Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KINERJA PERAWAT DI IRNA C RS X BUKITTINGGI Vera Sesrianty; Putri Indriani; Dia Resti DND
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15618

Abstract

Kinerja adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh   atasan   sehingga   dapat diselesaikan  dengan kemampuan, kemauan  dan  keterampilan. Kinerja perawat dapat menentukan mutu pelayanan kesehatan, sehingga dibutuhkan perawat yang berkualitas. Salah satu factor yang yang mempengaruhi kinerja perawat adalah self eficacy. Self efficacy adalah keyakinan seseorang bahwa mereka dapat melakukan tugas tertentu dengan sukses, sehingga rasa percaya diri perawat terhadap kemampuannya sendiri tinggi karena tidak mudah menyerah untuk memecahkan masalah dalam hal pemberian asuhan  keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Desain  penelitian  menggunakan  metode  Deskriptif analitik  dalam  bentuk  Cross  sectional.  Instrument menggunakan kuesioner GSES (General Self efficacy Scale) dan kuesioner kinerja perawat. Sampel penelitian ini adalah perawat sebanyak 37 responden. Hasil penelitian  ini  didapatkan self efficacy rendah (59,5%) dan  kinerja  perawat  (56,8%). Hasil uji statistic nilai P value = 0,000 (p<0,5) ada hubungan antara self efficacy dengan kinerja perawat, untuk itu disimpulkan bahwa  adanya hubungan signifikan  antara self efficacy dengan kinerja perawat di Ruangan IRNA C RS X Bukittinggi. Saran  untuk  pihak Rumah Sakit dimana dapat melakukan supervisi keruangan serta memberikan lebih banyak pelatihan  kepada perawat agar terciptannya sebuah  kepercayaan diri yang tinggi dalam melakukan asuhan keperawatan sehingga tercipta kinerja yang baik.
PENGARUH SPIRITUAL CARE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN STROKE Sesrianty, Vera; Amalia, Endra; Andriani, Yessi; Daswiti, Daswiti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3006

Abstract

Penyakit stroke menjadi penyebab kematian nomor dua dengan angka kematian 5,54 juta dan penyebab kecacatan nomor tiga di dunia. Penderita stroke umumnya mengalami perubahan perilaku dan emosional seperti syok, cemas, marah penolakan, marah, stres sampai depresi. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan spiritual care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spiritual care terhadap tingkat kecemasan pasien stroke. Jenis penelitian quasi experiment, dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilaksanakan di ruangan rawat inap Neurologi RSUD Prof. dr. M Ali Hanafiah SM Batusangkar dengan sampel berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian lembar kuesioner HARS untuk kecemasan pasien dan lembar observasi SOP spiritual care, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan uji t-test dependent. Analisa univariat didapatkan pasien mengalami kecemasan berat sebelum dilakukan spiritual care dengan rerata 37,43 sedangkan sesudah dilakukan spiritual care mengalami kecemasan sedang dengan  rerata 26,07. Hasil analisa bivariat ada pengaruh spiritual care terhadap tingkat kecemasan pasien stroke (p = 0,022) dan ada perbedaan kecemasan sebelum dan setelah dilakukan spiritual care 4,500, sehingga disimpulkan spiritual care berpengaruh menurunkan kecemasan pasien stroke. Diharapkan kepada perawat agar melakukan spiritual care terhadap pasien secara berkala sehingga tercipta kenyamanan, ketenangan, mengurangi tekanan emosianal dan rasa damaiKata kunci : Kecemasan, Spiritual care, Stroke
LINGKUNGAN KERJA BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PERAWAT sesrianty, vera; Putri, Agnisa Dhea
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3209

