Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Komplikasi Kehamilan dan Persalinan Pada Kondisi 4 Terlalu di Puskesmas Jabung Kabupaten Malang Al Isnaini, Likanatun Chotimah; Panggayuh, Ardi; Aristina, Nur Eva
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 2 No. 2 (2020): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v2i2.2142

Abstract

Complications of pregnancy and childbirth are a contributing factor in maternal mortality due to being at “4 extreme conditions” (too young, too old, too close to birth spacing, and too much). This research aimed to to show the description of pregnancy and childbirth complications at “4 extreme conditions” in Puskesmas Jabung, Malang Regency. This research used a descriptive design with a retrospective approach. The research population was all pregnant and childbirth women with 4 extreme conditions who experienced complications of pregnancy and childbirth and were recorded in the mother cohort and labor report books from January 1 to September 30 2019 with total sampling technique, obtained a sample of 52 respondents. The research instrument used data collection tables to identify complications of pregnancy and childbirth that occurred in each respondent. Data analysis used univariate analysis by processing data into percentages. The results showed that the most pregnancy complications were anemia (59%), pre-eclampsia / eclampsia (31%), and multiple complications in pregnancy are anemia and pre-eclampsia / eclampsia (10%), while the most labor complications were preterm birth ( 42%), postpartum hemorrhage (25%), prolonged labor (19%), premature rupture of membranes (8%), and multiple complications are premature rupture of membranes and preterm birth and prolonged labor and postpartum hemorrhage, respectively 3%. Anemia and preterm birth are the highest incidence of pregnancy and childbirth complicatios at 4 extreme condition. Based on the results of this studies should be material information or insight for the community, especially women and families to consider planning the right time to get pregnant. Keywords: Pregnancy Complications, Childbirth Complications
Perdarahan Antepartum: Studi Kasus Plasenta Previa Totalis Aristina, Nur Eva; Dwijayanti, Serly
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 7 No. 1 (2024): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v7i1.6977

Abstract

Abstrak : Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu secara global, sekitar 27% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh perdarahan, baik perdarahan postpartum, intrapartum maupun perdarahan antepartum . Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum tanpa disertai rasa nyeri. Plasenta previa dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan penanganan kasus plasenta previa di RSUD Bangil. Metode penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berdasarkan data primer dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, serta data sekunder berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang. Analisis data berdasarkan studi dengan membuat deskripsi hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan asuhan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang perempuan umur 33 tahun, hamil anak keempat, usia kehamilan 28-30 minggu, ibu memiliki riwayat plasenta previa totalis pada kehamilan anak kedua dan melahirkan secara caesar. Pada kehamilan anak ketiga ibu mengalami abortus dilakukan kuretage pada tahun 2019. Hasil inspeksi vulva vagina terdapat pengeluaran darah segar dan tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan letak janin sungsang dan terdapat plasenta previa totalis. Untuk itu diperlukan penanganan yang tepat pada kasus plasenta previa sesuai dengan evidence based untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas baik pada ibu maupun janin. Kata Kunci : perdarahan antepartum, plasenta previa totalis Abstract : Hemorrhage is the leading cause of maternal death globally, approximately 27% of deaths worldwide are caused by hemorrhage, both postpartum, intrapartum and antepartum hemorrhage. Placenta previa is one of the main causes of antepartum bleeding without pain. Placenta previa can result in increased morbidity and mortality. This study aims to determine the risk factors and handling of placenta previa cases at Bangil Hospital. This research method is a qualitative study with a case study approach. Data collection is based on primary data by conducting anamnesis and physical examination, and secondary data based on the results of supporting examinations. Data analysis based on the study by making a description of the results of anamnesis, physical examination, supporting examination and midwifery care. The results showed that a 33-year-old woman, pregnant with her fourth child, 28-30 weeks gestation, the mother had a history of complete placenta previa in the second child's pregnancy and gave birth by caesarean section. In the third child's pregnancy the mother had an abortion, curettage was performed in 2019. The results of the vaginal vulva inspection were fresh blood discharge and no internal examination was performed. The results of the ultrasound examination showed the location of the breech fetus and there was complete placenta previa. For this reason, appropriate treatment is needed in cases of placenta previa in accordance with evidence based to reduce morbidity and mortality rates for both mother and fetus.
Asuhan Persalinan Kala I Fase Laten dengan Ketuban Pecah Dini : Studi Kasus Aristina, Nur Eva; Diana, Khoyin Irma
Jurnal Berita Kesehatan Vol 16 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v16i2.124

