effectiveness testing results showed a significant increase in students' conceptual knowledge, with an average N-gain of 0.85 (high category) and a large effect size (Cohen’s d = 2.49). Improvements in learning were observed across all seven conceptual understanding indicators, with the greatest increases in classifying (N-gain=1.000), explaining (N-gain=0.947), and comparing (N-gain=0.917). Such results suggest that providing culturally relevant ethnoscience material to students, together with available digital animation resources, may facilitate significant learning in science by helping abstract physiological ideas relate to students' cultural lives. However, because this study employed a one-group pretest-posttest design without a control group and had a limited sample size, the findings should be interpreted with caution. Future studies using controlled experimental designs with larger and more diverse samples are recommended to further validate the effectiveness of ethnoscience-integrated animated learning media. Keywords: animated video, canva, culturally responsive teaching, conceptual understanding, respiratory system, ethnoscience.
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI PENGUKURAN MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) DI MTs Madinatul Ilmi; Arda; Rahmawaty
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.711

Abstract

Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dapat menghambat pemahaman konsep peserta didik. Meskipun Certainty of Response Index (CRI) telah banyak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada berbagai topik IPA, kajian yang secara khusus mengkaji miskonsepsi pada materi pengukuran di tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) masih terbatas dan belum memberikan pemetaan berdasarkan indikator pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat dan pola miskonsepsi peserta didik pada materi pengukuran berdasarkan indikator pemahaman konsep menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek seluruh peserta didik kelas VII MTs Syekh Lokiya Towale. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbasis CRI sebanyak 12 butir soal pilihan ganda beralasan yang dikembangkan berdasarkan enam indikator pemahaman konsep serta dilengkapi dengan wawancara terbatas terhadap dua peserta didik untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi tertinggi terdapat pada indikator mengklasifikasikan objek sesuai konsep (30,8%), diikuti memberikan contoh dan noncontoh (26,9%) serta menyatakan ulang konsep (15,4%). Sebagian besar peserta didik juga berada pada kategori tidak tahu konsep pada indikator prosedur dan pemecahan masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan CRI sebagai instrumen diagnostik untuk mendukung perancangan pembelajaran yang lebih tepat sasaran dalam memperkuat pemahaman konsep IPA.
Improving visual-spatial ability through anatomy apron in respiratory system learning Khaeratunnisa, Tasya; Arda, Arda; Adawiyah, Siti Rabiatul
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 11, No 1 (2026): April 2026
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v11i1.6188

Abstract

This study was undertaken to address the ongoing challenges students encounter in comprehending abstract anatomical ideas, especially those necessitating robust visual-spatial abilities, attributed to the inadequate utilization of tangible learning resources in science classes. This study investigates the impact of anatomical teaching aids on the visual-spatial abilities of eighth-grade students studying the human respiratory system at MTs Negeri 3 Palu. A quasi-experimental approach utilizing a pretest-posttest control group was implemented. The sample comprised 36 students, allocated into an experimental group of 18 students and a control group of 18 students. The experimental group utilized an anatomical apron as a teaching tool, whereas the control group was instructed by conventional memorizing techniques. A validated 15-item assessment was employed to evaluate pupils' visual-spatial abilities. Data were investigated utilizing N-Gain computations and an independent samples t-test subsequent to the fulfillment of normality and homogeneity assumptions. The findings indicated that the experimental group's average N-Gain score was classified as high and surpassed that of the control group. The t-test analysis produced a significance (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), signifying the rejection of H?. The findings indicate that anatomical apron teaching aids enhance students' visual-spatial abilities in the study of the human respiratory system.
Pengembangan Komik Video Digital sebagai Media Pembelajaran pada Materi Simbiosis di Kelas VII Husain, Dela Anugrah; Arda, Arda; Pratiwi, Indri
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4229

Abstract

Kurangnya minat dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran menuntut adanya inovasi media yang lebih kreatif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik video digital bagi siswa kelas VII serta menguji tingkat validitas dan respons pengguna terhadap media tersebut. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang diadaptasi menjadi empat tahap, yaitu Analysis, Design, Development, dan Implementation, tanpa melaksanakan tahap Evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi oleh ahli materi dan ahli media serta angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi, dengan persentase sebesar 92,50% dan 95% dari ahli materi, serta 93,33% dan 78,33% dari ahli media. Selain itu, hasil uji coba terhadap 47 peserta didik menunjukkan respons positif dengan persentase sebesar 82,13% dalam kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa komik video digital yang dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif di tingkat sekolah menengah pertama.