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian personal yang sering dialami oleh perawat akibat tekanan kerja yang tinggi. Burnout atau kelelahan kerja  berdampak pada penurunan  kinerja dan menambah tingkat kesalahan kerja. Salah satu factor yang mempengaruhi tingkat burnout perawat adalah lingkungan kerja. Faktor lingkungan kerja mempengaruhi produktivitas perawat karena masih ditemukan keadaan perawat yang mengeluh kelelahan, mudah emosi, kurang semangat dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan tingkat burnout perawat. Jenis penelitian ini Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain crossectional. Penelitian dilakukan di RS X Kota Payakumbuh ruangan rawat inap Teratai, Dahlia dan Melati. Jumlah sampel sebanyak 40 orang perawat menggunakan teknik total sampling. Pengumpuloan data dilakukan mengunakan instrument kuisioner MBI (Maslach Burnout Syndrom Inventory) untuk mengukur burnout perawat terdiri dari 20 pertanyaan terdiri dari kelelahan emosional, depersonalisasi, penurunan prestasi diri sedangkan lingkungan kerja sebanyak 12 pertanyaan terdiri dari lingkungan fisik, psikologis dan perilaku. Data diolah dan dianalisis mengunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapat sebagian responden menyatakan lingkungan kerja kurang baik (55%) dan sebagian besar tingkat burnout rendah (55%), uji statistik didapatkan P value = 0,048 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lingkungan kerja dengan burnout Di Ruang Rawat Inap RS X Kota Payakumbuh. Disarankan agar pihak manajemen rumah sakit meningkatkan kualitas lingkungan kerja, melalui optimalisasi beban kerja, pemberian dukungan sosial, dan penciptaan budaya kerja yang positif dan meningkatkan fasilitas ruangan rawat inap.Kata kunci : Burnout, Lingkungan Kerja, Perawat
Spiritual care untuk keluarga pasien paliatif dan kesehatan pengasuh keluarga (caregiver keluarga) Maidaliza, Maidaliza; Amalia, Endra; Sesrianty, Vera; Arif, Muhammad; Kartika, Kalpana; Akbar, Agung; Aulia, Qorry Suendi; Rachmadani, Restu Aulia; Andriani, Gina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31996

Abstract

Abstrak Pasien paliatif menghadapi kondisi fisik dan psikologis yang kompleks, sehingga membutuhkan dukungan holistik, termasuk aspek spiritual. Dalam konteks perawatan di rumah, keluarga berperan penting sebagai caregiver utama. Namun, peran ini sering kali menimbulkan beban emosional, fisik, dan spiritual yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan keluarga dalam memberikan spiritual care kepada pasien, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan caregiver keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Pariangan dengan jumlah peserta sebanyak 66 orang audien, yang terdiri darai 12 orang keluarga yang merawat pasien paliatif dan 54 orang masyarakat umum. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, dan skrining kesehatan.. Hasil pre dan post test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 3,15%. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi tentang teknik pemberian dukungan spiritual, deteksi spiritual distress, serta pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik caregiver. Program ini menunjukkan bahwa edukasi spiritual care dapat meningkatkan kesiapan keluarga dalam merawat pasien secara lebih manusiawi dan berempati. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan keluarga dalam perawatan paliatif berbasis spiritual yang berkelanjutan, serta menjadi masukan bagi layanan kesehatan komunitas di tingkat daerah. Kata Kunci : caregiver keluarga; kesehatan fisik; spiritual care; paliatif Abstract Palliative patients face complex physical and psychological conditions, requiring holistic support, including spiritual aspects. In the context of home care, the family plays a crucial role as the primary caregiver. However, this role often leads to emotional, physical, and spiritual burdens that can affect their health and quality of life. This community service activity aimed to enhance the family's understanding and skills in providing spiritual care to patients, as well as to raise awareness of the importance of maintaining the family caregiver's health. The activity was conducted in Pariangan District, involving 66 participants, consisting of 12 family members caring for palliative patients and 54 members of the general public. The methods used in this community engagement included lectures, discussions, and health screenings. Pre- and post-test results showed a 3.15% increase in knowledge. In addition, participants received education on techniques for providing spiritual support, identifying spiritual distress, and the importance of maintaining the mental and physical health of caregivers. The program demonstrated that spiritual care education can improve family preparedness in providing more humane and empathetic care. It is hoped that this activity can serve as a model for empowering families in sustainable, spiritually-based palliative care, and contribute to the development of community-based health services at the local level.Keywords: family caregiver; physical health; spiritual care; palliative
Edukasi Pencegahan Dan Penatalaksanaan Stroke Pada Masyarakat Di Kecamatan Batipuh Selatan Tanah Datar Amalia, Endra; Maidaliza, Maidaliza; Fradisa, Lisa; Sesrianty, Vera; Arif, Muhammad; Kartika, Kalpana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.997

