Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Wima Anggitasari; Lindawati Setyaningrum; Sholihatil Hidayati; Aliyah Purwanti; Rizki Indah Rahayu; Lulut Sasmito
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1871

Abstract

Radikal bebas bersifat sangat tidak stabil dan reaktif. Radikal bebas yang bertemu dengan senyawa ataupun molekul lain akan mengakibatkan terbentuknya radikal baru dan menjadi reaksi yang berantai (chain reaction). Apabila reaksi tersebut berlangsung terus menerus di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Antioksidan mampu menghambat terjadinya radikal bebas dengan cara menetralkan radikal bebas. Flavonoid merupakan salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki beberapa kandungan senyawa termasuk flavonoid. Penelitian ini menggunakan sampel daun salam yang diperoleh dari Banyuwangi dengan menggunakan pelarut metanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Salam (EMDS) dan kuersetin dengan metode DPPH serta menganalisis flavonoid total dari EMDS. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 6,627 ppm sedangkan EMDS memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dengan nilai IC50 sebesar 85,112 ppm. Hasil analisis flavonoid total dalam EMDS adalah sebesar 27,13 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya aktivitas antioksidan daun salam termasuk dalam katagori kuat. Adanya aktivitas antioksidan ini berkaitan dengan kandu1ngan flavonoid total EMDS. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penelitian selanjutnya terkait aktivitas farmakologi dari EMDS yang berhubungan dengan antioksidan.  
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN HERBAL ANTIMIKROBA PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KABUPATEN JEMBER Lindawati Setyaningrum; Sholihatil Hidayati; Wima Anggitasari; Aliyah Purwanti; Diah Yuli Pangesti; Khrisna Agung Cendekiawan; Iski Weni Pebriarti; Shinta Mayasari; Dina Trianggaluh Fauziah; Nafisah Isnawati; M. Rofik Usman; Dhina Ayu Susanti
Jurnal SADEWA Vol 2 No 02 (2024): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/js.v2i2.812

Abstract

Soap is a material used for washing clothes, furniture, the body, etc. which is made from a mixture of alkali and triglycerides from fat. However, as time goes by, today's people are using ready-to-use sponges and washing soap in various forms and their respective advantages. Currently, many dishwashing soaps use herbal ingredients as their active substances. Coriander seeds and orange oil are herbal ingredients that can be used as antibacterial ingredients which can be used as active ingredients in making dishwashing soap. The village community's lack of knowledge regarding herbal ingredients and how to make dish soap has closed down business opportunities in Kopang Kebun Hamlet, Kemuning Lor Village, Arjasa District, Jember Regency. Therefore, village communities need training to process these herbal ingredients into products that are safe for the environment. The aim of this program for making liquid dish washing soap is to empower the women of Kopang Kebun Hamlet, most of whom are housewives, so that with this outreach, the community can make their own liquid soap to meet their daily needs and can also be used as a home industry.