Abstract

Ketuban Pecah dini merupakan masalah penting pada kasus obstetri, yang dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan janin serta dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada ibu maupun bayi. Kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh infeksi masih cukup tinggi yaitu sebesar 11%. Infeksi yang dialami oleh ibu sebagian besar diakibatkan oleh adanya komplikasi atau penyulit kehamilan dan persalinan, antara lain ketuban pecah dini (45%), infeksi saluran kemih (31%), dan febris (24%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan kebidanan pada persalinan kala I fase laten dengan ketuban pecah dini di RUSD Bangil. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Desain yang digunakan adalah observasional lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data diperoleh berdasarkan studi kasus dengan membuat narasi hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan asuhan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan Ny. R umur 24 tahun, hamil anak pertama, usia kehamilan 40-41 minggu, hasil pemeriksaan dalam pembukaan 2 cm, effacement 50%, ketuban (-), Hogde I, pemeriksaan laboratorium kadar leukosit 16,01 x 103/µL. Asuhan kebidanan yang dilakukan sesuai dengan manajemen kebidanan yaitu melakukan kolabarasi antar profesi pada fasilitas pelayanan kesehatan rujukan untuk memantau kondisi ibu dan janin serta perencanaan proses persalinan. Penerapan manajemen asuhan kebidanan yang tepat sesuai dengan prioritas masalah dapat menurunkan risiko morbiditas dan mortaliltas pada ibu dan bayi.
Literature Review: Pendorong dan Penghambat Keputusan Perempuan Mengungkap Kekerasan Rindana, Sevi; Toyibah, Afnani; Aristina, Nur Eva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4262

Abstract

Lebih dari sepertiga perempuan tidak melaporkan atau mengungkap kejadian kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendorong dan penghambat keputusan perempuan untuk mengungkap kekerasan. Desain penelitian adalah Literature Review, data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari 3 database yaitu Google scholar, DOAJ, dan PubMed dari tahun 2016-2020, dengan menggunakan kata kunci “keputusan perempuan mengungkap kejadian kekerasan” dan “women disclosure of violence”. Dalam 16 jurnal internasional, ditemukan faktor penghambat: mewajarkan kekerasan/perempuan merasa sebagai penyebab kekerasan, malu, takut, trauma, persepsi mengungkap kekerasan tidak akan membantu, kurangnya informasi pengungkapan kekerasan, lingkungan/reaksi sosial, keberadaan anak-anak/hamil, kerahasiaan/kepercayaan terhadap orang lain, status pekerjaan perempuan, pengalaman mendapat kekerasan, peran tenaga kesehatan atau profesional, dan usia perempuan saat pertama kali menikah, sedangkan faktor pendorong, antara lain: keparahan kekerasan, keberadaan anak/hamil, motivasi perempuan/berbagi pengalaman, perilaku pasangan yang terlalu mengontrol, pendidikan perempuan, usia perempuan, pasangan mengonsumsi alkohol, dan trauma. Keputusan perempuan mengungkap kekerasan dipengaruhi oleh faktor pendorong dan penghambat.
HEALTH BELIEF MODEL PADA IBU HAMIL DALAM PERILAKU MENGHITUNG GERAK JANIN Melati, Yessika Riski; Aristina, Nur Eva; Yudianti, Ika
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i2.1633

Abstract

Monitoring the well-being of the fetus is an important part of the management of pregnancy and childbirth. Health Belief Model (HBM) is a model of individual health beliefs in determining attitudes to do or not to do health behavior. The purpose of this study was to describe the description of the Health Belief Model in pregnant women in the behavior of counting fetal movements during pregnancy. This type of research is descriptive quantitative with a total sample of 30 pregnant women who have felt fetal movement. The sampling technique uses accidental sampling. The research was conducted in July 2022 at PMB Santi Rahayu, Malang Regency. The research instrument used the Health Belief Model questionnaire. The results showed that the most negative perceptions were in the perceived barriers variable (60%) and positive perceptions in the cues to action variable (60%). From the result of the researh it is hoped that midwives can teach how to calculate fetal movement so that pregnant women can apply it independently.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA MENURUT BB/U Pribadi, Puspita Sari; Aristina, Nur Eva; Sianipar, Kandace
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 3 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2869

Abstract

Abstract: Underweight nutrition in children under five is now a serious global problem, especially in poor and developing countries. The prevalence of underweight reached 29.5%. This figure places NTT as one of the provinces with the highest level of malnutrition in Indonesia. The purpose of the study was to determine the factors associated with the nutritional status of toddlers according to BB/U. The research design used in this study was Cross Sectional. The research was conducted in the Busalangga Health Center work area in August 2023. The study population was all toddlers in the Busalangga Health Center work area which amounted to 976 toddlers. The sample amounted to 293 toddlers. The sampling technique used Stratified Random Sampling. The research instrument used a research questionnaire. Data analysis was done univariate and bivariate. The results showed an association between age at first pregnancy (p value: 0.003) and LBW (p value: 0.000) on the incidence of undernutrition. It is recommended that health centers improve malnutrition prevention programs that focus not only on mothers and toddlers but also on adolescents in order to prevent the incidence of stunting and malnutrition early on and empower posyandu cadres by increasing their knowledge and skills.Keywords: Toddler, Undernutrition, Age at first pregnancy.