Abstract

Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2013 meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk, menjadi 10,9 per 1000 penduduk. Sedangkan di Sumatera Barat prevalensi penyakit stroke mengalami kenaikan sebanyak 3,4% dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, yaitu dari 7,5% di tahun 2013 menjadi 10,9% tahun 2018. Data pasien stroke rawat inap di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M Hatta Bukittinggi pada tahun 2020 sebanyak 2.425 orang. Faktor keterlambatan deteksi menjadi salah satu hal yang berperan dalam kasus stroke. Edukasi kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan stroke. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan, pengukuran tekanan darah, dan membagikan leaflet untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam pencegahan stroke. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 30 April 2024 di Kecamatan Batipuh Selatan Tanah datar. Bagi masyarakat yang terdeteksi tekanan darah tinggi disarankan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat. Kegiatan ini dapat mendeteksi dini sebagai upaya pencegahan stroke dan memperkuat peran tenaga kesehatan sebagai penggerak dalam kegiatan promosi kesehatan.
HUBUNGAN LINGKUNGAN PERAWATAN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN POST OPERASI MAYOR Sesrianty, Vera; Primal, Def
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28962

Abstract

Tindakan operasi mayor merupakan pengalaman yang sulit hampir bagi semua pasien karena berhubungan dengan adanya insisi yang luas. Pasien post operasi mayor akan mengalami terganggunya kualitas tidur karena berbagai factor dimana salah satunya adalah kenyamanan lingkungan ruangan perawatan seperti pencahayaan, suhu ruangan, kebisingan. Kurang tidur memiliki dampak serius termasuk penurunan toleransi rasa sakit, peningkatan imunosupresi, lambatnya pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan perawatan dengan kualitas tidur pasien post operasi mayor di Ruangan Rawat Inap Bedah RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling pada pasien post operasi di Ruangan Bedah RSUD Sungai Dareh. Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 orang. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi menggunakan program spss dengan analisa univariat dan bivariat, uji statistik yang dipakai adalah chi-square. Pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu keluhan lingkungan perawatan yang tidak nyaman sebanyak (53,8%), lebih dari separoh responden mengalami kualitas tidur yang buruk sebanyak (75%) dan hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p value 0,00. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa adanya hubungan antara lingkungan perawatan dengan kualitas tidur pasien post operasi mayor di Ruangan Rawat Inap Bedah RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya. Oleh karena itu diharapkan rumah sakit melengkapi sarana dan prasarana serta pelayanan asuhan keperawatan sehingga pasien dapat merasakan kenyamanan selama dirawat dan kualitas tidur pasien dapat menunjukan hasil yang baik.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA Sesrianty, Vera; Selsa, Tri; Fradisa, Lisa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2179

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang tergolong sebagai penyakit berbahaya sehinggadapat mengancam keselamatan jiwa. Pasien kanker payudara harus memiliki kualitas hidup yang baik agarmampu mendapatkan status kesehatan yang baik sehingga memiliki keinginan kuat untuk sembuh.Kualitas hidup penderita kanker payudara dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalahdukungan keluarga. Semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin baik kualitas hidupnya. Penelitianini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien kankerpayudara di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi Sumatera Barat Tahun 2023.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik desain cross sectional,populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kanker payudara di Poli Bedah Rumah Sakit IslamIbnu Sina Yarsi Bukittinggi Sumatera Barat sebanyak 209 orang dengan jumlah sampel 68 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan lembar kuesioner. Data diolah dengan SPSS dianalisis menggunakandistribusi frekuensi dan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga baik69,1% dan kualitas hidup cukup 60,3% dan hasil uji statistic didapatkan P value 0,025 sehinggadisimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara,disarankan kepada rumah sakit untuk meningkatkan kegiatan edukasi terkait dukungan keluarga untukmeningkatkan kualiats hidup pasien kanker payudaraKata kunci : Dukungan keluarga ; Kanker payudara ; Kualitas hidup
AGE FACTOR IS RELATED TO ANXIETY IN BREAST CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY Sesrianty, Vera; Yani Fitri, Rizki; Fernandes, Andrye
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JANUARI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.385

Abstract

Aim : This study aimed to determine the relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This was a quantitative cross-sectional study. A purposive sampling technique was used to select 70 respondents undergoing chemotherapy. Data were analyzed using the chi-square test. The study used a questionnaire to measure age characteristics, including early adulthood and middle adulthood by Hurlock, and anxiety levels using the HARS questionnaire.  Results : The study showed that the majority of respondents were aged ≥36 (70.0%), and the majority experienced severe anxiety (65.7%). Statistical tests revealed a significant relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy (p = 0.000). Conclusion : There is a relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. The results of this study are expected to provide a basis for nursing staff in developing more specific psychosocial interventions tailored to the patient's age characteristics, thereby improving patient safety, quality of nursing care, and quality of life for breast cancer patients.