Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Sektor Pariwisata, PDRB dan Penduduk Terhadap PAD Provinsi DIY Galih Pratama Putra; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta merupakan daerah dengan Pendapatan Asli Daerah paling rendah diantara provinsi lain yang berada di pulau jawa. Provinsi ini memiliki banyak obyek dan daya tarik wisata sehingga intensitas wisatawan berkunjung sangat tinggi. Hal ini dapat berpotensi untuk meningkatkan sumber penerimaan melalui pariwisata. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh jumlah wisatawan, jumlah obyek wisata, PDRB dan jumlah penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah di 5 kota/kabupaten Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama tahun 2011-2020. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif menggunakan alat analisis regresi data panel menggunakan EViews 10. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dengan metode dokumenter. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa Variabel jumlah wisatawan dan PDRB memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Namun, pada Variabel jumlah obyek wisata dan jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Analisis Pengaruh Pendidikan, Partisipasi Kerja, Dan Upah Minimum Terhadap Pengangguran Di Provinsi Banten Tahun 2011-2020 Umi Nur Faizah; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/bisecer.v6i1.386

Abstract

Masalah ekonomi yang terjadi pada Provinsi Banten adalah sempitnya kesempatan kerja sehingga berdampak pada meningkatnya pengangguran. Banten memiliki tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan 6 provinsi Di Pulau Jawa. Tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten dapat menghambat pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, partisipasi kerja, upah minimum terhadap pengangguran serta mengetahui secara bersama-sama (simultan) terhadap pengangguran di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang didapatkan dari publikasi BPS Banten. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Data Panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM) dengan waktu penelitian 2011-2020. Hasil Analisis Regresi Data Panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa variabel pendidikan pengaruh negatif dan tidak signifikan, variabel partisipasi kerja pengaruh positif dan tidak signifikan, variabel upah pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran Provinsi Banten Tahun 2011-2020. Dan dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel pendidikan, partisipasi kerja, dan upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten tahun 2011-2020.
The Effect of Tourist, Tourism Object, GRDP, Populations on Local Own-Source Revenues of Yogyakarta Province Galih Pratama Putra; Nenik Woyanti
EKO-REGIONAL Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.erjpe.2023.18.1.3310

Abstract

Yogyakarta is the region with the lowest PAD among other provinces on the island of Java. This province is one of the tourist destinations because there are many tourist destinations. This province has many objects and tourist attractions so the intensity of tourists visiting is very high. This has the potential to increase revenue sources through tourism. This study aims to analyze the effect of the number of tourists, the number of tourism objects, GRDP, and the number of residents on local revenue (PAD) in the Special Region of Yogyakarta. The independent variables used in this study are the number of tourists, the number of tourism objects, GRDP, and the number of residents. The dependent variable used in this study is original regional revenue (PAD). The data used in this study is secondary data obtained from the Central Statistics Agency, BAPPEDA, and the Tourism Office in the form of panel data, with the object of research being 5 districts/cities in the province of D.I Yogyakarta with the period 2011-2020. This study uses a quantitative analysis method completed with a panel data regression analysis tool Fixed Effect Model (FEM) with Cross-Section SUR weighting. Based on the results of the regression, it is known that the variable number of tourists and GRDP has a positive and significant influence on Regional Original Income. However, the variables of the number of tourism objects and the number of residents have no effect on the Regional Original Income of the Special Region of Yogyakarta.
ANALYSIS OF REGIONAL INEQUALITY AND ECONOMIC POTENTIAL IN THE KEDUNGSEPUR AREA 2017-2021 Ilham Al Majiid; Nenik Woyanti
JABE (Journal of Applied Business and Economic) Vol 9, No 3 (2023): JABE (Journal of Applied Business and Economic)
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jabe.v9i3.15110

