Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Kajian Pengelolaan Air Minum Pamsimas Berkelanjutan dengan Metode Rapfish di Wilayah Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Suharyanto, Suharyanto; Wulandari, Dyah Ari; Saputra, Rizki Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61798

Abstract

Penyediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Pada kota Semarang khusunya pada Kecamatan Banyumanik masih ditemukan beberapa daerah yang belum dilayani oleh air dari PDAM, Untuk salah satu opsi untuk menggantikan peran PDAM diberdayakanlah sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Penelitian ini mengkaji sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Sumurboto dan Kelurahan Gedawang. Kelompok air tersebut dikaji dengan menggunakan metode Multi Dimensional Scaling dibantu dengan Software Rapfish untuk mengevaluasi keberlanjutan dari berbagai aspek, yaitu ekologi, teknologi, sosial, kelembagaan, dan ekonomi. Aspek aspek tersebut dikutip berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dan Kementerian PU BPPSPAM tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan Kelompok air Sumurboto Mendapatkan skor rata rata sebesar 73,58 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Sumurboto mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, teknologi dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi sosial dan ekonomi sehingga Kelompok Air TirtaSumurboto mendapatkan skor rata rata sebesar 73,86 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok air Gedawang mempunyai keunggulan dalam 2 aspek dimensi yakni dimensi Teknologi dan Sosial dan mempunyai kekurangan pada dimensi Ekonomi, Ekologi dan Kelembagaan. sehingga Kelompok air Gedawang Mendapatkan skor rata rata sebesar 77,92 dengan kategori berkelanjutan. Strategi yang dilakukan untuk menunjang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat yaitu: Pembuatan SOP dan AD/ART, SOP dilaksanakan dengan baik dan digunakan dalam menjalankan operasional pada masing-masing kelompok air, pengurus masing-masing Kelompok Air ikut aktif berperan sesuai tugas masing- masing pengurus, penagihan rekening air dilaksanakan secara rutin dan teratur, karena hasil tagihan tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan dan laporan internal dibuat tepat waktu dan rutin.
Rasionalisasi Pos Curah Hujan Daerah Tangkapan Air Waduk Wonogiri Muliawati, Intan; Fahmi, Amir Hadziq; Suharyanto, Suharyanto; Wulandari, Dyah Ari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16352

Abstract

Analisis hidrologi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menunjang kegiatan pengelolaan waduk. Data hidrologi dibutuhkan sebagai input dalam melakukan analisis hidrologi. Kualitas data hidrologi sangat bergantung pada kondisi jaringan stasiun hujan (jumlah dan lokasi stasiun hujan). Oleh karena itu dibutuhkan studi untuk meninjau jaringan stasiun hujan pada Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Wonogiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jaringan stasiun hujan yang efektif dan efisien pada DTA Waduk Wonogiri untuk menunjang kegiatan operasi Waduk Wonogiri.Penelitian ini menggunakan metode Kagan untuk analisis rasionalisasi stasiun hujan. Berdasarkan dari analisis metodeKagan pada DTA Waduk Wonogiri dengan kesalahan interpolasi sebesar 5% menghasilkan delapan stasiun hujan rekomendasi yang terdiri dari lima stasiun hujan eksisting dan tiga stasiun hujan baru dengan panjang segitiga Kagan adalah sebesar 14,28 km.
Kajian Panjang Data dan Karakteristik Debit Bangkitan pada Pola Operasi Waduk Jragung Ahmadi, Muhamamad Airlangga; Suharyanto, Suharyanto; Wulandari, Dyah Ari; Pambudi, Tri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16698

Abstract

Pengelolaan sumber daya air sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan air, salah satu upaya dalam menjaga ketersediaan air adalah dengan membangun Waduk. Waduk Jragung merupakan Waduk multifungsi yang diharapkan dapat memenuhi penyediaan air irigasi, air baku, PLTMH, pengendali banjir, dan pemeliharaan sungai. Peramalan debit inflow waduk pada masa mendatang diperlukan untuk megetahui bagaimana pola pola waduk setelah bendungan selesai dibangun. Salah satu kendala dalam meramalkan debit inflow adalah ketersediaan data historis, terkadang data yang tersedia lengkap dan cukup panjang, tetapi terkadang ada juga yang tersedia terbatas atau relatif lebih pendek. Panjang data hidrologi yang mewakili suatu daerah pengaliran berpengaruh dalam proses perencanaan infrastruktur keairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh panjang data dan karakteristik debit bangkitan dengan metode Thomas-Fiering pada Pola Operasi Waduk Jragung. Berdasarkan hasil analisis masing-masing data seri memberikan keandalan yang berbeda-beda. Semakin besar rerata debit maka keandalannya dapat mecapai 100% dan luas layanan irigasi 4.053 ha dapat terpebuhi.
Kajian Pengelolaan Air Minum Pamsimas Berkelanjutan dengan Metode Rapfish di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang Suharyanto, Suharyanto; Wulandari, Dyah Ari; Saputra, Rizki Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60530

Abstract

Penyediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Pada kota Semarang khusunya pada Kecamatan Tembalang masih ditemukan beberapa daerah yang belum dilayani oleh air dari PDAM, Untuk salah satu opsi untuk menggantikan peran PDAM diberdayakanlah sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Penelitian ini mengkaji sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Tembalang, Kelurahan Jangli dan Kelurahan Bulusan. Kelompok air tersebut dikaji dengan menggunakan metode Multi Dimensional Scaling dibantu dengan Software Rapfish untuk mengevaluasi keberlanjutan dari berbagai aspek, yaitu ekologi, teknologi, sosial, kelembagaan, dan ekonomi. Aspek aspek tersebut dikutip berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dan Kementerian PU BPPSPAM tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan Kelompok Air Tirta Tembalang mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi teknologi dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Tembalang mendapatkan skor rata rata sebesar 72,81 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Bulusan mempunyai keunggulan dalam 2 aspek dimensi yakni dimensi teknologi dan sosial dan mempunyai kekurangan pada dimensi ekonomi, ekologi dan kelembagaan. sehingga Kelompok Air Tirta Bulusan mendapatkan skor rata rata sebesar 66,47 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Jangli mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, teknologi dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi sosial dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Jangli mendapatkan skor rata rata sebesar 73,86 dengan kategori cukup bekelanjutan. Strategi yang dilakukan untuk menunjang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat yaitu: Pembuatan SOP dan AD/ART, SOP dilaksanakan dengan baik dan digunakan dalam menjalankan operasional pada masing-masing kelompok air, pengurus masing-masing Kelompok Air ikut aktif berperan sesuai tugas masing- masing pengurus, penagihan rekening air dilaksanakan secara rutin dan teratur, karena hasil tagihan tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan dan