Abstract

This study intends to classify economic growth patterns between districts/cities, analyze the level of regional inequality, and identify sectors with the potential to be evolved to strengthen the regional economy in the Kedungsepur area. Secondary data is used in this study, which was processed using Klassen Typology, Theil Index, Williamson Index, Shift-Share, and Location Quotient analysis. The findings indicate that the majority of the growth patterns of districts/cities in Kedungsepur are relatively underdeveloped regions. Inequality across districts/cities in the Kedungsepur region is relatively significant and is expected to rise in 2017-2021. Economic potentials that are useful for encouraging regional economic growth in the Kedungsepur area are the mining and services industries in Grobogan Regency; the services industry in Demak Regency; the educational services industry in Semarang Regency; the agriculture and mining industries in Kendal Regency; the accommodation and food service industry and the company services industry in Salatiga City; as well as the communication and information industry in Semarang City
Ketimpangan Pendapatan Dan Determinan Pertumbuhan Ekonomi Di Kawasan Subosukowonosraten Tahun 2016-2020 Ichsan Adytya; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat perbedaan PDRB antar kabupaten/kota di Kawasan Subosukowonosraten yang cukup besar. Ketimpangan pendapatan yang terjadi secara langsung dan tidak langsung memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Subosukowonosraten. Adanya perbedaan pendapatan, akumulasi modal, dan sumber daya manusia dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kawasan Subosukowonosraten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pendapatan di Kawasan Subosukowonosraten dan menganalisis pengaruh investasi asing, kemiskinan, pendidikan serta pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Subosukowonosraten pada periode 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Indeks Williamson dan analisis regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan di wilayah Subosukowonosraten termasuk dalam kategori ketimpangan sedang. Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa variabel kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan variabel investasi asing tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI TEMBAKAU RAKYAT KABUPATEN TEMANGGUNG Mubaroq Dwi Rhama; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Temanggung, tanaman tembakau merupakan salah satu ciri khas petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta tingkat efisiensi dari faktor-faktor produksi usahatani tembakau rakyat, seperti jumlah bibit, jumlah pupuk kandang, jumlah pupuk urea, jumlah pestisida, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam produksi usahatani tembakau rakyat di Kabupaten Temanggung. Pengumpulan data primer dan memperoleh jumlah responden sebanyak 100 orang petani yang dilakukan dengan Teknik wawancara dan kuisioner. Metode yang digunakan dalam menjelaskan penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda, sedangkan metode yang digunakan untuk menjelaskan efisiensi faktor-faktor produksi usahatani tembakau rakyat menggunakan fungsi produksi frontier stcochastic dengan bentuk fungsi produksinya adalah fungsi produksi Cobb-Douglass. Faktor-faktor produksi usahatani tembakau di Kabupaten Temangung dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bibit, pupuk kendang, pupuk urea, dan pestisida berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi tembakau rakyat di Kabupaten Temanggung. Variabel tenaga kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap hasil produksi tembakau rakyat. Faktor-faktor produksi usahatani tembakau rakyat di Kabupaten Temanggung belum mencapai tingkat efisiensi baik dalam efisiensi teknis, efisiensi harga, maupun efisiensi ekonomis. Penyuluh pertanian diharapkan intensitas kegiatan penyuluhan pertanian harus ditingkatkan supaya petani semakin terampil dalam melakukan budidaya tembakaunya.
Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Subosukowonosraten Tahun 2016-2020 Ichsan - Adytya; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kawasan Subosukowonosraten memiliki tren peningkatan yang diikuti peningkatan ketimpangan pendapatan. Fakta ini berbeda dengan teori Kuznet yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi akan menurunkan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, pengangguran, investasi, dan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Subosukowonosraten pada periode 2016-2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa variabel kemiskinan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, variabel pengangguran berpengaruh negatif dan  signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan variabel investasi dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS PENGARUH PDRB, UNIT USAHA, DAN UMK TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG DI JAWA TIMUR TAHUN 2015 - 2019 Putri Eka Nugrahani Widodo; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi yang mengarah pada industrialisasi dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan. Sektor industri di Provinsi Jawa Timur dapat memberikan kontribusi paling tinggi terhadap struktur PDRB sehingga diharapkan berperan menjadi sektor pemimpin. Industri Besar dan Sedang memiliki potensi dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pengaruh PDRB, unit usaha, dan UMK terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Provinsi Jawa Timur tahun 2015-2019 2) Faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap penyerapan tenaga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Provinsi Jawa Timur tahun 2015 – 2019. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2015 hingga tahun 2019 yang bersumber dari BPS Jawa Timur. Variabel yang digunakan adalah PDRB, unit usaha, dan UMK di Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan pembobotan Generalized Least Square (GLS) dan diolah dengan Eviews 10. Hasil regresi menunjukkan bahwa unit usaha berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan PDRB berpengaruh positif dan tidak signifikan dan UMK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenga kerja industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur tahun 2015 - 2019. Variabel yang paling dominan dalam penelitian ini adalah unit usaha.
Pengaruh Pendidikan, Upah Minimum, dan Kesempatan Kerja Sektor Formal Terhadap Pengangguran Terdidik di Provinsi Jawa Barat (2017-2021) Desy Wulandari; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran di Provinsi Jawa Barat tahun 2017- 2021 didominasi oleh pengangguran terdidik, ironisnya pengangguran pada lulusan perguruan tinggi semakin meningkat dari tahun ke tahun dan berbanding terbalik dengan pengangguran pada lulusan pendidikan dasar. Hal ini tidak sesuai dengan teori Human Capital yang menyatakan bahwa semakin tinggi Pendidikan seseorang maka semakin baik kualitas dan kemampuan kerja yang dimiliki dan seharusnya tidak menjadi pengangguran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pendidikan, upah minimum, dan tingkat kesempatan kerja sektor formal terhadap pengangguran terdidik. Penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan metode Random Effect Model (REM) dengan waktu penelitian 2017- 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen yaitu pendidikan, upah minimum, dan tingkat kesempatan kerja sektor formal berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terdidik. Sedangkan secara parsial, Pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifkan terhadap pengangguran terdidik, upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik, dan tingkat kesempatan kerja sektor formal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Barat
ANALISIS PENGARUH PDRB, TENAGA KERJA, UMP, DAN IPM TERHADAP PENGANGGURAN DI 6 PROVINSI PULAU JAWA TAHUN 2010 – 2019 Putri Ana Indarwati; Nenik Woyanti
BISECER (Business Economic Entrepreneurship) Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia, Pulau Jawa tidak terlepas dari masalah ketenagakerjaan. Masalah ketenagakerjaan yang dihadapi diantaranya adalah peningkatan tenaga kerja yang lebih tinggi daripada penyerapan tenaga kerja sehingga mengakibatkan pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah tenaga kerja, upah minimum provinsi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dari 6 provinsi di Pulau Jawa selama periode 2010-2019. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) PDRB secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran; 2) tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran; 3) Upah minimum provinsi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran; 4) IPM secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran; 5) PDRB, jumlah tenaga kerja, upah minimum provinsi, dan IPM secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran.